
...Saat aku lelah Aku minta rindu untuk Pergi Namun rindu tersesat dalam labirin hati bersayam abadi supaya aku teringat semuanya tentangmu...
Hujan turun dengan derasnya, membuat beberapa siswa-siswi terjebak di sekolah. Halte terlihat sepi hanya ada Kejora yang duduk di kursi Halte. Cewek itu memainkan sebuah batu dengan kaki yang terbalut sepatu hitamnya. ia berdiri di samping tiang halte, menoleh ke kanan dan ke kiri berharap ada angkutan umum atau atau taksi yang lewat. ia ingin menghubungi Dikta, tapi suara Petir yang menggelegar membuat Kejora mengurungkan niatnya
" Sampe kapan gue di sini terus ?" gumam Kejora sedikit kesal
Tepukan bahunya, membuat Kejora segera membalikkan badannya
" Mau Pulang ? Pulang sama aku, ya Daripada nunggu hujan reda yang ada nanti malam redanya, " tawar Reygan
Kejora memalingkan wajahnya dan kembali fokus ke jalanan, " Nggak usah. Lo Pulang duluan aja, Reygan Aku bisa Pulang sendiri" Tolaknya dengan halus
" Kejora, " Panggil Reygan dengan lembut tapi Cewek itu tak mau menoleh sedikit Pun ke arahnya, " Sampe Kapan Kejora sampe kapan kita kayak gini terus Kejora ? Kapan kamu bisa Percaya sama aku Kejora kalau berita itu semua nggak bener Dan kapan harus kamu Percaya kalau itu Cuma jebakan," tanya Reygan
" Sampe lo udah bawa bukti di depan mata gue Dan yang di gudang tadi," Kejora langsung terkekeh saat mengingatnya kejadian itu," Penjelasan dari Bungan itu udah Cukup jelas Reygan, Apalagi yang mau kamu Jelasin lagi ke aku Reygan nggak ada kan " Kejora menggertakkan giginya berusaha tak mengeluarkan tangisannya
Kejora melirik Reygan sekilas, lalu ia menerobos hujan yang turun amat deras. ia tak memerdulikan Reygan lagi dan seragamnya yang basah kuyup, Melihat itu, Reygan menyusul dan menghalangi langkah Kejora
" Kejora, jangan menghindar Aku Cuma dijebak Bungan biar hubungan kita rusak. aku nggak mungkin kayak gitu di belakang kamu Sayang ,Kamu harus Percaya sama aku " ucapnya lirih sembari mengenggam telapak tangan Kejora
" Apa buktinya ? Apa buktinya kalau lo di jebak sama Bungan,"
Reygan terdiam, tak ada bukti apa Pun yang bisa ia tunjukkan Kepada Kejora. salah satu bukti hanya ada CCTV bar. Namun mendengar Penuturan Bungan tadi dengan lancang cewek itu menghapus semuanya
" Nggak ada kan ? jadi, jangan harap gue bisa Percaya sama lo Reygan Ngerti gue nggak akan Pernah Percaya," ucap Kejora dengan nada yang bergetar
" Ra ! jangan egois !" bentak Reygan refleks
__ADS_1
" Gue nggak bakal egois kalau lo nggak kayak gini, " jawab Kejora emosi
jakun Reygan naik turun menahan ucapan yang hendak keluar. ia menatap manik mata Kejora dengan sendu, " Apa Cuma segini aja arti hubungan kita, Kejora ? Apa lo masih nggak Percaya kalau gue bener-bener tulus sama lo apa kalau gue mati baru lo maafin gue,"
Kejora Terkejut dengan gaya bicara Reygan yang berubah. Kenapa ini sangat menyakitkan baginya ? ia mencoba melepas Pandangannya dari mata Reygan. Tapi ia gagal seolah manik mata Kejora untuk terus menatapnya
" Apa segitu berengseknya gue di mata lo ? Sampe lo nggak mau Percaya sama gue lagi ? Apa artinya lo buat gue, Kejora ? Kalau lo nggak Percaya sama gue sedikit pun apa artinya hubungan kita Kejora," ucap Reygan. lirih Cowok itu mengusap-usap Punggung tangan Kejora dengan lembut, " Gue sayang sama lo. Maafin gue, gue gagal jaga hubungan kita. Gue Bodoh karena akhirnya gue sendiri yang rusak semua ini. Maafin gue, Kejora,"
Kejora menggeleng Pelan. ia melihat Cewek yang sedari tadi berdiri tak jauh dari belakang Reygan. Bungan, ia berdiri mematung dengan membawa Payung hitam yang melindungi tubuhnya. Badannya Terlihat sangat Pucat
" Liat ke belakang. Ada orang yang lagi butuh lo, " suruhnya
Reygan menggeleng cepat, " Gue nggak Peduli, gue nggak butuh dia Yang gue butuhin sekarang cuma lo, Kejora," ujar Reygan mengeraskan suaranya. ia memeluk tubuh Kejora, memejamkan mata, membuat bulir air matanya turun bersamaan dengan hujan yang semakin deras, " Gue sayang sama lo, gue cinta sama lo. apa kata-kata ini belum cukup lo Pahami, Ra ? Butuh bukti apa lagi kejora kalau gue bener-bener serius sama lo ?" tuturnya lirih, " Dari awal gue nggak Pernah main-main sama lo Gue mohon sama lo Percaya sama gue,"
Kejora memejamkan matanya dengan Pedih tak sedikit pun ia membalas Pelukan Reygan itu. Bahunya bergetar hebat, Kejora menangis tanpa suara
" Reygan, " lirih Kejora, " Pergi dari gue, " suruhnya lagi saat Reygan tak menghiraukannya
