
Pagi itu. suasana kelas 12 IPS 3 sangat ramai. Tidak ada guru yang masuk ke kelas Teriakan dari Pemilik bibir bernama Kejora Estelle seketika mengheningkan anak-anak, " Lo semua bisa diem Nggak ? Cepetan bayar uang kas Udah dua minggu ini kalian nunggak dengan alasan nggak Punya uang ! Bilang aja kalian sayang sama uang kalian kan Apa susahnya sih setiap harinya cicil dua ribu Gue yakin kalian uang sakunya lebih dari seribu," kata kejora menatap temen-temennya dengan bergilir
" Ra, lo nggak bosen apa setiap hari nagih uang kas terus ? Gue yang liat aja bosen. Gue juga Pengen jajan dengan tenang. Ra tanpa mikirin uang kas sialan itu, " sahut Endo
Kejora yang merasa tak terima dengan ucapan Endo. lantas menatap cowok itu dengan sinis, " Gue nggak bakal nagih uang kas kalau lo nggak ada tunggakan. Dan gue nggak bakal nagih uang kas kalau lo nggak ada tunggakan Dan gue nggak bakal nagih uang kas kalau Plafon, vas, jam dinding, kaca jendela dan Papan tulis kelas kita nggak rusak, jadi kalau ada kerusakan sedikit Pun, itu udah jadi tanggung jawab kita semuanya Makanya, kalau nggak mau bayar tangan kalian diem Nggak usah sok Pegang barang-barang kelas ini kalau ujung-ujungnya dirusakin dan nggak mau bertanggung jawab, " omelnya
" PASTI INI REYGAN BIANG KEROKNYA SIAPA LAGI COBA," tuduh MIko dengan suara keras
" APA LO BAWA-BAWA NAMA GUE BARU MASUK UDAH DITUDUH NGAJAK BERANTEM, ! sentak Reygan yang baru saja datang. Sudah hal biasa bagi Reygan masuk sekolah dengan seenaknya
" Diem lo ! Bendahara Kesayangan lo tuh marah-marah ! Miko menunjuk Kejora yang berdiri di depan meja guru
Reygan menghampiri Kejora, ia menyandarkan Pinggangnya di meja di depan tepat di hadapan Kejora dan memandang Kejora cukup lama. Lo Cantik sih tapi gue udah Punya Pacar banyak, batin Reygan diiringi seulas senyuman di bibirnya.
Kejora menatap Reygan Dengan aneh. Hal apa yang membuat Cowok itu senyam-senyum sendiri ?
" Lo Udah gila ? kalau lo gila, jangan senyum-senyum di depan gue Tuh di jalanan, " sarkas Kejora mengundang gelak tawa dari anak-anak kelas
" Reygan memang gila. Baru tau lo, Ra Dia gila gara-gara cintanya lo ditolak," sahut Miko
Reygan mengangkat jari tengahnya ke arah Miko lalu mendekati Kejora dengan dekat," Kenapa marah-marah, sama mereka ? Marah aja sama gue. Biar gue tau secantik apa wajah lo kalau lagi marah," godanya mengundang sorakan dari beberapa anak-anak lainnya
" Buruan bayar uang kas, Reygan Nggak liat wajah Kejora udah kayak mau makan lo hidup-hidup, " sahut Aldo dari meja Paling belakang
Sorot mata Kejora menghunus masuk ke dalam sorot mata Reygan, " Gue nggak butuh rayuan gombal lo Yang gue butuh lo cepet bayar uang kas atau gue aduin ke Pak Fery, " ancamnya
" Berapa semua uang kas gue ? tanya Reygan
" JANGAN SOK-SOKAN NANYAIN NOMINAL UANG KAS LO REY TAK TERHINGGA TENTUNYA ! UDAH NANYA UJUNG-UJUNGNYA CUMA BILANG HUTANG DULU, KHATAM GUE, REY ! jerit Miko mencibir
Reygan menoleh berdecak kesal menatap Miko, " Bisa diem nggak lo Gue ceburin lo ke got nanti Pulang sekolah, " ancam Reygan
" Mau gue sebutin, " tanya Kejora, " Berani nanggung malu,"
" jangankan itu. Gue berani nanggung malu di tengah-tengah lapangan basket buat nembak lo, " kata Reygan diiringi senyumannya
Kejora menghela napasnya kasar. ia tak mau basa-basi dengan Reygan," Di gabung sama uang kas lo sejak kelas 11 dan ditambah sama uang kas kelas 12 semua totalnya jadi .... " Kejora menggantungkan kalimatnya membuat mereka semua menunggu ucapan Kejora selanjutnya
" Berapa ? tanya Reygan
" Enam ratus lima Puluh ribu,"
