KEJORA UNTUK REYGAN

KEJORA UNTUK REYGAN
BAB 7 Malaikat Pelindung


__ADS_3

Jam. sudah menunjukkan Pukul setengah delapan, tapi Kejora tak juga mendapatkan angkutan umum. ia bergerak gelisah, takut datang terlambat ke sekolah, " ini tukang ojek sama angkot Pensiun berjamaah atau gimana sih ? Kejora menatap jam tangannya dengan kesal, " Kalau gue jalan kaki, yang ada jam delapan baru sampe,"


Kejora merutuki motornya yang mogok, " Apes banget gue hari ini Gue naik apa nih ke sekolah ! Cewek dengan rambut kuncir rambut itu melangkahkan kakinya menuju Posko tepat di samping bengkel Om idut. Sialnya ada Momoy juga ada di sana


" CEWEK ! Kejora menoleh mencari sumber suara. Tepatnya di bengkel Om idut, banyak gerombolan siswa yang entah dari sekolah mana sedang enak-enakan duduk di sana.


" Maaf, Bang saya cowok, bukan cewek ! ucap Kejora


Cowok dengan nametag Julio menghampiri Kejora dan duduk di samping cewek itu, " sendirian aja. Nungguin taksi lewat ? tanya Julio. Kejora hanya meliriknya sekilas tanpa ada niat untuk menjawab, " Siapa tau kalau lo bingung mau naik apa ke sekolah, gue bisa anter, ?


" nggak usah, makasih. Gue lagi nungguin angkot dari tadi nggak ada yang lewat ?


" Angkot, " beo Julio bertanya-tanya


" Gue bukan cewek berada yang harus milih naik apa. Yang Penting bisa sampe tujuan itu udah lebih dari cukup," jelas Kejora


Julio tertawa. Cowok itu terus-terusan menatap Kejora, " Lo dari SMA Satya bangsa ? tanya Julio dibalas anggukan oleh Kejora, " Lo berarti kenal Reygan samudra Aldebaran, kan ? Julio menjentikkan jarinya, " Pas banget Nanti tolong bilangin ke dia, suruh dia ke jalan Cendana nomor 15 Bilang aja diajak balapan sama Julio. tenang aja gue Bukan musuh Reygan Gue temen ... "


" Gue nggak kenal sama yang namanya Reygan !" Potong Kejora cepat kemudian berdiri dari duduknya


Julio mencekal tangan Kejora, " Ada apa lagi ? Gue udah telat nih Lo jangan sampai buat gue emosi,"


" Sebentar doang, nggak lama Nanti gue anter lo ke sekolah, " cegah Julio


" Telinga lo itu nggak berfungsi ? Gue nggak mau ! Lo emang nggak ada bedanya ya, sama temen lo satu itu Lepasin tangan gue atau gue tendang," ancam Kejora


Julio langsung tertawa sangat meremehkan, " Tendangan Cewek sekuat apa sih ? Paling Cuma ... ANJING !" Julio meringis kesakitan saat kaki Kejora menendang selangkangannya. Kejora mengatupkan bibirnya terkejut. ia bergerak gelisah, takut Julio meluapkan amarahnya


" Lo nggak apa-apa ? S-soory gu-gue nggak sengaja, " ucap Kejora sedikit gugup. ia meremas tali tasnya. Demi apa Pun, Kejora tidak ada niat untuk menendang bagian itu. Kejora berlari menghindari Julio ketika cowok itu nampak kesal sekali


Julio menyuruh teman-temannya untuk mengejar Julio. Julio terkejut saat melihat tiga cowok mengejarnya. ia belok memasuki gang dan berhenti, menoleh ke kanan ke kiri mencari tempat bersembunyi ia memejamkan matanya Pasrah saat telinganya menderap derap langkah cepat yang menghampirinya


Kejora hanya bisa berharap ada malaikat yang turun ke bumi untuk menyelamatkannya. ia membuka matanya terkejut saat merasakan tangannya ditarik begitu kencang ke warung kopi, " Lo siapa ? tanya Kejora sedikit berteriak


Cowok itu menutup rapat Pintu, kemudian menekan kepala cewek di sampingnya untuk menundukkan kepalanya. Kejora mengintip di sela-sela Pintu. ia menghela napasnya lega saat rombongan Julio tidak mengejarnya lagi


" Lo kenapa bisa di kejar Julio," tanya cowok itu

__ADS_1


Kejora menoleh, " Kata siapa ? Gue tadi - REYGAN ! Pekik Kejora terkejut


" Baru sadar lo ? Gimana ? keren nggak aksi gue selamatin lo Udah Pantes jadi malaikat Pelindung lo belum ? Reygan menaik- turunkan alisnya


" Lo kayaknya lebih Pantes jadi malaikat Pencabut nyawa, " jawab Kejora. Cewek itu duduk di salah satu kursi Panjang. Kejora mengatur nafasnya yang tersengal-sengal


Reygan membuka dua kancing seragamnya. Hal tersebut membuat Kejora melirik Reygan dengan cepat," Lo- Lo mau ngapain ? tanya Kejora


Reygan menoleh dengan alis yang terangkat sebelah, " Enaknya ngapain ?


" Lo macem-macem gue teriak, ya Rey !


