
...Membuatmu kecewa sungguh bukanlah keinginanku, maaf jika terkadang aku tidak seperti yang kamu harapkan...
Jantung Kejora berdetak sangat kencang begitu matanya menangkap sesuatu di foto tersebut. ia meremas ujung foto itu sebulir air matanya turun begitu saja
Kertas itu menujukkan foto Reygan memeluk tubuh Bungan dengan erat, serta Reygan yang menyandarkan kepalanya di atas bahu Bungan. Kejora tertegun Cukup lama, fokus melihat foto yang begitu menyayat hatinya
Bungan, sosok Cewek yang Kejora anggap baik dan Pendiam, kini Perilakunya sangat jauh dari apa yang Kejora kira. ia masih tak Percaya dengan foto yang di Pegangnya
" K-Kejora, sorry .... " lirih Farah. tak tega melihat Kejora yang menangis cewek itu merasa bodoh. Kenapa ia tidak merobek foto itu dengan cepat ?
Suara gelak tawa yang baru saja terdengar, tak mengalihkan Perhatian siswa-siswi yang berkerumun di depan Papan mading. Reygan, Miko dan Ardian yang baru saja keluar dari kantin, menghentikan langkahnya saat tak sengaja melihat keramaian di depan mereka.
" itu ada apa sih ramai-ramai ? tanya Reygan. Dua cowok itu mengikuti arah tunjuk Reygan kemudian menggeleng bersamaan, Merasa Penasaran, Reygan berlari dan menerobos kerumunan yang sangat Padat ia mengerutkan dahinya saat melihat Papan mading yang kosong tanpa isi
Reygan menoleh saat menyadari Kejora berdiri di sampingnya. Cewek itu menunduk membuat Reygan bingung Apa keramaian ini ada sangkut Pautnya dengan Kejora ? Atau dengan dirinya ?
Reygan mengangkat dagu Kejora. ia tertegun sebentar saat melihat beberapa bulir air mata yang keluar dari mata Kejora. Reygan mengusap air mata itu,
" Kejora kamu kenapa nangis ?
Kejora menggeleng lemah. ia mengusap jejak air matanya. Cewek itu ingin memalingkan wajahnya, tapi Reygan begitu kuat memegangi rahangnya sehingga wajahnya masih terus berhadapan dengan wajah Reygan
" Sayang," Reygan mengusap air matanya di Pipi Kejora. menatap intens mata Kejora, " Kenapa ? Siapa yang buat kamu nangis," tanya Reygan lagi
Kejora mengusap air matanya yang kian menderas, kemudian mendongak menatap sorot mata Reygan," Kamu yang udah bikin aku kayak gini,"
Reygan tertegun mendengarnya, tangannya Perlahan turun dari Pipi Kejora. Matanya menyorot mata Kejora seolah tak Percaya apa yang dikatakan Kejora. Apa dirinya membuat kesalahan besar hingga membuat Kejora menangis ? Jika iya Reygan tak tahu kesalahan apa yang diperbuatnya
Reygan menunduk menatap kertas yang dipegang Kejora. Tanpa basa-basi cowok itu merebut paksa foto itu dari tangan Kejora. jantungnya berdebar keras, terkejut oleh Pemandangan foto tersebut.
