
' **DUA BULAN KEMUDIAN **'
Hari ini adalah hari dimana berlangsungnya pernikahan Roni dan Syheril. Semua orang pada sibuk menyiapkan persiapan ijab yang di lakukan di rumah Syehril.
Shyeril merasa cemas takut akan kejadian terhadap Dhika terulang kembali kepada Roni. Syasya terus berada di sampingnya untuk menenangkan Syheril, di tambah kehadiran Inez yang juga berusaha menenangkan kekalutan dalam hati dan pikiran Syheril.
" tenang dong Ril," kata Syasya yang terlihat sangat gugup dan takut.
" iya Ril, kamu tenang...yang ijab kan Roni, " tambah Inez
"mbaakk..... aku takut, trauma " kata Syheril dengan memeras kedua tangannya gelisah. Syasya akhirnya menyodorkan air putih kepada Syheril berharap akan bisa menenangkan pikirannya.
06:45 WIB
prosesi akad akan di mulai jam 7 pagi tapi Roni dan rombongannya tak kunjung tiba, Rendy juga terlihat panik dia clingukan melihat ke arah luar... kadang sedikit terlintas kecelakaan yang telah di alami Dhika, dimana Rendy melihat dengan mata kepalanya sendiri kejadian itu.
" kenapa kamu yang gugup, yang nikah kan Roni? " tanya Egi yang pindah posisi mendekat ke Rendy
" kebayang kecelakaan Dhika aku! " mendengar jawaban Rendy si Egipun akhirnya juga mengingat gimana keadaan Syehril saat itu
" sudah ah, kita berdoa aja, semoga pernikahan kali ini berjalan dengan lancar " kata Egi yang tersadar dengan lamunannya.
Sementara para orang tua yaitu orang tua Syheril, dan juga orang Tua Dhika yang mewakili orang tua Roni juga gelisah, sudah seharusnya mereka tiba pada jam segini. Pak penghulu pun sudah siap di posisi.
*****
celengtung.... celentung....
HaPe Syheril berbunyi, ada pesan masuk di whatshaap nya, dengan cepat Syheril langsung membuka pesan whatshaap nya, matanya melongo melihat pesan yang masuk, seakan tak percaya. kepalanya geleng geleng melihat dan membaca pesan itu.
-
-
-
'**sabar ya sayang, aku bangunnya kesiangan, tapi ini udah siap kog, mau berangkat 😇😘 love u bidadariku **'
Pesan singkat dan selfie dari Roni itu membuat Syehril naik pitam, dengan cepat Syheril menyambungkan telponnya ke Roni.
tuut....tuut....tuut....
" HALLO RONI! , NIAT GAK SIH NIKAHIN AKU, KAMU PIKIR PERNIKAHAN INI CUMAN MAIN MAIN HAH!!! " Syheril sudah emosi dan membentak bentak Roni dengan nada yang tinggi dalam panggilannya.
" sabar donk Ril, sabar...."
" Gimana aku bisa sabar, kamu itu gak bisa bedain apa mana yang penting mana yang gak "
" coba deh kamu liatin keluar apa penghulunya sudah dateng, biasanya molor soalnya " kata Roni santai.
" kamu....."
__ADS_1
" udah coba liatin dulu, tolong " Roni memotong ucapan Syheril.
Syehril semakain cemberut dengan tingkah Roni, Syasya dan Inez bingung melihat tingkah Syheril yang tiba tiba membuka pintu kamarnya untuk menuruti Roni, Dan dilihatnya Roni sudah duduk di drpan penghulu, Roni pun sedikit melambaikan tangan melihat Syheril yang mengintipnya barusan. Ro i tersenyum puas melihat expresi senyum calon istrinya itu.
" tenang sayang aku uda disini kog " kata Roni. Tanpa menjawab Syheril langsung kembali kekamarnya.
' BRAKK'
syheril menutup pintu kamarnya dengan tergesa gesa dan kemudian menyandarkan punggungnya di daun pintu. Dia masih mengatur nafas dan tersenyum. Sementara Syasya dan Inez yagg melihat tingkah anehnya merasa bingung.
" kenapa kamu?" tanya Inez bingung
" Roni udah dateng mbak " kata Syheril bahagia.
" ya udah gih benerin make up-nya. " kata Syasya dan sedikit merapikan dandanan Syehril.
Syheril menggunakan kebaya putih polos dengan sedikit payet payet dan juga dia menggunakan hibab, hiasan kepala sederhana di tambah rangkaian bunga melati menabah aura kecantikan Syehril.
*****
Syheril menuruni anak tangah rumahnya dan sekarang semua mata sudah tertuju pada Syheril. Terutama Roni, dia melihat Syehril begitu anggun. Syheril di tuntun untuk duduk di samping Roni, hati Roni mulai dag dig dug....sakan keluar dari sarangnya. Roni bertambah gugup setelah Syehril duduk disampingnya.
Para orang tua sudah menatap haru kepada mereka berdua, Orang tua Dhika pun menangis mengingat anak mereka, Orang tua Syehril pun demikian, karna akhirnya mereka bisa melihat anak mereka bahagia..
