Kaulah Takdirku

Kaulah Takdirku
' Cemburu'


__ADS_3

 


Dhika bener-bener tidak bisa konsentrasi dalam pelajaran, bayangan ketika Syheril tersenyum melihat cowok tadi selalu muncul, gimana girangnya Syheril memeluk cowok yang entah siapa baginya dan bayangan ketika mereka pergi menggunakan motor, belum lagi pikiran pikiran aneh yang ada dalam bayangannya.


" Sial, siapa sebenarnya cowok itu?" Runtuk Dhika kesal hingga tak sadar dia telah menggebrak meja sekolahnya dan sontak seisi kelas termasuk juga guru yang sedang mengajar fokus ke arahnya.


"kenapa Dhika? " Tanya guru bahasa Indonesia yang menerangkan soal MAJAS pada siswanya.


"Maaf pak, saya harus ke ruang OSIS." Tuturnya


" Baik, silahkan!"


Setelah di ijin kan pergi ke Ruang OSIS,Dhika malah menuju ke ruang kepala sekolah. Dia minta ijin pulang, karna ada urusan keluarga. Dia melajukan mobilnya dengan cepat setelah mendapat ijin dari kepala sekolah, pikirnya Syheril berada di rumah sekarang, paling tidak kalo Syheril gak di rumah dia akan menunggunya di rumah untuk minta penjelasa, siapa cowok itu.


Sementara itu Roni mengajak Syheril pergi ke BATU, Syheril diam tanpa banyak bicara dia hanya duduk diam di belakang Roni dengan memeluk erat Roni dari belakang, sekitar dua jam perjalanan akhirnya mereka telah sampai di alun-alun BATU, suasana tidak terlalu ramai, memang biasanya rame kalo malam hari saja, tapi mereka memang punya tempat faforit di sana, ditujunya salah satu cafe, Roni mengajak Shyeril makan


" Ron, kamu kog diem aja. "


Roni hanya senyum tak banyak bicara, baginya melihat Syheril yang ada di depannya seperti ini dia sudah bahagia, semalam setelah menutup telpon Roni tak kuat menahan sakit hatinya mendengar Syheril bilang rindu dan kangen padanya, semalaman dia tidak bisa tidur, dan setelah sholat subuh dia langsung pergi ke Surabaya, dan usahanya tak sia sia, dia tiba sebelum Syheril masuk kelas.


" Makan gih." Kata Roni memberi perintah.


"He.em."


Mereka akhirnya makan dan suasana hening pun kembali membuat Syheril canggung, dia juga bingung dengan sikap Roni yang tiba-tiba jadi diam seperti ini.


-


-


-


-


-


ALLAHUAKBAR.... ALLAHHUAKBAR.....


-


-


-


Terdengar suara Adzan dari masjid dekat alun-alun batu itu untuk memecahkan keheningan mereka.

__ADS_1


" Sholat Ril !"


" Iya, aku sholat."


" Abis itu nanti ikut aku."


" Kemanapun aku pasti ikut kamu! "


***


 


Tok... Tok....


Ibu Syheril membuka pintu rumahnya setelah mendengar suara pintu itu terketuk. Sedikit kaget tapi tetep biasa, pasalnya ini adalah jam sekolah, tapi Dhika sudah berdiri didepan pintu rumahnya.


" Lho naj Dhika ngapain?" Tanyanya.


" Syheril uda pulang belom tante?"


" Ya belom, ini masih jam berapa?"


" Tadi Syheril bolos tante setelah di jemput sama cowok, naek motor." Kata Dhika.


Ibu Syheril langsung paham apa yang di maksud Dhika, Siapa lagi yang berani ngajak Syheril bolos kalo bukan Roni, cuman sekarang ibu Syheril bingung harus gimana ngomongnya sama Dhika.


Ibu Syheril juga gak bisa menyalahkan anaknya sepenuhnya, toh memang Syheril masih belum bisa melepaskan Roni.


" Nanti kalo Syheril pulang, biar ibu suruh dia telpon kamu." Katanya untuk menenangkan Dhika yang terlihat kalut.


" Gak bisa tante, aku tunggu sini aja. "


"Jangan! " Tolak ibu Syheril seketika.


" Kenapa tante?" Tanya Dhika bingung


sedangkana ibu Syheril gak mungkin bilang kalo anaknya itu bakal betah bersama dengan Roni.


