
KEJORA melajukan motornya dengan kecepatan sedang. Warkop Mang Jajang adalah tujuannya karena ia disuruh ayahnya membeli kopi satu renceng. Kejora menghentikan motornya tepat di depan warkop Mang jajang. Suara gelak tawa dari cowok-cowok tak mengalihkan Perhatiannya
" Assalamualaikum, Mang !"
" Waalaikusalam, Cantik !" Bukan Mang Jajang yang menjawab melainkan gerombolan cowok-cowok remaja di sana
Kejora menoleh, kemudian berdecak sinis. Tak satu pun dari mereka yang membuat Kejora terpana
Mang Jajang mengangguk saat Kejora menyebutkan Pesanannya kemudian menyuruh Kejora duduk di salah satu meja kosong, " Eneng Cantik duduk di sini, ya, jangan duduk campur sama mereka, bertiga " Bisik Mang jajang sedikit melirik cowok-cowok yang di Pojok sana, " Mereka itu genit banget Neng, Anak Mamang aja digodain dicolek dagu dan bahunya, Hih Neng Mamang ngeri kalau kamu diapa-apain mereka," bisik Mang Jajang
Kejora mengangguk dan mengangkat jempolnya, " Sip, Mang Kejora juga nggak tergiur sama mereka milik Kejora udah Paling menggoda,"
" Siapa yang Paling menggoda ? Gue ?
Kejora mendongak. Sial ! Kenapa harus ada Reygan di sini saat ia memuji cowok itu ? Ah, Kejora jadi malu sendiri. ia memalingkan wajahnya Sejak kapan Reygan ada di sini ? Apa Reygan tadi ada di gerombolan cowok itu ?
" Nggak, Kamu salah denger Jangan Percaya diri, " Kata Kejora menahan malunya
Reygan mendudukkan dirinya di samping Kejora. Sebenarnya Reygan bergabung di gerombolan cowok-cowok yang menggoda Kejora. Mungkin Kejora tidak menyadari keberadaannya. Reygan merasa risi dengan teriakan menggoda dari teman satu tongkrongannya, " Sama siapa ke sini ? tanya Reygan
" Sama motor, " jawab Kejora
" Gue juga Sayang. Maksudnya sama siapa ? sama Ana atau sama .. "
" Sendiri, " Potong Kejora
" PACARAN TERUS PEPET TERUS NGGAK DI RUMAH NGGAK DI ... '
" BACOT !" Potong Reygan memotong ucapan Miko
" Kamu ngapain di sini ? tanya Kejora
Reygan lansung mengerdikkan bahunya
" Biasalah. Tau sendiri anak muda ngapain kalo ngumpul kayak gini,"
" jangan kebanyakan main. Apalagi sampe Pulang larut malam jangan lupain kewajiban kamu selama sekolah. Banyakin belajar biar bisa masuk kampus impian, " ujar Kejora
Reygan beranjak dari duduknya. Hal itu membuat mata Kejora mengikuti Pergerakan Reygan, terutama teman-teman tongkrongannya Reygan yang menoleh ke kanan dan ke kiri seperti mematiskan keadaan.
__ADS_1
" Kamu ngapain .... " Kejora menghentikan ucapannya saat Reygan memajukan wajahnya tepat di depan wajah Kejora
" Masuk kampus besar itu bukan impian gue, Menurut gue, semua kampus itu sama aja, sama-sama buat nimba ilmu, " Ucap Reygan, " impian gue bukan masuk kampus besar, tapi ... " Reygan mengecup Pipi Kejora. " impian aku itu hidup bahagia bareng kamu, " kata Reygan mengedipkan sebelah matanya kemudian mencubit Pelan hidung Kejora
...••••...
Kejora baru keluar dari dalam ruang Olahraga. ia baru saja mengembalikan bola basket dan bola Voli. Ketika ia melangkahkan kakinya tubuhnya terhuyung ke belakang dengan Pelan akibat tabrakan baju dari orang di depannya. Kejora membungkukkan badannya mengambil susu kotak rasa Vanila dan rasa strawberry yang sempat ia beli di kantin Mak Gendut
" Puas lo Sekarang ?" Marissa menatap Kejora sinis, " Udah Puas buat gue malu Setelah ini, apalagi yang mau lo lakuin ke gue ? Marissa terkekeh hambar menatap Kejora
Kejora menatap Marissa dengan bingung. Apakah Marissa seperti ini hanya karena Perasaannya tidak dibalas oleh Reygan ?
