
Roni masih mematap Syheril tak percaya, dilihatnya Syheril yang semakin mendekat ke arahnya, Shyeril masih melihat tangan ibunya Syheril yang masih menggengam erat tangan Roni yang terdapat jarum infus
" Sini buk!" Syheril merebut tangan Roni dari ibu nya dengan emosi. "Ini kan yang kamu mau ! ini, ini !" Kata Syheril sambil mencabuti selang infus yang ada di tangan Syehril.
" Syheril ! kamu ini apa-apa an?" Tanya ibu Roni juga dengan emosi, dokterpun akhirnya datang, sementara Roni masih diam terpaku melihat Syheril mengeluarkan air mata emosi.
" Biar buk , biarin dia gak mau hidup juga gak papa. " Syheril semakin mengeluarkan air matanya dan dengan emosi.
" Dokter tolong infus saya lagi. " Ucap Roni tiba tiba dengan lemasnya.
Ibu Roni langsung tersenyum mendengar omongan Roni, dia bahagia akhirnya Roni dengan sendirinya minta di rawat.
Roni mendekatkan diki ke Syheril dan di peluknya Syehril dengan lemas." Maafkan aku, ini pertama aku kalinya aku buat kamu menangis, dan tidak akan lagi." kata Roni masih dengan lemas.
Akhirnya dokter dan sebagian perawat mulai menginfus lagi Roni, tak ada paksaan, tak ada pemberontakan. semua baik baik saja.
Dilihatnya Syheril yang ada di sampingnya, Syheril juga diam seribu bahasa dia juga bingung mau ngomong apa, canggung , kikuk.
" Kamu sama Dhika gimana? Baik ?" Tanya Roni pelan dan hanya diangguki kepala oleh Syheril.
" kamu kok bisa ada disini?"
" Kamu istirahat aja dulu, jangan banyak ngomong."
" Aku kangen." Kata Roni pelan, Syehril hanya tersemyum tipis.
*****
Langit sudah gelap, tepat setelah isya' orang orang tua Syheril sudah sampai di rumah sakit,
Tok...Tok...Tok....
Ayah Syheril mengetuk pintu ruangan dimana Roni di rawat, Syehril dan ibu Roni langsung menoleh.
" Ayah !" Syheril langsung berdiri dan memeluk ayahnya.
Ini pertama kalinya orang tua Syehril bertemu dengan ibu Roni, mereka bersalaman dan ibu Syheril memeluk ibu Roni.
__ADS_1
" Gimana keaadaan Roni?" Tanya ibu Syheril
" Dia masih lemas, tapi ini sudah cukup membaik."
" Syheril kamu sudah hubungi Dhika?" Tanya ayahnya.
" Sudah yah, Dhika ngijinin aku di sini sementara kok."
" Ya sudah. "
Tak lama setelahnya Roni pun tersadar dari tidurnya. dengan pelan dia membuka matanya, di lihatnya satu satu orang yang menunggui nya. Roni langsung memperbaiki posisinya setengah duduk setelah melihat orang tua Roni.
" Udah-udah kamu berbaring aja." Kata ayah Roni.
" Gak papa, yah." Dengan di bantu ayah Syheril akhirnya Roni duduk dengan benar.
" Syheril ajak ibumu dan ibu Roni makan gih, ayah mau ngomong sama Roni. " Ucap ayaH Syheril sedikit memberi perintah agar mereka pergi meninggal kan dua laki-laki itu.
Syheril dan para ibu-ibu langsung pergi meninggalkan ayah dan Roni. Ayah Sheril menatap Roni dan menghela nafas panjang.
" kamu kok jadi kayak gini Roni,Ayah gak nyangka dengan keputus asaanmu, ayah sedikit kecewa. " Ucap ayah Syheril, Roni diam tidak mampu menjawab.
" Tindakan kamu yang kayak gini bisa membuat ibu kamu sedih, semua orang jadi kepikiran."
" Lihatlah kamu sekarang, brewokan, jelek gak keurus, kamu malah membuat Syhril merasa bersalah. "
Roni semakin menundukkan kepalanya.
