Kaulah Takdirku

Kaulah Takdirku
'Kemantapan Hati'


__ADS_3

" Apa bener ya dugaan Syasya, kalo di pikir-pikir masuk akal juga, Selama bertahun-tahun gak ada kabar trus gak ada angin gak ada hujan tiba-tiba mau lanjutin perjodohan konyo itu."


Syheril bener-bener kepikiran omongan Syasya yang sedikit ngelantur tapi masuk akal untuknya.


" Buu. . .Ibu. . ." Panggil Syheril langsung ketika memasuki rumah.


" Apa-apaan kamu itu dateng-dateng gak pake salam malah triak-triak kayak gitu. " Balas ibu nya yang kluar dari dalam kamar.


" Bu, ayah udah pernah ketemu sama anaknya temen ayah itu gak?? " Tanyanya langsung.


"Maksud kamu yang mau di do jodohin sama kamu?" Tanya ibunya kemudian dan di jawab anggukan oleh Syheril.


"Kayaknya sih belum, kalo gak salah inget cuman temen ayah doang yang datang kerumah dulu, itupun pas kita masih di malang" Lanjut ibunya sambil mengingatnya dan memastikan.


" Nah lho buk! gimana kalo cowok itu ternyata CACAT, LUMPUH ,ATO BAHKAN LEBIH PARAH " Tutur Syheril dengan nada penekanan di bagian² tertentu, dan itu cukup membuat ibu Syheril syook.


" Kog kamu punya pikiran gitu sih? "Tanya ibunya dengan rasa ngeri


" Nah kan dadak banget gitu lho buk, abis gak ada kabar, tiba-tiba minta aku jadi jadi mantunya, masuk akal gak sih buk? " Jelas Syheril." Ibu mau punya mantu kayak gitu? " Lanjutnya bertanya.


" Gak gak gak. . . Ibu gak mau, biarpun kita bukan orang kaya, tapi ibu gak mau kamu tersiksa kalo menikah dengan orang yang seperti itu. "


Saat makan malam pun ibu dan Syheril saling bertukar pandang, mereka berencana bertanya langsung ke ayah, cuman nunggu selesai makan.


" Yah. . ." Panggil ibunya.


" Hmm."


" Ibu mw tanya."


" Apa buk, serius amat?"


" Anak temen ayah itu gak cacat kan?"


" Maksudnya? " Tanya ayah Syheril kepada istrinya.


Syheril hanya bisa menguping dari dapur yang tak jauh dari ruang tamu, ayah Syheril yang gak sengaja liat kepala Syheril sedikit nongol pun akhirnya menyipitkan matanya " Kamu kenapa nguping gitu? " Tanya ayah Syheril langsung membuat Syheril meringis tipis.


" Enggak yah, Shyeril cuman kepo sama kayak ibu " katanya dan akhirnya dia juga ikut nimbrung di ruang tamu.


" Maksud kalian ini tanya masalah itu apa? "


" Pernah ketemu ne jadinya ayah ??" Tanya Syheril gak sabaran.


" Belum, cuman kalo dari cerita temen ayah, anaknya itu gak cacat, normal." Jelasnya.


Ibu Syheril lega mendengar cerita dari suaminya, tapi beda dengan Syheril, karna pikirnya klo cowok itu cacat ato apalah, dia punya alasan buat nolak perjodohan ini.


" Oh ya temen ayah tadi telpon katanya dia ngajak ketemuan besok ini, sekalian ngenalin kamu sama anaknya biar kalian bisa akrab."


Syheril langsunh pergi ke kamar, karna malas harus denger topik yang bikin diah sedih..


Tuut. . .Tuut. . .Tuut.


" Hallo. " Sapa orang di sebrang telpon yang tak lain adalah Roni.


" Roon, besok aku akan ketemuan dengan cowok itu."


" Baguslah, jadi kalian bisa saling kenal. "


" Kog kamu gitu, udah siap kehilangan aku ini ceritanya kamu " Protes Syheril dengan cemberut.


" Bukan gitu, kan memang kita harus menyiapkan diri sapa tau aja kamu malah jatuh cinta sama cowok itu dan gampang ngelupain aku "


" Lho kog kamu punya pikiran kayak gitu , kamu gak percaya sama aku?"


" Justru itu, aku percaya sama kamu makanya aku yakin kamu gak bakal ngecewain ayah kamu."


" Gak paham aku Ron apa yang kamu omongin. "


"Janji yang ayahmu buat itu adalah hutang, yang memang harus di bayar sama ayahmu. tapi siapa yang bisa bantu ayahmu bayar hutang itu kalo kayak gini." Kata Roni, dan Roni mulai menarik nafas sesak, dia pun harus merelakan Syheril untuk kebaikan semuanya.