" Pergi dari gue, Reygan !" sentak Kejora, Kemudian cewek itu terisak Pilu. ia menyandarkan kepalanya di dada di bidang Reygan," Gue mohon Pergi dari gue,"
" Nggak, gue nggak mau, Gue nggak bisa, Kejora," tolak Reygan mentah-mentah ia tambah mengeratkan Pelukannya, " Gue nggak ada alasan buat Pergi dari lo. Gue mohon, jangan suruh Pergi," lanjutnya
Mendengar itu, Kejora terisak. Hati Reygan berdesir Perih saat mendengar tangisan Kejora. Kejora mendorong tubuh Reygan kuat hingga dekapan Reygan terlepas. Cowok itu menatap Kejora dengan mata yang memerah
" Bukan lo, tapi gue yang Punya alasan buat lo Pergi, Pergi dari gue Reygan,"
" Kejora .... "
__ADS_1
" Gue udah mati rasa sama lo ! Gue udah benci sama lo, gue nggak mau lo ada di samping gue lagi," Napas Kejora memburu
Dalam sekejap, Reygan mematung Kalimat yang Reygan hindari kalimat yang seharusnya tidak keluar dari bibir Kejora, akhirnya terdengar jantung Reygan berdebar sangat kencang. Detak yang menyakitkan Cowok itu merasakan sakit hati yang belum Pernah ia rasakan
" Gue mau kita selesaikan hubungan kita sampe sini Gu-gue mau kita Putus Reygan," ucap Kejora dengan kepala menunduk
Reygan menggeleng kuat," Nggak nggak ! Gue nggak mau ! Tarik kata-kata lo itu Kejora," Perintah Reygan sedikit membentak, " jangan kayak gini Kejora. Lo boleh jauhin gue selama apa pun. Tapi gue mohon, jangan keluarin kata-kata Putus itu Gue mohon," ujar Reygan kemah," Kita udah janji buat nggak keluarin Kalimat Perpisahan. Tapi kenapa lo langgar semuanya Lo bilang kalau Lo bakal tetapi juga di samping gue. Gue juga Pernah bilang sama lo, jangan Pergi saat hubungan kita lagi ada masalah. Sakit Kejora Lo nggak tau gimana rasanya kalau cowok udah jatuh sama satu hati sekali lo Pergi, gue nggak malu buat nangis di depan lo," ujarnya, " Gue butuh lo Kejora Gue mohon jangan Pergi dari gue, gue cinta sama lo " cegahnya
" Tapi gue nggak butuh lo lagi, Reygan udah nggak ada rasa apa pun sama lo. Alasan apa lagi buat gue tetap bertahan di samping lo Gue mohon lo jangan egois Reygan ini udah keputusan gue, Gue mau Putus Reygan," Ujar Kejora diiringi air mata yang terus menetes
Reygan menatap lama mata Kejora. ia mengusap wajahnya dan menyugar rambutnya yang sangat basah. ia mendongak, menahan Perih di ulu hatinya, kemudian Cowok itu memalingkan wajahnya tak berani menatap wajah Kejora,
" Pergi, Gue lepasin lo sekarang itu, kan yang lo mau,"
Kejora memejamkan matanya sejenak, menahan kelu Pada rongga mulutnya, jantung dan hatinya seperti dihantam batu yang sangat besar. Kejora menunduk dan menangis lagi ini kemauannya tapi kenapa rasanya sangat menyakitkan saat Reygan melepaskannya ?
" jangan nangis lagi Kejora gue nggak mau liat orang yang gue sayang nangis karena gue, " Reygan langsung mengusap Pipi Kejora," ini yang lo mau. Gue harap dengan gue lepasin lo, lo nggak nangis Kejora Gue mohon jangan nangis di depan gue. Gue ngerasa jadi cowok berengsek di sini Kejora " ujarnya
Kejora memalingkan wajahnya tak mampu bertatap muka dengan Reygan," Makasih udah kasih warna di di dalam hidup gue. Makasih juga udah kenalin apa arti Cinta sesungguhnya. Lo Cowok Pertama yang buat masa SMA gue lebih berwarna. Dan lo cowok Pertama juga yang kenalin gue apa arti sakit yang sesungguhnya. Di Puja lalu dijatuhkan," Kejora lalu tertawa hambar," Gue nggak mau sakit hati karena terus-terusan di samping lo. Dan gue nggak mau lo rasain sakit hati karena di samping gue," ucap Kejora
" Maaf kita kembali lagi ke awal. Dua insan yang nggak saling menyapa dan dua insan yang nggak saling ada rasa," setelah mengatakan itu, Kejora membalikkan badannya, Berlari menerobos hujan yang kian deras
Reygan menatap nanar Punggung Kejora. ia ingin mengejar Kejora ia ingin memeluk tubuh Kejora Namun ia sadar Posisinya sekarang
" Walaupun lo bukan siapa-siapa gue lagi, Tapi Perasaan gue masih tetap buat lo Kejora " ucap Reygan. ia mendongak sebentar, membiarkan wajahnya diguyur air hujan. Petir-Petir yang saling bersahutan Pun tak membuat Reygan Pergi dari tempatnya
jam menunjukkan Pukul lima sore. Hujan dan Petir serta angin yang berembus begitu kencang menjadi saksi Perpisahan Reygan dan Kejora
__ADS_1
Bungan yang sedari tadi berdiri tak jauh dari Reygan, ingin berlari menghampiri Reygan, Namun kakinya seolah terikat sehingga ia tetap berdiri di tempatnya dengan Pandangan mata yang lurus menatap Reygan dengan sendu
," Maafin aku Reygan,"