
Persiapan pernikahan hampir selesai, tinggal foto prewed dan undangan. Hari ini Syheril dan Dhika di jadwalkan aka foto prewed. Ada tiga lokasi untuk foto prewed hari ini, yang pertama mereka akan foto di hutan mangrove trus kemudian mereka ke pantai kenjeran dan terakhir di jalan tunjungan yang selalu ramai.
Pagi ini Dhika sudah mampang di rumah Syheril.
" Lama amat." Kata Dhika gak sabaran.
"Baru juga kamu dateng."
" Ayok buruan, biar gak kesiangan." Ajak Dhika langsung tanpa membuang waktu.
Tak lama kemudian dia sudah sampai di butik dan studio ' Rumah Cantik '
" Hay..." Sapa pemilik butik yang tidak lain adalah teman dari mamanya Dhika.
" Ini toh, calon istri kamu ?" Tanya si pemilik butik kepada Dhika.
"Iya om." Jawab Dhika.
" Iiihhh.... Jangan om dong, sist. " Jawab si teman mamanya yang memang sedikit b**ci, ya bukan sedikit sih sebenernya memang b**ci.
Syheril tersenyum mendengar pemilik butik itu bicara.
"Ayok sini, siapa ini namanya?"Tanya pemilik butik dengan kemayu.
" Syheril, om eh sist. " Jawab Syehril canggung.
Saat mereka hendak melangkah mencoba baju untuk prewed tiba-tiba langkah mereka di hentikan oleh Dhika.
" Tunggu om ! eh maaf sist. " Syehril dan si pemilik butik langsung menoleh barengan.
"Ini maksudnya om eh sist, mau bantuin Syheril ganti baju gitu. "
" Iya donk. " Jawabnya singkat dengan gaya melambai khasnya.
" Gini ya sist, mending minta tolong sama mbak yang itu deh." Dhika menunjuk salah satu pegawai perempuan yang sedang merapikan display. Syheril dan si om itu menoleh ke arah yang di tunjung oleh Dhika.
" Jangaaaan...!!! kalian ini adalah pelanggan VVIP saya , jadi saya secara esklusif akan turun tangan sendiri. " Jelasnya.
" Gak gak deh om eh salah sist, gimana juga kan anda laki - laki." Ucap Dhika agak ragu.
" Oalah ganteng !" Si om itu cekikikan."Kamu takut to nanti aku bakalan ehemm...sama calon kamu. " Lanjutnya, Dan Dhika melotot malu harus ngomong apa karna si Om itu tau maksud dhika.
" Kalo sama calom kamu sih, aku gak doyan.... keculi sama kamu. " Bisiknya dekat ke telinga Dhika dan itu membuatnya langsung merinding sekujur tubuh.
Syheril sedikit penasaran dengan apa yang dikatakan Om itu, sampek membuat muka Dhika memerah.
*****
__ADS_1
Seharian Dhika dan Syheril sudah capek dengan prosesi prewed mereka. Dan kemudian mereka memilih desain untuk undangan pernikahan mereka. Setelah puas memilih mereka langsung pergi untuk makan malam, karna memang hari sudah petang. Muka Syheril sudah kunyel, begitupun dengan Dhika.
Akhirnya mereka memilih menu makan 'all you can eat' ala ala korea dan jepang.
" Ambil daging yang banyak Ril, biar tenaga kita pulih " Dhika berbisik mengarahkan.
" Iya tau.. ! Udaaah kamu ambil makan sendiri gih. " Kata Syehril
Tak lama kemudian mereka kembali ke tempat duduk, dan Sheril sampek terkaget melihat betapa banyak menu yang Dhika ambil.
" Dhik , gak salah kamu."
" kenapa?"
"Banyak amaaat , kemaruk itu."
" Biarin!! harus jaga stamina biar gak ambruk pas nikah, itu kan hari yang paling penting Syehril. "
" Masih 2 bulan lagi kali."
" Iya, lama banget ya. kita minta di percepat aja gimana ?"
" Ngawur aja kamu !"
Setelah sedikit berdebat mereka langsung makan dan melahap makanan yang ada di depan mereka, gak ada rasa canggung semua sudah paham tentang pasangannya.
" Belum. "
"Kamu harus cepet telpon minta nomor Roni."
" Iya iya cerewet, besok aku telpon ibu. "
"Gitu donk !! aku pingin banget Roni hadir di pernikahan kita."
" Semoga dia dateng bawa pasangan yang bisa buat dia bahagia." Kata Syehril penuh harapan.
*****
Setelah mengantar Syheril Dhika langsung pamit, dia juga sudah capek pingin istirahat. Begitupun Syheril nyampek rumah dia langsung mandi dan Sholat isya' sebelum tidur.
Dalam tidurnya Syehril bermimpi sudah naik pelaminan dengan Dhika. Dilihatnya Dhika menggunakan jas putih sedang menunggu Syheril yang akan berjalan di pelaminan. Sementara Syheril berjalan menuju dia dengan muka yang sangat sedih, tak dilihatnya orang lain dalam mimpinya, hanya mereka berdua.
" Kenapa kamu murung? " Tanya Dhika dalam mimpinya.
" Entah lah. Aku bahagia tapi aku tidak bisa tersenyum. ada yang membuatku berat." Jawabnya.
Tok... Tok... Tok...
__ADS_1
Suara ketukan pintu kamarnya membuyarkan semua mimpi Syheril.
" Astagfirullah. "Kata Syehril setelah terbangun "Sepertinya aku pernah mimpi kayak gini sebelumnya." Gerutu Syheril.
" SYHERIL, bangun nak jam berapa ini ?" Triak ibunya dari balik pintu kamarnya.
"Iya buk." Jawab Syheril sedikit berteriak juga.
Syheril langsung mandi dan hampir setengah jam kemudian dia sudah selesai. Dia turun dari kamar tidur langsung menuju ruang makan.
" Yah, buk. " Panggil Syheril pada kedua orang tuanya.
"Hmm. " Jawab ayahnya.
"Semalem aku mimpi, naek pelaminan sama Dhika, dia terlihat bahagia banget tapi aku nya malah sedih." Cerita Syheril singkat.
"Itu karna kamu pingin cepet-cepet nikah, lagian kan kalian abis prewed makanya kebawa mimpi." Tutur ayahnya santai.
" Iya kali ya ??"
" Udah makan dan cepet berangkat." Tegur ibunya.
Syheril langsung berangkat setelah selesai sarapan begitu pula dengan ayahnya.
" Biasanya mimpi naek pelaminan itu akan ada hal buruk." Batin ibunya setelah semua pergi dari rumah. Ternyata dari tadi ibu Syheril juga memperhatikan cerita anaknya sambil menyiapkan makaanan.
" Semoga tidak terjadi apa-apa." Harapnya.
-
-
-
-
-
-
-
-
Bersambung.
🙋🙋🙋🙋
__ADS_1