" Pinter banget lo ngelakuin anak-anak lainnya buat musuhin gue dan laporin gue ke Pihak sekolah. Licik banget juga cara lo. Gue rasa Reygan salah,"
" Nggak usah bawa-bawa Reygan yang salah milih gue sebagai Pacarnya Seharusnya lo salahin diri lo sendiri, Bukannya lo yang sering buat masalah ya," Kejora tertawa Pelan," jangankan mereka, gue aja seneng banget kalau lo dihempas dari sini. Dengan adanya cewek sok kayak lo. Sekolah ini jadi jelek, " Kejora menatap Marissa dengan risih, " Masih Mending kalau lo ada kelebihan buat banggain diri sendiri dan orang lain sedangkan lo ? jangankan buat mikir Punya otak aja cuma buat Pajangan kepala doang,"
Marissa menatap Kejora dengan amarah. Kejora memutar tubuhnya dan. mendapati tiga cowok yang berlari kencang ke arahnya. Reygan Miko dan Ardian tengah dikejar oleh Pak Fery karena mengisengi rambut Palsunya lagi. Belum sempat Kejora menyingkir, tubuhnya tertabrak oleh badan tegap Reygan hingga cewek itu tersungkur
" Ra, " Mata Kejora melebar sempurna jantungnya berdetak tak menentu Reygan berada di atasnya dengan menahan tubuhnya menggunakan tangan Satu tangannya lagi menahan kepala bagian belakang Kejora," Udah kagetnya, " tanya Reygan. ia menarik tangannya kembali, kemudian membawa bahu Kejora menuntunnya untuk berdiri. Mata Reygan mencari keberadaan dua sahabatnya serta guru kesayangannya baru itu Bibirnya langsung merapat menahan tawa lantaran melihat dua orang tersebut terseret diseret oleh Pak Fery, " HAHAHA RASAIN LO BERDUA ! teriaknya meledek Miko dan Ardian yang dijewer Pak Fery
" Sakit banget ! Gara-gara lo, Nih,"
" Kasian, sampah ketemu sampah," ejek Reygan
...••••...
Kejora berdecak kesal Motor Reygan mogok di tengah jalan entah karena apa. Lagipula ini salah Reygan sendiri. Salah siapa membawa motor butut yang jelas-jelas sudah tua umurnya ? Bahkan umur di Ucok motor butut Reygan lebih tua dari umur Reygan
Reygan menolehkan kepalanya, mendapati kekasihnya menekuk wajahnya kesal, " Ra, lo naik taksi aja daripada capek nunggu Sebentar lagi mau hujan,"
" Nggak usah Rey, Aku nungguin kamu aja Kita berangkat sekolah bareng, artinya Pulang sekolah kita harus bareng juga, " Potong Kejora
" Tapi ini ... "
" Ayo bawa ke bengkel deket sini aja, " ucapnya memotong ucapan Reygan
" Nggak malu,"
Kejora menoleh dan terkekeh sangat Pelan," Apa yang harus dimaluin sih Reygan Udah ayo buruan dibawa ke bengkel, biar kita Cepet sampe rumahnya, " ajaknya
__ADS_1
Reygan tersenyum. Tangannya bergerak mengacak-acak gemas rambut Kejora. Lalu langkah kaki mereka membawanya ke bengkel terdekat, Reygan menarik Pergelangan tangan Kejora keluar dari dalam bengkel ketika tahu Perbaiki motornya akan memakan waktu lama
Kejora menendang-nendang kerikil di bawah kakinya. Mereka Pulang dengan berjalan kaki berdua di bawah langit yang sebentar lagi menumpahkan airnya. Kenapa ia jadi bimbing dengan perasaannya sendiri ? ia menoleh menatap Reygan. Merasa diperhatikan, Reygan menaikkan alisnya
" Ada apa ? tanyanya
Kejora menggeleng. ia hanya teringat dengan nilai sekolahnya turun drastis. Kejora tak ingin menyalahkan hubungannya tapi semenjak ia berhubungan dengan Reygan. ia lebih sering melupakan Pekerjaan sekolahnya, ia hanya tak mau beasiswanya menjadi taruhan. Mana mungkin Kejora bisa membiayai sekolahnya sendiri ? SMA Satya bangsa bukan seperti Sekolah biasa. SMA Satya bangsa adalah sekolah negeri biayanya lumayan cukup tinggi
Kejora ingin mengakhiri hubungannya untuk sementara waktu dan memfokuskan dirinya ke nilai sekolahnya. Namun ia juga tidak ingin tersiksa karena Perasaannya Kejora mendongak menatap Kejora
" Reygan, " Panggilnya
" Kenapa ?"
