
SUDAH lebih dari sepuluh menit, Reygan dan Miko hanya berdiri di depan Pintu ruang Pak Fery. Reygan sedikit menyembulkan kepalanya dan melihat Pak Fery yang celingak-celinguk mencari keberadaannya dan Miko. Namun mata Reygan teralihkan ke beberapa orang yang duduk di depan meja Pak Fery, Reygan menghitungnya. " Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, buset ! decak Reygan
Pak Fery mengusap wajahnya begitu mendengar teriakan melengking dari arah luar. ia keluar mendapati Reygan dan Miko di depan pintu. Lantas Pak Fery menjewer kencang telinga kedua cowok itu, " Kalian, ayo ikut Bapak ke dalam !
Reygan meringis kala jemari kuat Pak Fery begitu kencang melintir telinganya
" A-aduh Pak ! sakit, " rintihnya
" BAPAK JANGAN K-D- S DONG AW ! AW," kata Miko diakhiri ringisan kencang di bibirnya
" KDS apa, Miko ? Kudis ?" tebak Reygan, Langkah kaki cowok tersebut terseret memasuki ruang guru hingga keduanya didudukkan di depan meja Pak Fery
" Kudis kepala lo lonjong ! KDS singkatan dari kekerasan dalam sekolah Bego," ujar Miko
" Liat ! Liat di samping kalian sekarang ada siapa ? Potong Pak Fery. Dua cowok itu kompak menolehkan kepalanya. Begitu matanya menatap delapan orang di sampingnya mereka berdua meneguk ludahnya susah Payah
" Papa ! Mama ? sorot dua Pasang mata itu menatap Reygan dengan sangat tajam, " A-aw ! rintihnya saat Papa mencubit Pahanya
Tak hanya itu saja,di samping keluarga Reygan ada Mbak juminten dan Mak Gendut. Ada juga Kejora yang baru saja datang, ia duduk di samping Mak Gendut. Reygan yakin ini Pasti ada sangkut Pautnya dengan hutangnya yang ada di mana-mana
" jadi begini ibu, bapak, Mak Gendut dan Mbak jum, maksud Saya manggil Bapak ibu selaku wali murid Reygan dan Miko .... " Pak Fery menggantungkan kalimatnya seraya menatap Reygan dan Miko bergilir
" Ada apa, Pak ? tanya Papa Penasaran
" Reygan dan Miko keliit hutang. Pak, Bu Hutang Miko sekitar lima ratus ribu dan hutang Reygan kurang lebih satu juta set ... "
" APA ?!" Orangtua Reygan dan keluarga Miko berteriak terkejut Gebrakan keras terdengar begitu nyaring di telinga Reygan.
Reygan berdeham ia memajukan kursinya kemudian ia melipat tangannya di atas meja, " Reygan cuma mau memperjelas, kalau hutang saya itu sebenarnya .... " Reygan melirik kedua orangtua serta kakek dan neneknya kemudian berkata, " Sebenarnya hutang Reygan ada dua juta di sini,"
" APA,"
Reygan menutup telinganya rapat-rapat saat teriakan itu kembali terdengar
" Astaghfirullah ! Reygan ! Kamu Punya hutang apa aja, ya Allah ? Apa uang dikasih Mama sama Papa nggak cukup iya apa kamu mau ... "
" Lebih baik Bapak tanya aja sama Mbak jum, Mak Gendut dan Kejora Mereka tau semuanya tentang nominal uang kas serta hutang Reygan," Kata Pak Fery
Pria itu menghela napasnya Pelan
" Mbak jum, ibu Gendut dan Nak Kejora, berapa hutang Reygan,"
" Sebentar, ya, Pak, saya liat dulu di buku bon saya, " ucap Mak Gendut kemudian ia membaca deretan angka yang tertata rapi pada buku catatannya Mak Gendut menyipitkan matanya kemudian ia mendongak dan menatap Pak Fery dengan intens, " Hutang Reygan semuanya enam ratus tujuh Puluh ribu,"
Pria itu mengangguk, kemudian ia mengambil beberapa uang di dalam dompetnya, dan menyerahkannya kepada Mak Gendut, Reygan yang berada di sampingnya Pun sempat menyembulkan kepalanya untuk mengintip isi dompet Papanya
Papa menatap Mak juminten yang menyebutkan nominal Hutang Reygan, Kurang lebih ada lima ratus ribu
" Kejora, uang kas Reygan semuanya ada berapa? tanya Pria itu kepada Kejora
Cewek itu melirik Reygan sekilas yang dibalas kedipan mata oleh cowok itu,
" semuanya enam ratus lima Puluh ribu. Om," ucap Kejora. Pria itu menyerahkan nominal uang tersebut kepada Kejora
" Semuanya sudah beres, kan Pak Fery ? Tolong urus anak saya hukum sampe magrib bila Perlu, saya Pamit, assalamualaikum, " Pria itu bersama istrinya dan keluarga Miko meninggalkan ruangan ini. Tentu saja setelah keluarga Miko membayar hutang anaknya juga.
