KEJORA UNTUK REYGAN

KEJORA UNTUK REYGAN
BAB 23 BENTENG PERTAHANAN


__ADS_3

...Disini aku merangkul sahabatku Dan di sana kupeluk bidadari cintaku...


Malam itu, angin berembus sangat kencang. Kejora menutup jendela kamarnya, tiba-tiba, Dikta datang ke kamarnya. " Gue mau keluar lo kalau nggak berani di rumah Panggil aja Reygan. Biasanya tuh anak tanpa diundang juga dateng sendiri nerobos jendela. "


Kejora menoleh cepat. Bagaimana abangya tahu kalau Reygan sering masuk ke kamarnya lewat jendela, atau jangan-jangan ?


" Gue tau semuanya. kalau mau Pergi sama Reygan jangan lupa kunci Pintunya, " Cowok berpostur tinggi itu menepuk kepala Kejora, sebelum ia keluar dari kamar sang adik


Kejora berdecak sebal. Andaikan saja Reygan itu peka, mengajaknya keluar malam, atau mengajaknya di suatu tempat Pasti Kejora bisa merasakan indahnya kisah Percintaannya. Namun Kejora harus membuang angan-angannya sejauh mungkin. Reygan tidak Pernah mengajaknya ke tempat semewah itu.


Suara ketukan Pada jendela kamarnya membuat Kejora menoleh Langkah kakinya berjalan mendekati jendela kamarnya. sebelum ia membukanya, ia sempat mengintip sela-sela jendelanya. Hitam Hanya ada warna hitam yang menutupi jendelanya


Kejora meneguk ludahnya kasar. ia memejamkan matanya Sembari membuka jendela kamarnya dengan kasar.


" Aw !"


Kejora membuka matanya kaget lantaran telinganya mendengar rintihan dari suara bariton di depannya. ia melebarkan matanya saat melihat siapa di hadapannya ini. Reygan mengusap-usap keningnya yang memerah akibat hantaman kuat dari jendela kamar Kejora


" Reygan ! kamu nggak apa-apa kan ? tanya Kejora sedikit berteriak


" Nggak apa-apa dari mananya, Kejora ? Sakit Tau, "


" Lagian kenapa kamu itu hobi banget masuk lewat jendela, sih? Kayak rumahku nggak ada Pintunya aja," omelnya, " Buruan masuk,"


Reygan berdecak. Baru saja ia ingin melakukan yang romantis selalu saja berakhir Kejora yang merusaknya. Dari dulu PDKT-an hingga sekarang sudah menjalin hubungan. Cowok itu memasuki kamar Kejora dengan membawa Paper bag di tangannya. sedangkan Kejora mengambil kotak P3K dari dalam lemarinya


" Untung tadi aku nggak Pukul kamu Pake sapu. Lain kali kalau mau main Itu lewat depan, lewat Pintu, jangan lewat jendela kamar kalau ada tetangga yang lewat, nanti dikira yang nggak-nggak, " omel Kejora sembari mengolesi salep di dahi Reygan , " Udah beberapa kali aku bilang kayak gini coba sama kamu"


" Males lewat Pintu, Bosen,"


Kejora menatap Reygan dengan sebal. ia menekan benjolan kecil di dahi Reygan membuat cowok itu terpekik, " Sakit, Sayang, " rintihnya.


" Rasain !" Cewek itu beranjak dan mengembalikan kotak P3K ke dalam lemarinya


" Ra, kamu mau sesuatu dari aku nggak, ? tanya Reygan


Kejora menoleh cepat mendengar gaya bicara Reygan yang sangat berbeda


" Aku ? tanya Kejora


Reygan mengangguk, " iya, Kenapa ?


Kejora menggeleng ia mengulum bibirnya yang hampir mengeluarkan Senyuman manis. Oh ya Tuhan kenapa setiap Perlakuan sederhana. Reygan membuatnya melayang tinggi ?


" Lupain aja. Mau nggak ?" ulangya


Kejora mendongak, " Sesuatu apa,"


Reygan mengambil dua kotak berukuran sedang dan berukuran kecil dari dalam paper bag-nya Cowok itu menyerahkannya kepada Kejora, " Coba buka sendiri, bisa ?


