KEJORA UNTUK REYGAN

KEJORA UNTUK REYGAN
BAB 12 Rindu yang akan Datang


__ADS_3

SUARA gelak tawa menggelegar menghiasi kelab malam. Ada Reygan Miko, dan Ardian yang asyik berbincang di sana. Deringan Ponsel Reygan mengalihkan fokus mereka. Tertera tulisan " IBU NEGARA ' di layar Ponselnya


" Lo semua Pada diem. Sampe gue denger lo ada yang ngomong aneh-aneh, gue tendang lo semua ngerti !" ancam Reygan dibalas acungan jempol dari teman-temannya. " Halo ... "


" Astaghfirullah, Reygan kamu ke mana aja, sayang ? Pulang, Nak Mama dua hari cariin kamu,"


" Aduh ! Sayang Pelan-pelan !" teriak Julio dengan senyum miringnya, Reygan memelototi Julio dengan tajam, kakinya bergerak menendang kencang kaki Julio


" Anu, mah Reygan ... "


" Sayang ! Sakit goblok , anjir !" Pekik Julio lantaran Kakinya ditendang oleh Reygan


" Kamu di mana Reygan ? Kamu jangan ke kelab lagi. Sayang jangan buat Papa kamu marah lagi sama kamu Pulang, ya, sayang,"


" Nggak ! Reygan nggak mau Pulang. Biarin aja, salah siapa Reygan diusir sama Papa," Kata Reygan dengan songongnya. Berharap orangtuanya menyesal dengan Perilakunya kemarin. Namun, ancaman Reygan Pupus begitu saja saat mendengar suara bariton yang terdengar keras


" Ya udah ! Nggak usah Pulang sekalian jangan harap setelah ini ATM sama black card kamu ada isinya semua Papa sita Kakek dan nenek kamu udah Papa hubungi buat nggak nerima kamu di sana,"


" Gas Om ! Reygan songong banget nih Om, Otw gelandangan lo buaya darat," ledek Miko


Reygan memelototi Miko, " P- Papa janganlah, Pa iya, iya Reygan Pulang sekarang, " Reygan segera memutuskan sambungan teleponnya sebelum Papanya benar-benar membuktikan ucapannya


Miko tersenyum mengejek, " Buaya darat bisa takut juga toh sama ancaman Bapak ?


" Lo, " Reygan menunjuk wajah Miko Kemudian mengangkat jari tengahnya," Kayak Anjing, "


...••••...


Saat ini Kejora tengah menunggu motornya diperbaiki lantaran mogok saat ia akan berangkat sekolah. Mata lentiknya menatap jam tangan yang melingkar indah. Dua Puluh menit lagi bel masuk akan berbunyi.


" Lama banget, ya Neng nunggunya, " tanya Om idut Pemilik bengkel. Di sampingnya ada Momoy. Cowok lekong itu bekerja menjadi montir di bengkel Om idut


" Lumayanlah, Om jam segini biasanya Kejora udah sampe di sekolah, " jawab Kejora


Dua montir menghampiri Om idut untuk memberikan Peralatan-peralatan bengkel, " Wah ini businya juga ikut bermasalah Ban nya belakangan juga bocor, " Kata Om idut tanpa mengalihkan Pandangannya, " Kejora dianter Mas Panjul aja, mau ? tawar Om idut


Mata lentik Kejora melirik ke arah Pegawai Om idut, sebut saja Mas Panjul Pria itu mengeluarkan motornya dari dalam bengkel. Wish Asap yang berasal dari knalpot motor Mas Paicong menutupi wajah Kejora, membuatnya terbatuk-batuk


Suara derum motor mengalihkan atensi mereka terutama Kejora Momoy menangkup Pipinya sendiri lantaran ia mengenali orang tersebut.