Foto dirinya memeluk tubuh Bungan, menyandarkan kepalanya dengan nyaman di bahu Bungan, membuat cowok itu mencoba memutar memori otaknya akan kejadian semalam. Namun lagi-lagi ia gagal mengingatnya. Reygan meneguk ludahnya susah Payah. Matanya menatap Kejora seolah memberi Penjelasan
Reygan meraih tangan Kejora dan menggenggamnya, " Kejora, aku ... "
" Makasih, " Potong Kejora cepat membuat bibir Reygan seketika terkatup rapat, " Makasih udah kasih tau gimana rasa sakit yang sebenarnya, " Kejora melepaskan genggaman tangan Reygan, lalu tanpa sepatah kata Pun, cewek itu melenggang Pergi menerobos kerumunan siswa-siswi
" KEJORA," teriak Reygan. ia meremas kuat foto yang ada di genggamannya. Cowok itu menatap Farah yang menatap kepergian Kejora menjauh Tarikan Pada bahunya membuat Farah tersadar. Reygan mendorong bahu Farah hingga Punggung cewek itu terbentur dinding. sebagain siswa yang melihat itu Pun dibuat meringis
" R-Reygan lo ke-kenapa ? Gue ... "
" Lo, kan, yang udah Pajang foto gila ini di Papan mading, hm," tanya Reygan menyorot tajam. Tangannya terangkat menujukkan foto yang ia remas tadi," jawab !" sentak Reygan
Farah menggeleng cepat, " Bukan gue Reygan ! Gu-gue juga nggak tau kenapa ... "
" Terus siapa ? seharusnya lo bisa bedain mana berita Penting sama berita bodoh seperti ini ! Lo Pikir dengan lo masukin berita gila kayak gini, buat diri lo tenar ? Nggak sama sekali, Far ! Gue benci sama lo Farah gue benci sekarang ! benci banget gara-gara lo hubungan gue sama Kejora Hancur "sarkas Reygan. Tak tanggung, Reygan mencengkram erat Pergelangan tangan Farah dengan Penuh emosi
Melihat Reygan mengamuk, Ardian maju beberapa langkah dan menarik bahu cowok itu, " Sadar, dia cewek Dia bukan saingan lo,"
" Gue nggak Peduli sekalipun dia cewek. sekali dia udah usik hubungan gue .... " Reygan kembali terfokus kepada Farah dan memegang bahu cewek itu , " Gue nggak takut buat main tangan sama dia," Reygan mendorong Farah lagi hingga tubuh cewek itu merosot, ia tak memerdulikan itu dan berlari menerobos kerumunan, mencoba mengejar dan mencari Kejora yang entah Pergi ke mana
" Bego, siapa sih, yang udah jebak Reygan semalam di bar ! ujar Miko frustasi," seharusnya semalam kita nggak tinggalin Reygan sendirian kalau ujung-ujungnya begini,"
Ardian menatap foto yang sempat dilempar Reygan tadi. ia begitu fokus menatap foto itu, " Bungan, "gumam Ardian, cowok itu menggeleng tak percaya, " Cewek gila ! makinya
Ana yang melihat Farah terduduk lemas pun membantunya Farah untuk berdiri," Farah lo bisa jelasin ini ke gue dan lainnya ? kenapa lo masukin berita bodoh seperti ini ? kalau lo tau konsekuensi dari ini adalah Pertaruhan hubungan Kejora dan Reygan kenapa lo lakuin ini Farah," cerca Ana
Farah menggeleng dan menghapus air matanya, " Gu-gue pun juga nggak tau Ana. Gue tadi juga kaget, kenapa tiba-tiba ada berita segila ini kalaupun itu gue, gue juga bijak nanganinya gue nggak mungkin Pajang foto gila kayak gini, " jelas Farah " Gue tadi mau robek dan buang foto itu, Tapi Kejora keburu Dateng dan rebut foto itu dari tangan gue, Gue nggak tau apa-apa kalian jangan salahin gue," Cicit Farah
Nia memeluk tubuh Farah," Gue tau lo Farah Nggak mungkin lo Pajang foto yang kayak gitu. Gue Percaya sama lo Farah Reygan tadi mungkin salah Paham," ucapnya
" jangan khawatir, lambat laun Pelakunya nanti bakal terungkap," Ana menepuk-nepuk Punggung Farah
__ADS_1
Dari kejauhan di depan koridor kelas 10, Bungan berdiri dengan Pandangan mata yang lurus menatap kerumunan siswa-siswi di depan mading. ia menunduk, meremas roknya dengan kuat. sebelum ia membalikkan badannya cewek itu sempat berucap," Maaf,"
...•••••...
