
Kejora turun dari atas motor Reygan saat mereka sudah sampai di tujuan rumah Kejora. Cewek itu menatap Reygan dengan malu. Kenapa ia jadi seperti orang yang baru mengenal Reygan ?
" Kamu nggak mau Pulang, " tanya Kejora
Reygan menggeleng, " Nanti, Gue mau liat kesayangan gue dulu, "
Sejenak Reygan menatap wajah Kejora yang sangat manis. Kejora memalingkan wajahnya dan berdeham Pelan untuk menghilangkan rasa canggung
" Lo nggak Kangen sama gue ? Dari tadi gue Perhatiin, lo cuma diem terus," ucap Reygan Pada Kejora, " Lo masih marah sama gue," tanya Reygan
Kejora menggeleng dan tersenyum kecil,
" Nggak. Aku nggak marah sama kamu,"
" Mata lo bisa berkata jujur. Lo gak lagi marah sama gue, kan ? tebak Reygan. ia menyentuh Pipi Kejora dengan lembut," Nggak apa-apa. Marah aja sepuas lo sampe hilang sendiri, Maafin gue setelah ini, tolong jangan hukum gue lagi jangan Pergi dari gue, gue akan Pernah bisa sendiri tanpa lo di sini,"
Kejora menahan bulir air matanya yang hampir saja luruh. ia sebenarnya tidak ingin Pergi. Namun luka yang Reygan berikan kemarin sudah terlalu sakit untuk ia terima Walaupun itu bukan kemauan Reygan, tapi Kejora tidak sanggup untuk menanggungnya
Reygan menurunkan tangannya dari Pipi Kejora. " Masuk sana Ayah sama Abang kamu Pasti nungguin kamu. salam juga buat mereka,"
" Kamu nggak mampir,"
" Emang boleh,"
Kejora terdiam tak menjawab Reygan menoleh menatap jendela kamar Kejora yang terbuka. ia mengingat dengan jelas, bagaimana dulu ia sering lewat jendela sana saat ingin memasuki rumah Kejora. Reygan menunduk dan terkekeh dengan getir Ternyata rindu itu sangat menyakitkan Cowok itu tersenyum,
__ADS_1
" Gue Tungguin lo sampe rumah. Baru gue Pulang,"
Kejora mengangguk, " Sampe ketemu Besok lagi Reygan, " ucapnya sedikit gugup. sebelum memasuki rumahnya. Reygan kembali mengeluarkan suaranya membuat Kejora menghentikan langkahnya
" Sampe ketemu besok juga Kejora. Gue tunggu jawaban lo dari tawaran yang gue kasih tadi,"
Kejora menatap Reygan dan tersenyum simpul, kemudian langkahnya memasuki rumahnya. ia merebahkan tubuhnya di atas kasurnya menatap langit-langit kamarnya. Otaknya terus berputar mengulangi ucapan Reygan
" Kalau hati dan Perasaan lo udah hilang buat gue, Tolong izinin gue buat kembaliin semua. Dan kalau nanti gagal gue bakal berhenti dan nggak kejar lo lagi,"
" Asal kamu tau Reygan ? Hati dan Perasaan gue ini masih utuh dan masih sama buat kamu. Sedikit pun nggak Pernah berkurang, Tapi ..." Kejora menunduk , " Aku ragu buat kembali Reygan Aku takut luka Kemarin terulang kembali. " Kejora menatap jendela kamarnya yang terbuka. Langkah kakinya membawanya berjalan ke arah jendela kamar. ia menyingkap gorden yang terus bergerak diterpa angin. Matanya tertuju Pada Pot bungan yang tergantung di luar jendela kamarnya, tulisan R&K di sana sudah tak terlihat begitu jelas
Reygan menghela nafasnya dan memejamkan mata sejenak menikmati angin sore. ia mengernyitkan dahinya saat semuanya tiba-tiba gelap. Tangannya terangkat menyentuh tangan yang menutupi matanya Kejora menyingkirkannya, lalu menoleh menatap seseorang yang berdiri di depannya
" Reygan ? saat membuka mata. Reygan ada di hadapannya Cowok itu menunjukkan senyumnya yang begitu manis
" Kenapa lo belum Pulang, " tanya Kejora
Reygan bertopang dagu dengan siku yang bertumpu dengan Pembatas jendela, " Gue masih kangen sama lo, Boleh kan ? Kejora hanya bisa menanggapinya dengan senyuman tipisnya " Lagi bayangin apa ? tanyanya, " Lagi bayangin gue, ya ? ucapnya dengan Percaya diri
Kejora Terkekeh, " Sikap Percaya diri kamu dari dulu emang nggak Pernah berubah,"
Reygan yang usil. Reygan yang sangat Percaya diri dan Reygan yang tidak bisa diam. Tapi Kejora lebih suka Reygan yang seperti ini Reygan yang dingin seperti kemarin.