" Sudah lah Dhika, lebih baik kamu kembali ke sekolah, atau pulang, Syheril itu anaknya gak suka di kekang-kekang atau di atur-atur. Nanti kamu juga akan paham sama sifat Syheril. " Jelasnya dengan membela anaknya.


Dhika jadi sedikit bingung, lantaran orang tua mana yang gak marah denger anaknya BOLOS sekolah. Dhika diam setelahnya dia pamit pergi, tapi dia tidak benar benar pergi. Dia menunggui Syheril dari dalam mobilnya yang masih parkir di depan rumah Syheril.


***


" Ron mau ajak aku kemana?" Tanya Syheril yang sedang menikmati di bonceng oleh Roni.

__ADS_1


" Tempat biasa kita menghabiskan waktu berdua. "


Syheril hanya tersenyum dia tau kemana tujuannya itu, 'TAMAN SAWAH ' pujon kidul adalah tempat faforit mereka. Mereka sering menghabiskan waktu mereka di situ, dengan pemandangan alam full dan bonus melihat gunung yang berdiri megah di depannya. keindahan alam yang paling mereka nikmati ( bagi pembaca yang pingin tau gimana tempatnya bisa langsung googling sendiri ya). 😁


Akhirnya mereka pun tiba di tempat faforit mereka, di pilihlah salah satu gazebo dan akhirnya mereka duduk menikmati pemandangan alam, tak lama kemudian pesanan mereka pun dateng, secangkir kopi dan susu putih yang masih hangat.


" Maaf, semalem aku mutusin telpon kamu." Kata Roni pelan seperti biasanya. Syheril hanya senyum mendengarnya.


" Kapan hari aku liat kamu sama cowok, di rumah kamu mungkin dia adalah cowok yang dijodohkan sama kamu."


" Kapan?"


" Beberapa hari yang lalu, niatnya aku mau maen tapi ternyata kamu sudah ada tamu. "


" Maaf. " Kata Syheril menyesal.


" Ril, kemaren kemaren aku sudah berusaha buat lupain kamu." Syheril langsung mengubah wajahnya jadi sedih.


" Tapi semalem aku kangen banget sama kamu, makanya aku telpon kamu, semalem aku nyesek banget gak bisa bales ungkapan kangen kamu, aku takut kalo aku semakin bisa lupain kamu."


" Aku juga bingung Ron, kalo gak ada kata kata DURHAKA aku pasti sudah lari jauh sama kamu."


" Aku tau kamu sayang banget sama aku, begitupun aku. Hari ini kita habiskan waktu bersama setelah itu mari kita saling mengiklaskan rasa ini."


Syheril langsung mengeluarkan air mata,tanpa bantahan seperti biasanya, dia hanya mendengarkan.


" Aku gak mau tersiksa terus seperti ini, aku juga yakin pasti kamu juga sakit, jadi hari ini aku pingin kita nikmati dengan baik. " Tutur Roni.


Syheril juga diam dan masih mengalirkan air matanya, Syheril juga sadar dia gak mungkin menggantung Roni terus seperti ini. Akan egois jika terus bertingkah seperti ini.


" Ron, maafkan ke egoisannku selama ini." Katanya menangis sampai tersedu-sedu. "Aku janji aku tidak akan melupakannmu selamanya, kamu adalah cinta terindah ku, jika nantinya pun aku jadi menikah dengan Dhika dan benar-benar jatuh cinta sama dia, kamu akan tetap ada di hatiku, di lubuk hatiku yang terdalam." Kata Syheril masih dengan sesenggukan.


Roni yang tidak tahan melihat Syheril seperti itu di langsung memeluk Syheril dengan erat, sesekali dia mengecup kening Syheril dengan lembut, Roni sendiri pun tak bisa menahan butiran air matanya.


"Aku sayang banget sama kamu." Tutur Roni semakin dalam dan mempererat pelukannya.


Tiba- tiba Syheril mengangkat kepalanya dan tiba tiba mencium bibir Roni, Roni hanya diam dengan tindakan Syheril,Roni semakin sedih, dia bisa menebak kalo ini adalah perpisahan dari Syheril, Roni pun membalas ciuman Syheril dengan hangat bahkan sangat hangat, bercampur dengan kesedihan.


---------------------------------------------


Ada yang baper gak nie readers 😇😇😘😘


Jangan lupa like and share ya


terimakasih atas dukungan kalian semua 😇

__ADS_1


__ADS_2