
Pasangan pengantin baru itu telah pindah ke rumah yang telah di beli Roni dari hasil kerjanya mengelolah perusahaan keluarga Dhika. Tak mewah tapi nyaman, nuansa hujau membuat adem mata saat memasuki halaman rumahnya...
Syheril pun terperanga melihat rumah yang telah disiapkan Roni, mereka memang pasangan sederhana yang tak terlalu suka akan kemewahan. Di lihatnya lagi rumah mereka dari luar, indah dan sejuk.
" Rumah ini yang akan menjadi saksi kebahagian rumah tangga kita mas" kata Syehril memeluk Roni setelah semua orang yang mengantar mereka pindahana telah hengkang.
" iya Syheril sayang, ini adalah anugrah terindah yang ALLAH tulis dalam hidup ku, yaitu Kamu " Roni melepas pelukannya dan menatap Syheril dengan lembut... kemudian Roni memeluknya lagi.
" masuk yuk.... " ajak Roni
" gendong dong mas!! " ucap Syehril yang langsung dapet senyum dari Roni
" yakin minta gendong sekarang? " kata Roni menggoda dengan sedikit mencolek lengan Syehril.
" kan penganten baru "
Roni tersenyum dan langsung menggendong Syheril, Roni langsung memasuki kamarnya dan Syehril tiba tiba merasa takut.
" mas!! " kata nya tegang hingga Roni menghentikan langkahnya di depan pintu.
" kenapa??"
" turunin deh "
" lho, nanggung Syehril, itu kasurnya di situ, ngapain turun di sini " kata Roni sambil mengisyaratkan matanya ke arah tempat tidur yang ada dalam kamarnya.
" udah turunin dulu " Syheril meronta sedikit memaksa turun dari gendongan Roni, Roni pun sedikit kesal, kenapa Syheril gak pengertian gini sih, masak harus di jelasin dulu.
Dengan sedikit cemberut Roni menurunkan Syehril, Syheril yang melihat Roni sedikit cemberutpun langsung mengecup bibir Roni dan pergi. Roni sedikit tersenyum cuman tetep gak ngerubah mood Roni.
Syheril melangkahkan kakinya menuju dapur, dia mengambil beberapa bahan makanan yang sudah tersedia di kulkas, Dengan bahas seadanya Syheril membuat nasi goreng dan juga omlet...
" mas.... mas.... " panggil Syheril dari arah dapur, tapi Syheril tak mendengar jawaban dari Roni sama sekali
Dengan membawa ke dua menu itu Syheril menghampiri Roni yang ada di ruang tengah, dia sedang asyik melihat kartoon tom and jerry,
" mas di panggili dari tadi gak nyaut ih.." kata Syheril dan dia langsung duduk di samping Roni.
". . ."
" ne kamu pilih mana?? nasi goreng ato omlet? " tanya Syehril kemudian dengan menyodorkan hasil masakannya
" gak lapar aku, " jawabnya ketus.
Sheril langsung meletakkan kedua menu itu di atas meja makan, dan tersenyum menghadap Roni, Kemudian Syehril bersandar di dada Roni di sebelah kiri. Syheril merangkul perut Roni yang sedikit bidang walaupun tak terlalu terbentuk seperti tahu.
" marah mas?" tanya Syehril dengan nada yang sangat manja
" pikir aja sendiri!"
" ih emas! manten baru ni di marahin nanti aku kabur lho "
" bodo "
__ADS_1
" serius ni aku kabur, di biarin aja gitu! "
Roni menundukkan kepala melihat ke arah wajah Syehril yang sedang bersandar di dadanya, Syheril pun melihat ke arahnya....
" ngambek aku sama kamu...." ucap Roni cemberut
" kenapa? "
" pikir aja sendiri Syehril, kita itu tadi udah di depan pintu kamar, masak iya...... " Roni tak melanjutkan ucapannya.
" iya apa?"
" masak iya kamu gak tau.. "
Roni kembali melihat acara kartun yang cukup menghibur dirinya itu. yah... walaupun dia sama sekali tak fokus.
" mas!! "
"hmm"
" aku kemaren di kasih mbak Ines sesuatu "
" gak mau tau aku, "
" Maaass"
" apa??"
" mas gak pingin nie? " Syehril mengambil sesuatu dari dalam tasnya yang tergeletak di salah satu sisi sofa, dan memamerkan beberapa kepingan kaset DVD p**No
Mata Roni terbelabak melihat benda itu, sedikit senyum terpancar di wajahnya.
" bukan nakal mas, aku takut dan bingung harus gimana,, kata Syasya gituan pertama sakit banget " jelas Syheril dengan expresi yang sedikit malu malu.
Roni memeluk Syheril dengan gemas,dan sesekali mencium kening Syehril.
" pelan pelan kog " kata Roni berbisik di telinga Syehril.
" makan dulu mas, baru nonton abis ituuu..... " Syheril memanjangkan kalimatnya menggoda Roni
" praktek " jawab Roni tersenyum...
" aku juga deg deg.an ini " kata Roni kemudian...
" belom pernah emang??" tanya Sheril enteng
" Sapa? aku? " Roni melotot dan melepar pertanyaan kembali pada Syasya.
" iya lah.... "
" kamu kira aku cowok apaan "
" lah pada umumnya cowok itu sudah pada pernah " Syheril sedikit mengeyel
" Syheril... dengerin aku ya....99,99% cowok itu gak jakanya sama ' Tante ' mereka "
Syheril memicingkan alisnya mendengar jawaban dari Roni. sedikit kecewa dengan jawaban yang telah di berikam Roni, masak iya laki laki yang dikalnya baik itu tidur dengan tantenya sendiri.
__ADS_1
" TAN TE?? " mulut Syehril bergetar dengan pertanyaannya
Tapi Roni tersenyum dan mengelus rambut bagian atas Syheril.
" TAN-TE..... Tangan Tengen (Tangan Kanan) " jelas Roni sambil tersenyum melihat Syheril kebingungan.
" intinya sayank, aku belom pernah melakukan zina kecuali sama kamu , Kamu cinta pertama dan terakhirku, kamu perempuan yang pertama aku pelu, cium, gandeng, pokoknya kamu yang pertama, dan akan menjadi yang terakhir." Syheril tersenyum mendengar jawaban Roni....
" udah ah, makan yuk, trus kita lanjutin lagi udah gak sabar aku... " kata Syheril.
" nakal ya kamu ternyata... " Roni mencubit hidung Syehril gemas.
Mereka pun akhirnya makan masakan yang telah di masak Syehril ala kadarnya, ya... walaupun masakannya sudah dingin tapi tetep terasa enak buat pengantin baru yang lagi HOT HOT nya.
-
-
-
-
-
B
E
R
S
A
M
B
U
N
G
-
-
-
-
-
NEXT episod ya readers.
jangan lupa likenya
__ADS_1
makasih 😑😇😇