" Berharap banget lo gue macem-macemin, " Kata Reygan diikuti kekehan kecil


Kejora berdeham Pelan. ia menatap Reygan dari samping, terdiam sejenak memperhatikan wajah Reygan yang begitu tegas dan tampan. Kejora menggeleng dengan kuat, Lo mikir apa sih Kejora ?


" Lo kenapa bisa Sampe di sini, " tanya Kejora


" Tadinya gue mau berangkat sekolah nggak sengaja liat lo kayak dikejar maling, " Reygan menyilangkan kakinya, " Tadinya gue mau gue biarin, biarin lo disantap habis-habisan sama Julio. Lo kenapa bisa dikejar sama mereka ?


Kejora lansung mengembuskan napasnya, " Mereka yang ganggu gue duluan. Temen lo itu lebay. Padahal cuma gue tendang bagian selangkangannya aja,"


" Dia duluan yang mulai duluan," ucap Kejora kesal


" Lo tinggal bilang Kalau lo itu cewek gue bakal beres Lo aman 100 %,"


Kejora tidak akan Pernah melakukan itu meskipun hanya pura-pura Cewek itu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. ia bingung harus berterima kasih bagaimana lantaran Reygan sudah menolongnya. Kejora membenarkan rambutnya dan berdeham," Reygan, " Panggilnya


" Kenapa ?


Kejora langsung memalingkan wajahnya, " ma-makasih,"


" Lo Bilang makasih sama siapa ? Gue di sini, " ucap Reygan, " Ulangi Lo ngomong apa tadi ? tanya Reygan


Kejora mengembuskan napasnya, dengan gusar " Makasih udah nolong gue dari Julio. Gue nggak tau kalau lo nggak bawa gue lari ke sini,"


" Udah tugas gue," kata Reygan

__ADS_1


" H-hah,"


" iya, Udah jadi tugas gue. Walaupun lo sering kesel sama gue dan gue sering gangguin lo, Tapi .... " Reygan berdiri di hadapan Kejora, " Gue selalu ada di samping lo, Selalu ada buat lo dan selalu ada saat lo butuh,"


" Reygan ... "


Reyhan mengangguk, " Gue tau, Ra. Lo Pasti kagum,kan sama gue ? Gue juga nggak tau kenapa selalu lo yang bisa ... "


" Reygan ! kita udah telat bego, "


...•••••...


" Kejora Estelle kelas 12 IPS 3, kamu terlambat baru kali ini. Apa alasan kamu terlambat begini ? tanya Pak Fery


Kejora menunduk merasa bersalah. Tangannya saling bertautan menahan gugup. Melihat itu, Reygan menggeser kursinya dan berbisik." Nggak usah takut, ada gue di sini, Ra," Reygan mengenggam tangan Kejora


Kejora mendongak, sempat terpaku hingga suara Pak Fery mengejutkan keduanya, " Kamu juga Reygan ! Di dalam buku harian Bapak, kamu rutin telat setiap hari. Besok kamu berangkat jam berapa lagi, Reygan ? Pak Fery mengetuk-ngetuk Pulpennya di atas meja


Reygan mengusap telinganya, " Kuping gue Panas, Kuping lo Panas nggak Kejora, " Ucapnya mengabaikan Pak Fery


Kejora menginjak kencang kaki Reygan hingga membuat Reygan meringis kesakitan


" REYGAN," sentak Pak Fery. Reygan terlonjak kaget. cowok berperawakan tinggi tersebut refleks menegakkan tubuhnya dan menguap lebar," Bapak sampe Pahit liat kamu terus, Reygan !" Pak Fery memijat keningnya


" Liatin saya sambil makan gula, Pak, Nanti juga manis, " sahut Reygan


Pak Fery menatap tajam Reygan, " jawab lagi kamu,"


Reygan bersedekap dada, " Pepatah bilang, Pamali jika tidak menjawab ucapan orang yang sedang berbicara dengan kita. Hadis riwayat Rey ..... "


" Diam kamu ! sentak Pak Fery membuat Reygan mengatupkan bibirnya. Pak Fery menatap Kejora cewek cantik itu menundukkan kepalanya, Kejora menoleh saat merasakan Punggung tangannya diusap oleh jemari Reygan


" Nggak apa-apa, " bisik Reygan


" Kejora, Bapak harap ini yang Pertama dan terakhir kamu terlambat Besok jangan diulangi lagi, ya ? Bapak maklumin kamu karena ini yang pertama buat kamu, " ucap Pak Fery membuat Perasaan Kejora lega


Kejora mengangguk Pelan, " Terima kasih, Pak,"

__ADS_1


" Sama-sama Perhatanin nilai kamu dan sikap disiplin kamu. Nggak lama lagi kamu ada di sini, Sebentar lagi kamu lulus, Bapak harap kamu dapat nilai yang tinggi, Dan kamu Reygan Ngapain kamu Pegang-pegang tangan Kejora, "


Reygan dan Kejora menatap satu sama lain. Dengan bersamaan mereka melepaskan tautan tangannya dan berdeham canggung. Reygan menggaruk lehernya yang tidak gatal itu " A-nu, tadi ada nyamuk di tangan Kejora, Pak,"


__ADS_2