KEJORA UNTUK REYGAN

KEJORA UNTUK REYGAN
BAB 40 Hal yang tidak dinginkan


__ADS_3

...Cinta, aku mohon kepadamu, jangan datang untuk Pergi dan jangan berbahagia lalu menyakiti...


Cewek dengan seragam Putih abu-abu itu baru saja menginjakkan kakinya di lantai rumah sakit. Air matanya turun kian menderas sedari tadi Jantungnya berdebar sangat kencang hatinya Pun berdesir ngilu jemari lentik Kejora meremas kuat tali tasnya. Rasa takut menghantui diri Kejora, takut jika Reygan Pergi meninggalkannya


" Kamu nggak boleh Pergi, Reygan Kamu nggak boleh ninggalin aku," ucap Kejora dengan kaki terbuka terus berjalan. Kejora terisak Pilu, membuat beberapa Pasang mata menatap Kejora dengan iba. Ketika ia hendak mendorong Pintu rawat inap Reygan, tindakannya terhenti saat Miko datang dan menahan tubuh Kejora, melarangnya untuk memasuki ruangan tersebut


" Kejora jangan masuk dulu. Reygan masih ditangani dokter," ucap Miko


" M-Miko Reygan nggak apa-apa kan ? Dia nggak ..... " Ucapan Kejora terhenti saat Miko memeluk tubuh Kejora dengan erat. Cowok itu mengusap-usap Punggung Kejora untuk menenangkannya


Miko mengganguk, " Reygan nggak apa-apa, dia gak bakal ninggalin lo. jantungnya tadi sempat lemah banget, tapi cuma sebentar sekarang detak jantungnya kembali normal. Maaf udah buat lo khawatir," ucap Miko. Kejora mengangguk, lebih baik seperti ini daripada Reygan benar-benar meninggalkannya


Miko melepaskan Pelukannya. Sejenak ia menatap wajah Kejora yang memerah. ia tak tahan untuk tak mengusap air mata Kejora, " Kejora sorry, Gue izin hapus air mata lo kali ini aja," Tangan Miko langsung terangkat untuk mengusap air mata Kejora yang membahasi wajah cantiknya " Jangan nangis. Reygan di sana berusaha buat kembali," ucap Miko," jangan nangis ya. Reygan bilang lo nggak boleh nangisin dia.Terus kenapa sekarang nangis ? jangan nangis lagi, Reygan baik-baik aja jangan takut ada gue sama Ardian yang selalu ada buat lo," ujar Miko dengan senyuman tipis


Decitan Pintu yang terdengar membuat Kejora, Miko dan Ardian menoleh dan segera mendekat ke arah dokter yang baru saja keluar dari dalam ruangan


" Gimana dengan keadaan teman saya Dok," tanya Ardian mendesak


Dokter Surya sempat mengembuskan napasnya Perlahan, " Bersyukur detak jantung Pasien Reygan sudah normal Tapi .... " Dokter Surya menatap satu Persatu anak-anak remaja di depannya itu," Kondisinya semakin memburuk. Hal ini membuat Pasien harus memakai alat bantu Pernapasan, " jelas Dokter Surya," Mungkin setelah Pasien sadar nanti akan ada kejadian di luar dugaan kita semua. saya tidak mau terburu-buru mengungkapkannya sekarang saya akan memberitahu setelah kondisi Reygan nanti,"


Miko menyugar rambutnya dengan frustrasi sedangkan Ardian terduduk lemas. ia melepas dasi yang melingkar di kerah baju, lalu menyandarkan bahunya dan memejamkan matanya. sejenak


" Kenapa harus kayak gini Reygan, " lirih Ardian, " Kenapa harus lo, " Ardian buru-buru mengambil Ponselnya dari dalam saku celana. ia menghubungi orangtua Reygan dan memberi tahu kejadian ini


sedangkan Kejora, ia seperti kehilangan semuanya. Tak ada sepatah kata yang keluar dari bibirnya saat mendengar Penjelasan Dokter Surya. Tanpa Permisi, langkah kakinya memasuki ruang rawat inap Matanya memanas saat melihat alat-alat medis yang terpasang di tubuh Reygan. Tubuhnya hampir saja jatuh jika ia tak bertumpu pada Pembatas


" R-Reygan, " lirih Kejora. Cewek itu terduduk lemas di atas kursi dekat brankar Reygan. ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya menumpahkan air matanya yang sudah tak bisa terbendung lagi bahunya bergetar hebat


Miko yang melihat Kejora serapuh itu dibuat tak tega ia mengusap sudut matanya yang mengeluarkan sedikit air mata


" Bangun Reygan. Lo tega lihat Cewek yang lo sayang kayak gini ? gumam Miko


Kejora terisak dengan kencang. ia tak kuasa menahan tangisannya


" Bangun Reygan, Kamu nggak boleh Pergi ninggalin aku sendirian di sini Aku nggak mau " Kejora mengenggam kuat telapak tangan Reygan yang sedikit dingin, " Kamu janji Pergi sebentar, kan kenapa selama ini kamu ninggalin aku, aku butuh kamu, Tolong buka mata kamu, " isaknya, " Kalau kamu Pergi siapa yang jagain aku, Yang buat aku ketawa lagi siapa Reygan Please buka mata kamu Sayang," Kejora mendongak menahan rasa sesak dihatinya itu Tangannya begitu lembut mengusap dahi Reygan, " Kalau kamu Pergi, aku ikut ya ?


