
Β
Hari ini adalah malam sebelum pernikahan Syheril dan Dhika. Di rumah Syheril semua sudah sibuk dengan acara Tahlilan atau walimaan . Itu adalah sebuah acara syukuran yang di lakukan kebanyakan orang islam.
Syasya malam ini juga menginap di rumah Syheril, dia ingin menemani sahabatnya ini untuk memulai dan menempuh hidup baru. Seperti para calon pengantin pada umumnya, rasa gak karuan merasuki diri Syehril.
" Udah biasa aja. " Kata Syasya.
" Gak bisa , ini hati dan ku jantung ku rasanya gak karuan."
" Iya maksudku itu biasa, semua orang pasti kayak gitu."
" Tapi...."
"Udah ayok tidur, aku gak mau besok kamu kesiangan ato mukamu jadi gak seger karna kurang tidur. "
Syheril melihat jam yang menunjukkan jam sebelas malam, dia Syasya sudah menaiki tempat tidur, tak lama kemudian HaPe Syheril berdering.
Nama Dhika terpampang di sana, Syheril langsung membenarkan duduknya.
" Hallo. " Kata Syheril sigap menjawab telpon Dhika.
"Kamu belom tidur ?"
" Ih.. kalo aku tidur aku gak mungkin jawab telpon kamu. "
"Iya sih, Ril .... aku deg-degan ini. "
" Sama."
" Rasanya aku kangen banget sama kamu. "
" Besok ketemu Dhika. "
" Ya aku harap begitu. "
__ADS_1
" Pastilah."
" Ril..."
" Hmmm"
" Aku bingung ngomongnya. "
" Apa sih."
"Aku cuman mau bilang, kalo aku sayang banget sama kamu, di dunia ini kamu lah satu satunya cewek yang aku cintai. "
" Udah ah, sok sok romantis kamu." Ucap Syehril mendengar gombalan dari Dhika. " Udah aku tidur takut besok gak bisa bangun, mau nikah sama siapa kamu kalo aku ketidura. " LanjuT Syehril asal.
" I love u." Kata Dhika pelan dan itu rasanya dalam banget merasuk ke hati Syehril, dengan senyum yang lebar akhirnya Syehril pun menjawab. " I love you too. "
******
Sementara Roni semakin mengingat masa lalunya dengan Syheril, tengah malam ini dia juga tidak bisa memejamkan mata, dan di ambillah air wudhu, dia ingin melakukan sholat istigoro biar dia sendiri bisa tenang.
" Ya ALLAH. kenapa hamba tidak bisa melupakan Syheril, besok dia akan menikah ya ALLAH, berilah dia kebahagiaan begitu juga hamba, tolong beri hamba seseorang yang bisa hamba cintai seperti Syehril. berikan petunjukmu ya ALLAH. Agar rasa sakit ini tidak selalu membayangiku." Doa Roni.
Setelah Sholat Roni pun mulai tertidur, dan terlelap.
Di lihatnya dia sedang menggandeng tangan Syheril dan berjalan-jalan, Roni nampak bingung dalam mimpinya itu lantaran Syheril terus melihat ke arahnya dan tersenyum.
" Astafirullah." Adzan subuh membangunkan Roni. Dia mengusap mukanya dengan kediua tangannya.
" Ya ALLAH , kenapa malah kebawa mimpi. "
******
Dirumah Syehril semua sudah pada riwuh untuk persiapan akad, Syehril masih prosesi merias wajah di dalam kamarnya, di temani dengan Syasya. Dia ikut merasa bahagia melihat semua persiapan yang di jalani Syehril dan kini Syheril sudah siap. Make up telah selesai dan baju juga sudah di pake.
Syheril terlihat sangat imut, cantik, apalagi dia khusus meminta make up yang natural tidak mencolok untuk prosesi akad nikah nya.
__ADS_1
" Cantik banget kamu Syheril." Kata Syasya terpukau Syheril tersenyum. Syasya memegang tangan Syehril erat.
" Doain aku cepet nyusul ya." Kata Syasya penuh harap dan senyum yang rekah.
" Pastilah." Syheril memeluk SyaSya erat.
Tok...tok...tok...
Suara ketukan pintu membuat mereka melepaskan pelukannya. Syheril melihat siapa yang masuk dalam kamarnya setelah ada yg memasuki kamarnya.
" Ibu! " Panggil Syehril, yang datang ternyata ibunya Roni.
Ibu Roni mendekat ke arah Syheril dengan senyum dan mata yang berkaca kaca.
" Kamu cantik sayang. " Katanya.
" Ibu dateng buk! Roni di luar bearti buk ?"
" Roni gak bisa dateng, dia gak bisa ninggilain kuliah dan kerjaannya. Dia hanya titip salam buat kamu, semoga kamu bahagia katanya. " Jelas Ibu Roni.
" Doa.in Syheril ya buk. "
" Pasti nak kamu sudah seperti anak ibu sendiri. "
Syheril memeluk ibu Roni dan setelah nya mencium tangan ibu Syheril. Syasya yang melihat adegan itu dan mendengar percakapan mereka merasa terharu sendiri, dia melihat ibu Roni yang menyayagi Syheril selaku mantan dari anaknya.
Semua orang sudah menunggu di bawah, temasuk Syasya dan ibu nya Roni. Tinggal Syheril yang menunggu cemas di dalam kamar, dengan hati yang dag dig dug....Menjelang jadi istri Dhika.
----------------selanjutnya π-------------
Jempol nya jangan lupa.......
πππππ
Β Terima kasih banyak...
__ADS_1