" OMG ! Pekik Reygan refleks, " BUSET, REY ! LO NUNGGAK UANG KAS APA NUNGGAK KREDIT MOTOR,"
" Uang kas lo bisa buat bayar gue selama dua bulan, Reygan, " ucap Aldo
Reygan tak menjawab Pekikan ucapan serta ejekan dari bibir mereka. Cowok itu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Ternyata banyak juga tunggakan uang kasnya, " Coba liat-liat lagi, Kejora siapa tau lo nulis angka nolnya kebanyakan, " Reygan menyuruh Kejora untuk mengecek buku catatannya kembali
" Gue nggak buta dan gue nggak lupa ingatan Nama dan wajah lo yang selalu gue tandai dari dulu. Makannya, kalau nggak mampu bayar uang kas, jangan sok-sokan nunggak lo," Kata Kejora emosi. menutup bukunya dengan kasar
" REY, JANGAN TERIMA LO DIKATAIN NGGAK MAMPU TUNJUKIN KARTU HITAM LO, REY ! ! Miko berteriak memanas-manasi situasi
Reygan menoleh ke arah Niko sekilas kemudian ia kembali terfokus kepada Kejora, " jangankan buat bayar uang kas buat biaya nikah sama biaya hidup kita juga bisa. Sisa malah, " Reygan berucap ngawur membuat anak-anak kelas 12 IPS 3 bersorak mengejek
...•••••...
jam istirahat kedua berbunyi. Dalam sekejap siswa-siswi berhamburan keluar kelas. Ada yang berdesak-desakan berebut meja makan kantin dan ada yang memilih bersantai di depan kelasnya masing-masing
" Untung juga bolos. Kenyang nggak Pusing dapet bonus minus mata Pelajaran juga, " Ucap Miko, cowok itu menyeruput es teh di hadapannya
" Wajah biasa aja kali, Ardian kalau liatin gue. Gue tau gue ini ganteng Biasa aja kali nggak usah iri kayak orang lagi nahan berak seminggu lo," Ucap Reygan kesal melihat mata Ardian yang begitu tajam menatanya apa Reygan tidak sadar akan kesalahannya hari ini ? karena Reygan, Ardian membolos di Pelajaran matematika Menurutnya Pelajaran Matematika adalah Pelajaran favorit serta mata Pelajaran yang Paling Penting Sangat Sayang jika ditinggalkan.
" Emang lo bakal minta maaf kalau gue jujur ? tanya Ardian Pada Reygan
Reygan meletakkan Ponselnya di atas meja, " Ngapain gue minta maaf ? Orang gue nggak salah !
" iya udah diem. Nggak usah hanya omong, " kata Reygan datar
Reygan melirik Ardian sekilas. ia tahu apa kesalahannya Ardian memang tidak bisa meninggalkan Pelajaran Matematika, " Nanti malem nongkrong yuk di Cafe kencana, gas nggak ? Udah lama ke sana Kangen sama suasana malam di sana," ujar Reygan
__ADS_1
" Halah bilang aja Kangen sama Pelayan cewek di sana, kan lo ? Mulut buaya banyak alesan memang lo !" cibir Miko menuduh, " istighfar banyak-banyak Cewek lo udah banyak udah kayak asmara Putri gue rasa," lanjutnya, " Dasar jelmaan Buaya darat berwujud Manusia," maki Miko memukul kepala Reygan dengan topinya
Reygan melirik Niko sekilas. lalu melangkah menuju motornya yang terparkir di depan kantin. Mak Gendut Cowok itu berjongkok mengecek kondisi motornya. kemarin motornya habis masuk bengkel mengecek kondisi motornya. Motor itu bisa di Panggil " Motor tua " karena sudah ada sejak zaman kakeknya dulu. Motor itu yang dijuluki nama " Sopo " oleh Reygan menjadi motor kesayangannya hingga sekarang
" Rey, " Panggil Miko ia menghampiri Reygan, " Lo berlebihan harta nggak kalau lo berlebihan harta. Motor ninja lo mendingan sumbangin ke gue aja Gue siap menerima sebagain harta lo Mau berbentuk barang atau berbentuk uang," ujarnya menepuk Pundak Reygan
" Ambil aja kalau lo mau. Gue lebih sayang Sopo daripada motor Ninja butut itu, " jawab Reygan sembari mengutak-atik busi motornya
Mendengar itu Miko melebarkan bola matanya," LO KALAU BOSEN SAMA UANG BILANG AJA SAMA. GUE ! GILA LO MOTOR NINJA NGGAK ADA HARGA DIRINYA SAMA SEKALI,"
...••••...
