
...Jika Kamu diremehkan Buktikan kamu Membanggakan...
JAM menujukkan pukul enam sore, tepat azan magrib berkumandang Dua insan tersebut baru saja sampai di depan rumah Kejora. Tadi, sewaktu di Perjalanan, hujan kembali turun dengan derasnya.
Kejora turun Pun dari atas motor Reygan, " Kamu nggak mau mampir dulu ? tawar Kejora
Reygan melirik jam tangannya bisa-bisa ia diamuk oleh orangtuanya siswa mana yang Pulang sekolah Pada jam magrib seperti ini ?
" Lain kali. Udah mau malem, Ra. Besok aku ke sini lagi, kamu jangan ke mana-mana Mau aku ajak ke suatu tempat," ujar Reygan, " tempat spesial yang belum Pernah kita datengin,"
Kejora menahan senyumnya. Apakah Reygan tengah mengajaknya kencan sudah cukup lama Kejora menunggu diajak Reygan ke suatu tempat yang sangat romantis, " Di mana ? jangan bilang mau ke gubuk itu lagi Nggak mau, ya Reygan, udah cukup tadi aja kulit aku jadi santapan nyamuk, " ucap Kejora
Senyum yang hampir terbit di bibirnya, Perlahan memudar, " Aku mau ajak kamu ke Warkop Mang Jajang di sana ada Menu baru lho kata Mang jajang,"
Kejora tak habis Pikir dengan jalan Pikir Reygan. Apakah sebuah Warkop Mang jajang bisa dijadikan tempat kencan ? Bukanya di sana ada banyak Bapak-bapak yang suka nongkrong
" Kalau Cuma buat makan sate Padang sama Pecel lele di samping Pos ronda Ayah Pun ada ! batin Kejora kesal. ingin rasanya ia mengatakan itu semua. Namun ia sadar dengan siapa ia berbicara. Seorang Putra mahkota yang tidak mau memperlihatkan kekayaannya
" Ya udah, kamu Pulang gih, Orangtua kamu Pasti udah nungguin Habis ini langsung mandi dan tidur. jangan kelayapan ke mana-mana inget besok sekolah ! Ujar Kejora Perhatian
Reygan tersenyum ia menepuk-nepuk Puncak kepala kekasihnya, " iya Kesayangan Reygan Aku Pulang dulu,"
Kejora mengangguk. ia melambaikan tangannya saat Reygan melajukan motornya keluar dari Pekarangan rumahnya. Cewek itu tersenyum bila mengingat momen gubuk itu. Hal sederhana yang dibuat Cowok itu sangat berkesan baginya. Hal-hal kecil selalu membuat hatinya berhasil menjerit tertahan. ia pun melangkah memasuki rumahnya. sebelum itu, dehaman dari ayahnya terdengar membuat langkah Kejora terhenti
" Ayah ?" Cewek itu menyalami Punggung tangan ayahnya
" Kamu dari mana aja Kejora ? Magrib-magrib gini baru pulang Nggak seharusnya anak sekolah Pulang semalam ini,"
" T-tadi itu Kejora neduh dulu sama Reygan. Ayah tau sendiri tadi hujan deras banget, " ucap Kejora
Ayah terdiam sejenak. ia menatap Putrinya dengan serius. Kejora yang ditatap seperti itu tiba-tiba kikuk
" Kamu bisa jauhin Reygan ?" tanya ayah yang tentunya membuat Kejora terkejut
" A-Ayah apa-apaan, sih ? kenapa Kejora harus jauhin Reygan ? Reygan ada salah sama ayah ? Atau Kejora salah dengan ...."
" Banyak Omongan jelek tentang kamu. Nak banyak tetangga bilang kamu Pacaran sama anak seorang direktur besar untuk kamu manfaatin," Potong Ayah sebelum Kejora menyelesaikan Perkataannya," Kamu ingat Reygan siapa dan kita siapa,"
Kalimat terakhir yang terlontar dari bibir Ayahnya mampu membuat jantung Kejora seperti dihantam batu besar," Yah, apa Orang kayak Reygan nggak boleh bersanding sama Kejora ? Kejora tulus, Yah. Kejora nggak manfaatin Reygan, Biarin mereka berasumsi jelek tentang Reygan biarin mereka nilai Kejora sesuai yang mereka pikirkan. Tapi anak ayah ini nggak seburuk sama apa yang mereka pikirkan," Ujar Kejora. Cewek itu mengusap matanya yang memerah. Langkah kaki Kejora berjalan melewati ayahnya begitu saja Memasuki kamarnya tanpa memedulikan Panggilan ayahnya
ia duduk di tepi ranjang kasurnya, Menjauhi Reygan adalah hal yang tersulit baginya
" Kamu ingat Reygan siapa dan kita siapa ?
