Kaulah Takdirku

Kaulah Takdirku
' sEjaRah kHitan '


__ADS_3

 


Inez masih terdiam di rumah kontrakannya, Inez memang sebatang kara, sampai akhirnya dia menemukan suaminya, tapi dia kembali sebatang kara saat suaminya meninggal karna sakit. Bukan ingin menghianati suaminya. Cuman dia tidak ingin sendirian dalam hidupnya. Makanya pas Roni ingin mengenalkannya pada Rendy dia langsung menerima tawaran itu, mungkin kalo di pilem-pilem korea ini namamya kencan buta. Tapi karna Reaksi Rendy saat itu Inez mengubur lagi keinginannya untuk mendapatkan teman hidup dalam waktu dekat.


Rendy baru memasuki pintu utama rumahnya dan dia dilihatnya Syasya dan juga suaminya Egi lagi berkunjung ke rumahnya.


" Sial !! kenapa juga mereka ada di sini!" Runtuk Rendy dalam batinnya.


" Assallammualaikum." Rendy mengucapkan salam sedikit keras agar semua orang bisa merasakan kehadirannya, karna sedari dia masuk hanya canda tawa yang di dengar Rendy, maklum lah kisah-kisah penganten baru masih enak di denger.


" Wa'alaikumsallam." Kompak seisi rumah menjawab salam Rendy. Egi dan Syasya pun juga menoleh kebelakang biar bisa melihat kakak kesayangannya.


" Lah mas, kog mukanya di tekuk mulu." Kata Syasya.


" Apa ? gak kok memang gini dari sononya."


" kenapa Ren? gak berhasil ?" Tanya papa nya yang membuat Rendy bingung apa maksud dari pertanyaan itu. Rendy berjalan mendekat dan langsung gabung nimbrung bersama keluarganya.


" Maksud papa apa? " Rendy mencomot snack yang ada hadapannya yang memang di suguhkan mamanya untuk Syasya dan Egi yang notabennya sekarang jadi tamu di rumahnya.


" Papa denger kamu tadi jalan sama temen kantornya Roni. " Rendy sontak kaget sampek tersedak mendengar tuturan dari papanya.


" Pelan-pelan dong mas. " Syasya menyodorkan air putih ke Rendy dan langsung di minumnya.


" Papa tau dari mana ?" Tanyanya setelah meminum air putih dari Syasya.


" Tuuu..." Papa Rendy menggerakkan matanya ke arah Egi, seolah Egi lah sumber informasi. Rendy pun mengikuti arah mata papanya.


" Kenapa kamu ngomong duluan ,, sabar kenapa ?" Cela Rendy pada Egi.


" Lah kog aku, nie adik kamu yang gak sabaran setelah dia ditelpon Syheril kalo kamu lagi kencan dengan teman kantornya Roni." Jelas Egi dan itu membuat Syasya tersenyum girang.


"Jadi gimana mas? cantik ? baik ? mas suka gak ? trus dia suka gak sama mas? gimana gimana ?" Syasya mencercahnya dengan pertanyaan yang pertanyaan itu pun mewakili seluruh pertanyaan anggota keluarga lainnya


" Satu-satu dong . " Jawab Rendy kesal.


" Jadi gimana calon mantu mama? " Pertanyaan mamanya membuat Rendy bingung harus ngomong apa, Rendy menggaruk kepalanya yang sama sekali tak merasa gatal itu.


" Ren gimana itu, adekmu dan mamamu kok gak di jawab." Sahut papa Rendy yang juga penasaran


Sementara Rendi menghela nafas, menggerutu dalam hatinya kenapa Syehril semangat bener udah ngabarin Syasya.


" Oke aku jawab nie. " kata Rendy dengan melihat anggota keluarga nya satu-satu.


" Namanya Inez, Dia cantik terlihat anggun dengan kedewasaannya karna dia jauh lebih tua dari aku, dia berumur 30 tahun " Rendy menjeda penjelasannya menunggu reaksi sementara dari semua anggota keluarganya.


" Wah... tante tante donk !" Seru Syasya meledek , yang kemudian mendapat sikutan kecil dari sang suami yang seolah menyuruhnya diam. Wajah Rendy pasrah dia mencoba menarik nafas lagi dan hendak menerukan penjelasannya namun tiba tiba...


" kalo mama sih gak patokan sama umur, oke-oke aja. " kata mamanya beberapa detik sebelum Rendy melanjutkan ceritanya. Setidaknya masalah UMUR okelah.


" Inez anaknya baik dan sopan, cumaann....... "


" Cuman apa?" Papanya mulai penasaran.


" Hm.... cuman ...dia...dia.... katanya dia JAN-DA."

__ADS_1


" APAAAA????!!!" Semua sontak melotor kaget, semua pandangan terarah ke Rendy, Rendy hanya mengamati expresi semua orang yang samgat Syok dengan kata kata terakhirnya.


Selang beberapa detik kemudian ada suara gelegar tawa yang mengalihkan pandangan semua Orang


" HAHAHAHAHAHAHHAAHHAHAHA. " Papa Rendy tertawa sekeras kerasnya dan itu membuat semua orang kebingungan,termasuk juga Rendy.


*****


FLASH BACK ON


Lelaki kecil itu menangis sejadi-jadinya karna rasa takut yang meliputi pikirannya. Hari ini adalah hari di di laksanakannya Khitan dari anak yang tidak lain adalah RENDY. Yah ini adalah sejenak kisah Rendy pas khitan.


" Huaa....hua... hua.... " Rendy menangis di depan kamarnya dengan sangat keras ia sama sekali tak mau memasuki kamar karna di dalam sudah ada dokter yang akan mengkhitan dia.


