Kaulah Takdirku

Kaulah Takdirku
' beNcaNa hiDup '


__ADS_3

Syheril cemas mendengar suara ribut yang ada di luar kamarnya. Dia bingung apa yang terjadi sehingga disana terlalu ramai untuk acara akad nikah. Apa iring iringan mempelai lelaki begitu banyak hingga terdengar ramai. Harusnya tidak pikir Syheril, karna untuk acara akad ini mereka hanya mengundang kerabat dekat saja.


karna rasa penasaran Syheril ingin mencoba melihat apa yang terjadi, saat dia hendak membuka pintu,terlebih dulu pintu kamarnya terbuka oleh Syasya.


wajah Syasya sudah pucat, mimik sedih terlihat di wajah Syasya.


" Ada apa Sya?"Ttanya Syheril dan Syasya tak mampu menjawab, dia masih terlihat syok dengan wajah pucatnya.


"Hey kenapa apa yang terjadi?apa yang membuatmu seperti ini?" Syheril mencoba melanjutkan pertanyaannya. kali ini Syasya hanya menggerak gerakkan telunjuknya ke arah luar, bibirnya tak mampu terucap.


" KENAPA?" Syheril sedikit mengeraskan suaranya.


" Mas Dhika...Mas Dhika kecelakaan dan meninggal dalam perjalanan kerumah sakit."


DEG....


Jantung Syheril seakan berhenti mendengar berita dari Syasya, matanya melebar tangannya memegang dadanya sakit.


"Awas !" Katanya dengan mendorong Syasya minggir dari tengah pintunya.

__ADS_1


Syheril mencoba berjalan keluar, dengan sempoyongan dia menuruni anak tanggah rumahnya. Langkahnya sedikit goyah dan hampir dia terkatuh di anak tangga terakhir tapi dengan sigap Egi menahan tubuh Syheril.


" Ayah,Dhika belom dateng ?" Tanya Syehril asal kepada ayahnya yang telah melepas pecinya dan duduk tergeletak di lantai, Ayah Syehril tak menjawab dan di lihatnya ibu Syheril sudah terbaring di sofa dekat ruang makan.


" Ayah, mana Dhika?" Syehril mencoba bertanya lagi, dilihatnya lagi ibunya. "Iibu kenapa yah? kenapa semua diam ." Syheril mulai kalut.


Syasya terlihat sudah menyusul Syheril, dengan pandangan iba dia meneteskan air mata tak kuat hati melihat Syehril seperti itu.


" Rendy !!! " Syehril menoleh ke arah Rendy. " Mana temen kamu !? udah jam berapa ini?" Rendy diam seribu bahasa, air matanya keluar pelan membasahi pipi Rendy.


" Shyeril kamu sabar ya... ini adalah cobaan dari ALLAH!" Kata ayah Syheril yang mencoba bangkit dari duduknya di atas lantai.


Air mata Syheril semakin deras membanjiri pipinya. Kenyataan seperti ini tak pernah dia bayangkan sebelumnya. Syehril menangis sejadi jadinya..." Syheril. " Panggil Syasya yang mencoba menenangkan Syehril.


" DIAM KAMU SYA ! " Katanya sambil menunjuk nunjuk Syasya, dan akhirnya Syheril tumbang.


Egi dan Rendi langsung mengahapiri Syheril dan keadaan semakin gak karuan. Ibu Syehril sendiri juga masih belom sadar dari pingsannya.


Sekarang Syheril sudah di bawa kekamarnya sementara ibu Syheril masih tetep di atas sofa.

__ADS_1


Sebagian besar tamu undangan yang notabennya masih saudara memilih untuk pulang karna tak sanggup melihat tragedi yang dialami Syehril.


Sementara Ayah Shyeril ,Egi dan Rendy mereka pergi ke rumah Dhika dan di rumah Syehril hanya tersisa Syasya dan ibu Roni yang menjaga Shyeril dan ibunya.


" kenapa ini harus terjadi Ril, hari ini harusnya menjadi hari bahagia kamu, tapi kenapa hari ini menjadi hari paling buruk dalam hidupmu, yang sabar ya sayang. " Tutur Syasya yang menjaga Syheril di samping kasurnya dan membelai lembut kening Syehril. Syasya sudah tak menghiraukan air matanya terus mengucur deras.


Di ruang tamu, ibu Syheril yang mulai sadar melihat sekitar sudah sepi, ibu Roni yang melihat ibu Syheril bangun langsung dengan cepat menghampirinya dan membawakan air putih.


" Diminum dulu jeng."


" Terimakasih." Ibu Syheril meminum air putih itu dan memegangi kepalanya yang terasa pusing.


" kenapa ini terjadi pada anakku jeng." Ucapnya.


" Sabar sabar, ini kehendak ALLAH. "


Ibu Shyeril melangkah naik ke kamar Syheril bersama dengan ibu Roni.


Dilihatnya Syehril yang masih tertidur dalam pingsannya. Muka Syheril sudah berantakan, wajahnya kelihatan lebam. "Ibu... " Sapa Syasya yang melihat ke dua ibu itu masuk ke kamar Syheril.

__ADS_1


" Ya ALLAH, jangan rebut kebahagiaan Syheril ya ALLAH." Kata ibu Syheril yang seakan mengerti penderitaan Syehril. Ibu Roni pun ikut prihatin melihat tragedi yang menimpa Syehril.


----------------bersambung----------------


__ADS_2