
Pagi ini Dhika datang lebih awal kerumah Syheril. Niatnya buat jemput sekolah biar bareng. Dhika sudah berjanji dengan dirinya sendiri akan membuat Syheril bahagia, bahkan lebih bahagia dibandingkan dengan Roni mantan pacar Syheril.
Pagi ini Syheril pun demikian, dia mencoba membuka hati, setelah ibunya memberi tau kalo Dhika sudah menjemputnya, dia langsung turun. Dia menghapus semua kesedihannya kemaren.
Dhika pun tersenyum melihat Syheril yang baik baik saja, tidak seperti kemaren yang terlihat kacau.
" Gak sarapan dulu? " Tanya Dhika yang melihat Syheril langsung menghampirinya setelah turun dari kamar.
" Gah ah ayok." Ajak Syheril.
Dhika dan Syheril langsung berangkat setelah berpamitan dengan orang tuanya, Di bukakannya pintu mobil untuk Syheril, kemudian mereka berangkat sekolah.
" Untuk yang kemaren, aku minta maaf." Kata Dhika di tengah perjalanan.
" Udah ya. gak usah di bahas. " Kata Syheril pelan dan kalem banget.
" Kasih aku kesempatan ya Ril, aku pingin kamu menerima aku karna memang kamu cinta sama aku, kamu sayang sama aku,walaupun aku tau itu sulit tapi aku harap kamu mau mencoba menerimaku."
"Demi ayah aku kasih kamu kesempatan, tapi aku kasih tau kamu, jujur saja untuk melupakan Roni itu sangat sulit banget. Kecuali kalau kamu bener-bener bisa buat aku jatuh cinta sama kamu." Balas Syheril masih dengan pelan.
Dhika pun tersenyum, dia tak marah sama sekali ketika mendengar nama Roni keluar dari bibir Syheril. pasalnya dia juga tau posisinya.
Sesampainya di sekolah Dhika langsung memakirkan mobilnya di parkiran yang sudah di sediakan, Memang gak banyak siswa yang bawa mobil hanya anak anak tertentu saja, Ketika mereka keluar dari mobil hampir semua mata memandang mereka,pasalnya memang Dhika gak pernah ngasih tebengan ke orang lain. Shela yang melihatnya pun jadi kebakar emosi karna merasa gebetannya di ambil sama si Shyeril.
Shela langsung menghampiri mereka tak dengan gaya sok dekat dengan Dhika.
" Dhik,kok tumben kamu bareng sama dia. " Tanya Shela sinis dengan melirik Syheril.
" Apaan sih." Kata Dhika dengan menyingkirkan tangan Shela.
" Udah ya, aku masuk dulu." Tutur Syheril tiba-tiba.
Syheril langsung pergi berlalu, tapi Dhika tidak diam saja, dia tidak ingin menyinyiakan kesempatan yang di berikan oleh Syheril. Dhikapun sedikit berlari menyusul langkah Syheril yang ada di depan.
" Jangan marah." Kata Dhika.
" Siapa yang marah, enggak aku biasa aja. " Jawab Syheril, dan tiba-tiba dia menghentikan langkahnya.
" Gak mungkin aku cemburu sama dia, kan aku tau kalo kamu gak pernah nanggepin cewek lain karna sudah di jodohkan." Lanjut Syheril pelan dengan mengacak rambut Dhika. Syheril mencoab akrab dengan Dhika.
Jangankan Shela, Dhika sendiri juga kaget dengan tindakan Syheril barusan. Tanpa banyak bicara Syheril langsung pergi berlalu, sedangkan Dhika masih diam mematung.
****
Minggu perTama.
__ADS_1
Dhika berusaha dengan keras untuk membuat Syheril bisa menerima dia, di akhir pekan ini Dhika berinisiatif ngajak Syheril jalan jalan, dan di pilihnya lokasi lokasi Taman Suroboyo, deket pantai kenjeran,
taman yang selalu ramai dengan anak-anak dan tidak hanya itu, ada juga muda mudi seperti mereka yang menghabiskan waktu. Dipilihnya salah satu lapak pedagang kaki lima yang ada di pinggir pantai. Mereka menyediakan lesehan yang tak terlalu besar, mungkin hanya mentok untuk tiga pasangan. Setelah mereka duduk dipesanlah ' lontong kupang ' dan ' lontong balap' anadalan kota Pahlawan.
