Kaulah Takdirku

Kaulah Takdirku
' Mak Comblang.'


__ADS_3

 


" SERIUS kamu Syheri.l " Kata Syasya dengan menggebrakkan tanggannya ke bangku sekolahnya. Dia sangat kaget mendengar cerita Syehril tentang Egi yang ternyata kakak sepupunya sendiri.


 


"Huusstttt . " Syheril menaruh telunjuknya di mulut Syasya, isyarat bahwa dia tak boleh keras keras agar gak ada yang denger.


"Ok Ok... Aku gak berisik, bearti aku ada kesempatan dong." Ucap Syasya penuh senyum.


" Ambil aja biar hati kamu seneng. "


" Comblangin ya.... " Pinta Syasya berharap kalo temannya suka rela dan iklas nyomblangin dia.


Tak lama kemudian Syheril mengangguk atas jawaban Syasya, dengan senyum bahagianya Syasya memeluk Syheril dengan erat." Akhirnya aku gak jombloh lagi." Kata Syasya .


Saat istirahat sekolah Syheril yang sedang menuju kantin sendiri melihat Egi yang hampir masuk ke dalam kantor sekolah.


" Pak.... Pak Egi. " Panggilnya


Egi langsung clingukan mencari suara yang mamanggilnya, dan akhirnya dia melihat Syehril sedang berlari kecil ke arahya. Egi tersenyum.


" MAS !!! " Kata Egi mengingatkan setelah Syheril berada di sampingnya.


" Ogah pak aja. lagian di sekolah ini."


" Ada apa? tumben."


" Makan siang yuk, nanti sepulang sekolah. sekalian aku nyomblangin kamu sama Syasya. " Ucap Syehril.


" Idih... nyomblangin bilang bilang."


" Biarin!"


" Ya udah deh, Syasya juga cantik, itung- itung biar lepas dari predikat jomblo. "

__ADS_1


" Ok nanti tungguin ya." Syehril pergi dan langsung melapor kepada Syasya atas hasil dari ajakannya kepada Egi.


*****


 


Sepulang sekolah mereka langsung meluncur ke kafe yang berada daerah Dharmawangsa. Mereka hanya duduk diam, Syasya pun jadi malu-malu padahal biasanya juga nyerocos tak karuan. Egipun juga diam dikarnakan bingung melihat kedua gadis yang ada di depannya. Syheril apa lagi, di sebenarnya merasa gak punya kepentingan ada di sini.


" Udah ne, diem-diem aja. Katanya kamu mau nyomblangin aku. " Syasya terkaget setelah Egi bicara memecah keheningan. Saking malunya Syasya sampai menendang kaki Syheril .


" AU. "Egi merintih kesakitan, ternyata bukannya kaki Syehril yang di tendang melainkan kaki Egi. Syasya semakin malu karna ulahnya.


" Maaf maaf pak, saya gak sengaja." Kata Syasya yang semakin salah tingkah. Egi saling tersenyum sama Syheril.


" Temen kamu lucu Ril." Ucap Egi kepada Syheril. Syasya semakin malu.


"Udah gih, kalian PeDeKaTe aja, trus jadian trus traktir aku makan. " Kata Syheril.


Tak lama kemudian pesenan mereka dateng, memang waktu sudah menunjukkan untuk makan siang, Syasya mencuri curi pandang dengan Egi, Syasya udah ngebayangin aja jadian sama Egi, di bayangan Syasya di lagi makan di suapin oleh Egi, dengan cengingas-cengingis sendiri. Egi yang melihat Syasya aneh jadi bungung.


" Paling-paling ya lagi bayangin kamu." Syheril meringis.


"Bayangin apa ya dia? belom belom udah HALU." Ucap Egi heran, tapi ya dia merasa kalo Syasya itu juga lucu.


" He! makan." Kata Syheril membuyarkan lamuanan Syasya.


Syasya tersenyum sendiri begitu juga Egi yang merasa lucu dengan tingkah Syasya.


Terdengar suara HaPe Syheril berbunyi, seperti biasa Syheril langsung tersenyum melihat nama Dhika yang tertera di layar HaPenya.


" Hallo." Sapa Dhika


" Dimana?"


" Di luar aku."

__ADS_1


" Masuk gih, sekalian makan. "


" Ok."


Tak membutuhkan waktu lama Dhika akhirnya menghampiri Syheril dan yang lainnya. Dhika salaman sama Egi agak canggung.


" Mas ! " Sapa Dhika sedikit sungkan.


" Egi aja, gak usah mas. gak enak. " Kata Egi.


alAkhirnya mereka semua makan bersama, setelah makan Syheril dan Dhika langsung pamitan pergi meninggalkan Egi dan Syasya agar bisa leluasa berdua.


" Senengnya liat mereka bahagia, mereka tidak seperti pasangan yang di jodohkan." Celtuk Syasya melihat kepergian sahabatnya dan juga Dhika.


" Di jodohkan??" TanYa Egi.


" Iya. "


" Gimana ceritanya ??"


Akhirnya Syasya menceritakan semua kisah Syehril kepada Egi, Egi pun kadang melebarkna matanya seakan tak percaya mendengar kisah dari Saudaranya itu.


" Trus gimana kabar Roni, mantan Syheril ?" Tanya Egi.


" Kabarnya mas Roni kuliah di Jakarta, tapi Syheril tidak pernah menghubunginya, Syheril takut mengganggu. Sebenarnya Syheril juga ingin tau gimana kabar Roni, tapi dia takut." Jelas Syasya. " Tapi Syheril yakin kalo Roni akan bahagia di sana ." Lanjutnya.


Egi gak menyangka kalo ada laki laki seperti Roni yang mau bekorban besar demi orang lain, kalo itu Egi gak mungkin dia menyerahkan gadis yang di cintainya demi cowok lain.


----------------- bersambung --------------


VOTE dan LiKE nua di tunggu ya readers.


🙏🙏😇😁


 

__ADS_1


__ADS_2