
KEJORA melirik jam tangan yang menunjukkan Pukul setengah dua belas. Bel Pulang sekolah baru saja berbunyi. Awal masuk sekolah di semester baru memang pulang lebih cepat daripada hari-hari biasanya karena mereka hanya membersihkan halaman sekolah saja.
" Kejora, "
Kejora membalikkan badannya ia menatap cowok berperawakan tinggi yang menghampirinya. " Kenapa ? tanya Kejora dengan raut wajah datar
" Kenapa lo tadi Pergi ? Gue nungguin lo di rooftop, " ucap Reygan
Kejora memalingkan wajahnya. Apa cowok ini Pura-pura lupa kejadian beberapa menit yang lalu membuat Kejora malas menatap Reygan lagi
" Nungguin apa ? beo Reygan. " Lo lupa ... "
" Tanpa gue jawab pun, semua udah terjawab, Rey, " Ujar Kejora. Cewek itu menatap Reygan dengan serius
Reygan mengerutkan keningnya bingung, " Maksud lo ?
" Nggak, " Kejora kembali memalingkan wajahnya, " itu jawaban gue, " ucapnya
Reygan menatap Kejora dengan intens, Cowok itu diam tak membuka suara lantaran kalimat Penolakan yang keluar dari bibir Kejora. Reygan terkekeh Pelan, ternyata semenyakitkan ini ditolak oleh orang yang disayang. " Lo nolak gue karena denger ucapan gue yang belum selesai ke Marissa, kan," tanya Reygan. ia mengenggam telapak tangan Kejora. " Dengerin gue. Gue nggak nerima dia. justru gue nolak dia, Percaya sama gue, Kejora," Jelas Reygan. Kejora menatap mata Reygan dalam mencari setitik kebohongan di sana. Begitupun juga dengan Reygan, cowok itu meyakinkan Kejora lewat tatapan matanya yang amat serius, " Ra, Percaya, kan sama gue," lirihnya
" REYGAN,"
Reygan mengusap wajahnya dengan gusar. ia tahu siapa Pemilik suara ini. Melihat siapa yang menghampiri Reygan, lantas Kejora segera menarik tangannya yang digenggam Kejora.
Marissa berdiri di hadapan Reygan, " Gue Pulangnya bareng lo, ya ? Gue udah ditinggal temen gue,"
" Lo siapa gue Emang gue ini sopir lo Ada banyak taksi, angkot dan ojek online, kenapa yang lo tuju gue,"
" Gue nggak berani naik taksi atau ojek sendirian,"
" Lo Pikir gue Peduli, ? jawab Reygan diiringi tawa kecilnya
Kejora menatap interaksi keduanya tanpa minat. Cewek itu menolehkan kepalanya lantaran merasakan bahunya ditepuk seseorang. " Nih tas lo sengaja gue ambiilin tadi, kelas lo hampir aja dikunci sama Petugas keamanan tadi, " Bara menyerahkan tas milik Kejora. ia sedikit melirik ke arah Reygan yang menatapnya tajam," Ayo Pulang bareng gue. keburu hujan," ajak Bara menarik Pergelangan tangan Kejora. Matanya terus menatap Reygan seolah meledek kalau Reygan tidak bisa mendapatkan Kejora
Kejora melirik Pergelangan tangannya, kemudian beralih menatap Reygan yang juga menatapnya, " Tapi .... "
" Rey, lo mau, kan, anterin gue Pulang ? tanya Marissa Pada Reygan membuat Ucapan Kejora terpotong. Reygan menolehkan kepalanya ke arah Marissa yang menyentuh lengannya
Bar berdecak malas, " Ayo, Ra, " Cowok itu menarik Pergelangan tangan Kejora untuk Pergi. Tak sedikit pun Reygan melepaskan pandangannya dari Punggung Kejora yang kian menjauh. Cowok itu menolehkan kepalanya dan mendapati Marissa yang terus memegang tangannya
__ADS_1
" Lo tau nggak Perbedaan sampah sama lo ? tanya Reygan Pada Marissa. Cowok itu mengetuk-ngetuk dahi dengan jari telunjuknya, " Nggak ada bedanya sama sekali. sama-sama kayak kotoran. Ngerti ! setelah mengatakan itu Reygan menyentak tangan Marissa lalu meninggalkannya sendirian.