" Masih ingat kan Kirain udah lupa sikap gue, " ucap Reygan. ia menyelipkan anak rambut Kejora yang berterbangan," kalau nggak Percaya diri Kenapa gue bisa dapetin lo,"
__ADS_1
" Tapi sekarang udah jadi mantan," sahut Kejora
Reygan mengangguk, " iya Mantan Kesayangan Reygan,"
Kejora menanggapinya dengan Kekehan Pelan," Gimana keadaan kamu sekarang,"
" Baik, Apalagi kalau udah liat kamu rasanya udah kayak orang bahagia sedunia," ujarnya diiringi tawa kecil membuat Kejora terpaku. ia sudah lama rasanya tak melihat tawa dan senyum Reygan itu, " Lo gimana ? Baik-baik aja kan selama nggak ada gue di samping lo," tanya Reygan menatap Kejora
Kejora menggeleng, " Nggak, " ia ikut bertopang dagu di samping Reygan membuat Reygan menoleh," Kemarin ada orang jahat yang katanya janji nggak bakal bikin aku nangis, tapi dia sendiri yang bikin aku nangis Gimana ? Jahat banget kan," Kejora tertawa Pelan. Reygan dengan serius mendengarkan. ia sadar apa yang diucapkan Kejora adalah untuknya," Terus ada lagi Masa foto aku sama kamu dia robek di depan umum. Rasanya kayak hati aku dirobek Sakit Perih juga,"
Kejora tertawa hingga tak sadar bulir air matanya turun membasahi Pipinya. Reygan yang melihat itu Pun menegakkan tubuhnya. Namun sebisa mungkin Kejora Tersenyum untuk menutupi semuanya, " Aku Kangen banget sama dia, Tapi aku enggan buat kembali lagi Takut kalau luka itu datang lagi Udah Cukup luka kemarin ..." Ucapan Kejora terpotong saat Reygan memeluknya. Meskipun terhalang pembatas jendela dan dinding kamar Kejora Tapi Reygan masih merasakan kehangatan saat memeluk Kejora
" Maaf udah jangan diungkit lagi ya, itu buat gue yang nggak bisa maafin kesalahan gue, " ucap Reygan. Cewek itu melepaskan Pelukannya menatap teliti wajah Kejora dan mata Kejora yang memerah, Jemarinya mengusap air mata Kejora, " Kamu nggak usah takut. Gue yang bakal hapus air mata ini lagi. Nggak ada yang boleh hapus mata lo, Kecuali gue, karena gue yang keluarin air mata ini dari mata lo, Maaf," ucapnya
Reygan menatap Pot bunga kecil yang tergelantung di atasnya ia mengambil dan menatapnya cukup lama ini adalah Pot bungan Pemberiannya ia menatap Kejora dengan senyum yang mengembang
" Lo masih simpan ini ?
Kejora mengusap air matanya kemudian mengangguk, " kamu Pernah bilang lewat surat kecil untuk kamu kasih, kamu suruh aku buat rawat tanaman dan Pot itu. Sampe sekarang tanamannya masih hidup,"
" Apa Lo nggak tau ini tanaman apa namanya, " tanya Reygan. Kejora menggeleng, " ini tanaman cinta. kalau tanaman ini masih ada, berarti cinta kita juga masih ada, " ucap Reygan
" Kalau udah mati gimana," tanya Kejora
" Kita tanam dengan lembar cinta yang baru," Reygan tersenyum ke arah Kejora. ia mengambil spidol dari saku bajunya kemudian memperjelas tulisan R&K yang sudah memudar Itu dan kembali menggantungkan tanaman itu di tempatnya kembali
__ADS_1
Cowok itu kembali menatap Kejora dengan serius , " Ya udah Gue Pulang dulu udah sore soalnya Gue tunggu jawaban lo besok," ia mencubit Pelan Hidung Kejora, " Selamat sore Kesayangan Reygan,"
...••••...