Perkataan Ayah terngiang-ngiang di telinganya sebuah fakta akan keadaan mampu menampar hatinya. Sejenak ia menatap luar jendela matanya tertuju Pada Pot bunga yang bergelantung di luar jendela
R & K
Tulisan tersebut masih sangat jelas. Bagaimana bisa melepaskan Reygan sedangkan cowok itu mampu membuatnya sangat bahagia ?
Cewek itu mengambil Ponselnya dari dalam tasnya. Mengetikkan sesuatu pada chat-nya dengan Reygan
...KEJORA...
...Reygan kamu udah sampe rumah Kalau udah jangan lupa langsung mandi dan makan malam Habis itu langsung tidur jangan ngapa-ngapain lagi...
Kejora menatap Pesannya yang hanya terkirim saja. Tidak ada tanda-tanda cowok itu membacanya Mungkin Reygan belum sampai rumah
...KEJORA...
...Aku sayang Kamu...
Usai mengirimkan satu Pesan itu. Kejora mematikan Ponselnya lalu mendudukkan dirinya di kursi. ia mengambil buku diary yang tergeletak di samping buku-buku sekolahnya, menuliskan beberapa kata di sana
...Jangan tanya sedang apa aku hari ini, karena yang kulakukan selalu sama. Sedang mencintaimu. Sedang mengharapkanmu. Setiap hari.”...
__ADS_1
...•••••...
...••••...
Cahaya matahari menghunus masuk ke dalam kamar milik seorang cowok. ia mendudukkan dirinya dan meregangkan otot-ototnya Cowok itu menolehkan kepala, mencari Ponselnya, Senyum mula-mula tak ada di bibirnya lantas terangkat saat ia membaca Pesan singkat yang dikirimkan Kejora.
ia berjalan menuruni anak tangga, berniat memberi makan kambing di belakang rumahnya. Namun ia, menghentikan langkahnya saat sepasang matanya menangkap dua manusia yang duduk di kursi makan bersama kedua orangtua serta adik-adiknya
" WOI, ! teriak Reygan. Mereka Pun memutar badannya dan mendapati Reygan yang berdiri di sana. Miko dan Ardian saat melihat Reygan yang sedang mengenakan celana pendek bermotif Pink, " Ngapain lo berdua makan di rumah gue ?!" tanya Reygan sinis
Miko menelan Paksa makanan yang ada di mulutnya, " KELUARGA GUE PADA PERGI, HAJATAN KE RUMAH TETANGGA GUE NGGAK DI KASIH MAKAN !" Orangtua Reygan terlonjak kaget saat Miko berkata seperti memarahi seseorang, " ARDIAN JUGA ORANGTUA DIA DAN PEMBANTUNYA PADA HOLIDAY," teriaknya
Reygan berdecak dan berkacak Pinggang, " Lo semua Pikir rumah gue ini tempat Penampungan orang kelaparan apa ? ia berjalan menghampiri Keduanya, menarik kerah baju dua sahabatnya itu hingga kedua sahabatnya itu bangkit dari tempat duduknya, " PULANG LO BERDUA ! GUE NGGAK TERIMA TAM ..."
" Reygan !" bentak Papa, membuat Reygan melepaskan kerah baju dua sahabatnya, " Mereka itu sahabat kamu sejak kecil. Kamu nggak inget siapa kamu tuju waktu Papa usir Tanpa mereka kamu bakal jadi gelandangan,"
Miko tersenyum merekah dan menatap Reygan dengan tatapan mengejek, " Tuh denger, apa kaya Papa,"
" Om !" bentak Reygan, " sekali lagi gue denger lo Panggil bokap gue dengan sebutan Papa tewas lo,"
" Buruan mandi lo ! Nggak usah banyak omong !" suruh Ardian yang akhirnya membuka suara
Reygan menatap Ardian, kemudian menatap Miko Dengan cepat, ia merebut ayam goreng yang dipegang Miko dan Ardian, " jangan harap Lo bisa makan ayam goreng gue !" ucapnya sebelum ia melenggang Pergi memasuki kamarnya lagi
Setelah kepergian Reygan, mereka kembali disibukkan oleh sarapan di hadapannya, memilih abai dengan Reygan yang tidak ikut sarapan selama kurang lebih dua puluh menit menghabiskan makanannya, derap langkah dari arah tangga membuat atensi mereka teralihkan. Di sana ada Reygan dengan setelan seragam sekolah yang sudah melekat di tubuhnya
" Ayo berangkat, " ajak Reygan Pada Miko dan Ardian
" Kamu nggak sarapan dulu," tanya Mama
Reygan melihat jam di Pergelangan tangan kirinya, " Nanti di sekolah aja Ma. ini udah mau jam tujuh, takut terlambat,"
" Gue nggak bawa motor Reygan, Pake motor lo aja, " Kata Miko
" Pake mobil aja, kalau Pake motor nggak boleh bonceng bertiga Gue juga nggak bawa motor Mau lo ditilang Polisi kalau ada razia," timpal Ardian. ia berdiri dan mengambil tasnya yang tergeletak di atas sofa
" OMG ! NGGAK USAH GILA DEH REYGAN JANGAN ANEH-ANEH NAIK ANGKOT ! teriak Miko
" Banyak omong lo ! Buruan, " Reygan menarik tas Miko dan Ardian untuk segera keluar dari dalam rumahnya. kedua orangtua Reygan hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah konyol putra dan temen-temennya itu
...••••...
