
Setelah dari mangrove Syheril, Dhika dan Roni melanjut kan makan-makan, seharian ini Syheril sangat bahagia, kebahagiaannya ini mungkin sulit di ungkapakan. Melihat Roni yang sudah sepenuhnya iklas ,dan juga melihat Dhika yang sangat welcome dengan Roni.
Dhika melajukan mobilnya lagi, bukan untuk melanjutkan kebersamaan mereka, bukan juga arah jalan menuju rumah nya atau Syheril . Syheril diam tidak banyak bicara, mereka terus ngobrol dan becanda dalam mobil, sampai akhirnya mobil Dhika mengarah ke bandara Juanda . Syheril terlihat bingung kenapa Dhika masuk ke area bandara.
" Ngapain kesini ?" Tanya Syheril bingung.
Roni hanya tersenyum sementara Dhika tak berani bicara apa apa.
Mobil sudah berhenti tepat didepan lobi jalur VIP.
" Ayok turun. " Kata Dhika.
Roni pun langsung turun, Syeril walupun bingung tetep mengikuti ke dua cowok itu.
Roni langsung berjalan ke belakang bagasi mobil Dhika, sementara Dhika sedang ngobrol dengan orang bagian valle.
Syheril melihat Roni mengeluarkan koper, dan Syheril semakin bingung. Syheri segera menghampiri Roni dan langsung bertanya padanya.
" Koper sapa? kita mau liburan bareng bareng ?tapi aku belum prepare." Syheril mencerca Roni dengan Roni berbagai pertanyaan.
" Ayok !" Ajak Dhika yang menghampiri mereka.
Syheril hanya mengikuti langkah kedua cowok itu dengan rasa penasaran, sesekali dia mengerutkan keningnya. Dipikarnnya penuh dengan bermacam pertanyaan.
Sampai akhirnya mereka sampai di pintu keberangakatan terminal dua (2)
Roni menatap Syheril dan Dhika kemudian.
" Dhik, boleh aku ngomong berdua sama Syheril." Ucap Roni seraya memohon, dan diangguki oleh Dhika. Dhika melangkahkan kakinya pergi mencari kursi yang tak jauh dari Roni dan Syheril.
" Ril, aku mau pamit. " Tutur Roni, dengan menatap kedua mata Syheril.
" kamu mau kemana?" Mata Syheril sudah berkaca kaca.
" Aku mau ikut budhe aku di Jakarta. sekalian kuliah disana. "
" Jakarta itu jauh, sumpek ,riwuh, mending di sini, kamu kan juga punya saudara di sini. " Kata Syheril seakan tak rela.
" Di malang kenangan ku sama kamu itu terlalu banyak,nanti aku gak bisa melupakanmu. Kalo disini terlalu dekat dengan kamu ntar endingnya sama aja gak bisa move on."
__ADS_1
"Tapi.... "
" Kalo aku sudah lulus nanti aku bakal balik, dan aku pasti sudah menemukan penggantimu, yang lebih baik, lebih cantik, dan pengertian malah dari kamu." Sela Roni saat Syheril akan bicara..
" Harus, kamu harus bahagia, dan temukan gadis yang lebih baik dari aku." kata Syheril, Roni mengangguk dan mengusap air mata Syheril yang mengalir perlahan.
" Jaga diri baik baik, jangan sakit, makan teratur, SHOLAT juga jangan lupa. " Syehril mengingatkan dengan sedikit penekanan pada Roni.
Roni tak kuasa akhirnya memeluk Syheril, dan butiran air mata Roni pun menetes mewakili kesedihannya.
" Aku pergi ya." Roni melepas pelukannya dan mengecup kening Syheril. " Hati-hati. " Kata Syehril.
Akhirnya Roni pergi meninggalkan Syheril pergi, dan dia melambaikan tangan kepada Dhika yang bisa di lihatnya dari kejauhan. Dhika pun membalas lambaian tangan Roni, dan menghampiri Syheril setelahnya.