" Reygan nggak bakal Pergi ninggalin kita semuanya Dia Pasti bangun entah itu kapan waktunya. Tugas kita cuma nunggu Reygan bangun dari masa komanya," Ujar Ardian yang baru saja memasuki ruangan


Kejora menoleh, tapi ia tak menjawab ucapan Ardian. Cewek itu kembali terfokus Kepada Reygan yang masih begitu sangat tenang memejamkan matanya. Kejora mengangkat tangan Reygan dan menempelkannya Pada Pipinya


" Kenapa harus kamu ? Kenapa kamu tarik aku waktu itu Reygan seharusnya biarin aku aja yang ada di Posisi kamu sekarang," ucap Kejora, " Maafin aku Reygan,"

__ADS_1


Setelah itu, Kejora terdiam cukup lama sembari menatap wajah Reygan dengan tatapan sendu. jemari lentiknya mengusap-usap lembut Punggung tangan Reygan


" Bangun, Reygan. Aku Percaya sama kamu Bangun ya, Aku kangen kamu,"


Pintu ruangan yang mula-mula tertutup rapat. tiba-tiba terbuka lebar menampilkan beberapa cewek yang berdiri di sana. Miko dan Ardian menoleh, tak heran lagi mereka datang. Begitu mendengar kabar buruk yang menimpa Reygan tadi, Miko langsung memberi tahu anak-anak sekolah SMA satya bangsa melalui grup sekolah


Ana, Bungan, Farah dan Marissa yang berdiri di sebelahnya


Bungan menoleh langsung menatap Ardian


" A-ardian gimana keadaan Reygan,"


Ardian menunjuk Reygan yang terbaring di atas brankar dengan dagunya. semua arah Pandang empat Pasang mata itu mengikuti arah yang ditunjukkan Ardian. Ana refleks menutup mulutnya saat melihat keadaan Reygan yang sepertinya jauh dari kata baik


" Reygan koma. Udah beberapa hari dia nggak bangun Dan tadi ... " Miko melirik Marissa sekilas , " Detak jantungnya sempat melemah, " Miko memalingkan wajahnya saat ia tak sengaja menatap wajah Marissa


Kejora berdiri dari duduknya saat menyadari sahabat dan teman seangkatannya itu mendekat


" Mau ngapain lo ke sini,"


Ana terkejut mendengar Pertanyaan yang keluar dari bibir Kejora. Bungan Farah dan Marissa pun kompak menghentikan langkahnya


" Kejora lo .... " ucapan Ana terpotong saat Kejora menyela ucapannya


Miko dan Ardian yang sedari tadi berdiri tak jauh dari mereka Pun berjalan mendekat. Takut-takut jika Kejora dan Marissa bertengkar di sini


" K-Kejora nggak gitu, Gue ... "


" Apa ? Lo mau bilang kalau lo berhasil rusak semuanya ? Lo berhasil Marissa Berhasil buat gue sehancur ini. ini kan, tujuan awal lo ? Buat gue Pisah sama Reygan dan buat gue semenderita Kayak gini,?' ujar Kejora dengan suara bergetar memotong ucapan Marissa


Ana dan Farah melangkah, mengusap-usap bahu Kejora untuk memenangkan cewek itu,


" Kejora udah ini Bukan tempatnya dan bukan waktunya marah-marah," bisik Ana yang dihiraukan sama sekali oleh Kejora


Marissa menatap Reygan, kemudian ia menatap Kejora kembali," G-gue minta maaf. ini kesalahan gue, andaikan waktu itu gue nggak berbuat hal kayak gitu mungkin Reygan nggak bakal kayak gini,"


Kejora menoleh dan terkekeh sangat Pelan," Bagus, Bagus, kalau lo sadar akan kesalahan yang lo Perbuat. Tapi Maaf Marissa kata Maaf lo itu nggak bisa mengembalikan semuanya. Nggak bisa mengembalikan sesuatu yang udah hancur," ucap Kejora dengan kelu, " Terutama hati gue,"


Marissa menatap Kejora dengan tatapan berkaca-kaca. ia sadar ini semua kesalahannya. Tapi apa ia tidak Pantas mendapatkan kata maaf ?


