
Syheril sudah kembali ke Surabaya, Sementara Roni dia berusaha memperbaiki dirinya agar kembali seperti dulu tentu saja dengan dukungan Syheril, setiap hari Syheril menelpon Roni tiga kali sehari, udah kayak minum obat aja, memang Syheril adalah obat terbaik untuk Roni.
Dhika pun sudah mulai terbiasa dengan situasi antara Roni dan Syheril, Dhika membuang semua rasa cemburu dan khawatir dalam dirinya. Dhika percaya kalo Syheril sudah bener-bener tidak punya perasaan kepada Roni, dan sekarang mereka sudah seperti adik kakak.
Hari ini adalah hari kelulusan Dhika, wisuda sekolah pun di laksanakan, tentunya seluruh keluarga juga mengikuti acara wisuda tercebur, Syheril juga demikian, dia menghadiri acara wisuda Dhika. Raut kebahagiaan terpancar di wajah mama dan papa Dhika. Seperti halnya Syheril dan Dhika mereka tertawa lepas, dan beberapa moment pun diabadikan lewat kamera dan juga HaPe masing-masing.
Hape Syheril berdering saat dia sedang makan siang bersama Dhika, dilihatnya nama Roni tertera, Syheril melihatkan bagian depan layar HaPe nya kepada Dhika.
" Angkat gih." Kata Dhika. Syheril menganggukan kepalanya.
" Hallo." Sapa Syheril kepada orang yang di sebrang sana.
" Besok aku ke surabaya." Kata Roni.
" Ngapain ?"
" Kamu lagi sama Dhika ?" Tanya Roni tanpa menjawab pertanyaan Syheril.
" Iya " Jawabnya.
" Kasihkah gih telponnya. " Perintah Roni.
Syheril langsung memeberikan HaPenya ke Dhika, Dhika pun juga bingung akan maksud Syehril dengan gestur bertanya. Akhirnya Syheril memaksa Dhika untuk bicara sama Roni. Diambilnya telpon dari tangan Syehril.
" Ya Ron." Tanya Dhika setelahnya. " Ooohhh.....Hmmmm ... Iya....Ok...Ok...." Setelahnya Dhika langsung mematikan telponnya. Syheril terlihat penasaran dengan apa yang di bicarakan Roni dan Dhika.
" Ine." Dhika mengembalikan HaPe Syheril.
" Apa katanya ?"
" Apa sih, kepo banget. "
" Dasar. " Celtuk Syheril, cemberut dan setelah itu melanjutkan makannya. Sementara Dhika tersenyum gemas melihat Syheril.
*****
Tok ... Tok...Tok....
Di minggu pagi ini, aktifitas di rumah Syheril sedikit lengah dan sepi. Rumah juga masih tertutup rapat. Suara ketukan pintu pun juga belum ada respon.
Tok...Tok...Tok...
Sekali lagi di ketuk pintu itu, dan tak lama kemudian ada yang membuka pintu itu pelan, ibu Syheril membuka pintu dengan sedikit malas, maklumlah di minggu ini biasanya se isi rumah bangun agak siang, kecuali kalo ada acara penting.
" Kalian ?kok bisa ada di sini ? " Tanya ibu Syheril yang sedikit bingung melihat sosok Dhika dan Roni secara bersama.
Tanpa menjawab Dhika dan Roni lamgsung mencium tangan ibu Syheril.
__ADS_1
" Syheril ada buk?" Tanya Roni.
" Masih ngorok. "
" sSapa buuuk. " Tanya ayah Syheril dari dalam rumah. tak lama kemudian Ayah Syheril pun keluar.
" Lho...lho...lho.... Wah ini pemandangan yang jarang ini. " Ucap ayah Syheril dengan memainkan telunjuknya.
" Mantan calon mantu dan calon mantu, bisa akur gini adem liatnya." Lanjutnya.
" Ayah jangan gitu dong. " Ucap Dhika.
" Masuk yuk. "Aajak ayah Syheril.
Mereka pun masuk bersama, ibu Syheril membuatkan teh hangat yang tak lama kemudian di suguhkan ke pada mereka.
" Ini ada apa? pagi-pagi kalian sudah di sini." tanya ayah Syheril.