Angin menerjang kuat dan membuat rambut Syheril berhamburan tak karuan. Diambilnya ikat rambut dari tasnya dan setelah itu dia mengikat rambutnya agak tinggi.
" Kenapa? " Tanya Syheril tiba-tiba kepada Dhika,karna Syheril juga kaget dengan tindakan Dhika yang melepas ikat rambutnya tiba-tiba.
" Gak suka aku, banyak orang di sini. " Jawab Dhika.
" Gak suka, apanya? jelek rambutku di ikat."
" Aku gak suka kalo tengkukmu di lihat orang lain. " Jawab Dhika semakin menjelaskan maksudnya.
Syheril tersenyum, dan akhirnya dia membiarkan rambutkan tergerai.
Dhika pun memekarkan bibirnya, dia sangat senang karna Syheril telah menuruti maunya.
Tak lama kemudian makanan yang mereka pesen datang, Syheril merasa aneh melihat makanan yang namanya ' lontong kupang '.
" Apaan ini? " Tanyanya berasa aneh.
" Ini namanya kupang, cobain, enak! "
" Iiihhh..... ogah, kayak mata ikan, kecil- kecil ngeri aku."
Sheril menutup mulutnya rapat- rapat. sesekali dia menggelengkan kepalanya. Dhika pun tersenyum karna dia berhasil menggoda Syheril.
Akhirnya mereka menghabiskan malam bersama menikmati angin yang berhembus, Syheril menyandarkan kepala di bahu Dhika, dengan sedikit melirik ke arah Syheril,Dhika pun tersenyum.
' Ternyata kamu anaknya gini ya Ril, kamu sukanya manja-manja gini, nanti kedepannya aku bakal manjain kamu.'
***
Setelah mengantar Syheril pulang, Dhika tak langsung iklas begitu saja, sesampainya di rumah dia langsung mengangkat HP dan menelpon Syheril.
Tuut....Tuut.....Tuut....
"Hallo." Sapa Syheril.
" Kangen. " Jawab Dhika.
" Baru juga ketemu."
__ADS_1
" Gak boleh?"
Syheril terdiam, dia tidak menjawab apapun dan Dhika sedikit mengerutkan alisnya menunggu jawaban Syheril.
" Kamu sayang banget ya sama aku? " Tanya Syheril.
" Banget, apa lagi ikatan batin ku sangat kuat! "
" Maksudnya?"
" Hatiku tau dengan sendirinya kalau kamu lah jodoh ku, kayak ada yang kesetrum gitu." Jawab Dhika asal tapi sukses membuat Syheril tertawa.
"Kamu tu sekarang beda banget ya kayak pertaman ketemu, dulu kamu jutek."
" Ingat aku ketua OSIS."
" Iya iya pak ketua."Jawab Syheril asal.
Dan mereka tertawa bersama, Syheril memang tak sepenuhnya melupakan Roni, tapi hatinya sudah bisa sedikit demi sedikit menerima Dhika.
" Ril, aku sayang kamu."
" Iya tau, kamu sayang aku. "
" Kamu?"
" Iya."
" Iya apa? "
" Aku akan berusaha untuk lebih sayang sama kamu dan menerimamu." Dhika tersenyum sesaat.
" Pokoknya, kalo kamu memang bukan jodoh aku, mending aku berdoa sama ALLAH, supaya..."
" Supaya di jodohkan sama kamu, itu mah lagu lamaa kale Dhika."
"Supaya ALLAH ngambil 'NYAWAKU ' saja, karna aku gak bisa hidup liat kamu sama orang lain." Gerutu Dhika pelan, namun Syheril bisa mendengarnya.
" Ngomong apa sih kamu. jangan ngawur!" Syheril merasa gemas dengan ucapan Dhika, pasalnya dia sendiri tidak pernah berdoa seperti itu, meskipun harus pisah dengan Roni.
Dan Syheril mulai punya keyakinan kalo cintanya Dhika bener bener tulus kepada dia.
---------------------------------------------
Bersambung ya readers, jangan lupa like nya dan baca terus eps selanjutnya
Happy reading 😘😘😘😘
__ADS_1