KEJORA UNTUK REYGAN

KEJORA UNTUK REYGAN
BAB 50 Kembali


__ADS_3

Reygan mengusap-usap tangannya yang terasa dingin. Cowok itu berdiri di depan rumahnya dengan keadaan basah kuyup. Buru-buru ia memasuki rumah. Objek Pertama yang ia lihat adalah keluarganya yang sedang berkumpul di ruang keluarga. Reygan Tersenyum ia sangat merindukan mereka


" M-Mama, Papa, " Panggil Reygan


Orang tua serta adiknya berjalan cepat menghampirinya. Mama dan Papa terlihat sangat Khawatir


" Reygan, kamu dari mana aja sampe basah kuyup begini," tanya Papa


" Kenapa nggak telepon Mama atau Papa buat jemput kamu ? Kenapa malah nekat begini ? kamu tau kalau kamu belum lama Pulang dari rumah sakit, Mama khawatir kamu kenapa-kenapa Sayang," ucap wanita itu dengan bulir air mata yang tiba-tiba menetes


Reygan tersenyum melihat orangtua serta adiknya yang begitu mengkhawatirkannya membuat Reygan tak tahan untuk tak mengeluarkan air mata Tangannya terangkat mengusap bulir air mata Mama Reygan memeluk erat sang Mama


" R-Reygan," ucap wanita itu sedikit bingung


Samar-samar Reygan mengangguk dan tersenyum," Maafin Reygan Ma, maaf,"


Dengan refleks, Mama melepaskan pelukan sang putra. ia menatap Reygan kaget serta bibir yang bergetar, " Reygan, ini ...."


Reygan mengangguk memotong ucapan Mama, " ini Reygan Ma, Pa Reygan sudah ingat semuanya Maafin Reygan udah lukai hati Mama sama Papa kemarin. Reygan jahat Ma, Pa,"


Papa menatap Reygan tak percaya ia mengusap-usap Pipi Reygan, kemudian memeluknya," ini beneran Reygan Heronya Papa ? Reygan mengangguk di atas Pundak Papa. Pria itu tak tahan untuk menahan senyumnya. " Papa Kangen kamu Reygan, Rumah ini sepi tanpa candaan kamu, kamu nggak jahat, Reygan tetap jadi seorang laki-laki hebat yang Papa sama Mama Punya," Papa Reygan melepaskan kemudian menatap Putranya sangat lama


" Papa seneng akhirnya kamu inget semuanya. ini hari yang Paling Papa sama Mama Tunggu-tunggu," Pria itu tersenyum


Mama mengecup lama kening Putranya Kesayangannya itu," Reygan jangan ninggalin Mama sama Papa lagi ya, Sayang ? Mama sama Papa masih butuh kamu. Apalagi adik-adik kamu,"


Reygan mengusap air matanya yang mengalir. ia tersenyum menatap Keluarganya yang turut menatapnya dengan senyuman tulus

__ADS_1


...••••...


Malam itu Reygan diam duduk di tepi kasurnya dengan tangan yang terus menggenggam Kalung liontin kunci. sedari tadi pikirannya berkecamuk memikirkan Kejora, Takut cewek itu benar-benar Pergi dan tidak akan kembali lagi kepadanya


" Gue salah, gue minta maaf," ucapnya Penuh Penyesalan Tiba-tiba ia teringat dengan kejadian di mana dengan lancangnya merobek semua foto kebersamaannya dengan Kejora


Reygan menunduk menatap kalung di tangannya, " Gue berengsek Kejora, Gue Pantes dapetin ini Lo nggak seharusnya bersanding dengan gue, Tapi apa gue boleh berharap dan egois untuk sekali ini aja ? Gue Pengen kembali lagi buat gue,"


Suara decitan Pintu kamarnya membuat Reygan menoleh, Reygan tersenyum melihat mamanya yang berjalan ke arahnya dengan membawa makanan untuknya. Wanita itu menaruh makanan di atas nakas lalu duduk di samping Reygan


" Reygan udah sehat ? tanya wanita itu sambil tersenyum


" Reygan udah nggak sakit Ma," jawab Reygan


" Kata siapa ? Kemarin apa sampe buat banyak orang nangis, itu apa namanya," tanya Mama


" Bisa aja kamu. kamu lagi ngapain Sayang," Reygan tersenyum dan menggeleng singkat. Melihat raut wajah Reygan yang seperti memikirkan sesuatu lantas wanita itu merangkul Putranya," Ayo cerita sama Mama. siapa tau Mama bisa bantu jarang-jarang, kan kamu cerita masalah kamu ke Mama,"


