Kaulah Takdirku

Kaulah Takdirku
' Bertemu kembali.'


__ADS_3

 


Sesampainya di rumah Syheril menceritakan semua kejadian yang dia alami saat perjalana pulang, ibu Syheril seakan tidak percaya atas kecerobohan anaknya padahal selama ini Syheril tidak pernah seceroboh itu.


 


" Untung saja tadi bukan om-om yang lagi cari daun muda, kamu mbok ya hati hati. " Ucap ibu nya.


" Ih ibuk, masak iya aku gak bisa ngelawan om-om peyot." Jawab Syheril seakan tak trima.


" Ya sudah, sana gih ganti baju, makan Sholat."


" Enggeh buk ! "


Syheril langsung berlalu meninggal kan ibunya,


Dikamar Syehril sudah tertidur setelah mengerjakan semua yang arahkan ibunya.


Dalam tidur Syehril bermimpi, kalo dia sedang melangsungkan pernikahan dengan Dhika, Syheril terlihat sedih, wajahnya murung. Sementara Dhika sangat bahagia, Dhika tersenyum lebar. Tak ada percakapan dalam mimpinya. Dalam mimpi Syehril hanya duduk di pelaminan dengan sedihnya.


Tok...Tok...Tok....


ketukan suara pintu membuyarkan semua mimpi Syheril, sekita dia langsung membuka mata.


" Astafirullah." Ucapnya sambil mengelus dada.


" Syheril bangun nak, udah mau magrib ini. " Triak ibu dari balik pintu.


" Iya buk."


Syheril langsung menuju kamar mandi dan setelah lima belas menit kemudian dia telah selesai, Syehril langsung Sholat magrib baru turun ke bawah untuk makan malam.


*****


Pagi ini Syheril sudah di jemput oleh Dhika, sebelum Syehril turun dari kamarnya Dhika sudah asyik ngobrol bersama dengan ayah Syehril. Dengan langkah sedikit berlari Syeril langsung menuju keluar.


" Ayok Dhik, aku telat." Kata Syheril tergesah gesah


"Jam berapa sih, baru jam 6 ini." Jawab Dhika sambil melihat jam tangannya.


" Kayak gak pernah jadi OSIS aja, ne baru dapet info tengah malam, kalo mau ada APEL. " Jelas Syheril.


" Iya, ayok. "


"Buk-yah Syheril berangkat ya." Pamitnya di sertai mencium tangan orang tuanya.


" Ndak sarapan dulu ?" Tanya ibunya.


"Telat buk. "


Syheril langsung berangkat dengan di antar Dhika menggunakan mobil Dhika. Ayah dan ibu Syheril masih asyik ngobrol di depan teras dan melihat Syheril berlalu.

__ADS_1


Sesampainya di sekolah Syehril memang tidak telat. Dia sudah berbaris rapi beserta para murid murid yang lain.


" Selamat pagi. " Sapa pak Arif sang kepala sekolah.


" Pagiii paaakk." Jawab seluruh pengikut Syheril.


" Pagi ini ada apel dadakan, saya hanya ingin mengformasikan kepada kalian semua kalo kita mempunyai guru olahraga baru. " Jelas kepala sekolah


" Silahkan bapak Egi." Lanjut kepala sekolah sambil menunjuk arah pria yang ada di samping kirinya.


Pria yang bernama Egi pun langsung mendekat, Sontak para cewek langsung berguman dengan gengnya masing -masing termasuk Syasya dan Syehril.


" Ganteng Ril." Kata Syasya kegirangan.


" Gantengan juga Dhika." Jawab Syheril spontan.


"Mata kamu full sama mas Dhika, sudah gak bisa nerima sinyal cowok ganteng lagi."


" Ada aja kamu. "


" Selamat pagi semuanya." Sapa guru baru yang bernama Egi itu, dan langsung membuyarkan semua kegaduhan karna dirinya.