" Dan jika kamu gak mau kamu bisa aja jerumusin ayah kamu ke neraka. itu artinya kamu sudah DURHAKA sama orang tua." Jelas Roni lagi, dan membuay Syheri mengerti.


" Aku sayang sama kamu riL, tapi semuanya aku serahkan sama ALLAH... Mulai sekarang kita jangan sering contac lagi ya, kita harus batasin komunikasih kita, biar kita bisa belajar menghadapi kenyataan. Percuma kita putus kalo akhirnya kayak gini, kita masih kayak orang pacaran tau gak sih kamu. "


Tuut. . .Tuut. . .Tuut.


Telpon langsung di tutup sepihak oleh Syheril karna dia gak mau dengerin omongan Roni yang bikin nyesek Sedikit kemarahan terpancar di wajah Syheril, bahkan dia kecewa.


Sementara Roni hanya bisa nelangsa setelah mengatakan itu semua " Maafin aku Ril." Batinya.


***


Pagi ini Syheril telat bangun, semalaman dia memikirkan apa yang di ucapkan Roni, dan kini pikiranya terbuka dan akan menerima perjodohan itu.


" Aku akan mulai jalanin semua ini demi ayah, kalo memang akhirnya aku bahagia itu bonus untuk pengorbananku." Pikirnya memantapkan hati.


" SIAL." Pikirnya sambil berlari menuju sekolah yang hanya kurang sedikit lagi pintu nya sudah mau di tutup.

__ADS_1


Saat dia berhasil menginjakkan kakinya di halaman sekolah sebelum pintu gerbang benar benar tertutup dia langsung berucap Syukur " Alhamdulillah." Masih sambil mengatur nafas.


" Hampir saja kamu masuk Ruang OSIS lagi." Kata Dhika tiba-tiba keluar dari pos satpam. Syheril pun terkejut dan meringis tipis.


" Jangan mulai jadi pelanggar peraturan lagi, kalo gak kamu pasti dapet sanksi yang lebih dari kemaren " Ancam Dhika.


" Iya ya bawel." Syheril lalu berlalu.


Dari jauh shela melihat Syheril dan Dhika ngobrol, pikirnya Syheril lagi deketin si Dhika. dengan mengepalkan tangan dia sudah berasa pingin nabok aja itu muka Syheril, tapi dia kini memikirkan gimana caranya supaya memberi pelajaran ke pada Syheril.


 


Saat istirahat sekolah, dan masih di kantin Syheril ingin telpon Roni tapi dia ragu, akhrinya di urungkan niatnya, " kenapa? gak jadi telpon? " Tanya Syasya.


 


" Aku sudah mantepin hati, aku bakal teriman perjodohan ini. karna aku gak mau jadi anak DURHAKA."


" Serius!!! gak cacat orangnya? "


" Nanti malam keluarga kami mau ketemu."


" Tak doakan ganteng deh." Kata Syasya.


" Baik, beriman, sayang sama aku juga." Tambah Syheril dengan senyum.


Sekolah pun berkahir, HaPe Syasya berdering dan langsung di angkat sama yang empunya.


" Ya mas?"


" Aku tunggu di kantin ya. "


" Hmmm. . OK."


Panggilan pun di akhiri, Syasya langsung ngajak Syheril ikut ke kantin.


" Aku pulang aja deh " Kata Syheril menolak.


" hHyok lah temenin aku, plisss plisss,mas Rendi ada meting OSIS palingan selesai jam dua atau tiga-an " Rengek Syasya.


" Aku belum sholat dzuhur ini, nanti kalo nungguin kamu bisa-bisa aku gak kebagian waktu. "


" Kayak di sekolah gak ada musholah aja."


"Mmm."


" Nanti pulang gak perlu naek ojek, aku anter sama mas Rendi. " Rayu Syasya.


Akhirnya mereka berjalan ke kantin disana sudah ada Rendi yang sedang nungguin adeknya... Rendi pun meninggalkan mereka setelahnya.


" Sya, aku sholat dulu ya, kamu ikut aku kemusholah ato di sini? "


" Disini aja ya, aku mau liat DraKoR, kan gak etis liat drakor di sana." Jawab syasya dengan senyum tipis.


Syeril berjalan ke arah musholah, tapi tiba


-tiba langkahnya terhenti de depan toilet dekat musholah.


" kayaknya aku PMS deh " Batin Syaril .


akhirnya syheril memutuskan ketoilet untuk memastikan.


"BAGUS " tutur Shela yang sedari tadi mengikuti Syheri beserta gengnya.


" kita gak perlu repot-repot buat nyeret dia ke toilet" Tambah Fara.


Dengan cepat mereka menyusul Syheril kedalam toilet, dan mengambil sapu untuk mengunci pintu toilet yang masih tertutup dari dalam. Selain menggunakan mereka juga menggunakan berbagai alat kebersihan lainnya Pel dan alat untuk penyekat lantai, biar bener bener gak isa di buka.


