Kaulah Takdirku

Kaulah Takdirku
' Mimpi dan janji'


__ADS_3

 


Hari berlalu begitu saja, perasaan Syheril ke pada Dhika sudah terlalu dalam, kasih sayang yang telah Dhika berikan mampu menggantikan posisi Roni, sekarang Syheril hanya berfikir mungkin ALLAH memang menentukan jodoh Syheril dengan Dhika, bukan dengan Roni.


Dhika sudah mulai fokus dengan ujiannya, Syheril pun menyemangati Dhika sebisa mungkin, bahkan kadang Syheril jadi pengawas Dhika belajar.


 


Di saat ujian berlangsung pun, Syheril memingit dirinya sendiri untuk tidak bertemu dengan Dhika, tapi yang namanya rindu itu tidak bisa di ganggu gugat, pasalnya Dhika tidak bisa sehari saja tidak bertemu dengan Syheril.


 


VC (vidio call ) di selang-selang belajarnya pun dia lakukan, tapi terkadang Syheril juga merasa kesal karna bukan fokus belajar malah asyik memandang Syheril lewat HaPe nya. Syheril yang kesal pun langsung mematikan telponnya, bukannya dia tidak merasakan rindu seperti Dhika, hanya saja dia ingin Dhika lebih fokus kepada ujiannya.


"Lama-lama aku blokir nomor kamu sementara."


Dhika langsung terbelabak setelah membaca pesa 'WA ' yang di kirim oleh Syheril, seketika Dhika langsung telpon Syheril tapi ternyata tidak bisa.


" Tega bener dia sama calon suaminya, gak ngerti rindu apa ?" Gerutu Dhika " Nee anak belom pernah liat film ' DILAN ' kayaknya . Makanya gak tau kalo rindu itu berat. " Cerocos Dhika memaki HP nya sendiri dan mengomelinya serasa kalo itu Syheril.


Sehari....


Dua hari....


tiga hari....


Akhirnya masa ujian pun berlalu. Tak menunggu lama, sepulang ujian Dhika langsung meluncurkan mobilnya ke rumah Syheril.


Tok...Tok...Tok...


" Assallammualikum."


Dhika mengetuk pintu dan mengucapkan salam berulang kali, namun tidak ada jawaban, Dhika clingukan mengintip dari balik cendela, berharap bakal ada yang membukakan pintu, sekali lagi dia mengetuk pintu tapi tetap tidak ada jawaban.


 " Pada kemana semua sih ini? " Gerutu Dhika, akhirnya Dhika duduk di kursi teras rumah Syheril. Dia menunggu di sana, berharap kalo Syheril akan segera datang.


Tik...Tok....Tik....Tok....


Detik berubah jadi menit, dan menit pun berubah jadi jam, sudah satu jam lebih Dhika menunggu tapi tidak ada tanda-tanda apapun.


Dengan malas Dhika akhirnya melangkahkan kakinya menuju mobil dan langsung pulang. Dhika tidak bersemangat sama sekali. Tidak berapa lama Dhika pun sudah memarkirkan mobilnya di garasi rumahya.


Diam tanpa kata ,tanpa salam dia memasuki rumah yang besar itu, dia langsung membating tubuhnya di sofa dan bersandar.


" Kog baru pulang. " Tedengar suara yang familiar di telinganya. Dia langsung menoleh, dan melebarkan matanya. Senyumnya mulai terlihat.


" SYHERIL, ngapain kamu disisni? " Tanya Dhika langsung bangkit tidurnya.


" Kamu itu, aku nungguin kamu dari tadi, hayo dari mana kamu? pasti melancong gak bener. "


"Apa'an sih! aku tadi tu kerumah kamu, tapi sepi."


Dhika menghampiri Syheril dan langsung memeluknya.

__ADS_1


" Kagen. " Kata Dhika dengan manja. " Jahat banget kamu blokir aku sampek segitu lamanya." Lanjutnya.


Syheril berusaha melepaskan pelukan Dhika tapi Dhika malah semakin mempereratnya. " Lepasin." Ucap Syheril.


"Gak mau. "


" Malu Dhika." Syheril masih berusaha melepas pelukan Dhika, mata Syehril semakin menunjukkan rasa malu dan canggung pasalnya kedua calon mertuanya sudah datang dan sedang berada di belakang Dhika.


"Lepasin Dhika." Ucap Syheril sekali lagi.


" Ehem....Ehem...." Dehem papa Dhika membuyarkan semua kemanjaan Dhika.


"Iiya iya yang lagi kasmaran, pinginya nempel terus." Goda mama Dhika, wajah Syheril pun langsung memerah karna malu.


" Ayok mah kita masuk aja, gak enak kita ikutan nimbrung kesannya kita malah jadi orang ketiga yaitu setan. " Kata papa Dhika sontak membuat Dhika kelabakan saking malunya.


" Apa'an si pa."