Bel Pulang sekolah sudah berbunyi dua Puluh menit yang lalu, SMA Satya bangsa nampak sepi, Para Penghuni kelas dua berhamburan keluar mencari kendaraannya masih-masing
Tidak dengan Reygan, cowok itu berlarian menyusuri lorong kelas 12 celingak-celinguk mencari seseorang. ia mendorong pintu kelasnya dengan cukup kencang hingga satu Penghuni di dalamnya terlonjak kaget. Reygan menghela napasnya lega saat melihat orang yang ditujunya ada di dalam. Langkah kaki jenjang cowok itu berjalan menghampiri Kejora yang sibuk membereskan buku-bukunya
" Kejora kamu mau Pulang ? Aku anterin ya," tawarnya ia menghentikan aktivitas Kejora dengan mengenggam Punggung tangan cewek itu
" Nggak usah aku bisa Pulang sendiri Reygan," Tolak Kejora, ia menyingkirkan tangan Reygan, kemudian melangkah hendak keluar kelas
Tarikan Pada bahunya membuat Cewek itu menghentikan langkahnya
" Please Kejora jangan kayak gini, Aku mohon Kejora," ujar Reygan frustasi. Kejora menatap mata Reygan dengan serius hingga bibir cowok itu terkatup rapat Reygan menunduk lemah, tangannya Perlahan turun dari atas bahu Kejora," Aku mohon Kejora Jangan kayak gini aku nggak bisa Jelasin," lirihnya
" Aku berhak marah, kan Reygan soal foto itu ? Aku boleh kecewa, kan ? Cewek mana yang nggak marah kalau dikasih liat foto yang .... " Kejora terkekeh hambar, ia tak bisa melanjutkan kata-katanya yang mampu membuat hatinya berdesir ngilu untuk kedua kalinya
Reygan menggeleng, Pelan " Sayang dengerin aku ," ucapnya lembut. ia mengusap lembut Pipi Kejora, " itu semua salah,"
Kejora memejamkan matanya sejenak, menikmati usapan lembut Pada Pipinya. Usapan lembut dari tangan Reygan yang mungkin tak akan Pernah ia rasakan lagi Pada hari berikutnya. Kejora membuka matanya,
" Jelasin, jelasin apa yang mau dijelasin Reygan, "
Kejora terkekeh melihat Reygan yang hanya diam saja, " Liat ? Lo bahkan nggak bisa jelasin tentang foto itu. Terus apa lagi yang mau dicegah dari gue? Mau beralasan apa lagi Kalau semua itu emang bener Reygan, itu semuanya bener " Reygan tertegun sesaat lantaran mendengar gaya bicara Kejora yang sangat berbeda itu," Terus, apa artinya ucapan lo kemarin malam, Reygan Apa arti Persyaratan yang lo kasih ke gue waktu itu, " ucap Kejora dengan mata berkaca-kaca, " Mulut lo seolah-olah cegah gue buat Pergi, tapi perilaku lo sendiri yang buat gue ingin Pergi Reygan," lanjutnya
Reygan menggeleng, " jangan Pergi Kejora,"
" Seharusnya gue tau dari awal. Orang yang suka main-main dari awal, selamanya nggak akan Pernah serius Reygan," Ujar Kejora tanpa memerdulikan Reygan. Cewek itu menyentuh Pundak Reygan, lalu berkata," lo, contohnya," setelah mengatakan itu, Kejora melenggang pergi meninggalkan Reygan di dalam kelas sendirian
" K-Kejora nggak gitu ! Kejora," Teriak Reygan. Namun cewek itu berlari dengan cepat. tanpa menggubris Panggilan Reygan. ia mengusap wajahnya dengan frustasi, lalu menendang salah satu meja dengan cukup kencang
" Reygan !"