Sheril benar benar tidak bisa membuka pintu toilet.


" Eh kenapa ne pintu?? " Gerutunya kecil, dan tak lama kemudian.


' BYUUUURRRR..'


' BYUUUUURRR...'


'BYUUUUURRR'


Guyuran air sampai 3 kali tiba-tiba membuat dia kaget.


" eh siapa sih? kalo berani jangan maen belakang kayak gini." Triaknya.


Yang di luar tertawa pelan, sehingga Syheril pun tak bisa mendengar suara tapi Syheril bisa mendengar suara langkah kaki.


" WOOI BUKA WOOI. . . SIALAN!!! BERANINYA MAEN BELAKANG ." Triakan Syheril malah membuat Shela melakukan tos dengan kedua rekan gengnya.


mereka pun meninggakan Syheril, sementara dia masih menggedor-gedor pintu berharap ada yang mendengarnya.


Satu jam telah berlalu, Kini Syheril sudah mulai lemas mungkin juga karna belom makan siang apa lagi guyuran air yang lumayan bisa membuat dia demam, dua jam juga sudah berlalu, kini Syheril benar benar lemas dan akhirnya pingsan.

__ADS_1


kini waktu sudah menunjukkan puku 14.30 WIB, rapat OSIS pun telah bubar, Rendi mengahampiri Syasya di kantin beserta Dhika.


" Ayok Sya. "Ajak Rendi tapi tak di dengar oleh adiknya itu, akhirnya Rendi melepas headset dari telinga adegnya itu.


" Eh! uda selesai mas?"


" Kuping di sumpal mulu ."


" Hehehhe. . .Biasa Drakor kak biar gak boring. "


" Ayok."


Akhirnya mereka beranjak pergi, " Eh tunggu! " panggil Dhika " Tas kamu itu?" Tanya dhika sambil menujuk tas di salah satu sisi meja." Sebenernya dhika tau betuk kalo itu tas Syheril, cuman malu aja kalo sampek Rendi tau klo dia paham barang Syheril.


" Ituka tas Syheril," Kata Rendi


" Oh iya, lupa! "


" kabur lagi?" Tanya Dhika sinis


" Ih mas Dhika ini pikirannya buruk mulu sama temenku." Bela Syasya.


"Trus??" Tanya Dhika lagi


"Tadi tu dia pamit sholat, tapi ya gak tau juga kemana dia kog belom balik" jelas Syasya.


" Udah dari tadi apa barusan? " Tanya Rendi


" smSedari mas berangkat rapat tadi. "


" Ya ampuuunnn Tasya!!!!" Kata Rendi marah Syasya pun langsung kaget, karna gak pernah Rendi panggil lengkapnya kalo gak saking marahnya. " Tadi itu jam 12-an dan sekarang udah jam berapa?? " Tutur Rendi agak geram


" Iya maaf mas, maaf."


"Udah udah, ayok cari dia sekarang." Kata Dhika juga menunjukkan rasa kwatir.


Mereka menuju musholah dan mencarinya di sana, tapi nihil, Dhika juga sempat tanya kepada anak-anak 'KIS' (kegiatan Islam Sekolah) tapi mereka juga tidak melihat Syheril, Pas melewati toilet Syasya melihat ada yang ganjal dengan salah satu pintu toilet itu.


"Mas, " panggil Syasya.


Spontan Dhika dan Rendi pun menoleh bersamaan.


" Liat itu mas." tunjuk syasya ke salah satu pintu toilet yang ada beraneka macam perobatan bersih bersih.


Rendi dan Dhika langsung masuk dan menyingkirkan semua yang ada di depan pintu. Dan betapa terjejutnya mereka, melihat Syheril tegeletak dengan muka pucat.


Dhika dengan cepat menggendong Syheril dan membawanya ke UKS.


" Panas banget mas badannya." Kata syasya cemas


" Bajunya basah. " Kata Rendi dan dengan sigap dia melepas jaket dan menutupi badan Syheril , Dhika sedikit tercengang melihatnya, entah lah apa yang dia rasa, yang jelas ada rasa gak trima.


" Kamu tau dimana rumahnya,?" Tanya Dhika pada Syasya,


"Enggak mas! "


" Eh Dhik, OSIS kan punya data data siswa coba gih kamu cek." kata Rendi mengingatkan


"Oohh iya, ok aku cari dulu. "


Dhika bergegas mencari buku catatan siswa di ruang OSIS, dia sangat kwatir setelah beberapa lama akhirnya dia menemukan data punya Shyeril..


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-

__ADS_1


Terimakasih ya. . .kepada semua pembaca, tetep tunggu eps selanjutnya biar kalian gak penasaran siapa sihhh cowok yang mau dijodohkan sama Syheril


...


__ADS_2