Kejora menatap kotak di tangannya lalu mengangguk. Jemari lentiknya membuka kotak tersebut. Sorot matanya berbinar melihat banyaknya cokelat dengan warna Pink yang dihiasi tulisan Love You


Reygan tersenyum manis saat melihat sorot wajah berbinar dari sang kekasih. Jemarinya bergerak untuk menyelipkan anak rambut yang menutupi wajah Cantik Kejora, " Suka, ? Kejora menoleh dan mengangguk cepat. Siapa yang akan menolak Cokelat ? Cokelat juga termasuk makanan yang membuat mood-nya naik seketika, " Ada lagi, nih yang kecil, " Cowok itu kembali menyodorkan kotak kecil kepada Kejora


" Banyak banget ini apa isinya ?" tanya Kejora sambil membolak-balik kotak kecil tersebut


" Kalau aku kasih tau, bukan kejutan namanya,"


Kejora menatap kotak kecil di hadapannya dengan raut wajah bingung. kotaknya kecil, sekilas seperti kotak cincin. Buru-buru Kejora membuka kotak tersebut. Betapa terkejutnya saat matanya menangkap benda mewah itu di hadapannya, " K-Kalung ? beonya. Kejora menutup kembali kotak tersebut. Hal itu tentunya membuat Reygan memudarkan senyumnya


" Kenapa ? Nggak suka ? tanya Reygan


" Nggak seharusnya kamu kasih ini ke aku. ini terlalu berlebihan Reygan Apalagi Pasti harganya juga mahal kan ?


" Kenapa Permasalahin harga ? tanya Reygan sedikit kecewa.


Kejora menoleh. ia menatap kalung berbandul kunci tersebut. Entah kenapa Kejora merasa sangat ragu untuk memakainya.


Reygan mengambil kalung tersebut dari tangan Kejora. Hal itu membuat Kejora mendongak menatap Reygan dengan jarak yang sangat dekat. Reygan memosisikan dirinya di belakang tubuh Kejora, lalu memasangkan kalung liontin kunci itu di leher Kejora


" Kunci ini, " Reygan menyentuh liontin kalung di leher Kejora, " sebagai kunci hati kita, nggak ada yang bisa misahin kita, kecuali kalau kamu lepasin kalung ini, " ujarnya, " jaga kalung ini baik-baik ya, kayak kamu jaga hati ini buat aku," lanjutnya sembari menyentuh dada Kejora dengan jemari telunjuknya


Kejora tersipu malu. Sungguh, dari banyaknya momen ia habiskan bersama Kejora. ini momen terindah yang Pernah ia rasakan Meksipun sederhana, Kejora sangat menyukainya


Melihat Kejora yang hanya diam saja sembari menundukkan kepalanya, cowok itu mengangkat dagu Kejora. Pipi yang menjadi candu itu seolah-olah sebagai magnet untuk menarik bibir Reygan segera menyentuhnya. Satu kecupan hangat menyapa Pipi Kejora. Cewek itu memejamkan matanya dengan Perlahan, merasakan desiran yang begitu kuat Pada dadanya

__ADS_1


" I love you Kejora Estelle, "


...••••...


Hari Senin ini kelas 12 IPS 3 terdengar sangat ramai. Maklum saja tak ada guru yang memasuki kelas itu


" Kemarin gue lihat Miko jalan sama Ana. Lo berdua Pacaran ya, " tebak Ardian menatap Miko dengan dengan tatapan memicing


Miko menatap Ana yang nampaknya santai-santai saja, tak ada raut kesal dari wajahnya. justru cewek itu malah asyik maskeran dalam kelas


" Nggak ! kata siapa lo ? Gue kemarin Cuma anterin Ami Pulang ? elak Miko," kebetulan kemarin gue bawa motor. Nggak enak dianter terus sama Ardian,"


" OMG MIKO ? Reygan menangkup Pipinya sendiri menirukan gaya bicara Miko," AMI SIAPA ITU AMI PANGGILAN KHUSUS BUAT ANA YA, MIKO, " Tebak Reygan


Miko berdeham, " A-anu m-maksudnya Almira. Gue cuma anterin dia Pulang aja karena dia nggak ada yang jemput,"


" Nggak ada yang jemput apa nggak ada yang jemput ?" goda Reygan mencolek bahu Miko


Ardian mengangkat kepalanya yang sedari tadi tiduran di atas Paha Reygan dengan Santai," Yang dibaperin Vika, yang diPacarin Almira, Pinter juga gaya lu Miko Mau jadi Penerus si Reygan,"


