Kaulah Takdirku

Kaulah Takdirku
' Ternyata.'


__ADS_3

 


Egi ngotot pingin nganterin Syheril pulang, tapi si Syheril tetep gak mau sampek akhirnya.


 


" Mau aja Ril, plis plis demi aku." Pinta Syasya sedikit berbisik.


" Apaan sih." Syheril derdecik.


Syasya sedikit menggeret Syheril agak menjauh dari Egi.


"Gini lho Ril, kamu mau aja di anterin, sambil nanti kamu crita-crita tentang aku, biar dia tau lebih banyak dan jadi tertarik sama aku." Bisiknya.


" Ogah ah , nanti kalo ketauan Dhika mampus aku."


" Mas Dhika biar aku yang urus, nanti aku jelasin. Sekarang kamu mau ya plis...plis... " Syasya mulai memohon.


" Iya iya." Syheril akhirnya setuju dengan Syasya, di tariknyan kembali Syheril mendekat ke Egi.


" Anterin temen ku pulang ya pak." kata Syasya sedikit meringis.


" Pasti. "


Di perjalanan Syheril diem seribu bahasa, perjalanan yang hampir memakan waktu setengah jam dan mereka sama sekali tidak mengeluarkan suara sama sekali, Syheril paling benci di kejar kayak gini.


" Mana ne alamatnya." Tanya Egi memecahkan keheningan.


" Ya yang tadi Aku kasih tau, masak gak inget."


"Jahat amat sih kamu Ril, pelan dikit kenapa ngomongnya. "


" Bapak sih, kan saya sudah bilang saya gak suka di deketin kayak gini, mending sama Syasya aja, dia tu suka banget sama bapak. "


" Panggil mas atau kak gitu aja."


" Ogah. "


Mobil BMW Egi sudah berhenti di depan pintu rumah Syheril, tak menunggu lama Syheril langsung turun dan memasuki pekarangan Egi mengikuti langkah Syheril. Syheril yang merasa ada suara langkah kaki di belakangnya sontak langsung berhenti.


" Ngapain, udah pulang sana. " Usir Syheril.


" Gak tanggung jawab banget aku kalo langsung pulang."

__ADS_1


" Aduch ,pak plis jangan kayak gini. "


Mendengar ada sura di luar ibu Syheril langsung keluar dan melihat apa yang terjadi. Betapa kagetnya ibu Syheril yang melihat Syheril dan Egi, sementara Egi yang menyadari kedatangan ibu nya Syheril langsung kaget bertemu dengan ibunya Syheril.


" Lho! " Seri ibu nya Syheril.


" Ini gak seperti yang ibu kira." Jelas Syheril yang merasa ibunya kaget dia pulang dengan Egi.


" BUDHE !!!" Sapa Egi pada ibu nya Syheril, matanya melebar sementa ibunya Syheril tersenyum setalahnya.


Syheril masih bingung melihat Egi dan ibunya yang ternyata saling mengenal


" Ibu kenal?"


" Ini anaknya tante Heni, makanya kamu kalo di ajak kerumah nya ikut biar kenal sama saudaranya."


" Gak ah, orangnya cerewet."


Egi tersenyum mendengar Syheril yang mengatai mamanya cerewet.


" Jadi Syheril ini anak budhe?"


" Iya, cantik kan ?"


" Yaaa...... kandas dong ! padahal mau aku taksir. " Kata Egi sedikit kecewa.


Tapi tiba-tiba." SYHERIL. " Triak Dhika dari depan gerbang yang tak jauh dari halaman rumah Syheril, sontak ke tiga orang itu langsung menoleh ke asal suara itu.


BUUK .... BUUK...


Tiba-tiba Dhika memukul Egi dua kali, Ibu dan Syheril langsung triak histeris.


Syheril mulai melerai dan memegangi Dhika.Sementara ibu sedang memegangi tubuh Egi yang sedang goyah.


" Dhika ! kamu itu apa-apaan? " Tanya ibu Syehril dengan Emosi.


" Ini buk, cowok ini mau ngerebut Syheril dari aku." kata Dhika dengan menunjuk-nunjuk Egi geram.


" Kamu itu salah paham Dhika, dia ini kakak sepupunya Syheril." Jelas ibu Syheril singkat.


Dhika langsung terdiam, dia melongo, emosinya mulai meredam. Sekarang Dhika cuman diam, dia sudah tak bisa bicara apapun untuk tindakannya barusan. Malu dan juga tidak hati.


*****

__ADS_1


 


Kini Ibu,Syheril,Dhika dan Egi sudah duduk di dalam ruang tamu, Dhika dengan suka rela mengompres bekas bogemnya tadi di sekitar bibir dan pipi Egi.


 


" Maaf." Kata Dhika pelan


" Makanya, lain kali kamu itu jangan langsung main tangan , main hati dulu dong. " Cerocos Egi yang masih sedikit kesal.


" Ya.. aku pikir kamu mau rebut Syheril. "


" Kalo dia bukan saudaraku pasti aku rebut. " Celtuk Egi.


" Untunglah." Dhika menghela nafas lega.


Dhika menghela nafas lega, tak lama kemudian Egi pun pamit pergi. sekarang tinggal Dhika dan Syheril yang ada di ruang tamu.


" Lain kali jangan kayak gitu ya. " Kata Syheril pelan mengingatkan


" Aku cuman takut kalo kamu goyah." Dhika memelas.


" Kamu gak percaya sama cinta yang aku berikan, aku tulus Dhika." Kata Syehril sedikit naik pitam.


" Gak, gak sayang, maaf lain kali gak bakal aku ulangi.


Aku janji aku bakal selalu percaya sama kamu." Tutur Dhika dengan meraih tangan Syheril dan mengenggamnya. Mereka terlalu hanyut dalam suasana sihingga mereka sedikit demi sedikit mendekatkan wajah mereka, dan bibir mereka pun hampir bersentuhan satu sama lain.


" Ehem." Ibu Syheril yang tiba-tiba datang membuyarkan semua.


Dhika dan Syehril saling membuang wajah bingung, malu.


" Belum SYAH!" Ucap ibu Syheril dengan sedikit menggoda. Akhirnya ibu Syheril pergi meninggalkan mereka.


" Ibu pergi, gak mau jadi setan ibuk. " Sindirnya dan membuat tawa antara Syheril dan Dhika.


---------------bersambunng---------------


Terimakasih kepada readers yang meluangkan waktu untuk baca ceritaku.


Mohon maaf kalo masih banyak pengolahan kata yang membuat bingung dan juga typo-typo yang bertebaran di mana-mana.


Jangan bosan ya.... udah mendekati ending nie. !!!!

__ADS_1


Jangan lupa like and comentnya ya.


😇😇😇😇👉👉👉👉


__ADS_2