
Roni masih gelisah dalam perjalanan menuju Surabaya, dia melajukan mobil yang dia kendarai dengan kecepatan tinggi, apalagi saat melewati jalan tol. Roni sungguh merasa sangat khawatir.
Roni langsung mengarahkan mobilnya ke makam Dhika setelah sampai di Surabaya, karna Roni sangat yakin kalau Syehril berada di sana.
Roni sedikit berlari di kegapan malam. Kakinya sempat tersandung salah satu batu nisan yang ada di sana, hingga dia hampir tersungkur. Untung saja kesembangan tubuhnya masih dia kuasai.
" SYHERIL! " Panggilnya setelah melihat sosok perempuan berbaju putih yang sedang terbaring di atas makam Dhika. Awalnya Roni sedikit merinding melihat sosok itu namun setelah dia menghampirinya dengan perlahan Roni yakin fillingnya memang pas dan tidak diragukan lagi setelah Roni mendekat di lihatnya sosok perempuan itu memang Syehril.
Roni menarik bahu Syehril dan menegakkan badan wanita itu yang sudah lemas dan kedinginan.
" Kamu ngapain di sini ? ini sudah malam." Kata Roni khawatir, tanpa menunggu jawaban Syheril Roni langsung memeluk Syehril.
" Jangan pergi pergi sendiri lagi ya. " kata Roni terus memeluk Syheril dan membelai rambutnya. Roni menetesakan sedikit air mata. Rasa lesu memenuhi pikirannya.
Syehril melepaskan pelukan Roni dengan kesadaran yang tersisa dan menatap wajah Roni dengan wajahnya yang sayup.
" Dhika kasian, tadi siang dia kepanasan makanya aku tutupin dia dan kalo malam seperti ini dia pasti kedinginan, aku ingin nemenin dia di sini." kata Syheril tidak karuan.
" Syheril... istigfar Syheril," Kata Roni dengan memegang kedua pipi Syehril " AS ...TAGFIRULLAH...HAL'ADZIM." Roni menuntun Syheril pelan-pelan dan Syheril menangis mendengar itu.
" ASTAGFIRULLAH HAL'ADZIM. " Akhirnya Syehril ber-istigfar dan di ulanginnya sampek tiga kali. Syehril memeluk Roni erat dan tangisnya pecah seketika.
" ALLAH jahat banget sama aku Roni." Kata Syehril,ditariknya nafas panjang sebelum dia meneruskan ucapannya. "Dulu ALLAH hadirkan Dhika di antara kita hingga kita harus iklas berpisah dan kini aku sudah sangat mencintai Dhika, tapi ALLAH mengambilnya dari sisiku dan saat hari bahagiaku. " Lanjutnya masih dalam pelukan Roni dan sesekali sesegukan.
" Sudah, sudah.... kamu tidak boleh menyalahkan ALLAH dalam TAKDIR mu dan jauh sebelum kamu ketemu Dhika, ALLAH sudah menulis takdir Dhika. Lahir-Mati-Jodoh- Rejeki. Semua sudah ALLAH tulis saat masih dalam kandungan."
Syehril menangis mendengar penjelasan Roni, tangisan Syehril semakin pecah dalam kuburan.... Roni pun lama-lama sedikit merinding, karna hari sudah semakin malam.
"Ril.... " Panggil Roni." Balik yuk, merinding aku. " Lanjutnya dengan menoleh ke kanan dan ke kiri. Suasana sudah sangat gelap gulita.
" Gak ada Setan Roni, ngapain kamu takut. Derajat kita lebih tinggi." Kata Syehril yang sudah mulai berceloteh asal-asalan dan menghapus air matanya.
__ADS_1
" Iiichhh....bukannya aku takut sama setan !!! tapi iman ku lagi tipis, tadi belum sempat sholat magrib dan juga isya." Balas Roni dan akhirnya Roni membantu Syehril berdiri dan mengajaknya keluar dari area makam.
*****
Tak menunggu lama mereka sudah sampai di rumah Syheril. Disana Orang tua Syehril dan Dhika masih menunggu Roni dan saat melihat mobil yang familiar,mereka langsung keluar berharap Roni sudah membawa Syheril pulang bersamanya.
Setelah melihat Syheril yang benar-benar turun dari mobil mereka langsung memeluk Syehril bergantian, ibu Syehril menangis dan memeluk anaknya.
" Syukurlah kamu tidak apa-apa sayang. "
" Maafkan Syheril buk. "
Ibu Syheril menuntun anaknya ke dalam kamar, dan di bantunya membersihkan diri, tapi saat hendak ibu nya ikut masuk kamar mandi dia menerima penolakan dari Syehril.
" Ibu, Syheril bisa sendiri. " Ucap Syheril pelan, ibu Syheril sedikit terkejut tapi dia langsung menuruti kata anaknya dan meninggalkannya dengan senyuman.
Ibu Syheril langsung menuju dapur untuk membuatkan teh hangat untuk para tamunya.
" Makam Dhika yah , dia mungkin kangen sama Dhika. "
" Kenapa kita gak kepikiran ya tadi ." Celtuk mama Dhika.
Ibu Syheril sudah bergabung dengan menyuguhkan teh hangat yang langsung di bagikan kepada setiap orang.
" Roni nginep sini ya ?" Tawar ibunya Syheril.
" Gak usah buk, Roni ada saudara kok di Surabaya. " Tolaknya ."Oh ya om ! ini." Roni menyodorkan kunci mobil kepada Papa Dhika, mobil yang telah di pinjemnya kemaren.
" Kamu bawa saja nak. "
" Enggak om, saya ada motor kok."
__ADS_1
" Kalo gitu gini aja, kamu tolong antar saya dan istri saya pulang." Katanya.
" Baik om."
" Tidur di rumah kami sekalian ya, besok pagi saya mau minta tolong sama kamu." Kata papa Dhika.
Roni menjawab agak ragu, tapi dia juga merasa sungkan jika menolak. " Baik om " Jawab Roni akhirnya.
Sesampainya di halaman rumah Dhika, Roni melihat kagum begitu besar rumah Dhika. Mewah dan elegan.
" Ayow masuk. " Suara mama Dhika sontak membuat Roni terperangah sadar dari kekagumannya.
Roni pun masuk mengikuti kedua orang tua itu, di lihatnya sekeliling ruang tamu yang penuh dengan foto keluarga berjejer dengan ukuran yang sangat besar.
" Kamu tidur di kamar Dhika aja ya, sini saya antar. " Kata mama Dhika dengan lembut.
" Baik tante." Roni mengikuti langkah mama Dhika menaiki tangga putar yang terlihat mewah.
Di bukakannya pintu kamar Dhika. kamar yang ukurannya sangat luas dan ada ranjang ukurang king disana. " Kamu istirahat saja tante tinggal dulu, besok tante sama om mau ngobrol serius sama kamu. " Kata mama Dhika dan meninggalkan Roni sendiri di dalam kamar.
Roni menjelajah isi kamar, ada banyak foto Syehril dan Dhika disana. Roni mengambil salah satu foto.
" Kalo ALLAH mengizinkan, aku ingin menjaga Syheril untuk kita, untuk kamu yang sudah menjaganya dengan baik dan membuat bahagia selama aku tidak di sisinya dan untukku sendiri demi mengganti waktu ku yang hilang bersamanya. " Tutur Roni berjanji dengan memandang foto Dhika.
Akhirnya Roni tertidur diatas kasur berukuran king dengan nyamannya.
zzzzzzzzzzzz- BERSAMBUNG-zzzzzzzzzzz
Jangan lupa like ya 😇😇😇
__ADS_1