...•••••...
Baru saja Kejora menginjakkan kakinya di rumahnya, cewek itu langsung menuju kamar kesayangannya. ia menjatuhkan tubuhnya di atas kasur tanpa mengganti seragam sekolahnya. Matanya menatap luar jendela, ada tanaman kesayangannya Pemberian dari Reygan
" Gue berhak Jatuh cinta nggak, sih,"
" Semua orang berhak Jatuh Cinta siapa manusia di bumi ini yang nggak berhak Jatuh cinta," sahut Dikta seraya membawa makanan untuk adik kesayangannya. Kejora menoleh, Cewek itu buru-buru mengubah Posisinya menjadi duduk. Mata lentiknya menatap Dikta sebal. Kakak laki-laki memang Punya kebiasaan khusus tidak mengetuk Pintu terlebih dahulu sebelum masuk," Tapi konsekuensi dari jatuh cinta nanti lo rasain sendiri gimana sakitnya," lanjutnya
Dan gue baru aja rasain itu Bang. Sakit emang Bang. Padahal belum apa-apa, batin Kejora
" Nih makan. jangan karena jatuh Patah hati, lo nggak jadi nafsu buat makan jangan jadi kurus gara-gara cinta," Dikta menaruh satu Piring makanan dan satu gelas susu di atas meja belajar Kejora, Sebelum Dikta keluar dari kamar, Kejora Cowok itu berkata," Jatuh cinta juga butuh asupan juga,"
Kejora berdecak, " iya ! Lagian siapa sih, yang Jatuh Cinta ? Langkah kaki kecil cewek itu berjalan menuju jendela kamarnya yang terbuka. Tangannya terulur dan membiarkan telapak tangannya basah karena air hujan di luar Matanya menatap dua tanaman dengan tulisan tinta Permanen R&K
Memori-memori kecil teringat jelas otak Kejora. Di mana ia sering bertengkar dengan Reygan walaupun hanya masalah kecil, tapi saat ini ia malah jatuh hati dengan orang itu. Jatuh hati sama sakit hati secara serempak rasanya emang Perih banget. ibaratkan minyak Panas yang dikasih air, batin Kejora. Cewek itu mencondongkan kepalanya dan menatap genangan air yang membasahi rerumputan halaman rumahnya.
Cewek itu menolehkan kepalanya, melihat ke arah luar kamar dan mendapati Dikta serta beberapa temannya di teras
" Cie-cie ! Kejora sekarang Udah gede Toh Udah ngerti sakit hati sama jatuh hati toh Kirain nggak bakal doyan sama kaum Adam, " ledek Opet sambil mengedipkan matanya
" Banyak omong lo, Opet !" sahut Kejora kesal sambil menutup jendelanya kembali
Setelah makan malam Reygan berjalan dengan lesu ke arah kasur. ia menghempaskan tubuhnya terlentang di atas kasur dan menyelipkan telapak tangannya di belakang kepala. Kalimat Penolakan dari bibir Kejora masih terngiang-ngiang di memori otaknya. Cowok itu merasakan desiran ngilu Pada hatinya saat melihat Kejora memutuskan Pulang bersama Bara
" Lama-lama gue Bom juga si Bara," gumam Kejora
jemari kekar cowok itu mengambil Ponselnya yang tergeletak di samping bantalnya. Kemudian ia melihat spam chat yang ia kirimkan kepada Kejora
" Apa gue ke rumah Kejora aja ya ? gumam Reygan. Kemudian Cowok itu menggeleng kuat," Lo Pake Pelet jenis apa sih, Ra sampe gue bisa luluh giri sama lo," teriaknya frustasi
...•••••...
Wajah Reygan nampak murung. Tidak biasanya cowok itu bad mood. Biasanya juga ia yang membuat orang bad mood setengah mati
" Kenapa lo ?" tanya Miko
" Patah hati, tuh Kemarin gue liat dia habis .... " Dengan cepat Reygan membekap mulut lemes Ardian sebelum cowok kalem tersebut membeberkan semuanya.