" Apa aku seharusnya tidak berada diantara mereka?" Batin Dhika sedih melihat Roni dan Syehril yang sedari tadi ngobrol berdua. Bukan cemburu yang di rasa, cuman lebih ke rasa bersalah. Tapi Dhika juga tidak mau kehilangan Syheril.
******
Syehril sudah mulai memasuki kelas tiga, dan Dhika juga mulai masuk perguruan tinggi.
Semakin hari Syheril semakin mencintai Dhika, karna perhatian dan kasih sayang Dhika, apalagi kedua orang tua mereka sudah sama-sama setuju.
seperti hari ini, Syheril lebih memilih pulang kemtimbang ikut Syasya untuk sekedar jalan-jalan.
Syheril sudah memesan ojek on line dari sekitar 15 menit lamanya, dipilihnya ojek yang menggunakan mobil karna disadari udara panas Surabaya sudah sangat diatas rata-rata.
" Lama banget sih mas. " Kata Syheril setelah masuk kedalam sedan silver yang telah berhenti tepat di depannya.
" Eh mbak." Kata si pengemudi mobil itu dengan wajah bingungnya.
" Sesuai aplikasih ya mas."
"Ha?" Pengemudi laki-laki itu semakin bingung
"Jl. Dharmawangsa . . ."
Pengemudi tersebur langsung paham.setelah Syheril menyebutkan alamat rumahnya.
' *Dikira ojek on line kali. hehehe.'
Tanpa banyak bicara lagi dia langsung melajukan mobilnya ke alamat yang di sebutkan Syheril. Lelaki itu diam dan sesekali melihat Syheril dari kaca tengah mobil
__ADS_1
.
' Untung cantik mbak, kalo tidak males aku bersandiwara seperti ini*.'
Syheril masih asyik bermain dengan HP-nya. Tak lama kemudian Hp Syheril pun berdering.
" Hallo. " Sapa Syhril pada di ujung sebrang.
" Mbak, dimana saya sudah nunggu 10 menit lebih, mbaknya gak muncul-muncul , katanya suruh cepet." Cerocos orang yang di sebrang yang ternyata adalah supir on-line. Wajah Syheril langsung memerah karna malu, di liriknya supir yang di kiranya driver on line itu, dan dia baru menyadari , mana ada mobil on line yang pake sedan BMW.
Cowok yang di depan pun melihat Syheril yang kelihatan bingung.
" kenapa mbak??"
" Ah mas, saya turun si depan aja deh." Kata Syehril bingung karna malu.
" Lho, ini rumahnya masih jauh lho. "
" Gak gak mas, gak papa."
Permintaan Syheril tak di gubris oleh cowok itu, di terus melajukan mobilnya.
" Yang telpon tadi dari supir on line mbak?" Pertanyaan cowok itu langsung membuat wajah Syheril malu.
Syheeil meringis, masih mempertahan kan malu di wajahnya.
" maaf mas, saya kira tadi mobil on line, saya turun di depan sana aja mas. " Syheril menunjuk ke arah depan. Cowok itu tersenyum.
'nekat ne cewek, untung salah masuk ke mobil, cowok ganteng dan baik kayak aku, coba kalo masuk nya ke om om.'
"Gak papa mbak, iklas saya kalo yang salah ini cantik gini." Ucap cowok itu.
" Mas, tolong behenti di situ mas. " Sekali lagi Syheril memberi arahan dengan menunjuk ke depan
Cowok itu pun menuruti kata kata Syehril,
" Mas, sekali lagi maaf ya, aku tadi gak fokus." Kata Syeril setelah mobil itu terhenti di pinggir jalan,
" Nama saya Egi." Kata cowok itu dengan mengulurkan tangannya kepada Syehril. Syehril pun langsung membalas uluran tangan itu , " Syheril " katanya pelan.
Syheril langsung turun dari mobil, dan naek taxi yang ada di belakang mobil BMW itu, Egi tersenyum sendiri melihat kepergian Syehril.
*************bersambung*************
__ADS_1