
" Kenapa kalung liontin dilepas ? Di Pakai lagi ya,"
Hanya Kalimat itu yang sedari tadi terngiang-ngiang di kepala Kejora ia menyentuh lehernya yang nampak kosong. Tak ada kalung yang melingkar lagi di lehernya. Kejora rindu, ia sangat merindukan Reygan Namun ia masih enggan untuk kembali lagi
Cewek itu meremas tali slinbag-nya Malam itu terasa begitu hampa. ia berjalan seorang diri di bawah langit malam tanpa seorang teman. ia bosan di rumah ia ingin mencari angin dan suasana tenang untuk meredamkan sakit di hatinya
" Aku nggak Pergi, aku cuma Pengen istirahat sebentar aja dari luka Kemarin Reygan, " ucapnya dengan lirih," Reygan kamu apa kabar ? Apa kamu nggak nyariin aku ? Nggak mau cegah aku lagi," Kejora terkekeh dengan Pelan, " Aku kangen kamu," ia menendang-nendang kerikil dengan mengembuskan napasnya seolah melepas luka berat di hatinya
" Genggam tanganku sayang Dekat denganku Peluk diriku berdiri dekat di depan aku, cium keningku tuk yang terakhir,"
Kejora menoleh saat mendengar Penggalan lirik dinyanyikan oleh gerombolan cowok yang nongkrong di depan warung kecil. ia memutar sedikit badannya, menatap gerombolan tersebut dengan merdunya menyanyikan sebuah lagu. Kejora memejamkan matanya Penggalan lirik tersebut seolah menyindir dirinya
" sadarku tak berhak untuk terus memaksamu. Memaksamu mencintaiku sepenuh hati,"
Apa cerita kita selesai sampai di sini aja ? Atau masih ada cerita lain yang akan kita jalani nanti," batin Kejora
ia membuka kelopak matanya, " Kalau masih ada cerita yang bakal kita lalui lagi, semoga buka luka yang kamu berikan, tapi bahagia. Dan selalu emang cerita kita selesai sampai di sini ... " Kejora menyunggingkan senyumnya. " izinin aku buat Peluk kamu sekali aja untuk yang terakhir kalinya,"
__ADS_1
Kejora menatap jalanan yang terlihat sepi. Dari tadi, ia berjalan tak tentu arah. ia tidak ada tujuan yang ada dipikirannya sekarang hanya menenangkan hatinya dengan mencari suasana sepi seperti ini
Ekor matanya tak sengaja melihat seorang cowok yang duduk seorang diri di taman kecil yang selalu ia datangi. Kejora menghentikan langkahnya dan sedikit menyipitkan matanya untuk melihat dengan jelas siapa yang ada di sana, " Kayak nggak asing, " ucapnya, " Apa gue samperin aja, ya ? Tapi kalau salah orang gue yang malu, " Kejora mengembuskan napasnya dengan kasar. ia memberanikan diri untuk menghampiri cowok itu yang makin tak asing lagi untuk Kejora
Kejora menggeleng. ia membalikkan badannya hendak melangkah pergi Namun, suara bariton yang terdengar di telinganya membuat ia kembali diam di tempat
" Mau ke mana, " tanya cowok itu tanpa menoleh
Jantung Kejora berpacu dengan cepat. suara itu yang selalu menghantui Pikirannya Perlahan, Kejora membalikkan badannya, ia mendongak saat melihat tubuh tegap berdiri di hadapannya. Cewek itu memejamkan matanya saat usapan lembut menyapa Pipi serta Pucuk kepalanya
" Gue nungguin lo di sini, kenapa malah Pergi ? Kejora hanya diam tak menjawabnya, " Kejora, " Panggil Reygan dengan lembut, " Lo beneran mau ninggalin gue ya," tanyanya
Reygan tersenyum. Cowok itu menunduk menatap Kejora dari dekat Jemarinya dengan lembut menyelipkan anak rambut Kejora. kemudian satu kecupan di Pipi Kejora hingga mengejutkan sang empunya," Gue kangen ini, " Reygan menunjuk Pipi Kejora, " Apalagi sama orangnya Rasanya Pengen gue culik waktu lo bilang mau Pergi. kalau lo Pergi nanti terus gue dapet cewek baru gimana ? Lo sama siapa,"