"Nanti Syheril akan langsung pulang bareng sama ayah." kata kata Ayah Syheril membuat Roni terkejut.
" Jangan Yah." katanya memelas
"Kamu gak bisa kayak gitu, Syheril dan Dhika mereka."
" Aku paham yah, aku cuman pingin ngobrol sama Syheril."
" Dia sudah dari kemaren disini, ayah takutnya nanti Dhika salah paham."
" Dari kemaren yah ?jadi Syheril memang kesini menemuiku bukan karna dia tau aku sakit?" Roni merasa senang di pikirnya Syheril masih sayang sama dia.
Ayah Syheril yang takut Roni salah paham,langsung menjelaskan semuanya. Dan Roni pun sadar kalo Syheril sudah tidak mencintainya lagi.
*****
__ADS_1
Syheril menghampiri Roni yang sendirian diruangannya.
Tok... Tok...Tok...
"Boleh aku masuk?"
"Tentu." Roni tersenyum lebar.
Syehril mengambil posisi duduk di samping Roni, dia memgambil segelas air minum yang tersedia di sana.
" Minum." Roni menuruti kata kata Syheril. "makan ya" Roni juga langsung menuruti kata kata Syheril.
" Setelah itu kamu mandi, gak suka aku liat kamu kayak gini mirip bapak-bapak. " Sekali lagi Roni hanya mengangguk nurut tanpa perlawanan.
Satu jam kemudian.
Roni sudah selesai membersikan diri. Dia masih melihat Syheril yang duduk di kursi samping ranjang Roni.
" Aku mau pamit, kamu jangan aneh aneh ya, aku akan merasa bersalah seumur hidup kalo kamu kayak gini." Kata Syheril.
"Jangan pergi dulu, besok aja ya, kamu temenin aku dulu."
Syheril pasrah dan menuruti Roni, Roni pun duduk di ranjangnya.
" Aku kangen kamu, mungkin hati ini gak bisa menerima, kalo kita sudah berakhir."
" Kamu harus bisa bangkit Roni, jangan terpuruk. kamu aku kita masih muda, jalan hidup masih panjang."
" Berat ternyata Ril, pasrah sama ALLAH itu gak mudah, butuh ke iklasan ekstra untuk berlapang dada, melepaskan mu tak semudah aku berbicara. " Kata Roni " Di sini sakit Ril, di sini nyese , di sini hancur rasanya." Lanjut Roni sambil memegang dadanya. Syheril pun menangis.
" Tapi ingat Roni, semuanya ini juga keputusanmu, kamu yang meminta aku agar mencoba, kamu yang bilang agar aku tidak jadi anak durhaka, waktu itu aku juga gak mau di jodohin, tapi kamu sok kuat, sok tegar, kalo kamu gak ngelepasin aku, aku gak bakal suka suma Dhika, kalo sekarang maaf aku gak bisa hatiku sudah menerima Dhika sepenuhnya, aku capek belajar mencintai lagi. " kata kata Syheril membuat Roni terdiam, Syheril menangis . Roni mengingat kembali gimana dia mengiklaskan Syheril,
" Baiklah, sudah-sudah jangan nagis." Roni memeluk Syheril.
" Maafkan aku yang gak bisa tegas dengan keputusan ku, aku akan berusaha keras untuk mencari penggantimu, yang lebih cantik, lebih seksi, yang pasti aku bakal cari tau dulu dia di jodohkan apa tidak , biar gak sakit lagi." Ucapan Roni membuat Syheril tersenyum.
" Jangan sakiti diri kamu lagi, sekarang kita sudah seperti saudara. kamu harus segera pulih, dan kamu harus segera mengikuti ujian susulan, biar gak ketinggalan, sayang Indonesia punya generasi pintar tapi generasinya cemen cuman karna cinta. "
Roni dan Syheril tersenyum,Roni sekali lagi meluk Syheril. Syherilpun membalas pelukan Roni yang kini di anggap seperti saudaranya.
-----------------bersambung -------------
__ADS_1
Ojok lali rek jempole 😅😅😅