" Perkenalkan nama saya Egi, saya masih muda jadi kalian bisa manggil saya kak, mas, ato apapun deh, yang penting sopan." Kata Egi sambil tersenyum manis, dan membuat seluruh siswi kegirangan.


"Saya dulu juga sekolah di sini, saya baru saja lulus S1 jurusan sastra, tapi saya paling suka olahraga. " Jelasnya lagi.


" Ril, dia kakak kelas kita." Cerocos Syasya lagi.


Setelah panjang kali lebar APEL pun selesai dan semua siswa langsung masuk kelas masing masing.Sekarang adalah jadwal kelas Syheril untuk pelajaran olahraga.


Syasya sudah ganti baju olahraga, dia sudah buru buru kepengen di ajari oleh Egi.


" Ril, buruan gih ganti bajunya."


" Iya iya, malas aku tu,mana belom sarapan lagi."


" Udah Yook."


Syheril membuka tas untuk mengabil seragamnya, tapi dia tidak menemukannya. " YA ALLAH !" Syeril menepuk jidatnya sendiri.


" Kenapa?"


" Seragam aku ketinggalan Sya. "


" APA??!"


" Yah jadi maaf deh, aku gak ikut olahraga. " Kata Syehril sesikit kecewa.


" Gak, pokoknya ayok ikut kelapangan , temenin aku, paling gak kamu bisa liat pelajarannya hari ini."


"Iya iya ayok!" Syheril sedikit malas mengikuti sahabatnya itu.

__ADS_1


Sesampainya di lapangan terlihat Egi sudah di kerumuni oleh murid-murid perempuan, dan Syasya menghembuskan nafas kecewa.


" Kamu sih, disuruh cepet gak mau, liat tu incaran aku di serobot orang, emang kamu mau temenmu ini jomblo terus!" Cerocos Syasya menyalahkan Syheril.


" Ah, udahla kalo jodoh gak kemana !!"


Syasya masih di rundung kekecewaanya , di lihatnya dari jauh Egi yang sedang sibuk dengan murid murid perempuan, Tapi tak lama kemudian Syasya melihat sosok Egi mendekat kearah mereka.


"Ril... Ril... dia datang Ril. " Kata Syasya girang dengan mencolek colek lengan Syheril.


Syheril langsung melihat ke arah Egi berada, dan sekarang Egi sudah berhenti tepat di depan mereka.


"Syheril ! " sapanya


"Bapak kenal saya?"


" Masak iya kamu lupa ??"


Syasya melongo mendengar percakapan mereka.


"Mereka saling kenal. " Batin Syasya.


" Maksud bapak apa ya ?" Syheril pun bingung dengan maksud Egi.


" SOPIR ON LINE." Kata Egi, dengan sedikit ada penekana di kata-katanya.


Syheril teringat kejadian kemaren, kejadian konyol yang telah di lakukan Syehril.


"Ya ALLAH. " Ucap Syheril setelah mengingatnya, wajah Syheril langsung memerah karna malu mengingat kejadian kemaren


"Sudah ingat ?"


Syheril hanya meringis tipis. "Oh iya ini kenalkan pak, teman saya dan juga murid bapak juga Syasya."


Syasya langsung mengulurkan tangannya dengan cepat dan balas oleh Egi.


" Kalian jangan panggil pak,aku masih muda, panggil kak aja." Tutur Egi.


" Mas aja deh biar enak. " Sahut Syasya kegirangan.


Dan kemudian mereka melanjutkan pelajaran, Seluruh siswi sudah terobsesi dengan Egi, sampek sampek yang tidak ada jam pelajaranpun diam diam mengintip Egi.


----------------bersambung ---------------


Jangan lupa likenya ya readers.


Kritik dan saran sangat berati untuk ku,


untuk kemajuan penulisan dan alur cerita.


Terimakasih telah membaca cerita ku

__ADS_1


😘😘😘😘😘


__ADS_2