Reygan mengatur napasnya yang tersengal-sengal. jam menunjukkan pukul tujuh kurang sepuluh menit, lorong sekolah sangat ramai, memperlihatkan banyak siswa-siswi yang berlalu-lalang
" Sialan, emang banci dua itu, " umpat Reygan. Tadi saat ia turun dari angkot bersama dua sahabatnya mereka dikejar oleh banci-banci temanya Momoy. Alhasil mereka berlari sampai ke gerbang sekolah dengan napas tak beraturan
Tiga mata Cowok itu terfokus ke gerombolan siswa-siswi di depan kelas 12 IPS 1. Mereka Pun menghampirinya. Dua siswi yang berdiri di samping Marissa, nampak asing di mata mereka bertiga
" Reygan, " gumam Marissa, ia menyenggol lengan cewek di sampingnya dengan name tag Alena Shafira " Dia cowok yang sering gue ceritain ke kalian," ucap Marissa
" Dia ? tunjuk Alena dengan dagunya. Marissa mengangguk sebagai jawaban
" Siapa lo berdua ?
Tiga cewek itu menoleh saat Pertanyaan keluar dari bibir Ardian cewek ber-name tag Cleo Devira Pun sempat tertegun karena gaya bicara Ardian blak-blakan
" Dia Ardian. jangan kaget kalau dia ngomong kayak gitu. Itu udah dari dulu," jelas Marissa, Alea dan Cleo mengangguk sebagai jawaban
Cleo mengulurkan tanganny ke arah Ardian " Kenalin gue Cleo dan ini temen gue Alea kita berdua anak baru di sini,"
Ardian nampak tak minat menjabat tangan ke arah Cleo. ia memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana , " OOh. Gue cuma mau kasih Peringatan Kalian berdua, " Ardian melirik sekilas Marissa sekilas dengan sinis , " Anak baru nggak usah belagu, " Setelah mengatakan itu, ia melangkahkan kakinya memasuki kelas Cowok dingin itu hanya sudah memiliki feeling saya kalau dua anak baru itu akan sama menyebalkannya dengan Marissa
Reygan dan Miko menatap Marissa, Alea, dan Cleo tanpa minat Dari raut wajah mereka Pun, Reygan sudah bisa menebak kalau mereka nantinya akan menjadi bibit masalah.
" Buat, lo Reygan," Marissa menyerahkan kotak susu cokelat kepada Reygan
__ADS_1
Reygan menerimanya dengan baik dan tersenyum simpul, " Thanks Buat lo, Miko, " Senyum yang mula-mula terbit di bibir Marissa, luntur begitu saja lantaran susu kotak Pemberiannya ada di tangan Miko," Makasih lain kali nggak usah kasih gue susu begituan. Cara lo norak Dan satu lagi," Reygan mengangkat jari telunjuknya, " Lo lupa tanggal lima February hari apa,"
Marissa tampak berpikir sejenak. ia menggeleng sebagai jawaban Dahinya pun berkerut bingung seolah bertanya, Emangnya hari ini apa ?
" Lo nggak tau ? Marissa mengangguk, " Bilang kalau lo nggak tau, " suruhnya
Marissa diam sejenak, " iya gue lupa, Gue nggak tau hari apa waktu itu,"
" Gue kasih tau kalau lo lupa, " ucap Reygan. ia mendekat berdiri tepat di hadapan Marissa, membuat cewek itu seakan kehabisan Pasokan udara. Reygan berbisik. ' Tanggal lima February itu hari jadian gue sama Kejora," setelah mengatakan itu, Reygan menatap Marissa yang hanya diam," Lo sama Kejora itu jauh lebih sempurna Kejora ke mana-mana jadi jangan berharap terlalu tinggi lo bisa geser Posisi Kejora dari hati gue," setelah mengatakan itu, Reygan dan Miko memasuki kelasnya
Marissa mengepalkan tangannya dengan kuat Alea dan Cleo pun mengusap tangan Marissa yang terkepal, " Udah Marissa, Nggak usah diambil hati,"
...••••...
