
Siswa-siswi kelas 10 sampai kelas 12 menoleh bersamaan saat melihat tiga cowok tampan berjalan beriringan, Reygan menyugar rambutnya dan mengedip sebelah matanya membuat mereka yang melihat itu mengangakan mulutnya tak Percaya
" PENGUMUMAN ! SEKARANG REYGAN UDAH SEMBUH KALIAN SEMUA BEBAS PESAN MAKANAN APA AJA YANG KALIAN MAU ! NANTI BIAR REYGAN YANG BAYAR," Mendengar itu Reygan menampol kepala Miko
" LO SEMUA GUE TRAKTIR TAPI BAYAR SENDIRI-SENDIRI," teriak Reygan
" Bodoh lo !" sahut Ardian
Pak Fery yang melihat dari kejauhan pun melepas, kacamata minusnya dan mengucek matanya, " itu si Reygan biar onar ? Langkah Pak Fery menghampiri Reygan. ia mengecek dahi Reygan dengan tatapan datar," ini teh sih Reygan ? Ya Allah, Nak Bapak udah nungguin kamu sembuh Alhamdulillah kamu beneran sembuh, Liat !" Pak Fery menarik Kepala Reygan untuk menghadapnya," Kamu nggak lupa sama, Bapak kan ?
Reygan menoleh menatap Miko dan dibalas dengan kedipan mata oleh sahabatnya itu. Reygan berdeham sangat Pelan," Maaf Bapak ini siapa ? Sembuh ? saya nggak sakit," ucap Reygan Pura-pura
Pak Fery tertegun mendengarnya," H-hah,"
Pak Fery menggaruk kepalanya, " Bapak kira kamu udah inget siapa Bapak, Reygan, " ucapnya sedih' " Padahal Bapak rindu kamu yang selalu curi rambut Palsu Bapak," lanjutnya
" Rambut Palsu ? beo Reygan Pura-pura tak tahu. Pak Fery mengangguk sebagai jawaban. ia melepas rambut Palsunya, " ini rambut Palsu yang selalu kamu ambil Dulu, Bapak sering beli rambut palsu gara-gara kamu colongin dan kamu umpetin, " Pak Fery Tertawa mengingatnya
Reygan mengambilnya, ia menoleh ke arah Miko dan Ardian. Miko mengangguk. mereka bertiga tak memedulikan Pak Fery yang masih asyik berbicara
" EKHEM PAK FERY MAKAN BUBUR MARI KITA KABUUUR !" Pekik Miko, kemudian tiga cowok itu berlari membawa rambut Palsu Pak Fery
Siswa-siswi yang menyaksikan. Pak Fery kebingungan ia mengerjapkan matanya berkali-kali. Kemudian ada siswa yang datang menepuk bahunya membuat Pak Fery mengalihkan Perhatiannya
" Pak, Bapak itu dikibulin sama Reygan Dia itu udah sembuh, Pak dari amnesianya, " ucap salah satu siswa memberi tahu Pak Fery
Pak Fery langsung melebarkan bola matanya, " APA ?" Pekiknya Pak Fery menarik celananya yang kedodoran kemudian berlari mengejar Reygan, Miko dan Ardian yang entah hilang ke mana dengan membawa rambut Palsunya itu, " REYGAN, MIKO, ARDIAN AWAS YA KALIAN BERTIGA,"
Reygan menoleh ke belakang mematiskan Pak Fery sudah tidak lagi mengejarnya, ia membungkukkan badannya mengatur napasnya yang tersengal-sengal. Kemudian Miko, Reygan dan mendudukkan dirinya di salah satu kursi di taman sekolah
" Gue seneng lo akhirnya balik," Reygan menoleh saat mendengar suara Ardian. ia menatap Ardian yang duduk di sampingnya, " Lo apa kabar ? Nggak Deket sama lo lumayan udah bikin gue canggung aja sama lo ? ujar Ardian diiringi Kekehan kecilnya, " Lo tau Reygan ? kemarin kita kayak orang yang nggak kenal Kalau disuruh milih gue, gue lebih milih Reygan yang suka rusuh, suka buat onar, daripada diem kayak kemarin, Yaaa walaupun diem kemarin itu ada sebabnya,"
" Sorry, gue tau lo berdua kecewa sama gue," ucap Reygan
" sedikit pun gue nggak Kecewa sama lo karena gue tau, kemarin lo lagi nggak baik-baik aja," jawab Ardian
Reygan tertawa Pelan mendengar tutur kata Ardian yang mengingatkannya dengan Perilaku kasarnya terhadap Kejora, Akibat ulahnya sendirilah yang membuat Kejora Pergi darinya