" Kog udah rame aja si ini di luar." Tiba-tiba ada suara dari bagian dalam rumah , Dhika, Syheril, papa dan mama Dhika pun langsung menoleh ke arah suara itu berasal.


" Ini lho jeng, anak-anak ini kayaknya sudah minta dikawinin aja." Ucap mama Dhika.


" Apa si htante." Kata Syheril malu.


" Gak papa, ma ! nikahin aja kita. " Ucap Dhika spontan dengan wajah girangnya.


" OGAH !" tlTolak Syheril.


" Apa? ogah aku di suruh nikah sama kamu, gak bakal." Goda Syheril dan akhirnya mereka main kejar kejaran bagaikan di pilem India.


Sementara orang tua melanjutkan aktifitanya , para ibu-ibu melanjutkan memasak di dapur dan para bapak- bapak sedang ngobrol asyik bernostalgia masa muda mereka.


***


 


Adzan sudah berkumandang,waktu sholat ashar pun telah tiba , Sheril langsung mengambil air wudhu dan Sholat di kamar Dhika, sementara Dhika beserta papa dan ayah Syheril berangkat ke masjid yang masih ada dalam kawasan komplek perumahan.


 


Setelah selesai Sholat Syheril sedikit membaca ayat suci al-Qur'an, tapi tidak lama setelahnya dia tertidur di atas sajadahnya.


Dalam tidurnya Syheril bermimpi bertemu dengan Roni, dalam bayangan mimpinya dia melihat Roni yang sedang duduk di taman, dalam mimpinya Syheril masilah kekasi Roni,


'Dalam mimpi. '


Syheril menghampiri Roni yang sedang duduk di sebuah kursi taman, Syheril semakin mendekat,dilihatnya wajah Roni yang tampak sedih.


" Ron." Panggil Syheril dan langsung ditoleh oleh Roni datar. " Kamu kenapa kok sedih?" Tanya Syheril.


" Kamu sudah ingkar janji Syheril."


" Aku? ingkar janji apa?"

__ADS_1


" Kamu lupa?"


Syheril bingung dan tidak menjawab, Syheril hendak memegang tangan Roni tapi usahanya sia-sia, dia tidak bisa di gapainya tangan Roni.


" Kamu sudah janji sama aku Syheril, kalau kamu akan selalu support aku, aku lagi butuh support Syheril, kamu juga janji akan memberiku semgat saat ujian , tapi mana ? mana?" Kata Dhika kemudian.


Syheril hanya berfikir, bukankah dia sudah memberikan support ke Roni, bukankah dia sudah berusaha memberi semangat agar Roni bisa lulus dengan baik. Syheri tidak mengerti apa maksud Roni. Tapi dalam mimpinya dia merasa sudah memberi semangat. Dilihatnya Roni yang tiba-tiba pergi meninggalkan Syehril dan Syheril pun mulai terbangun setelahnya.


 


Syheril baru sadar kali itu hanya mimpi, tapi dia merasa mimpi itu seperti nyata. Dilihatnya jam dinding yang ada di kamar Dhika.


" Sudah hampir magrib." Batinya. Syheril hendak akan membaca al- Qur'an kembali,tapi tiba-tiba dia mengingat sesuatu.


 


Shyeril ingat dulu dia pernah berjanji pada Roni kalau dia akan memberi semangat dan dukungan saat ujian sekolah, Syheril sedikit syok mengingat mimpinya tadi, " Apa Roni menagih janjiku lewat mimpi ku." Gerutu Syeril. Syheril jadi kepikiran.


Shyeril pun turun ke meja makan, dimana semua orang sudah kumpul di sana.


" Enak tidurnya? " Tanya Dhika.


" Gitu gak di bangunin. " Syheril cemberut.


" Gak ah, kasian kamu. "


" Makan Syheril. " Ajak mama Dhika.


" Baik tante. " Jawab Syheil dengan senyum khasnya dan anggukan kepala.


" MA-MA." Ucap papa Dhika dengan sedikit mengeja dan memberi contoh. " kayaknya kamu harus coba membiasakan diri deh, panggil kita mama-papa. kamu juga mau jadi mantu asli kita. " Kata papa Dhika.


" Bener itu, kamu juga Dhika harus membiasakan panggil kami ayah-ibu. biar kalo sudah nikah gak kaku. " Tambah ayah Syheril yang di tujukan ke Dhika.


" Kalo Syheril boleh di coba sekalian gak yah!, kan nanti juga jadi istriku, biar gak kaku gitu." Ucap Dhika bercanda sambil meringis cekikikan.


" HUSH.... kalau kamu berani aneh-aneh saya pecat kamu jadi mantu saya." Aata ayah Syheril menegaskan.


" Bercanda ayah mertuaku sayang. " Ucap Dhika


kini mereka semua tertawa bersama, Syheril dan Dhika saling mentap, pandangan penuh cinta dan sayang.


-


-


-


Bersambung....


Jangan lupa ya like dan coment kalian sangat bearti demi mengkoreksi diri.


Terimakasih telah membaca.

__ADS_1


__ADS_2