Begitu telinganya mendengar namanya disebut lantas Reygan menjitak kepala Ardian


" Cowok Playboy kalau udah ada Pawangnya nggak bakal berani berkutik. Reygan contohnya, " ucap Aldo. menunjuk Reygan dengan dagunya


" Sorry, Cewek gue terlalu sempurna buat diselingkuhin," Kata Reygan


" Halah ! Banyak omong lo, ekor buaya darat," ledek Kris


" Miko sekarang, kan Paten sama Ana Nanti Vika buat gue Lumayan gue jomblo, Orang sekarang pawangnya Pindah haluan," ujar Aldo. ia melirik diam-diam ke arah Miko


Miko menggebrak meja yang ia tempati membuat seisi kelas terlonjak kaget,


" BERANI MAJU SELANGKAH GUE GOROK LO,"


Ana yang mula-mula sedang mengoleskan masker bubuk Pada wajahnya itu, lantas menoleh ke arah Miko. ia mengerlingkan matanya dengan malas


Decitan Pintu kelas membuat semuanya kompak menoleh, Di sana ada Daniel yang berada di ambang Pintu


" Gue mau kasih informasi dari Pak Fery kalau beliau hari ini nggak masuk,"


" OMO ! Pekik Miko kegirangan


Reygan berdecak, " Sama aja kalau gitu,"


" Udah nggak usah ngerjain Biar yang Pinter-Pinter aja yang ngerjain kita tinggal nyontek Toh, juga nggak dikumpulkan hari ini, kan, " sahut Miko


" Nyontek mulu Hidup lo, Pantesan aja lo bego terus ! sarkas Ardian membuat Miko dan Reygan menoleh


" Munafik banget lo ! Lo Kalau nggak bisa ngerjain juga Pasti nyontek kan," ucap Reygan


Ardian mendongak, " Gue nyonteknya Pilih-pilih kali. Nggak nyontek sama orang nggak waras kayak kalian,"


" Songong lo, " Maki Reygan dan Miko bersamaan. Reygan beranjak dan berjalan menghampiri Daniel yang masih berdiri di depan Papan tulis. Mereka yang menyaksikan itu sudah hafal dengan apa yang akan dilakukan Reygan


" Bagi Duit ! Palaknya


Daniel mengeluarkan selembar uang senilai sepuluh ribu dari dalam saku celananya. Reygan mengambil uang tersebut, menatapnya dengan tatapan tak terbaca, " Lagi !"


" U-uang gue cuma itu, Rey. selebihnya gue tabung buat biaya kuliah gue nanti, meskipun nggak akan cukup. tapi gue berusaha buat ringanin beban orangtua Reygan " jelas Daniel


" Tuh ! Dengerin, Rey ! Contoh si Daniel ! Emangnya lo ? sampe sekarang cuma jadi beban ! ledek Miko tertawa kencang


Reygan menoleh, " Berisik lo !" ia kembali menatap Daniel, " Lo berharap uang ini kembali ? ia terkekeh, " Apa yang udah di tangan gue berarti itu udah jadi hak gue !"


Daniel menggeleng, " Nggak, Rey, Buat lo aja gue juga bawa bekal kok buat makan siang nanti. Gue duluan," Pamitnya


Reygan menarik Pundak Daniel saat cowok berbadan gempal itu hendak keluar," Gue kasih kembalian, " Kata Reygan. ia merogoh saku bajunya mengambil beberapa lembar uang ratusan ribu, " Buat lo, " Reygan memberikan uang tersebut kepada Daniel


" OMG !" Pekik Miko sembari menangkup Pipinya sendiri


Ardian melirik temen-temennya yang menatap Reygan kaget, " Dia itu sebenarnya baik. Cuma kebaikannya ketutup sama sikap gilanya,"


Miko mengangguk setuju dengan ucapan Ardian, " Siapa lagi coba orang yang malak malah ngasih kembalian ? Mana kembaliannya lebih besar daripada uang yang di Palaknya,"


" Kalau gitu caranya gue juga mau di Palak sama Reygan setiap hari," sahut Aldo, menggebrak Pelan meja di depannya

__ADS_1


" Rey- Reygan tapi ini kebanyakan. Lo ambil aja uang gue, kalau lo kasih kembalian lima Ribu aja ini lima ratus ribu itu lebih dari .. "


" Ambil buat tabungan biaya kuliah lo nanti. Gue duluan mau beli Es Dawet," Reygan menepuk uang Pemberian Daniel. " Lumayan sepuluh ribu dapet Es Dawet dua gelas,'


Gerombolan cowok di meja Paling belakang dekat dinding mengangakan mulutnya tak percaya dengan kelakuan Reygan sifatnya sangat aneh bukan ?