Kenapa Pertanyaan ini terasa sangat menyesakkan bagi Kejora ? Kejora menggeleng dengan Pelan, seolah tak ikhlas Reygan bersanding dengan yang lain. Kejora mengedipkan matanya berkali-kali saat merasakan air matanya akan menetes, " Cowok di dunia ini ada banyak. Nggak cuma kamu aja," jawab Kejora
" Masa sih Kejora ? Kalau gitu kok kamu malah nangis ?" Reygan langsung mengusap air mata Kejora ia tersenyum mengangguk, " Kalau mau cari yang baru, jangan cari yang kayak gue ya, Masa cewek cantik dan baik ini dapetnya cowok berengsek kayak gue, " Reygan mencolek hidung Kejora dengan lembut
__ADS_1
Kejora meremas Slingbag-nya saat Reygan berkata seperti itu, " Kejora," Panggilnya dengan lembut, " Kenapa mau Pergi ? Capek ya, gue lukai hati lo terus," Reygan tertawa getir, " Gue tau kalau gue itu udah jahat, jahat banget malah. Gue janji buat enggak lukai lo lagi, Tapi apa kenyataannya ? Gue munafik sama ucapan gue sendiri. Nggak salah lagi kalau lo mau Pergi ninggalin gue. Gue Pantes dapetin itu semuanya,"
Kejora menunduk, tak kuat menahan Perih di hatinya saat mendengar tutur kata Reygan. Kamu nggak jahat Reygan, kamu nggak salah dan kita salah, ini ujian buat kita, " batin Kejora.
Kejora meneteskan air matanya yang sudah tak bisa ia bendung lagi Namun dengan cepat ia menghapusnya
" Bener kamu Pergi Mau ninggalin gue sendirian di sini ? tanya Reygan sekali lagi, " Kalau iya Peluk dulu," Tanpa meminta izin Reygan mendekap erat tubuh Kejora. Rasanya begitu lama Reygan tak merasakan kehangatan di dekat Kejora. ia sangat merindukan Kejora senyum dan tawanya seolah sudah membuatnya candu. jantungnya berdetak sangat kencang ia senang bisa bertemu dan memeluk Kejora lagi, Tapi ia sedih karena Kejora lebih memilih untuk meninggalkannya
" Maafin gue, ya ? Maafin semua kesalahan gue kemarin, Maafin gue yang udah lupain lo kemarin, maafin gue ya nggak nepatin janji gue buat nggak bikin lo nangis, " Reygan mengusap lembut dengan sayang Surai hitam milik Kejora, " Gue jahat banget ya Kejora Bahkan kata berengsek pun nggak cukup untuk gue. Kata maaf Pun gue rasanya belum cukup buat nebus kesalahan gue, " Reygan mendongak ia memejamkan matanya saat bulir air matanya turun dengan bebas
Kejora memejamkan matanya. Dadanya terasa sesak Sakit lega Dan kehangatan ia rasakan kembali di Pelukan orang yang sama. Bahunya sedikit bergetar tak kuat menahan tangisnya
" Maaf, " ucap Reygan dengan lirih ia mengusap punggung Kejora saat merasakan Punggung cewek itu bergetar kemudian, Reygan mengeratkan Pelukannya saat isakan kecil keluar dari bibir Kejora, " Sekali gue minta maaf," lirihnya
Kejora menggeleng, " jangan Pergi," lirih Kejora di sela-sela isakannya
" Nggak, Gue nggak Pergi gue selalu di sini nungguin lo sampai kapanpun itu, " Reygan menunduk mengusap Pipi Kejora yang basah dengan air mata, " jangan nangis, Gue nggak bakal Pergi, Gue nggak Pantes buat lo tangisin, " Cowok itu kembali memeluk tubuh Kejora Dengan Perlahan, Kejora melingkarkan tangannya di Pinggang Reygan ia memejamkan matanya, menikmati detak jantungnya yang berdebar dengan kencang
__ADS_1
" Kejora, " Panggil Reygan, " kalau lo Pergi nanti, jangan lupain gue ya Dan kalau emang lo mau lupain gue di sana jangan muncul lagi di hadapan gue, Biar gue juga ikut lupain lo di sini,"
...•••••...