Kaulah Takdirku

Kaulah Takdirku
' kEjuTan SuBuH '


__ADS_3

' Assallammualaikum warrohmatullah.'


'Assallammualaikum warrohmatullah.'


Dua kalimat salam terucap dari mulut Roni,tanda


mengakhiri Sholat Subuh berjama'ahnya bersama dengan Syheril dan Ibunya. Mereka bertiga menganggakat tangan mereka masing-masing memulai berdoa dan dipimpin oleh Roni.


'Ya ALLAH ampunilah dosa dan kekhilafan kami '


(Amin).


' Ya ALLAH sehatkan lah kedua orang tua kami'


(Amin)


' Bimbinglah kami agar kami bisa membahagiakan keluarga kami. '


(Amin)


' Ya allah berikan Syurga mu untuk keluarga kami Dhika.'


(Amin)


Syheril sedikit meneteskan air mata mendengar nama Dhika di sebut dalam doa Roni


' Ya ALLAH, jadikanlah keluarga hamba, Syheril, dan Dhika menjadi keluarga yang bahagia di dunia dan akhirat mu ya ALLAH.'


( Amin)


' Ya ALLAH, semoga Syheril mau menerima lamaran hamba kali ini ' Roni menambahkan doanya dalam hati dan di amininya sendiri juga dalam hati.


' Kabulkannlah doa kami amin amin ya robbal alamin.'


'Amiiin. '


Doa pun diakhiri dan diamini oleh para jamah'ahnya . Roni membalikkan badannya dan mencium tangan ibunya, begitupun Syheril dia juga mencium tangan ibu Roni gantian.


" Syheril, " Panggil Roni pelan dan dia menatap Syheril dengan lembut. Syheril hanya menoleh padanya dan sedikit mengerutkan alisnya seakan beratanya ada apa dengan Roni.


" Dihadapan ibuk dan ALLAH, kali ini aku ingin melamar kamu kembali." Ucapan Roni yang terpenggal karna gugup itu mampu membuat jantung Syheril berdetak lebih cepat.


" Syheril demi ALLAH aku sangat menyayangimu dan mencintaimu, aku ingin menjadi ayah dari anak-anak mu, menjadi kepala keluargamu dan aku ingin jadi satu satunya laki-laki yang akan menuntunmu ke Syurga dan aku ingin kamu menjadi satu satunya bidadari Syurga ku." Syheril tak mampu membentung air matanya untuk keluar dari sarangnya.


Syheril sangat tersentuh akan kejutan subuh yang diberikan oleh Roni, tak ada hadiah ato karangan bunga namun kata-kata Roni lebih dari apapun yang mampu membahagiakannya sejak Dhika meninggal.


Roni membiarkan Syheril diam dalam tangis bahagianya, dan membiarkan wanita itu memikirkan jawabannya. Sementara ibunya yang menjadi saksi tersenyum bahagia dan mengelus punggung Syehril, seakan dia juga menunggu jawaban ' Iya' dari Syehril.


Dalam diamnya tiba-tiba Shyeril teringat kembali saat dulu dia Sholat berjama'ah dengan Roni dan berdoa kalo dia ingin laki laki yang ada di hadapannya ini menjadi imamnya kelak, dan dia tidak mau orang lain yang menjadi imamnya.


( BAB HARAPAN TULUS)


Mengingat itu Syheril akhirnya menemukan jabawan untuk menjawab lamaran Roni, di tatapnya mata Roni.


" Dengan Ridho ALLAH aku menerima lamaranmu dan akan menjadi istrimu."


" Alhamdulillah !!" Roni dan ibunya mengucap Syukur akan jawaban Syheril dan menakupkan kedua tangannya ke wajah mereka. Ibu Roni memeluk Syheril setelahnya. Roni tersenyum bahagia .


*****

__ADS_1


Sesampainya di rumah Syehril yang ada di Surabaya, Roni dan Syheril sangat terkejut melihat orangtua Dhika, Syasya Egi ,dan juga Rendy ada di sana . Semua berkumpul di sana lantaran ibu Roni yang membagi kabar gembira kalau Syheril sudah menerima lamaran Roni. Orangtua Syehril yang mendengar kabar itu juga langsung menghubungi orang terdekat untuk merayakannya.


" Selamat ya sayang. " Kata orangtua Dhika bergantian dan memeluk Syehril pun gantian


" Cepet nyusul ya. " Kata Syasya bahagia.


" Selamat ya brow !!! tapi jangan nikah dulu sebelum aku dapet pacar. " Ucap Rendy dan itu membuat semua orang melongo dan langsung melototi Rendy marah.


Rendy yang merasakan pandangan sinis semua orang langsung meralat kata katanya


" Iya iya kalian nikah dulu baru aku punya pacar." Ralatnya dan sontak itu membuat orang tertawa bahagia.


" Kalo aku yang menderita kalian semua gak ada yang peduli." Runtuknya di tengah tawa semua orang.


" Tenang, besok kamu kekantor, aku kenalin sama staf aku yang masih singgle. " Kata Roni.


" Serius lho ya! "


" Iya."


" Ngomong-ngomong kapan kalian rencana menikah??" Tanya Ayah Syheril.


" Tunggu waktu yah." Jawab Roni


" Waktu apa lagi? gak usah lama lama nanti papa yang siapin." Sahut papa Dhika.


" Tanya Syheril aja pa! " Jawab Roni melempar pertanyaan itu pada Syheril.


" Gimana Ril?" Gantian papa Dhika melontarka. pertanyaan itu pada Syheril.


" Aku mah nurut aja sama calon imam. " Jawab Syheril simple tapi membuat Roni sangat bahagia.


" Iya calon imam. " Jawabnya.


" Yaudah bulan depan gimana ?"


" O "


' Alhamdulillah. ' Semua Sontak mengucap Syukur secara bersamaan.


kini tinggal Roni dan Syehril berdua di depan halaman Rumah Syheril karna semua orang sudah pada pulang, Syheril dan Roni pun lega sudah tidak ada orang orang yang cerewet lagi.


" Ril... "


" Hmmm"


" Boleh minta sesuatu gak ?"


" Apa.an? Jangan aneh aneh lho. "


" Enggak ! "


" Apa?"


" Belajar hijab donk. " Pinta Roni


" Hmm.... Gimana ya? " Syheril terlihat berfikir untuk permintaan Roni.


" Pliss."

__ADS_1


" Hmmm.... Buat imam masa depan ku, aku nurut deh! kan juga demi kebaikan aku, Tapi. . ."


" Tapi apa?"


" Aku masih belom siap kalo Syar'i. Yang biasa dulu ya."


" Iya, yang peting kamu mau belajar dulu. "


" He.em. "


" Makasih ya sayang. " Roni mengecup kening Syehril penuh kehangatan. Roni sangat lega karna tak ada penolakan dari Syheril untuk belajar berhijab.


-


-


-


-


-


B


E


R


S


A


M


B


U


N


G


-


-


-


-


-


Hy readers gimana ne menurut kalian kisah Shyeril dan Roni sampai BAB ini, masih ada yang belom iklas kalo Dhika meninggal??? itu pasti karna Dhika itu sosok yang baik banget. Iya kan?


Tapi pasti ada sebagian dari kalian yang lebih mendukung Roni, gimana tidak kesetiannya itu lho bikin BAPER😍


Ok deh, jangan lupa like and koment ya, biar makin semangat nei authornya buat up tiap hari.


Makasih ya.πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡

__ADS_1


__ADS_2