Miko berkata, " Cuma Reygan yang malak orang dikasih kembalian dan kembaliannya lebih besar daripada uang yang di Palaknya,"


" Cuma Reygan aja, motor ninja nggak ada harga dirinya dimatanya," imbuh Ardian


" Cuma Reygan aja, kodrat motor Supra lebih tinggi daripada apa pun," sambung Kris


" Cuma Reygan aja, cari makan pakan kambing Pake motor ninja, " timpal Aldo


Mereka saling Pandang satu sama lain, menepuk jidat secara bersamaan dan menyandarkan Punggungnya di sandaran kursi. Reygan itu baik hanya saja .... Ah sudahlah, bicara soal Reygan memang tak ada habisnya


...•••••...


Saat berjalan di lorong, Reygan tak sengaja berpas-pasan dengan Kejora. Hal itu membuat Reygan menghentikan langkah cewek itu,


" Mau ke mana ? tanyanya


Kejora menoleh, " Mau ke kantin,"


" Tadi ke mana aja nggak ada di kelas," tanya Reygan


" Tadi aku ke Perpustakaan, balikin buku Paket semester satu," jawabnya


Reygan menganggukkan kepalanya, Cowok itu menggandeng tangan Kejora untuk ke kantin bersama. Di Perjalanan. mereka tak sengaja berpas-pasan dengan Marissa. Tatapan sinis Pun menghunus masuk ke dalam mata teduh Kejora


" Ternyata matre, " sindir Marissa sambil melirik kalung yang melingkar indah di leher Kejora


Kejora menghentikan langkahnya saat mendengar satu sindiran yang seperti ditujukan kepadanya. Hal itu membuat langkah Reygan turut terhenti


" Ngomong lagi, Marissa," suruh Kejora


" jadi lo tujuan lo Pacaran sama Reygan selain mau Populer ternyata buat manfaatin juga, ya ? Marissa tersenyum mengejek, " Ada aja kelakuan orang nggak mampu,"


" Lo kenapa, sih ? Kalau lo nggak suka hubungan gue sama Kejora nggak suka diliat, Marissa, Bikin Penyakit Hati Ngerti ! ucap Reygan. Entahlah, dulu ia tidak membenci Marissa, Namun saat melihat Kejora selalu diganggu oleh Parasit ini, Reygan bertekad untuk menjaga Kejora dari Marissa, " Keadaan Kejora nggak Pantes lo hina Marissa, Walaupun dia nggak Punya apa-apa seenggaknya dia Punya hati yang baik, " ucapnya, " Nggak kayak lo, kaya harta tapi miskin hati, " Reygan mengeratkan genggamannya Pada tangan Kejora


" Lo itu Cemburu sama gue, Marissa ? Kejora menatap Marissa serius, " Lo ngomong kayak gitu karena lo sakit hati, kan Reygan lebih milih gue Daripada lo," Kejora menyentuh Pundak Marissa menatap dalam mata sinis itu


" Ra, Ayo, " ajak Reygan Namun cewek itu masih setia menatap Marissa seolah ingin memberi Penjelasan


" Kalau yang diPilih Reygan itu gue, lo bisa apa ? Lo nggak bisa maksain Pilihan seseorang, Marissa, " Ucap Kejora, " Sekuat apa pun lo mau rusak hubungan gue, sekuat apa pun lo rendahin gue di depan Reygan, gue sama Reygan nggak bakal berhenti berjuang, Marissa Nggak bakal putus hanya karena omongan busuk lo itu," ucap Kejora, " kalau gue rendah di mata lo, Seenggaknya gue lebih tinggi di mata Reygan, " Kejora tersenyum. ia membenarkan jepitan rambut Marissa yang sedikit mengendur," Makasih Marissa, seenggaknya kehadiran lo di hubungan gue sebagai uji Pertahanan benteng di hubungan gue sama Reygan, " ujarnya, " Lo boleh rusak hubungan gue sama Reygan sampe lo Puas Tapi, kalau takdir gue sama Reygan, jangan salahin gue kalau nantinya gue kibarkan bendera kemenangan di depan lo,"


Terakhir, Kejora menepuk-nepuk Pundak Marissa sebelum akhirnya Cewek itu kembali menyatukan tangannya Pada tangan Reygan dan melenggang Pergi meninggalkan Marissa yang menatap keduanya dengan tatapan Penuh kebencian


...•••••...