Di kelas 12 IPS 3 Pelajaran Bahasa Inggris sedang berlangsung sebagain dari mereka merebahkan kepalanya di atas meja. Reygan membuka matanya objek yang Pertama ia lihat adalah Kejora yang begitu fokus mendengarkan Penjelasan Pak Beni di depan kelas ia tersenyum tipis kemudian Reygan mengusap-usap wajahnya dengan kasar. Bisa gila gue gara-gara satu cewek batinnya
" Ya elah Cemen Banget lo Cuma bisa Mandang doang Samperin dong," Miko mendorong tubuh Reygan saat menyadari sahabatnya itu sedari tadi memperhatikan Kejora
" Bisa diem nggak lo, " sentak Reygan sembari mengusap-usap telinganya
Ardian yang duduk di belakang mereka Pun menyumpal telinganya dengan earphone. ia tahu jika Reygan dan Miko disatukan, keadaan akan semakin hancur.
" Kalau lo suka, serepet aja Daripada keduluan Orang Lain, " ujar Miko, " Eh tapi ngaca dulu Rey, Pangeran neraka apa Pantes bersanding dengan bidadari surga ?" Miko menaik-naikkan alisnya meledek Reygan
Reygan tersenyum, ia menepuk-nepuk Pundak Miko, " Santai Gue masih Punya ketampanan yang Paripurna,"
" Muka lo Kayak Penjual bakso boraks Nggak usah sombong !" ejek Miko
Mendengar itu, Reygan mendorong kencang tubuh Miko hingga terjungkal dari kursinya. Hal itu mengundang gelak tawa dari anak-anak kelas. Pak Beni sedang fokus menjelaskan materi Pun menoleh dengan kesal
" OMG ! PINGGANG MIKO BESOK DIAMPUTASI !" jerit Miko berlebihan
" NGGAK USAH ALAY LO ! maki Reygan
Miko mendongak menatap Reygan dengan amarah, " ANJ ..... "
" ALLAHUAKBAR ! KALIAN BISA DIAM SEBENTAR AJA ! sentak Pak Beni menghentikan aksi Keduanya, " setiap kali Bapak masuk sini, kalian berdua tidak Pernah bisa diam. Hargai Bapak di sini, bisa ?"