" OMG, MAS GOBLINYA, MOMOY PASTI YOU MAU JEMPUT AYKE, YA, CYIN," teriak Momoy. Dengan langkah moleknya Momoy menghampiri Reygan yang sedang menepikan motornya. Reygan mendorong kencang tubuh Momoy hingga cowok lekong itu menabrak drum besar Momoy merenggut kesal," Akang Goblin kasar deh,"


Reygan tak menghiraukan Momoy, langkah cowok itu membawanya menghampiri Kejora, " Ayo berangkat bareng gue. Biarin motor lo di sini nanti Pulang baru diambil, " ajak Reygan Pada Kejora.


" Gue ... "


" Om ! Nanti motornya diambil sekitar jam dua. Kejora biar sama gue aja," ucap Kejora Pada Om idut


" Alhamdulillah kalau begitu, Gue nggak Perlu repot-repot nganterin Neng Kejora. Ya udah Kang Rey, bawa Neng Kejora hati-hati, ya ! sahut Paicong


Reygan mengangkat jempolnya, " jangankan hati-hati, gue masukin ke hati juga bisa, Bang !" sahut Reygan, " Ayo, " Cowok itu menarik tangan Kejora membawanya menuju motornya. ia mengambil helm bulat di atas Jok. saat ini, Reygan memakai motor Scoopy jadul milik ayahnya. ia malas membawa motor ninja karena menurutnya, motor itu sangat berat. Yah, mungkin kebanyakan nanggung beban si Reygan


" Pegangan, Ra. Lo kalau kejengkang gue orang Pertama yang bakal ketawa kenceng," ucap Reygan seraya menatap Kejora dari Pantulan kaca spionnya. Kejora memukul kepala belakang Reygan dengan cukup kuat, " Bercanda kok sayang, " Begitu telinga Kejora mendengar kata manis dari bibir Reygan tangan mungilnya bergerak hendak memukul kembali sebelum tangan kekar Reygan menarik tangan Kejora untuk melingkar di Perutnya, " Mending Peluk gue aja biar aman,"


...•••••...

__ADS_1


Kedatangan Reygan dan Kejora menciptakan suara riuh dari mulut siswa-siswi. Apalagi Para jajaran mantan Pacar Reygan tiga Puluh cewek tersebut langsung keluar dari dalam kelasnya masing-masing.


" OMG ! REYGAN BENERAN PACARAN SAMA KEJORA ? DAEBAK ! Pekik Miko. Cowok tersebut menatap Reygan dari arah kantin. Tepatnya di koridor, Reygan berjalan berdampingan bersama Kejora. Mungkin, hari ini adalah hari Patah hati bagi seluruh jajaran mantan Reygan. Walaupun mereka terang-terangan pernah melabrak Reygan tapi tidak bisa dipungkiri seberapa besar gagal move on dengan Reygan.


Marissa menghentakkan kakinya dengan sebal sejak lama, cewek kelas 12 IPA 1 itu sudah mengincar Reygan, hanya saja ia tidak berani mengungkapkannya


Reygan dan Kejora menghentikan langkahnya lantaran Bara berdiri tepat di hadapan Kejora, " Lo berdua kok bisa berangkat bareng ? Bara menunjuk Reygan dan Kejora secara bergilir


Reygan bersedekap dada," Masalah buat lo ? Gue .... "


" Gue nggak sengaja tadi ketemu Reygan di bengkel. Motor gue rusak makanya dia nebengin gue, " Potong Kejora. Reygan lantas menurunkan tangannya dan menatap Kejora dengan tatapan tak terbaca


Bara menepuk-nepuk kepala Kejora dengan gemas, sedikit melirik Reygan yang turut menatapnya dengan tajam, Sudut bibirnya terangkat sebelah, " Nanti malem ada waktu ? tanya Bara Pada Kejora


Samar-samar Kejora menganggukkan kepalanya," Kenapa emang ?


" jalan, mau ?