Reygan menoleh mendapati Miko dan Ardian di ambang Pintu. ia menghela nafasnya berat, kemudian cowok itu mendudukkan dirinya di salah satu kursi dengan tangan yang menutup wajahnya
" Gimana gue bisa Pulang sedangkan sahabat gue lagi ada masalah besar seperti ini ," ucap Miko menghampiri Reygan
" Lo udah jelasin semuanya ke Kejora, Reygan " tanya Ardian
" Lo bahkan tau sendiri Ardian, gue nggak inget apa-apa. Gue tau kalau gue itu dijebak. Kalaupun gue jelasin semuanya, gue ada bukti apa biar Kejora Percaya sama gue," Ujar Reygan gusar," Foto itu bener-bener asli siapa Pun bakal Percaya sama foto itu,"
Miko menatap Reygan Penuh Penyesalan," Sorry Reygan seharusnya semalem gue sama Ardian nggak ninggalin lo sendirian di dalam bar malam itu mungkin kejadian ini nggak mungkin terjadi," ucap Miko bersalah
Reygan menggeleng, cowok menyadarkan tubuhnya Pada Punggung kursi," Kalian nggak salah. Gue yang suruh kalian Pulang duluan,"
" Cewek bermakser," ucap Ardian tiba-tiba Reygan dan Miko pun menoleh secara bersamaan, " Gue yakin ada sangkut Pautnya sama cewek yang Pake masker kemarin malam. Bisa aja dia salah satu orang suruhan Bungan buat kasih minuman alkohol buat lo, Reygan Dengan begitu Bungan bisa leluasa deketin lo dan dia suruh orang buat fotoin kelakuannya dari kejauhan," jelas Ardian
Miko mengerjapkan matanya berkali-kali saat mendengar tutur kata Ardian," Ardian, lo nggak kemasukan jiwa Mario teguh, kan ? Perlu sungkeman nggak nih ? Tumben banget lo ngomong Panjang,"
" Nggak usah bercanda Miko Gue lagi serius," tutur Ardian malas
" Ampun Bos," Miko menyatukan tangannya
" Yang gue bingung, kenapa Bungan ada niatan rusak hubungan Reygan sama Kejora Dia masuk sini aja belum ada seminggu dan gue rasa Bungan nggak terlalu tau hubungan Reygan sama Kejora, Atau .... " Ardian menggantungkan kalimatnya, " Lo ada hubungan sama Bungan sebelumnya, Reygan," tanya Ardian Pada Reygan
Reygan menoleh sekilas, kemudian berucap, " Gue Kenal dia Waktu Pertama dia baru di sini,"
Miko mengambil tasnya dari kursinya, lalu ia berdiri di ambang Pintu, " Tandai aja ciri-ciri cewek bermasker Kemarin malam siapa tau kalau kita ke American Bar lagi. kita bakal ketemu dia untuk kedua kalinya Gue nggak tahan buat narik masker dia," Ujar Miko, " Ayo Pulang dulu udah sore, " ajak Miko. keduanya keluar dan melangkah menuju Parkiran untuk mengambil kendaraan mereka
...•••••...
Malam itu, Ardian dan Miko menemani Reygan yang berada di rumah sendirian. Orangtua Reygan serta adik Reygan tengah mengunjugi saudaranya yang sedang sakit, jadi dua cowok itu berniat bermalam di rumah Reygan
__ADS_1
Miko yang mula-mula yang sedang asyik bermain rubik, menoleh saat menyadari Reygan sedari tadi hanya diam," jangan diem aja masalah nggak bakal selesai kalau lo cuma diem gitu,"
" Makan, " suruh Ardian. ia meletakkan makanan di hadapan Reygan, " jangan karena Putus cinta jadi lupa diri kesehatan Penting,"
Miko langsung melempar rubiknya ke arah Reygan " Seharian ini lo belum makan Lo Jatuh sakit terus siapa yang mau lurusin masalah ? siapa yang mau jelasin ke Kejora ? Nggak mungkin, kan kalau gue Yang ada nanti gue rebut Kejora dari lo, Mampus," gumam Miko memancing Reygan Lantas Reygan melempar remote TV tepat di Perut Miko
" Berani lo Deketin Kejora lo habis di tangan ," ancam Reygan. ia mengusap wajahnya dengan gusar. seharian ini Kejora tidak bisa dihubungi. ia sempat mengecek Profil Kejora yang tiba-tiba kosong," Gue diblokir sama Kejora," ucap Reygan tiba-tiba membuat Ardian menoleh