" Lo, sih ! tunjuk Reygan Pada Miko
" Kalau mereka diam dunia kaget Pak," sahut Aldo tak menghiraukan Reygan dan Miko yang masih bertengkar
" Gue nikahin janda kembang di desa gue kalau mereka berdua kalem, " kata Endo yang di duduk di belakang Aldo
" Bener ? Reygan menunjuk Endo," Gue besok mau jadi kalem selama seminggu. Biar Endo nikahin seluruh janda kembang yang ada kompleks rumah dia !" Suara gelak tawa menyembur saat mendengar tutur kata Reygan
" Nyebut lo, Endo !" ucap Miko
" Sudah Dengerin Bapak sebentar Untuk tugas kalian hari ini silahkan buat kerajinan dengan bahan Plastik. Dikumpulkan minggu depan. Untuk kelompok akan Bapak Pilihkan, " Ujar Pak Beni, kemudian membaca absen di hadapannya
" Bapak salah server kali. Sekarang kan Pelajaran Bahasa Inggris Mana mungkin ada Perbuatan kerajinan tangan ? Tentang kerajinan kan cuma ada di mata Pelajaran seni budaya dan Prakarya aja, Pak ! sahut Ana
Pak Beni mendongak, " Makanya dengerin dulu Ana ! ini bukan tugas dari Bapak, tapi tugas dari Bu Titi, guru Prakarya kalian. Beliau hari tidak bisa masuk karena ada acara keluarga. sampai di sini Paham ? Pak Beni menatap murid-muridnya secara bergilir. Mereka semua hanya mengangguk, " Untuk berkelompok ada lima orang dan Bapak Pilih dua Perempuan dan tiga laki-laki. Karena bapak yakin kalau satu kelompok isinya anak laki-laki semua, bukannya ngerjain tugas malah main game,"
Aldo mengambil kertas kelompok yang diberikan Pak Beni. Kemudian satu Persatu ia membagikan kertas tersebut. Hingga kertas terakhir mendarat di atas meja Reygan
" OMG ! KITA SATU KELOMPOK ! Pekik Miko berseru senang cowok itu memeluk leher Reygan hingga membuat Reygan seperti tercekik
" Le - lepasin bangsat !" Reygan menyentak tangan Miko. ia membaca deretan tulisan rapi yang tertulis Pada lembaran kertas HVS tersebut," Reygan Samudra, Miko Mahendra, Ardian Pratama, Ana Dwi, Kejora Estelle ... "
" Gue nggak mau, "
Semua atensi mata Pelajaran Kelas 12 IPS 3 teralihkan Kepada Kejora yang tiba-tiba berteriak. Cewek itu berdiri dari duduknya dan menatap Reygan dengan sinis, " Gue nggak mau satu kelompok sama Reygan," tunjuk Kejora Pada Reygan yang menatapnya dengan santai. Kejora menatap Aldo, " Aldo, lo bisa tukar Posisi sama gue ?"
" Nggak bisa gitu. Kejora Nama-nama kelompok udah ditulis sama Pak Beni dan udah mau dikirim ke Bu Titi. kalau Lo mau diubah kelompok atau Pindah kelompok, yang ada nilai lo yang jadi taruhannya Udah nggak usah Pindah. kalau Reygan nggak mau kerja, tinggal laporin aja ke Bu Titi beres. Nanti dia yang nanggung semuanya, ngulang bikin kerajinan sendiri tanpa kelompok, " Ujar Aldo menjelaskan
" Kompor banget mulut lo ! Cewek apa Cowok lo ? bentak Reygan menantang kemudian ia menatap Kejora yang turut menatapnya dengan sebal," Lo," Reygan menunjuk Kejora, " Gue Tungguin di Parkiran. Harus datang atau Pilih gue tarik ?
" Mau ngapain ? tanya Kejora jutek
Reygan berdeham, Cowok itu menyilangkan tangannya kemudian berkata, " Lo Pulang sama gue. Biar aman,"
__ADS_1
...•••••...
Bel Pulang sekolah baru saja berbunyi. Siswa-siswi berebut mengeluarkan kendaraannya masing-masing. Berbeda dengan Kejora, ia sedikit jenuh menunggu Miko, Ardian dan Ana yang katanya sedang Piket kelas. sedangkan ia hanya saja di sini bersama Reygan. Kejora menatap sekilas ke arah Reygan yang sedang bermain Ponsel
" Duduk di sini aja kalau capek berdiri terus," Ucap Reygan menepuk jok motornya Kejora menatap Reygan sekilas, kemudian memalingkan wajahnya Reygan yang melihat itu Pun berdecak sebal, " Gue salah apa sih sama lo ? jangankan liat wajah gue, gue napas Pun kayaknya salah di mata lo,"
" Nggak tau Kenapa, liat wajah lo bawaannya Pengen ngajak ribut siapa Pun yang lewat di depan gue, " jawab Kejora tanpa menatap Reygan
Reygan memasukkan Ponselnya ke dalam saku jaketnya. ia membungkukkan badannya menyejajarkan dengan tubuh Kejora. Cowok itu mencolek hidung Kejora, dengan lembut membuat Kejora menoleh sekaligus menahan napasnya saat wajahnya begitu dekat dengan wajah Reygan
" Lo tau nggak Kejora ? tanya Reygan.l dengan serius " Dengan jarak sedekat ini, gue bisa cium hidung lo sekarang juga " Reygan menunjuk hidung Kejora sembari tersenyum manis
" OMG ! LO MAU NGAPAIN ANAK ORANG, REY ! Pekikan yang berasal dari bibir Miko itu membuat Reygan memundurkan langkahnya
Reygan menggaruk tengkuknya dan berdeham untuk melepas rasa malunya itu " Lama-lama gue lepas Pita suara lo,"
Kejora memalingkan wajahnya dengan malu. Reygan yang melihat itu lantas menepis tangan Miko yang masih menunjuk Kejora, " Diem lo MIko ! sentak Reygan
" Mau ribut apa mau kerja kelompok sih," tanya Ardian menatap jutek kedua sahabatnya, " kalau mau ribut, gue mau Pulang ?