Suasana kantin Mak Gendut sangat ramai. Kejora duduk di Paling Pojok bersama Ana, " Lo tau nggak ada anak baru di sini ? tanya Ana
Kejora menggeleng. " Nggak tau. Emang iya ? Cewek apa cowok ? Mereka masuk kelas apa ? tanyanya
" Cewek Tadi gue sempet gosip sama anak-anak IPA, katanya mereka temennya Marissa Dan mereka sekelas sama si nenek lampir alias Marissa," Jawab Ana malas ia menyebut nama Marissa
" Mereka,"
Ana mengangguk. " iya, anak barunya nggak cuma satu, tapi dua Namanya Alea sama Cleo. Mereka Pindahan dari SMA sebelah,"
Kejora menganggukkan kepalanya Paham, Tak lama, sebuah gelas berisikan jus jeruk, diletakkan begitu kasar di samping Piring Kejora. Kejora mendongak dan mendapati tiga siswi yang memandangnya dengan bengis
" ini cewek yang lo maksud waktu itu Marissa ? tanya Alea memandang Kejora dengan remeh
" Apa-apaan lo, " sentak Ana. " Nggak usah belagu lo anak baru,"
Alea menatap Ana dengan tatapan mengejek. Tak satu pun ia gubris bentakan Ana, " ini ceweknya si Reygan yang lo maksud itu, " Tanya Cleo, kemudian terkekeh mengejek," Masih cantikan lo ke mana-mana Marissa,"
Marissa bersedekap dada. Cewek itu menundukkan kepalanya, menatap Kejora rendah," Nih Cewek yang udah rebut Posisi gue. Gue yang suka Reygan duluan, dia yang dapet manisnya !" ucapnya seraya Terkekeh
" Dih, jangan sok deh, lo ! sentak Ana
Merasa risi Kejora meletakkan sendok dan garpunya dengan kasar," Lo itu kenapa sih Marissa selalu aja usik Hubungan gue sama Reygan Kalau yang diPilih Reygan itu gue, Lo mau nentang Pake cara apa pun tetep nggak bakal bisa ! Sadar diri, Marissa Dari awal, Reygan nggak Pernah lirik lo sama sekali,"
Kantin yang tadinya ramai. Kini mendadak hening. Mereka terfokus ke Kejora dan Marissa yang saling adu mulut. Marissa mengepalkan tangannya lantaran Kejora menyindirnya. Kemudian ia mengambil jus jeruknya dan menumpahkan ke dalam Piring Kejora yang berisikan makanan
" Sialan lo ! maki Ana tak terima
" Seharusnya lo jangan terima Reygan Gue benci sama ... "
Ucapan Marissa terpotong, lantaran Kejora menumpahkan balik jusnya ke kepala Marissa. semua Pengunjung kantin mengatupkan bibirnya saat melihat apa yang dilakukan Kejora
" Lo !" tunjuk Alea Pada Kejora, " Berani juga lo,"
Gelak tawa tiga cowok yang baru datang, mengalihkan atensi mereka. Beberapa Pengunjung kantin, Reygan, Miko dan Ardian menghentikan langkahnya saat melihat dua cewek yang adu mulut
" Semua siswa SMA Satya bangsa pun nggak ada yang takut sama Marissa. Jadi. jangan sok keras lo bertiga, " geram Kejora, " Dan, lo, " Kejora menunjuk mereka semua," Anak baru nggak usah sok jadi Penguasa ! Kemudian Kejora menunjuk dahi Marissa, kemudian berbisik, " jangan mimpi lo bisa rusak hubungan gue sama Reygan, " ia menepuk bahu Marissa, kemudian melangkahkan kakinya hendak meninggalkan kantin sebelum suara Marissa terdengar lagi di telinganya, membuat Kejora menghentikan langkahnya
" Sampe kapan pun gue nggak ikhlas lo sama dia, Kejora ! teriaknya
Kejora memutar tubuhnya menatap Marissa dengan remeh, " Nggak ikhlas ?" ia menolehkan kepalanya, melihat tiga cowok yang berdiri tak jauh darinya ia menghampiri Reygan dan mengenggam telapak tangan kanan Cowok itu, menatap Reygan dengan teduh
" Ra, Kenapa ? tanya Reygan bingung
Kejora tak menambah Tangan kirinya bertumpu Pada Pundak Reygan kemudian, tanpa Permisi cewek itu mencium Pipi Reygan Cukup lama hal itu membuat Reygan seperti Patung hidup. Tak hanya itu saja, hal ini tentunya membuat siswa-siswi dikantin terpekik
" OMG REYGAN," Pekik Miko
Marissa menjatuhkan gelas kaca yang ia Pegang hingga Pecah berserakan
Kejora menundukkan kepalanya mencoba menahan malu akan hal gila yang ia lakukan tadi. Cewek itu menatap Marissa dan kedua temannya seolah memberi jawaban dari ini semua
__ADS_1
" Sekarang Udah ikhlas, Marissa,"
...•••...