" Gimana ? Udahlah ketemu sama Kejora," tanya Miko
Reygan mengangguk, " iya Kemarin, Tapi bukan buat dia kembali tapi buat dia Pergi,"
Miko mengernyitkan dahinya bingung tidak Paham apa yang diucapkan Reygan, " Maksud lo ? tanyanya
__ADS_1
" Kejora ninggalin gue. Dia bakal Pergi dari gue, Miko, Ardian," ucapnya, " Gue emang berengsek. Lo bahkan marah sama gue waktu gue kasar sama Kejora. Gue Juga marah sama diri gue sendiri, Miko kenapa gue sebodoh itu, " Reygan tertawa hambar
Miko merangkul bahu Reygan, " Lupain soal itu. Lo bisa balikin semuanya. Mumpung Kejora masih ada di sini, temui dia, " suruhnya," kalau lo bener-bener Pengen dia kembali buat lo, seharusnya lo gerak cepat buat cegah dia. Kalau yang ada di mulut dan otak lo itu cuma Penyesalan, sampai kapanpun dia nggak akan Pernah kembali. Cari Kejora, dan cegah dia Pergi," suruh Miko menepuk-nepuk bahu Reygan
Seharian ini, Reygan tidak bertemu dengan Kejora Terakhir. ia bertemu tadi malam. Cowok itu beranjak dan Pergi tanpa mengucapkan satu kalimat untuk Miko dan Ardian
" Gue rasanya Pengin bantuin Reygan, Tapi gue nggak berhak sama urusan hatinya," ucap Miko
Ardian mengangguk, " Biarin mereka selesain urusan hatinya masing-masing kita nggak berhak ikut campur sama urusan hati mereka," ujar Ardian
...••••...
Reygan berjalan menyusuri koridor, mencari seorang cewek yang selalu ada di Pikirannya. ia menoleh dan matanya tertuju ke cewek yang baru saja keluar dari ruangan kepala sekolah. Reygan berlari dan mencekal tangan cewek itu saat ia hendak Pergi
Kejora mendongak " R-Reygan, Kamu ....." Reygan menempelkan jari telunjuknya di depan bibir Kejora, Pertanda menyuruh cewek itu diam
" Nanti aja ya ngomongnya sekarang kamu ikut aku," Reygan menarik tangan Kejora untuk mengikutinya. ia memerdulikan Kejora yang terus memberontak hingga mereka berdua sampai di Parkiran Kejora menatap Reygan dengan raut wajah kebingungan
" Reygan, kita mau ngapain di sini," tanyanya
Reygan menoleh sebentar, Kemudian ia menaiki motornya, " Ayo naik,"
" H-hah,"
Reygan mengangguk, " iya, Ayo naik Sayang, " Reygan Tertawa Pelan saat melihat raut wajah Kejora yang seperti menahan malu. ia sangat merindukan Kejora Tawa, senyum dan sikap malu-malunya saat ia goda
" Bolos bareng mau ?
Kejora melebarkan bola matanya saat mendengar ucapan Reygan,
" Nggak ! Nggak mau, " tolaknya
Reygan menahan tangan Kejora saat cewek itu hendak turun dari atas motornya, " Ayo sekali aja. Lagian kita kan udah lulus nggak belajar lagi kan Mau sekalian Pulang pun nggak kena Poin, Ayo, "
Samar-samar Kejora mengangguk membuat Reygan tersenyum Tangan Reygan mencubit Pipi Kejora, " Gini dong ini baru kesayangan Reygan,"
Kejora memalingkan wajahnya tersipu malu. ia berdeham untuk melepas rasa grogi. Melihat itu Reygan tertawa Pelan saat melihat rona merah muncul di Pipi Kejora. Reygan menarik tangan Kejora untuk melingkar di Perutnya membuat Kejora tersentak kaget, " Gini terus, jangan dilepas sampe kita berhenti ke tempat yang bakal kita datangi," ucapnya
Kemudian, Reygan melajukan motornya dengan kecepatan sedang Di balik tubuh Reygan. Kejora tersenyum Jantungnya dari tadi tak berhenti berdetak dengan kencang ia sangat bahagia bisa bertemu dengan Reygan lagi. ia sangat bahagia bisa Jalan berdua dengan Reygan lagi. Meskipun dengan status yang berbeda
...••••...
