
Beberapa hari Syheril tidak bisa tidur dengan nyenyak, bayangan mimpinya kapan hari itu terus menghantui pikirannya. Begitu juga malam ini, ada sesuatu yang membuatnya tidak tenang. Setelah beberapa waktu dia berfikir dia mencoba mengambil HaPenya dan memgumpulkan kebaranian. Dia mencoba mencari nomor Roni. Nomor Roni masih tersimpan rapi di kontak HaPe nya. Dengan membaca nama Roni saja sudah membuat jantung Syheril berdebar-debar.
" Duch ! kenapa si gini amat. " Gerutu Syheril. Kemudian di tekannya nama Roni.
' Nomor yang anda tujuh sedang tidak aktif atau diluar jangkauan, cobalah beberapa saat lagi '
" Kok gak bisa ?" Tanya Sheril pada dirinya sendiri. Dicobanya sekali lagi akan tapi tetap sama.
" Tumben ne nomornya Roni gak bisa di hubungi." Pikirnya." Apa mungkin batreinya habis ?" Tanya Syheril lagi pada dirinya sendiri padahal dia juga tidak tau pasti jawabannya.
*****
Keesokan Hari
" Ayah." Panggil Syheril.
" Hmm." Sahut ayah Syheril sambil menikmati nasi goreng bikinan istrinya.
" Ayah ingat, pas kita makan di rumah Dhika, yang aku ketiduran? " Syheril mencoba berbicara kepada ayahnya.
" He-em. "
" Waktu itu Syheril mimpi yah," Ucap Syeril. " Syheril mimpi bertemu Roni, dalam mimpi Syheril, Roni menagih janji Syheril untuk semangatin dia ujian. Roni terlihat sedih di mimpi ku."
Ayah Syheril menghentikan makannya seketika, dilihatnya anaknya itu." Hmm." Ayah Syheril meletakkan sendok makannya.
" Sebenernya Roni anak yang baik, tapi mau gimana lagi, semuanya sudah terjadi. Apa kamu masih mencintai dia ?"
" Kalo bilang masalah perasaan, mungkin Syheril lebih merasa kalo Roni itu sudah kayak kakak buat aku, sekarang cinta ku cuman buat Dhika. " Jelas Syheril
"Gimana kalo kamu coba telpon dia?"
" Sudah yah, tapi gak aktif, ini tadi aku coba lagi juga gak aktif."
Ibu syheril yang baru saja pulang entah dari mana langsung masuk ke dalam rumah.
" Lho... Dhika kenapa berdiri di situ ?" Tanya ibu Syheril
Seketika Syehril dan ayahnya menoleh arah ruang tamu yang jauh dari meja makan.
" Dhika sejak kapan dia di situ? apa dia denger semua pembicaraan ku sama ayah?" Gerutu Syheril dalam hati.
__ADS_1
" Ayok masuk, sekalian sarapan. " Ajak ibu Syheril
Dhikapun menurut dan langsung mengabil kursi di sebelah Syehril.
" Tumben pagi amat, Dhika? " Tanya Ayah Shyeril.
" Iya Ayah." Jawabnya datar.
" Dhika ..! mungkin kamu dengar apa yang saya dan Syheril obrolkan barusan."
"Ngobrol apa?" Potong ibu Shyeril sektika dan langsung duduk di samping ayah Shyeril. Tak ada yang menjawabnya ibu Syheril jadi merasa canggung.
" slSaya harap kamu lebih bisa mengerti, memutus tali.silahturahmi itu tidak baik, biarkan mereka berteman, atau sebatas kakak adek untuk mereka. "
Dhika hanya diam menundukkan kepala.
" Ayok berangkat." Ajak Syheril dan langsung menggandeng tangan Dhika mengajaknya keluar.
Sementara itu ibu Syheril yang kepo langsung tanya ke suaminya apa yang terjadi, ayah Syheril pun menceritakan detailnya.
" Sebenernya ibu kasian sama Roni ,Yah. "
" Iya, jadi kepikiran ayah sama tu anak."