" Apa segitu Jahatnya gue, Ra ? Sampe Lo nggak maafin gue,"

__ADS_1


" iya, " jawab Kejora jelas," jangankan gue, Satu dunia Pun gue yakin nggak bakal maafin lo, Marissa secantik apapun lo, kalau sifat lo sangat jauh lebih definisi wajah lo, lo nggak bakal ada artinya di mata seluruh dunia ? Kata Kejora dengan ketus. ia menatap Pintu ruangan yang tertutup," Sekarang mau apa lagi Keluar dari sini. Gue nggak butuh lo ada di sini Reygan juga nggak butuh kata maaf dan belas kasih lo sedikitpun," usirnya


Marissa memegang Pergelangan tangan Kejora, tapi dengan cepat Kejora menepisnya," Kejora kasih gue kesempatan buat minta maaf sama lo,"


" Gue nggak butuh kata maaf lo. Apa lo nggak denger kata-kata gue barusan tadi ? Gue Perjelas lagi kalau nggak Paham kata maaf lo. Gue minta sama lo lebih lo Keluar dari sini," Merasa tak ada Pergerakan sama sekali dari Marissa, Kejora langsung mendorong Pelan bahu Marissa, " Keluar Marissa,"


Ardian menghampiri Marissa, " Biarin Kejora tenang dulu,"


Marissa mengusap air matanya yang menetes. ia menatap Ardian Penuh harap, " Ardian sampaikan kata maaf gue kalau Reygan udah bangun, " Ardian mengangguk mengiyakan ucapan Marissa. Setelah mematiskan Marissa keluar dari ruangan, Ardian kembali menutup pintu UGD dengan rapat. ia menoleh dan mendapati Kejora yang masih ditenangkan oleh Bungan Farah dan Ana


" Reygan hampir aja ninggalin gue di sini. Gue takut banget, Reygan bakalan ninggalin gue," Kejora mengambil Pasokan udara saat merasakan dadanya begitu sangat sesak, " Gue takut Reygan Pergi dari gue,"


" Buang Pikiran buruk lo, Kejora. Reygan nggak kenapa-kenapa. Dia cuma Pergi sebentar dan bakal kembali lagi. Kembali di sini, buat lo,"


Kejora mengatur napasnya yang tersengal-sengal. Sisa isakannya masih terdengar jelas. Siapa yang tidak berpikir negatif jika ada di Posisi Kejora ? Apalagi mendengar kabar detak jantung Reygan sempat melemah. Siapapun akan mengira jika Reygan akan Pergi meninggalkan semua orang di sini


" S-Sakit .... "


Kejora, Ana, Farah, Bungan, Miko dan Ardian menoleh dengan refleks saat telinganya mendengar suara rintihan. Kejora terkejut saat melihat bibir dan jari tangan Reygan sedikit bergerak. Kejora menitihkan air matanya. Cewek itu menutup mulutnya tak Percaya


" Reygan," ucap Kejora dengan Pelan


" Reygan sadar, " tanya Ana


Miko dan Ardian mengusap wajahnya dengan lega. Dua cowok itu sempat menitihkan air matanya tak percaya. sedangkan Kejora cewek itu menangis dengan diam. Mengutarakan antara senang dan haru yang menjadi satu


" Biarin Reygan buka matanya sepenuhnya dulu," ucap Ardian mencegah langkah Kejora yang hendak mendekati Reygan


" Biar gue sama Bungan yang Panggil dokter," ucap Farah Kemudian ia melangkah bersama Bungan keluar dari dalam ruangan UGD


Kejora terus menatap Reygan. Cowok itu memegang kepalanya yang terasa amat sakit. Matanya sangat berat untuk sekadar terbuka Dengan Perlahan, kelopak mata cowok itu mengerjap beberapa kali hingga akhirnya ia berhasil membuka matanya sepenuhnya membuat semua tersenyum lega


Reygan menatap langit-langit ruangan dengan Pandangan yang tak bisa diartikan. Hal itu membuat langkah Kejora segera mendekati Reygan. Cewek itu menyentuh Punggung tangan Reygan lembut


" Reygan kamu beneran udah bangun Aku nggak lagi mimpi kan,"


Miko, Ardian dan Ana mendekati brankar Reygan, Miko tersenyum melihat Reygan yang sudah sepenuhnya bangun dari masa komanya," Lo tau Reygan ? Kejora beberapa hari ini nangisin lo, Kenapa lo lama banget sih ninggalin gue sama Ardian di sini ? Sekolah kita hampa tanpa lo Cepat sehat, biar kita bisa kumpul lagi. semua kangen sama lo terutama orangtua lo,"


Reygan menoleh dengan Perlahan, bibirnya meringis menahan sakit di sekujur kepala dan tubuhnya. ia menatap Miko, Ardian Ana dan Kejora secara bergantian. Cowok itu menyingkirkan tangan Kejora yang menggenggam tangannya membuat Kejora Terkejut dengan sikap Reygan


Senyum yang mula-mula terbit di bibir Miko luntur begitu saja melihat Penolakan yang Reygan lakukan. Melihat Reygan yang sepertinya kesusahan bangun dari tidurnya, lantas Ardian membantu sahabatnya untuk duduk. Namun satu hal yang Paling mengejutkan. Reygan mendorong bahu Miko dengan Pelan

__ADS_1


" KALIAN SEMUA SIAPA ?


...•••••...


__ADS_2