Kejora menatap lurus ke depan, " Kalau seumpama kita usai sampe di sini aja apa kamu mau ?"
Reygan menghentikan langkahnya, menatap Kejora dengan bingung Apa baru saja ia membuat kesalahan ?
Reygan tertawa Pelan menganggapi ucapan Kejora. " Lo ngomong apa sih Ayo jalan lagi, dikit lagi kita sampe ... "
" Aku nggak lagi Bercanda Reygan,"
" Nggak mungkin lo ngomong gitu tanpa alasan kita baru aja jalani hubungan ini. Lucu banget tiba-tiba selesai, " Reygan terkekeh dengan hambar," Apa karena nilai sekolah Lo yang buat lo ngomong ngomong gini ? Lo bisa ngomong ini baik-baik. Lo bisa ngomong kalau lo Pengen Perbaiki akan nilai lo, Biar gue yang ngejauh sebentar," ucapnya
Kejora menatap Reygan. ia tidak ingin mengakhiri hubungannya hanya saja ia tidak ingin ayah dan Abangnya menyalahkan hubungan ini Kejora menunduk saat merasakan Reygan mengusap tangannya
" Lo mau udahan, kan ? Kita nggak Perlu Putus, biar gue yang ngejauh dari lo buat beberapa hari ke depan. Sampe nilai lo balik lagi, bahkan Sampe kita lulus pun gue siap buat nunggu. Asalkan kita jangan Putus Kejora,"
Setelah mengatakan itu, Reygan meninggalkan Kejora yang terdiam. Kejora menggeleng kuat, ia berlari mengejar Reygan. Masa bodoh dengan rintik gerimis yang mulai turun. ia menarik lengan Reygan, kemudian memeluk tubuh cowok itu erat. Reygan terkejut, ia menunduk menatap Kejora dengan bingung
" Ra, Kenapa ? Reygan mengusap kepala Kejora, " Kenapa sayang ? Kejora menggeleng. Reygan Tersenyum, ia tahu apa yang ada di Pikiran Kejora sekarang saat ini " Belajar lagi ya ? Kalau gue Bodoh gini, lo jangan ikut-ikutan bodoh kayak gue. Lo itu Pelengkap kekurangan gue, Jangan hanya Karena hubungan ini, lo jadi males sama kewajiban lo, " Ucap Reygan
" Maaf, " ucap Kejora. Reygan mengangguk dan mengusap sayang Surai hitam Kejora. ia melepaskan Pelukannya dan menyejajarkan tubuhnya dengan Kejora. Tangan kanannya bergerak menutupi kepala Kejora dari guyuran hujan yang kian deras
" Entah udah ke berapa kalinya gue bilang ini sama lo, intinya gue nggak kaya bosen-bosen buat ngomong ini sama lo," Ucap Reygan
" Apa, " Tanya Kejora
" Karena Gue itu ," Reygan menunjuk dirinya, " Sayang, " sambungnya, " sama lo, " ia menepuk Pelan Puncak kepala Kejora kemudian mencolek hidung Kejora dengan gemas " Jangan Pernah ada keinginan buat ninggalin gue, ya ? Gue tanpa lo, saat itu juga selesai hidup gue, Ra,"
__ADS_1
...••••...