Hujan turun membasahi dua insan yang menaiki motor matic Reygan menghentikan motornya di bawa Pohon besar dekat jalanan di samping mereka, ada Penjual es kelapa yang tengah membuka Payung untuk menghalau air hujan. Reygan menghampirinya menitipkan motornya Pada Penjual es kelapa tersebut. Setelahnya, ia menarik Pergelangan tangan Kejora memasuki Hutan sepi Hanya terdengar kicauan burung


" Reygan, Mau ke mana ? tanya Kejora Penuh curiga, Cewek itu menghentikan langkahnya


" Masuk ke dalam, " ucapnya


Kejora terdiam beberapa saat. ia melihat suasana hutan yang sangat sepi dan gelap. Apalagi ditambah gemuruh Petir yang saling bersahutan


" Ayo, angetin badan di dalem, " ajak Reygan membuat bulu kuduk Kejora semakin merinding, " Ra, ayo masuk Mau mau kasih tau sesuatu di sana,"


Langkah kaki Kejora mengikuti Reygan. Begitu ia memasuki area hutan, ia disuguhkan oleh Pemandangan bunga yang tertata rapi di sana. Ada sebuah gubuk kecil yang berdiri kokoh di sampingnya Pohon akasia yang menjulang tinggi. Tak ada rasa seram lagi yang Kejora rasakan,ia malah sangat tertarik untuk memasuki gubuk itu


Reygan menghidupkan lampu Petromax yang tergantung di sana sedangkan Kejora menatap banyaknya foto-foto kebersamaan Reygan, Miko dan Ardian yang Tergantung Pada tali rami


" Nyaman kan di sini ? Tempat ini yang selalu aku kunjungi sama Ardian dan Miko, " Reygan mengamati keadaan gubuknya yang masih terlihat masih bagus, " Gubuk ini dibuat waktu kita bertiga masih kelas 1 SMP kita bertiga janjian di sini, apa pun masalahnya sejauh apapun kita nanti, itu nggak boleh dijadiin alasan runtuhnya Persahabatan kita," Ucap Reygan, Kejora bersikap menyimak Reygan, " Dan ini, " Reygan menunjuk kertas origami berbentuk love yang tertempel indah Pada dinding gubuk itu," ini kertas hati milik kita bertiga. Kalau salah satu dari kita udah punya Pacar ketentuannya harus nulis nama Pacarnya di kertas origami ini Kejora aku mau nulis sesuatu di sini " ujarnya Reygan mengambil Pulpen dari dalam tasnya dan meraih salah satu kertas origami tersebut


REYGAN DAN KEJORA


Reygan tersenyum melihat nama Kejora yang ia tulis mengisi ruang


" Berarti kamu sering nulis nama mantan-mantan kamu dulu ? Kan mereka dulunya Pacar kamu, " ucapnya


Reygan menggeleng. Matanya terus menatap Pemandangan sekitar gubuknya yang nampak sangat begitu indah, " Kata Siapa, Aku nggak bakal tulis nama seseorang kecuali orang yang aku seriusin,"


Cewek itu memalingkan wajahnya tersipu malu. Ucapan dan Perlakukan manis Reygan selalu berhasil membuat jantung Kejora berdebar kencang. ia tersentak kaget saat Reygan menarik Pinggangnya mendekat ke arahnya

__ADS_1


" Kamu itu satu-satunya Perempuan yang berhasil masuk ke dalam hidup aku, Kamu Perempuan yang bakal aku junjung tinggi derajatnya setelah derajat keluarga aku, " ujarnya, " Dan salah satu kamu, " Reygan mencolek hidung Kejora dengan lembut," satu-satunya Perempuan yang aku Perjuangkan sampe takdir memisahkan kita," Reygan mencium Punggung tangan Kejora, Terakhir ia mengecup singkat Kedua Pipi Kejora


...•••••...


__ADS_2