Kejora mendongak menatap Reygan sekilas. Cowok itu hanya mengangkat sebelah alisnya, " Boleh Tapi jangan malem-malem Pulangnya. Gue bisa kena marah, " ucap Kejora


" kalau kena marah lebih baik jangan Pergi kali, " Ucap Reygan mengalihkan Pandangannya


Bara mengangguk, " iya gue Pastiin lo nggak kena marah bokap sama Abang lo. Ya udah gue duluan ya Ra !" Bara melirik Reygan sebentar, " Duluan, Rey," setelah itu Bara melenggang Pergi meninggalkan keduanya


setelah kepergian Bara. Reygan menarik tangan Kejora," Gue udah bilang sama lo Ra. jangan deket-deket dia,"


" Reygan ... " sentak Kejora, " sebenernya Gue .... " Reygan menatap intens Kejora, menunggu Ucapan Kejora berikutnya. bukan maksud Reygan menyuruh Kejora menghindari Bara. Hanya saja. ia tahu kalau Bara hanya berpura-pura seolah-olah ia suka dengan Kejora, " Gue ... gue suka Bara,"


" Coba ulangi, Ra,"


" Oke !"


Kejora terdiam begitu mendapatkan jawaban singkat. dari bibir Reygan. Mata lentiknya menatap kepergian Reygan yang kian menjauh dari Pandangannya saat ini " Tapi gue Jatuh hatinya sama lo Reygan, " lanjutnya dengan nada yang sangat Pelan


...•••••...


Hari ini adalah hari Pembagian rapor. Namun Reygan masih santai saja mengembuskan asap rokoknya, mengusap wajahnya dengan gusar beberapa kali. Perkataan Kejora masih terngiang-ngiang di telinganya Kini, mata sipitnya menatap aula. Ada ratusan wali murid yang ingin mengambil rapor anak mereka.


Miko duduk di samping Reygan. " Lo Lagi lamunin seseorang yang Rey," tebak Miko. " Baru kali ini gue liat gue seorang Reygan lamunin cewek,"


" Daripada lo ? Dasar jomblo !" ejek Reygan.


" Gimana dia nggak jomblo ? semua cewek aja lo embat. jangankan Miko gue pun ogah dapet bekasan lo !" sahut Ardian


Reygan melirik Ardian sekilas kemudian melempar bongkahan kertas ke kepala Ardian, " Mereka Pacaran sama gue cuma sekadar Pacaran doang. Nggak sedikit pun gue sentuh tubuh mereka. Paling kalo khilaf gue Pegang dikit doang."


Miko memicingkan matanya, " Ulala Pegang bagian mana tuh A paha B, bawahnya Paha C, atas Paha,"


Reygan menjitak kencang Kepala Miko, " Gue nggak sebesar itu Perlakuin cewek !" ucap Reygan ia menolehkan kepalanya saat ekor matanya tak sengaja menangkap Kejora dan Ana lewat di depannya


Kejora sempat melirik Reygan sebentar. ia merasa ada yang aneh dengan Reygan. Biasanya sekali atau dua kali pasti Reygan akan mengganggunya


" Ra, Kata Bu Hani, Aldo disuruh ambil rapor Reygan cuma dia yang belum kumpulin rapor, " ucap Kevin yang baru saja memasuki kelas, " Si Aldo nggak tau ke mana lo aja, yang ngumpulin sekalian lo disuruh ke sana, bantu-bantu dikit kata beliau,"


" Gue, " Kejora menunjuk dirinya. Kevin mengangguk Kejora melirik Reygan sekilas sebelum menyetujui ucapan Kevin. ia melangkah menghampiri Reygan, " Reygan, mana rapor .... "

__ADS_1


Reygan beranjak dari kursinya, membuat Kejora menghentikan ucapannya, " Gue kumpulin sendiri lo duluan aja,"


...••••...


Setelah kepergian membantu Bu Hani. Kejora berjalan menuju kelasnya. Namun langkahnya terhenti lantaran mendengar namanya disebut


" Wah ! Gila lo, Bara Hebat juga lo bisa naklukin, Kejora Dikit lagi lo bisa dapetin hari Kejora. sesuai janji gue waktu itu, " Salah satu teman Bara memberikan amplop berisikan uang Kepada Bara


Cewek dengan Surai hitam itu mendekatkan dirinya Pada gudang yang tertutup rapat, matanya mengintip Pada sela-sela kaca.