Reygan mengembuskan napasnya dengan Perlahan sebelum ia membuka suara," Dia Pergi, Ma," ucap Reygan. " Dia Pergi ninggalin Reygan sendirian. Reygan nggak tau harus Pake cara apa lagi buat cegah dia," Reygan tertawa dengan getir


Mama menaikkan sebelah alisnya bingung, " Siapa yang kamu maksud Reygan, "


" Perempuan yang Reygan sayangi setelah Mama, " Reygan menoleh menatap Mama dan tersenyum, " Kejora," lanjutnya, " Reygan udah bodoh banget ya Ma, Udah lukai orang yang Reygan sayangi sampe buat dia Pergi, Dan bodohnya lagi Reygan Pengen dia kembali buat Reygan, " ujarnya, " Maafin Reygan juga ya, Ma, Udah lukai hati Mama Kemarin, " lanjutnya meminta maaf


Wanita itu mengangguk dan tersenyum dengan tulus," Nggak apa-apa itu Wajar buat Mama karena kamu Kemarin lagi nggak baik-baik aja," jawabnya, " Reygan kesayangan Mama " Panggilnya membuat Reygan menoleh, " Perempuan di dunia ini nggak cuma ada satu dan nggak cuma ada Kejora. Tapi, kalau yang kamu mau itu Kejora, Kejar, dan cegah dia jangan sampe buat Kejora Pergi dari kamu dan kembali lagi buat kamu,"


" Kalau Kejora tetap nggak mau, Ma Gimana," tanya Reygan

__ADS_1


" Mundur dan Pergi. Biarin Kejora bertahan dengan Pilihannya,"


Reygan menatap Mama dengan raut wajah yang nampak gusar. ia tidak bisa melepaskan Kejora dan tidak bisa Pergi dari Kejora Apa Reygan boleh egois untuk kali ini ?


" Mama turun dulu. Kalau ada apa-apa, Panggil Mama sama Papa ya," Reygan mengangguk. kemudian wanita itu beranjak Pergi


Melihat Mama sudah keluar, Reygan menghempas badannya di atas kasur. ia menatap langit-langit kamarnya dengan Pikiran yang terus berkecamuk. ia memikirkan bagaimana cara mencegah Kejora untuk tidak Pergi. Reygan menatap layar Ponselnya. Tadi ia mengirimkan Pesan untuk Kejora, tapi cewek itu tak membaca dan membalasnya


Kemudian tak lama dari itu, Reygan beranjak dan menyambar Jaket dan kunci motornya yang berada di atas meja. Saat ia hendak keluar rumah, suara bariton milik Papa menghentikan langkahnya


" Reygan kamu mau ke mana malam-malam begini ? Mau main Besok aja, Reygan sehatin dulu badan kamu," ucapnya mencegah


" Reygan Nggak apa-apa, Pa. Reygan nggak main, Reygan cuma mau cari angin, " alibinya


" Ya udah tapi jangan Pulang malam-malam,"


Reygan mengganguk, lalu cowok itu berjalan keluar mengendarai motornya yang terparkir di depan rumahnya. ia membelah jalanan yang sedikit ramai. Cuaca dingin malam ini tak membuat cowok itu berhenti. ia membelokkan motornya dan berhenti di dekat gang. ia melihat rumah kecil dengan jendela kamar yang terbuka. ia rindu dengan rumah itu, dan ia rindu saat dirinya selalu datang ke sana lewat jendela kamar itu, jendela kamar Kejora


Reygan ingin melangkah ke sana. Namun ia mengurungkan niatnya ia tak mau menganggu Kejora, ia tahu Kejora masih tidak ingin bertemu dengannya. Reygan buru-buru Pergi saat Kejora keluar dari rumahnya Lama di Perjalanan akhirnya Reygan menghentikan motornya tepat di taman kecil yang Pernah ia kunjungi waktu itu


ia duduk di salah satu kursi taman. Kepalanya mendongak menatap gemerlap bintang dan bulan yang terang mengeluarkan cahayanya Tempat ini adalah sanksi di mana ia mengucapkan kalimat serius untuk Kejora ini juga di mana Kejora menangis karenanya


Reygan memejamkan matanya. Hatinya terasa Perih dan berdebar tidak enak. ia mengeluarkan kalung liontin kunci dari dalam saku jaketnya sejenak ia menatap liontin itu. ia teringat jelas bagaimana ia memberikan kalung liontin itu kepada Kejora dan bagaimana Kejora mengembalikannya


" Kejora Maaf,"


...••••...

__ADS_1


__ADS_2