Kejora memutar-mutar tubuhnya dengan Perlahan sembari tersenyum. ia sangat merindukan tempat ini, tempat yang selalu ia kunjungi bersama Reygan dan tempat yang selalu ia kunjungi sendirian ketika menunggu Reygan
__ADS_1
" Kita udah berapa lama nggak ke sini, Kejora," tanya Reygan
Kejora menoleh, " Soal itu nggak usah ditanya. itu lama banget buat aku,"
" Maaf, Maafin gue, " ucap Reygan penuh Penyesalan
" Kenapa ? Kenapa minta maaf, ini bukan kesalahan kamu semuanya udah takdir, Dan soal masalah hubungan kita waktu itu semuanya Marissa ...."
" Gue udah tau semuanya " Potong Reygan, " Gue baca surat lo yang jatuh itu. saat lo nyerah berjuang buat gue," Kejora memalingkan wajahnya Mengingat itu hatinya langsung kembali sakit, " Kejora, " Panggil Reygan, " Apa nggak ada ruang lagi buat gue di hati lo Apa lo nggak mau kasih gue kesempatan lagi ? Gue udah kembali buat lo Kejora Tapi malah lo Pergi," Reygan terkekeh Pelan
" Lo Tanpa gue mungkin nggak bakal Kenapa-kenapa Buktinya sekarang ? Lo keliatan baik-baik aja Beda lagi sama gue, Gue tanpa lo, saat itu dunia gue berhenti, " ucapnya Kejora hanya diam mendengarkan Reygan, " Gue kangen lo, kangen Kejora yang selalu marah-marah, kangen bendahara Kesayangan Reygan yang selalu nagih uang kas gue dan kangen kesayangan Reygan yang selalu buat gue Jatuh cinta beberapa kali,"
Kamu nggak sendirian, Aku kangen sama kamu, lebih dari itu, batin Kejora
Kemudian Reygan menegakkan tubuhnya dan mencondongkan wajahnya di depan Kejora. Hal itu tentunya membuat jantung Kejora tidak aman
" Lo cantik, Udah berapa lama gue nggak ketemu sama lo,"
" Kita ketemu Setiap hari, Tapi kayak orang asing," jawab Kejora
" Tapi sekarang nggak kan ? tanya Reygan senyum yang tidak Pudar dari tadi Kejora menanggapinya dengan Kekehan," Kejora apa Perasaan lo masih sama buat gue, " Reygan menyelipkan anak rambut Kejora, " Apa hati lo masih lo jaga buat gue," tanyanya lagi
" Kalau aku bilang nggak, gimana, " tanya Kejora
" Gue bakal balikin Perasaan dan hati lo buat gue lagi," jawab Reygan
" Kalau aku bilang iya," tanya Kejora
Reygan Tersenyum, " Kita Remedial dari awal lagi, " ujarnya, " Kalau hati dan Perasaan lo udah hilang buat gue, Tolong izinin gue sekali aja buat kembaliin itu semua. Dan kalau nanti gagal, gue berhenti dan nggak kejar lo lagi," Ujar Reygan. Kejora mendongak. Kenapa ucapan Reygan membuat hatinya berdesir ngilu ?
" Tapi kalau semuanya masih utuh buat gue, kita ulangi lagi, ya Dengan lembar baru,"
Reygan tersenyum ia mengusap mata Kejora, " Mata ini yang selalu gue bikin nangis. Gue janji setelah ini. gue nggak bakal bikin mata yang cantik ini nangis lagi kecuali nangis karena bahagia,"
Kejora memejamkan matanya saat Reygan mengecup Punggung tangan Kejora, " Maafin gue, ya , " ucapnya dengan Pelan, " Kejora apa lo mau balik lagi sama gue Kita Ulangi kisah kita dari awal lagi dan remedial hubungan yang sempat rusak kemarin," tanya Reygan dengan serius
Kejora memalingkan wajahnya, " Ayo Pulang, "
" Kejora, lo belum jawab Pertanyaan gue,"
" Ayo Pulang Reygan, " ajak Kejora sedikit memaksa
Reygan mengembuskan napasnya dengan Perlahan ia kemudian mengangguk, " iya, Tapi jangan lupa sama tawaran gue yang tadi jangan lama-lama jawabnya Perasaan Juga bisa kadalurwasa," Reygan mengandeng tangan Kejora, " Ayo Pulang gue tunggu jawaban lo besok,"
__ADS_1
Kejora tidak menjawab ucapan Reygan. Langkah kakinya berjalan keluar dari dalam hutan dengan tangan yang saling bertaut dengan Reygan
...•••••...