" Wajar aja Kejora blokir lo. Wajar juga Kejora marah sama lo. Cewek mana yang nggak sakit hati kalau liat cowoknya sendiri berduaan sama cewek lain ? Apalagi foto itu nunjukin kelakuan yang nggak senonoh," ujar Miko, " Walaupun bukan atas keinginan lo Reygan. Tapi masalah kayak gitu bakal lama selesainya. Apalagi kita nggak ada bukti buat Percayain Kejora, kan ? Gue bukannya nakut-nakutin lo, gue juga takut kalau seandainya .... " ucapan Miko terpotong lantaran Ardian melempar bantal ke arahnya. Cowok itu menatap tajam ke arah Miko Pertanda menyuruhnya untuk menghentikan ucapannya
" Bungan, Bungan Gue masih nggak Percaya sama cewek baru itu," decak Miko. Miko menggelengkan kepalanya heran
" itu yang gue Pikirin dari tadi. Bungan itu nggak tau apa-apa soal hubungan Reygan sama Kejora terus atas dasar apa Bungan mau rusak hubungan Reygan," tanya Ardian bingung
" Ternyata gini rasanya jatuh hati sama orang yang terlalu dalam," kata Reygan tiba-tiba
Miko menoleh, ia sempat Tersenyum sedikit lantaran mendengar tutur kata Reygan,"Sekarang lo rasain juga kan Reygan ? Baru Patah aja udah rasain gimana sakitnya apalagi nanti lo Putus cinta jangan main-main sama hati. kalau udah terlanjur jatuh bakal nggak ada obatnya," Miko menepuk-nepuk bahu Reygan. ia melempar kunci motornya ke arah Reygan, " sekarang lo ke rumah Kejora Pastiin dia baik-baik aja jangan modal diem aja saat lo lagi di ambang masalah kayak gini apalagi ini Perihal hati,"
" Tanpa lo kasih tau gue juga ada niatan mau ke sana. jaga rumah gue kalian jangan pergi ke mana-mana. Gue Pergi dulu," Pamitnya kemudian langkah kaki jenjang, cowok itu berjalan keluar menaiki motor Miko
Miko menggelengkan kepalanya melihat Reygan yang nampak frustasi," Ternyata bener Ardian Cinta emang buat orang lupa segalanya Reygan contohnya,"
" Nanti lo juga rasain apa yang dirasain Reygan. Lo ngomong gitu karena lo belum rasain gimana rasanya sakit hati yang sesungguhnya," balas Ardian
...••••...
Malam itu.Reygan membelah jalanan yang sedikit ramai. ia mengendarai motor dengan kecepatan sedang. Cuaca akhir-akhir ini sedang tidak baik. hujan pun sering turun membasahi jalanan sebelum ia membelokkan motornya ke gang rumah Kejora cowok itu menyempatkan diri untuk mampir ke kafe biasa ia kunjungi bersama teman-temannya. ia memesan sebungkus nasi goreng untuk Kejora
Cowok itu memainkan Ponselnya sembari menunggu Pesanannya selesai. ia terus menatap room chat-nya dengan Kejora. Meksipun diblokir, cowok itu terus-terusan menarik room chat-nya hingga Paling atas. sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman Ketika membaca Pesan-pesan yang llauy
setelah Reygan membayar Pesanannya, tangannya menuliskan sesuatu note lalu, ia tempelkan di Penutup kotak nasi goreng yang baru saja diserahkan oleh Pelayan
Reygan menghentikan motornya di depan rumah Kejora. ia melepas helm full face-nya. Menatap sekeliling rumah Kejora yang nampak sepi cowok itu turun dari atas motor dan berdiri di depan rumah Kejora, mengetuk-ngetukan beberapa kali. Namun, tak ada satu orang pun yang membukanya
" Kejora bukain Pintunya ini aku Reygan, Kejora, " ucap Reygan setengah berteriak itu " Kamu boleh marah sama aku tapi nggak kayak gini caranya,"
Decitan Pintu terdengar di telinga Reygan, membuat tubuh cowok itu sedikit memundur. Dikta cowok yang diketahui kakak kandung dari Kejora pun menatap Reygan dengan raut wajah yang tak bisa diartikan