" Aku gak mau maa, paaa gak mau. " Rendy terus meronta jingkrak jingkrak tak karuan.


" Ayok nak, kamu gak usah takut, semua lelaki pasti ngalami ini, yah ayok." Bujuk mamanya.


"Gak ma enggak, sakit ma." Rendy terus menolak.


Papa Rendy pun bingung harus gimana pasalnya papa Rendy sudah mengadakan pesta dan itu nanti malam, masa iya pesta udah berlangsung tapi si anaknya gak jadi khitan, kan malu.


" Ayok Ren, kamu itu sudah besar, sudah saatnya di khitan." Bujuk papanya agak keras.


Rendy berhasil melarikan diri dan kabur tapi itu tak berlangsung lama, karna saudara saudara papanya telah menangkapnya di depan pintu. dengan di gendong paksa walaupun agak berat Rendy di masukkan ke dalam kamarnya.


Rendy terus menangis tak henti henti tapi kali ini dia diam, tak ada perlawanan.


" Kita mulai ya." Kata dokter yang akan mengkhitannya.


Papa mama, dan beberapa sanak saudara menjadi saksi prosesi perkhitanan itu tapi...


Tiba-tiba kaki Rendy menendang perut dokter itu, dan sontak membuat dokter itu kesakitan. Semua orang yang ada di sana pun kaget dengan tingkah Rendy kecil, semua fokus ke dokter yabg telah di tendang Rendy. Sementara Rendy berhasil kabur masih dengan tangisnya.


Dipilihnya kamar Syasya untuk bersembunyi, Syasya yang sedang bermain boneka seorang diripun kaget melihat kakaknya masuk dengan mata yang sembab


"Mas kenapa?"


" Diem ya diem " Rendy menyuruh Syasya diam dan Syasya menurut dan melanjutkan permainannya.


" Ya allah, mama sama papa ku kok jahat amat sih ya ALLAH.. selamatkan aku. " Doanya dan tak lama kemudian dia tertidur pulas.


Orangtua Rendy sudah mencari nya kemana mana tapi menemukan anak itu, sementara dokter nya sudah kembali pulang untuk mengobati sakit di perutnya.


" Pa gimana ini ? masak pestanya kita batalkan. " Tanya mama Rendy pada suaminya


" Ya gak mungkin lah ma, undangan sudah menyebar, dan lihat. " Papa Rendy menunjuk ke sekeliling yang dimana persiapan sudah hampir selesai


" Terus gimana pa?? Rendy dimana juga gak tau."


" Terpaksa ma kita tetep adain pesta walaupun Rendy belom di sunant "


" Malu pa malu !!"


" Ya jangan sampek semua orang tau ma, sudah kita fokus cari Rendy aja. "

__ADS_1


Mama Rendy menuruti kata kata suaminya saat mereka melangkah pergi ada suara gadis kecil memanggilnya.


"Paapaaa. "


" Iya sayang ?" Jawab papa nya setelah menoleh ke arah Syasya.


" Mas Rendy tidur di kamar aku pa." Kata Syasya.


" Astaga." Mama dan papa langsung beranjak ke kamar Syasya di lihatnya anaknya yang sedang tidur pulas mereka mendekati anak lelakinya itu, di lihatnya mata sembab Rendy.


" Kasian pa Rendy "


" Iya tapi kan ya ini sudah saatnya. "


" Iya... "


" Ya ALLAH... " Kata papa Rendy teringat sesuatu dan itu membuat istrinya kaget.


" Kenapa pa?"


" Papa jadi ingat kata almarhum orangtua papa, dulu papa hampir kayak Rendy pas mau khitan terus mereka bilang, gak boleh nagis nantik istrinya bekas orang lho." cerita papa Rendy


" Maksud papa apa?"


" Lah nangis aja gak boleh ma dulu, ini malah Rendy nangis dan bahkan sampek melarikan diri, jangan-jangan Rendy nikah nya sama janda ato malah..... "


" Hush .... papa ini anak sendiri di sumpahi." Mama Rendy seakan tak terima akan hal itu.


Akhirnya perayaan khitan itu berlangsung tanpa Rendy melakukan khitan terlebih dahulu, acara berjalan dengan lancar.


Dan besok paginya baru Rendy mau di bujuk untuk melakukan khitan.


*****


FLASH BACK OFF


" Begitu lah ceritanya." Papa Rendy selesai bercerita dan mama Rendi manguk manguk , sementara Syasya dan Egi tertawa puas meledek Rendy..


" Nah mas, itu-tu sudah beneran di potong belom ... " Ledek Syasya sambil melirik kearah bagian bawah perut Rendy.


" Sialan !!" Rendy kesal.


" Jadi Rendy, papa sama mama tidak keberatan dengan setatus Inez, selama kamu dan dia sama-sama suka, ya mau gimana lagi. " Ucap papanya dan itu membuat Rendy tersenyum


" Serius pa? ma?" Kedua orangtuanya mengangguk senang melihat Rendy melebarkan senyumnya. Rendy langsung memeluk kedua orang tuanya gantian bentuk dari rasa bahagianya.


••••••••••••••••β£®5@ππβ¤π9••••••••••


Gimana nie readers ada yang pernah ngalamin kayak Rendy gak pas waktu kalian khitan, ato mungkin saudara ato tetangga.


Jujur ini aq terinspirasi sama saudara aku yang persis ceritanya kayak Rendy 😂😂😂


Ok... jangan lupa likenya 👍, komentnya 🔡🔠 dan juga jangan lupa ❤


Semoga kalian makin suka sama cerita ku

__ADS_1


Terimakasih 😇😇😇


 


__ADS_2