" jangan Ngambek lo Ardian. Cowok apaan lo ngambekan," tanya Reygan, menarik ujung tas Ardian
Ardian menyentak tangan Reygan
" Nggak usah tarik-tarik tas,"
" Gue tarik nyawa lo, tau rasa lo, ! batin Reygan sebal
" kita mau bikin kerajinan apa ? Kalau cuma diem berdiri terus nggak bakal nemuin solusi," Ujar Kejora
" Kerajinan Cinta," tawa Reygan mengedipkan sebelah matanya
Ardian yang mendengar itu, lantas memutar bola matanya dengan malas. ia menoleh ke arah Kejora dan berucap," Apa aja, Gue ikut,"
" Ngikut terus lo ! kali-kali ada Pendirian hidup ! Reygan memukul Pundak Ardian
" Ngaca sebelum ngatain orang, Reygan," jawab Ardian membuat Reygan menatapnya sinis
" Kerajinan dari botol bekas aja.itu yang Paling mudah Kalau mau yang Paling ribet ..... " Ana Terpaksa menghentikan ucapannya lantaran Reygan memotongnya
" itu aja," Reygan mendudukkan dirinya di atas jok motornya, " Gue nggak suka yang ribet,"
" Perasaan ribet atau nggaknya lo sama aja. sama-sama nggak bisa apa-apa," sahut Kejora sembari menyunggingkan senyum meledek
Miko tertawa," Lo kalau ngomong suka bener !"
" Mau ngerjain tugas di rumah siapa," tanya Ardian
" Rumah Kejora aja," usul Ana
" setuju ! jawab Miko semangat
" Hitung-hitung ketemu Calon mertua, gue" ucap Reygan menggoda Kejora
" iya kalau direstuin. kalau enggak emang mau lo Reygan ? Miko tertawa Pelan, " Nangis dipojokan sambil memeluk boneka katak,"
" Banyak omong lo ! Ambil motor gue, gue tungguin di sini, " suruh Reygan mendorong tubuh Miko
Miko melotot tak terima, " LO KIRA GUE BABU LO,"
" iya, Puas lo ! Buruan sana ambil motor gue. Ganggu orang aja,"
sebelum Miko, Ardian dan Ana melenggang pergi ke arah motor mereka. Miko menoleh ke arah Reygan dan mengepalkan tangannya seolah meninju wajah Reygan
" SEMANGAT, BARU ! teriak Reygan
sadar akan tatapan Reygan, Kejora hendak melenggang Pergi, Namun Reygan menarik tali tasnya dan membuatnya kembali diam di tempat," Lepasin nggak ! Kejora berusaha melepaskan tangan Reygan dari tasnya, " Lepasin atau gue coret nama lo dari kelompok gue, " ancam Kejora
Reygan memutar tubuh Kejora. Cowok itu menundukkan badannya dan menatap manik mata Kejora," Lebih baik coret nama gue dari daftar kelompok daripada coret nama gue di sini," Reygan menunjuk dada Kejora. ia tersenyum melihat Kejora yang seperti Patung hidup
__ADS_1
Cowok itu memajukan wajahnya dan mengecup hidung Kejora. Hal itu membuat Kejora gelagapan. Reygan menepuk-nepuk Pucuk Kepala Kejora, kemudian melenggang Pergi sedangkan Kejora masih berdiri dengan kondisi jantung yang berdebar sangat kencang
Kejora menyentuh Pucuk Hidungnya, itu " Gue ... nggak mungkin baper, kan,"