Bara menerima amplop berisikan uang dari tangan temannya


" Siapa dulu ? Bara gitu!"


" jadi Kejora kalian jadiin bahan taruhan nih ? Busuk juga cara lo !" maki salah teman di sana


" Cuma buat becandaan doang, " sahut yang lainnya


" Kenapa harus Kejora, " tanya Bara


Dion mengedikkan bahunya, " Nggak tau. Cuma kepikiran aja, " ia menoleh menatap Bara, " Lo nggak ada rasa sama Kejora, kan ? kalau sampe ada, habis lo di tangan Reygan,"


" Lo nggak tau aja. Dua kali gue remuk di tangan dia gara-gara deketin Kejora,"


Kejora mendengarkan Perbincangan mereka dengan tak Percaya sungguh ia menyesal menaruh rasa Pada Bara. Kejora membalikkan badannya melihat Dion dan Bara melangkah keluar. Diliriknya Bara yang juga menatapnya dengan terkejut


" Lo .... ngapain di sini ? tanya Dion dengan dahi berkerut


Kejora menggeleng sebagai jawaban. Cewek itu melangkah sebelum akhirnya tarikan Pada tangannya menghentikan Kejora.


" Lo denger semuanya, " tanya Bara


" Gue .... " Kejora menatap Bara Penuh dengan kebencian, " Nyesel gue Pernah suka sama banci kayak lo ? Kemudian cewek itu melenggang Pergi membawa Perasaan kecewa. Bara menatap Punggung Kejora yang kian menjauh. Entahlah, ada Perasaan yang tidak enak saat Kejora mengetahui semuanya


" KEJORA," Teriakan tersebut mengalihkan Perhatian Bara dan temannya, " Dilihatnya Reygan yang berlari ke arahnya. Cowok itu berhenti tepat di hadapan Bara. Napasnya sedikit tersenggal sembari menatap Punggung Kejora yang Perlahan menghilang dari pandangannya Reygan menatap Bara dan temannya dengan tatapan menusuk Tanpa mengeluarkan sepatah katapun Reygan melenggang Pergi


...••••...


Buru-buru Kejora memasukan buku-bukunya ke dalam tas saat mendengar bel Pulang sekolah. ia hendak melangkah keluar kelas Namun langkahnya terhenti saat sebuah tangan menarik bahunya, " Lo diapain sama Bara ? tanya Reygan


Kejora menggeleng Pelan, " Gue nggak diapa-apain Minggir Rey, gue mau Pulang, " Kejora mendorong Pelan tubuh Reygan. Namun bukannya menyingkir. Reygan justru menutup pintu kelas lalu menyandarkan tubuhnya sambil bersedekap dada


" Apa gue bilang. Bara itu cuma main-main aja sama lo. Sekarang rasain kan ? Reygan tersenyum meledek


" Emang Semua cowok nggak ada beda ! ucap Kejora kesal. Reygan melayangkan jitakan kecil di atas kepala Kejora, " Minggir, lo, ah jangan bikin mood gue tambah ancur ! kesal Kejora


" Bentar doang gue mau ngomong sama lo,"


Kejora menghela nafasnya Pelan," Mau ngomong apa ? Gue nggak ada waktu lama buat lo,"


Reygan berdeham Pelan. Cowok itu menatap intens wajah cantik di hadapannya ini. Munafik kalau Reygan bilang Kejora tidak cantik Kejora sangatlah cantik bahkan saat cantik


" Sebentar lagi libur Panjang, " Reygan mengerdikkan bahunya, " Sekitar setengah bulan lebih kita libur,"


" Terus, " tanya Kejora dengan alis yang terangkat sebelah

__ADS_1


Reygan menyejajarkan tubuhnya dengan tubuh Pendek Kejora Tangannya bergerak mengusap kepala Kejora sudut bibirnya terangkat membentuk seulas senyuman, " Sebentar lagi libur Panjang. Gue kalau Kangen lo boleh kan ?


__ADS_2