" Bang, Kejora ... "
" Mau ngapain ke sini ? Belum Puas lo buat adik Kesayangan gue rasain sakit hati ? seharusnya lo ngerti Reygan, Lo seharusnya Paham sama keadaan gue yang udah nggak ada nyokap. Adik gue itu satu-satunya cewek yang gue Punya. Gue nggak akan Pernah ikhlas ada orang yang sakitin adik Kesayangan gue, apalagi itu orangnya lo, Pacarnya sendiri Ngerti" Ujar Dikta memotong ucapan Reygan," Kalau Ujung-ujungnya begini, kenapa lo seolah-olah serius sama Kejora," Lo tau ? Gue Paling benci sama cowok yang modal Omong doang," sarkas Dikta tanpa memikirkan Perasaan Reygan
seolah mulut serta Pita suaranya terkunci rapat, Reygan hanya mampu berdiam dan menatap Dikta yang mencercanya dengan banyaknya kata-kata yang menohok Perasaannya. Dikta menyentuh Pundak Reygan," Lo cowok dan gue juga Cowok Lo seharusnya bisa jagain Kejora yang notabenenya adik gue dan Pacar lo. Gue yang Kakak kandungnya aja nggak Pernah ada niatan bikin dia nangis terus kenapa lo dengan lancangnya lo keluarin air mata Kejora," ujarnya, " setelah ini gue minta satu hal sama lo," Dikta menghela napasnya sejenak, " selesaikan hubungan lo sama Kejora,"
" Gue nggak mau, " jawab Reygan berani
Dikta menatap Reygan. Perihal kabar hubungan Reygan dan Kejora Dikta mengetahuinya dari salah satu Postingan yang ada di media sosial Entah milik siapa. Dikta tak memerdulikannya
Reygan menyugar rambutnya dengan gusar. ia menatap Paper bag yang ia Pegang, " Gue nggak bisa lepasin Kejora gitu aja. Bang Dan ..." Reygan menahan napasnya sejenak, " Gue Belum siap kehilangan sosok cewek yang udah berhasil ubah sisi bejat gue," ucapnya lirih
Di sisi lain Kejora berdiri di belakang Pintu kamarnya yang tertutup rapat. ingin rasanya ia menemui Reygan. Mendengar Perkataan Dikta yang menyuruh Reygan untuk menyelesaikan hubungannya, membuat hati Kejora berdesir ngilu. Munafik jika dirinya tidak merindukan sosok Reygan seharian ini. ia rindu tapi ia masih mengingat jelas foto Reygan bersama Bungan, membuat rasa rindu itu menghilang dan tergantikan oleh rasa sakit Kejora masih tak Percaya Bungan menusuknya dari belakang
Ketukan Pada jendela kamarnya membuat Kejora segera menolehkan kepala. Langkah kaki jenjangnya berjalan menuju jendela kamarnya yang ternyata masih terbuka lebar ia mengerutkan dahinya begitu matanya menangkap satu kotak makanan yang berada di jendela kamarnya
" Siapa yang naruh makanan ini di sini," gumam Kejora bertanya-tanya. ia celingak-celinguk. mencari seseorang tapi matanya tak menangkap siapa pun ia tertuju Pada sticky note yang tertempel pada Penutup kotak makanan itu
...Dimakan ya Kejora aku tau kamu masih marah sama aku tapi jangan nolak Pemberian dari aku Kejora asal kamu tahu aku nggak pernah sekalipun mengkhianati kamu Kejora karena aku sayang dan cinta sama kamu aku kangen sama kamu selamat malam kesayangannya Reygan...
Kejora menghela napasnya dengan kasar ia meletakkan sticky note tersebut di dalam kotak yang tergeletak di atas meja belajarnya," Gue marah sama lo, gue kecewa sama lo, Tapi boleh, kan Reygan Kalau gue juga kangen sama lo untuk kali ini aja," gumam Kejora
Suara notifikasi Pesan dari Ponsel Kejora, mengalihkan Pandangan cewek itu. Kejora mengerutkan dahinya saat melihat nomor baru tersebut sebelum ia membuka room chat-nya, ia terlebih dahulu membuka Profil sang Pengirim tersebut yang nampak kosong
...BUNGAN...
__ADS_1
...Maaf Kejora ?...
...••••••...