
" Enak banget bentar lagi mau lulus," Ujar Miko bahagia menyadarkan bahunya dan meluruskan kaki di atas meja, " Good bye Tugas SMA welcome tugas kuliah,"
Miko, Ardian dan beberapa anak kelas 12 IPS 3 lainnya mengerubungi meja Miko. Hari ini adalah hari Pengumuman kelulusan. sangat sulit rasanya melepas almamater SMA dan menggantinya dengan almamater Universitas. Mereka belum siap berpisah dengan orang-orang yang sudah berjuang bersama.
" Nggak kerasa banget udah mau lulus Padahal kemarin gue masih nangkep ikan bareng Reygan dan Ardian sekarang udah mau hadapi kejamnya dunia aja," ucap Miko
" kalau lo kerja nanti gue yakin belum ada sehari lo bakal dipecat," sahut Aldo duduk di samping Miko
Miko menoleh tak terima akan ucapan Aldo," What maksud ?
Aldo menghela napas Cowok itu berdiri dan mengangkat satu kakinya di atas kursi yang ia duduki tadi, " Dengerin Aa Aldo Paling Ganteng Mantan ketua kelas ganteng dan berwibawa jadi ..."
" BERWIBAWA MATA LO NGGAK USAH MUNAFIK LO CENTONG BUAYA," jerit Miko
Apa pantas seorang Aldo dibilang ketua kelas berwibawa ? Semua yang ada di kelas ini juga tahu kalau Aldo adalah ketua kelas membawa keburukan. Di mana-mana Ketua kelas itu selalu memberikan kebaikan menegur anak buahnya yang membuat kesalahan. Aldo ?
Aldo memukul kepala dengan topinya," Dengerin gue dulu ! Modelan lo mana mungkin diterima di kerjaan ? Yang ada atasan lo langsung Pecat lo. Tiap hari teriak-teriak Lo Pantasnya tuh kerja di masjid,"
__ADS_1
" jadi apa Aldo," tanya Kris
" jadi Penyiar orang meninggal," tawa Aldo mengundang gelak tawa dari bibir anak-anak yang lain
Miko yang merasa tak terima Pun melepas dasi yang melingkar di kerah bajunya. ia menjepret kencang lengan Aldo dengan dasinya
" RASAIN .... " Miko menghentikan jeritannya saat Pintu kelas terbuka. Di sana terdapat Reygan berjalan menuju mejanya, ia menatap Aldo seolah mengerti dengan tatapan Reygan. Aldo berdiri dari duduknya dan melenggang Pergi ke mejanya sendiri
ingin rasanya Miko mengabaikan Reygan bila mengingat kejadian yang lalu. Perlakuan kasar Reygan kepada Kejora, membuat Miko murka. Namun tak sepantasnya Miko bersikap seperti itu bagaimanapun juga, Reygan adalah sahabatnya, hanya perihal cewek saja tak mungkin menghancurkan Persahabatan mereka
" Lo dari mana Reygan ? Biasanya sebelum jam tujuh lo udah sampe sekolah. ini udah hampir setengah delapan," tanya Miko
" IYA GUE TAU REYGAN, " Miko berdeham," Ma-maksud gue, gue tau kalau lo dari rumah. Maksudnya kenapa lo berangkat telat begini," tanyanya
Reygan menoleh. " Lo denger bel hari ini ? Miko menggeleng, " Berarti gue belum telat sebagai bel masuk belum bunyi," lanjut Reygan
Miko mengepalkan tangan seolah-olah meninju wajah Reygan kenapa sekarang Reygan, dua kali lipat menyebalkan ? Gue rasanya Pengen jatuhin lo dari atas gedung Reygan, tapi gue takut, bukannya ingatan lo Pulih yang ada malah lo dipanggil sama yang diatas batin Miko
__ADS_1
" Orang rumah lupa bangunin gue, Mereka kira gue hari ini nggak sekolah lupa hari ini Pengumuman kelulusan, " jawab Reygan
" Gitu kek dari tadi, " Miko menahan kesal
Suara derap langkah yang terdengar di telinga mereka, membuat mereka mendongak, Miko menatap Kejora yang berdiri di samping meja urutan Paling depan. Cewek itu terdiam menatap Reygan yang tak memerdulikannya. Kejora memejamkan mata sebentar, rasanya begitu menusuk hatinya. Jauh lebih sakit dibandingkan badai yang menghantam hubungan kemarin.
Kejora tersenyum ke arah Reygan. ia melangkah menghampiri meja Reygan," Reygan aku kira kamu ..."
Reygan beranjak dari duduknya membuat ucapan Kejora terhenti
" Gue ke Perpus dulu, mau balikin buku-buku izinin sebentar kalua wali kelas udah masuk," Pamit Reygan Pada Miko
Ardian yang mulanya sedang bermain Ponsel, mendongak saat mendengar tutur kata Reygan yang sepertinya menghindari Kejora Cowok itu berdiri menatap Reygan yang seolah tak terima," Reygan Lo bisa ..." Ucapan Ardian Terpotong saat Reygan melenggang Pergi
Saat melewati Kejora, Reygan sempat melirik Kejora sekilas. Tubuh cewek itu sedikit mundur ke belakang saat Reygan menabrak bahunya sebisa mungkin ia tak menangis di dalam kelas Cewek itu membalikkan badan mengejar Reygan yang hendak melangkah keluar ia menarik lengan Reygan membuat tubuh tinggi itu terhenti
" Kalau kamu nggak suka liat aku, di sini bilang jangan kayak gini caranya jangan menghindar terus Bilang kalau kamu nggak mau aku ada di sini Reygan ," seru Kejora emosi. ia memalingkan wajahnya, " Masuk kamu nggak Perlu alasan mau ke perpus cuma buat hindari aku," Kejora berjalan mengambil tasnya, kemudian menghampiri Reygan lagi," Biar gue yang Pergi dari sini," Setelah mengatakan itu. Kejora melenggang Pergi meninggalkan Reygan yang berdiri di ambang Pintu
__ADS_1
...••••...