***
Dhika hanya diam, dia hanya fokus mengemudikan mobilnya, Syheril sudah tak berani ngomong apa-apa, dia hanya bisa melihat wajah Dhika dingin, Dhika melamun dari wajah Dhika terlihat sedang memikirkan sesuatu.
" Dhik ini mau kemana? " Tanya Syheril yang menyadari kalo ini bukan jalanan ke sekolah, tapi Dhika tetep diam seribu bahasa.
Tak lama kemudian mereka telah memasuki area parkiran sebuah terminal,yang tidak lain adalah BUNGUR ASIH
" kamu pergilah. " Kata Dhika tiba-tiba.
" Maksudnya?"
" Pergilah ke rumah Roni, tepati janjimu untuk menyemangati dia, seperti ayahmu menepati janjinya kepada papa ku. "
" Dhika." Mata Syheril berkaca kaca
" Aku hanya ingin membalas kebaikan Roni yang telah memberiku kesempatan untuk merasakan indahnya mencintai dan di cintai. "
Dhika menghadap ke arah Syheril, dan memegang ke dua pipi Syheril." Tapi aku minta tolong sama kamu , Tolong kamu jaga hati kamu buat aku." Tutur Dhika.
Syheril tersenyum tapi tetep air matanya mengalir. Syheril sangat bersyukur atas pengertian Dhika. Syheril langsung memeluk Dhika erat.
__ADS_1
" Makasi banyak Dhika. " Ucapnya kemudian.
" Tapi maaf ,aku gak bisa antar kamu. " kata Dhika kemudian. Syheril hanya mengangguk.
***
Dhika hanya bisa melihat Syheril berlalu menaiki bus, "Semoga kamu tepati janji sama aku untuk menjaga hati mu Syheril." Katanya pelan
Di perjalan Syheril hanya berharap agar cepat sampai, tapi harapan ya tinggal harapan, macet dimana mana, membuat perjalanan semakin molor.
Hampir Dhuzur Syheril baru nyampek dirumah Roni, dengan segera dia mengetuk pintu rumah Roni,
Tok...Tok...Tok...
kriyeeeekkk....
Pintu itu langsung terbuka." Ibu " sapa Syheril pada ibu Roni, diciumnya tangan ibu Roni seperti biasa.
" Syheril!" Ibu Roni kaget melihaT Syheril yang ada di depannya.
" Roni ada?"
Ibu Roni tak langsung menjawab, wajahnya nampak gelisa, seperti ada yang di sembunyikan.
" Buk, Roni ada gak?" Ttanya Syheril sekali lagi.
" Roni gak ada, dia keluar sama teman-temannya. " Jawabnya cepat.
" Kalo gitu aku tungguh deh buk!"
" Jangaaan !" Tolaknya." Ibu juga mau keluar ada urusan. " Lanjutnya .
Syheril hanya diam, " Mungkin karna sekarang aku bukan pacar Roni makanya aku gak boleh nunggu dia sendirian di rumah. " Geruti Syheril dalam hati. karna biasanya Syheril juga sering nunggun Roni sendiri di rumahnya.
" Ok deh buk, aku pamit. " Pamit Syheril kemudian, dan dia langsung putar badan akan hengkang dari rumah Roni, tapi tiba-tiba langkahnya terhenti, Syehril merasa aneh melihat motor Roni yang terparkir rapi di depan rumah.
'gak biasanya Roni pergi gak bawa motor'
" Buk, itu motor Roni ?" Tanya Syheril sambil menunjuk kearah motor Roni.
" Dia di jemput temannya tadi."
Syheril merasa ada yang aneh dengan jawaban ibunya Roni. Syheril terdiam sejenak, dan tanpa aba-aba Syheril lansung menerobos masuk ke dalam rumah Roni.
"Syheril tunguu....Kamu mau nagapain, Syehril tunggu nak, Syheril ! " Ibu Roni tak mampu mencegah Syheril
__ADS_1
************‮Sαππβ√π9*************
Jangan lupa like dan comentnya 👍👍👍👍 di tunggu ya readers.