" assallammualaikum warrohmatullah hiwabarokatu "
ucapan salam sudah di kumandangkan oleh bapak penghulu, semua saksi dan tamu serempak membalas salam dari pengulu itu.
" bapak bapak dan ibu ibu, kita semua di sini untuk menyaksikan pernikahan antara saudara Roni Anggara dan Syheril, sebelum itu mari kita baca basmallah dan berdoa semoga pernikahan ini menjadi sakinah mawadah dan warrohman " Pak penghulu itu menarik nafas, dan pemilah kedua mempelai yang ada di depannya.
" insya allah pak!" jawab Roni gugup
" bapak Pramono " gantian pak penghulu memanggik ayah Syehril. sayah Syheril pun menoleh kepada penghulu itu.
" mau di nikahkan sendiri ato saya wakilkan? " tanya penghulu itu.
" saya sendiri pak "
" baik pak silahkan " akhirnya pak penghulu sedikit bergeser dan memberi tempat pada Ayah Syehril.
Roni bertambah gugup melihat calon ayah mertuanya di depannya, dia berkeringat dingin " ya ALLAH lancarkan ya ALLAH lankarkan " gerutu Roni dalam hati
" silahkan mulai pak, " kata penghulu
Ayah Syheril menjabat mengulurkan tangan kepada Roni untuk menjabat tanagnnya. Roni pun sudah menjabat tangan ayah Syherik. Dirasakan tangan Roni yang dingin seperti es itu ayah Syheril sedikit tersenyum. dan dia sedikit mendekat ke Roni " jangan tegang, nanti malah salah semua " bisiknya kepada Roni.
Roni hanya mengangguk pelan dan sedikit nyengir.
" silahkan pak " kata penghulu mengingatkan agar tak lama lama.
Ayah Syehril mengangguk dan mengambil ancang ancag.
" saya nikahkan dan kawinkan kamu Roni Anggara bin Santoso dengan putri saya Syehril binti Pramono dengan emas kawin seperangkat alat Sholat di bayar TUUUNAI!!! " Ayah Syehri sedikit menghentakkan tanggan Roni.
__ADS_1
" Saya terimanaya nikah dan kawinnya Syheril binti Pramsono dengan emas kawin itu Tunai "
" Tidak syah... tidak syah... " seruan dari para saksi membuat Syehril langsung menoleh kea arah Roni, matanya menajam seakan marah kepada Roni, kog bisa belepotan seperti itu.
" pengantennya gugup " celoteh di belakang membuat Roni semakin berkeringat dingin
" gimana sih, ayah kan sudah bilang santai " protes Ayah Syheril
" gugup yah gugup " bantahnya
" sekali lagi jangan sampek salah lho "
Roni hanya menjawab dengan anggukan kepala.
"saya nikahkan dan kawinkan kamu Roni Anggara bin Handoko dengan putri saya Syehril binti Pramono dengan emas kawin seperangkat alat Sholat di bayar TUUUNAI!!! " Ayah Syehri kembali menghentakkan tangan Roni
" sa .. sa..saya terima nikah dan kawinnya Syehril binti Pramono de. de..dengan emas kawin teraebut di bayar kontan " Roni masih gugup di akad kedua. Dan itu.....
" Tidak syah.... tidak sya....." semua saksi kembali menyerukan ketidak syah han akad Roni, karna tidak lantang.
Syheril kembali nenatap Roni yang hanya di jawab ketakutan dijawah Roni.
Semua tamu dan saksi jadi menggerutu mekihat Roni...
" nak Roni,jangan gugup kamu mau batal nikah sama Syehril " kata penghulu
" BATAL?? " Roni bingung dengan ucapan penghulu itu
" sekali lagi kamu salah dan tidak Syah,,, mohon maaf kamu tidak bisa menikah dengan Syehril.... " jelasnya
Roni langsung Syok dan Syheril pun juga terbelabak mendengar ucapan penghulu itu...
" kalo gak niat nikahin ngomong aja " kata Syheril
" gugup aku, serius aku pingin nikah tapi aku gugup "
" terserah!! sekali lagi salah aku gak mau nikah lagi "
Roni menarik nafas dalam dalam, mama Dhika akhirnya mengambilkan air putih untuk Roni agar bisa menenangkan Roni
" makasih " kata Roni.
dan ayah Syehril kembali mengambil ancang ancang utuk ijab dan Roni pun juga besiap berdoa dalam hati agar tidak melakukan kesalahan yang sama.
****************BERSAMBUNG ***************
hay Readers maaf ya baru up, autor lagi sibuk mutasi kerja nie....🙏🙏🙏
oh ya gimana nie ada pernah ngalamin kayak Roni gak?
pas akad mempelai Pria grogi dan kelabakan mengucao janji seumur hidup sekali....
ok di tunggu selanjutnya ya jangan lupa like dan koment, biar semangat authornya nya...
__ADS_1
makasih 😇😇😇