__ADS_1
" Diem, lo ! Ngintip gue lo, ya ! tuduh Reygan
Miko mengangguk-anggukkan kepalanya menatap room Chat dengan teman dari kelas sebelah, " Ooh ! jadi si buaya darat lagi Patah hati sama Kejora, " ucap Miko mengalihkan atensi Reygan, " MAMPUS LO ! KENA JUGA, KAN LO KARMANYA RASAIN LO ! teriak Miko Puas," Karma itu, Buaya darat makanya jadi suka mainin Perasaan cewek karma dari doa-doa wanita Pada manjur dah ! Hati-hati Lo," Ujar Miko
" Kenapa bisa kandas lo ? Baru juga PDKT- and udah gagal duluan aja," tanya Ardian
Reygan menyadarkan bahunya, " Bisalah, ada Pebinor sama Pelakor antara gue sama Kejora. Siapa lagi kalau bukan Ardian dan Maris... "
" REY, REY, REY, TUH, KEJORA ! Pekik Miko histeris mengundang beberapa Perhatian Pengunjung warung kopi ini
Refleks Reygan menolehkan kepalanya dengan cepat," Mana,"
Miko menunjuk wajah Reygan dengan tatapan memicing, " Cie langsung gercep ini " satu tampilan keras mendarat tepat di kepala Miko," Sakit, banget," rintih Miko
...••••...
Cewek dengan hiasan Penjempit rambut motif kupu-kupu, berjalan di koridor kelas 12. Matanya menatap dua insan yang berdiri berdua di depan kelasnya
" Kejora, " Panggil. Kejora menolehkan kepalanya dan menaikkan sebelah alisnya, " Baru berangkat ? Tumben, biasanya berangkat agak Pagian, " Ucap Reygan basa-basi
Kejora mengangguk, " Ada kendala di rumah,"
Reygan mendorong tubuh Marissa dari depannya. ia tak mengerti kenapa cewek itu masih saja terus mengganggunya, " Kenapa chat gue kemarin nggak lo bales ? Tadi malam gue liat WhatsApp lo on sengaja jauhin gue ?" tanya Reygan menatap Kejora
Kejora menghela napasnya Pelan, " Gue nggak ada alasan buat jauhin lo, Rey jadi jangan berpikiran gue jauhin lo hanya karena .... " Kejora melirik Marissa sekilas, kemudian melanjutkan kalimatnya, " Hanya karena kejadian kemarin,"
" Ra, ayo katanya mau minjem buku sejarah ? Buku gue ada di lab, ayo sekalian ke sana. Lo juga mau kumpulin ke guru sejarah, kan ? Sama gue juga suruh ngumpulin, " Ujar Bara
Reygan berkacak Pinggang dengan malas. Kenapa tiap gue mau memperbaiki semuanya malah ada Bara monyong yang muncul ?
" Hei Bara lo itu jadi orang nggak kapok ya Udah gue bikin babar belur di tangan gue? apa mau gue ajar lagi Pergi nggak lo dari sini Hobi banget kayaknya bikin masalah, " Ucap Reygan
Bara menoleh, " Gue sama Kejora mau ke ruang guru apa itu jadi masalah buat lo ? ia terkekeh Pelan, " Gue heran sama lo Rey, semua yang gue lakuin kayaknya salah di mata lo," Ujar Bara
" Karena emang kelakuan lo itu selalu salah !" Ujar Reygan
Bara melirik Reygan sekilas kemudian tangannya menarik tangan Kejora. Cewek itu memberontak sama sekali
Suara siulan dari bibir Miko terdengar berisik di telinga Reygan Cowok gas tersebut baru saja menginjakkan kakinya di depan kelas Miko memundurkan langkahnya saat melewati Reygan, " Wiiih ! Calon-calon sad boy nih ! ledek Miko Pada Reygan, " CIE, CIE ROMANNYA ADA YANG LAGI CEMBURU NIH ! Pekik Miko
__ADS_1
" Setan lo ! maki Reygan terkejut
Miko berdeham. sebelum cowok itu memasuki kelas, ia menyempatkan diri meledek Sahabatnya itu, " Rey, gimana enak nggak cemburu tanpa memiliki,"