"Mau ngajak Syheril jalan-jalan." Jawab Roni.
" Jalan-jalan? kalian bertiga ? bersama sama ?" Tanya ibu Syheril seakan tak percaya.
" kenapa buk? " Tanya Roni.
" Kog bisa kalian kayak gini ? sejak kapan? " Tanya ibu Syheril seakan tak percaya melihat kedekatan mereka.
" Ah, kita udah lama kali buk kayak gini, ibu aja yang gak tau. " Jelas Dhika dengan merangkul pundak Roni.
" Biar aku bangunin ya buk !" Ucap Roni.
" Eh, awas ya kamu !" Tutur Dhika." Jangan macam- macam " Lanjutnya.
"Apaan sih aku mau ngerjain dia kok. " Kata Roni.
Akhirnya Roni melangkahkan kakinya kekamar Syheril dan di ikuti oleh Dhika, mereka benar-benar gak ada malunya sama orang tua Syheril, Orang tua Syheril pun tak menyangka kalau kedua laki laki itu bisa akur seperti itu.
Roni mengendap-ngendap masuk ke kamar Syheril, di lihatnya Syehril yang masih tertidur pulas, sekilas Roni teringat kenangan masa lalunya saat Syheril nginep di rumahnya, tapi untung Roni tidak terbawa suasana.
" KEBAKARAAAANNNN." Triak Roni tepat di daun telinga Syheril
Syheril yang terkagetpun langsung lompat dari tempat tidur dan ikutan triak-triak.
" Kebakaran tolooong kebakaraaaan." Syheril bingung kesana kemari sampai akhirnya sadar melihat Roni didalam kamarnya.
" Kaamuu !!! Dasar !!Aawas ya." Syheril memukul mukul lengan Roni pelan.
" Udah, Sakit Ril. " Syehril pun menghentikan pukulannya.
" Kamu ini, gemes deh!" Kata Roni sambil mencubit kedua pipi cabi Syheril, dan Syheril pun cemberut.
" Eheemmm." Dehem Dhika dari ambang pintu." Bau- bau perselingkuhan ne." Celtuk Dhika. Sontak Syehril pun tekejut melihat Dhika.
__ADS_1
" Dhika, ini gak seperti yang kamu kira. "Jelas Syehril bingung.
" Emang aku kira ngapain ??" Dhika berjalan mendekat ke arah Syheril yang masih ada di hadapan Roni.
" Udah kamu siap siap gih , kita mau ajak kamu jalan jalan." Ucap Dhika.
"Kemana?"
" Udah ah, cepet mandi bauk. " Sela Roni sambil sedikit mendorong Syheril.
*****
Mereka ber tiga sudah berada di jalana pusat Kota Surabaya Dhika dan Roni menduduki kursi depan, sedangkan Syheril dikursi penumpang yang ada di belakang.
" Mau kemana ne ?" TanYa Sheril.
" Lemana ini Ron? "Tanya Dhika ke Roni.
" Kagak tau. "
" Yaahhhh...... " Keluh Dhika.
" Kamu yang orang Surabaya. " Balas Roni.
" Surabaya mah banyak mall nya. "
" JA- NGAAN." Jawab Syheril dan Roni barengan.
Dhika pun menoleh ke arah mereka bergantian.
" kompak ya kalian. " Ucapnya.
" Kita kan mantan kompak." Ucap Syheril dengan sedikit tertawa.
Akhirnya mereka setuju untuk ke hutan mangrove, yah walaupun di sana gak ada apa-apa tapi udara sejuk membuat pikiran tenang.
Menikmati kehijauan pohon-pohon dan suasana alam yang sangat sulit di temukan di kota Surabaya membuat susana hati jadi lebih adem, walaupun pemandangan tak seindah di kota malang
Disana mereka bertiga sangat membaur, Dhika pun gak pernah menyangka kalo dia dan Roni bisa seakur ini, hari gini jalan bareng sama mantanya kekasih tuh gak bakal ada, tapi tetep Dhika menghargai Roni yang telah berkorban banyak untuknya.
--------------BERSAMBUNG-------------
Like
Like
Like
Jangan lupa 😇😁
Maaf ya jika banyak typo bertebaran di mana mana.
__ADS_1