Setelah melihat kepergian keluarga mereka, Pak Fery menatap tajam Reygan dan Miko, " Kalian berdua, " Reygan dan Miko menunduk dengan takut, " Kalian harus bersihin halaman belakang, halaman depan, toilet Pria, toilet wanita, toilet guru dan minta tanda tangan ke semua guru bahwa kalian sudah menyelesaikan hukuman !" Kata Pak Fery galak, Lantas cowok itu mendongak kaget," SEMUA HARUS SELESAI DALAM WAKTU LIMA JAM !"
" OMO ! APA ! FIVE JAM " teriak Miko
...••••...
Jam menunjukkan pukul enam kurang lima belas menit. Reygan dan Miko sudah selesai mengerjakan hukuman dari Pak Fery. Suasana halaman sekolah sepi. Kini, mereka bertiga berada di Parkiran dan segera beranjak pulang ke rumah masing-masing. Ardian juga masih di sekolah ia menghabiskan waktunya belajar di Perpustakaan
__ADS_1
" Ayo Pulang, Capek habis bersihin satu sekolah gue mau tidur ! Miko duduk di jok belakang motor Ardian, merangkul Pinggang Ardian dan menaruh dagunya dengan lemas di atas bahu cowok itu
" Lo berdua belok ya, jangan-jangan Kalian ? Reygan memicingkan matanya Curiga
" Mulut lo Perlu gue Rukiyah dulu atau gue masukin sesajen Reygan," tanya Ardian menatap Reygan datar
" Ampun bang jago,"
Ardian melirik Reygan dengan malas, sebelum akhirnya motor ninja hitamnya melesat dengan kecepatan tinggi, membuat Miko hampir terjungkal ke belakang
" REYGAN, ! teriakan suara cempreng itu mengalihkan perhatian Reygan Cowok itu menolehkan kepalanya, " Lo mau Pulang, " tanya Marissa
" Lo kira gue naik motor gini mau ke mana, ? jawab Reygan malas
Marissa tertawa kecil ia memukul pelan lengan cowok itu, " Lo sendirian kan ? Emm .... gue boleh nebeng nggak,"
" Males, Naik angkot aja sana, ngapain lo mau nebeng ke gue ? Lo udah jatuh miskin," ejek Reygan
" jam segini mana ada angkot, taksi atau ojek Rey, kalaupun ada gue nggak bakal minta anter lo," ucapnya dengan melas, " Apalagi udah mendung gini,"
Reygan terdiam sebentar, Kemudian ia melirik ke atas langit yang sangat gelap, juga jam tangannya yang menunjukkan Pukul enam kurang lima menit. Benar juga, sangat jarang jam segini ada taksi dan angkutan umum yang lewat
" HP lo mana ? tanya Reygan
" Mau buat apa ?"
" Hubungin taksi online, " jawab Reygan
Marissa mengeluarkan Ponselnya dari dalam tasnya. Namun belum juga ia menggeser tombol lock screen, Ponselnya tiba-tiba mati
Reygan yang melihat itu Pun berdecak malas, " Buruan naik !"
Marissa mengerjapkan matanya berkali-kali, " S-seruis ?"
" Nggak naik gue tinggal. Gue itung sampe tiga lo nggak naik juga gue tinggal, " Ujar Reygan jutek, " Satu dia, ti ... "
Selama di Perjalanan, Reygan tak membuka suara ia hanya memberikan Jaketnya Pada Marissa saat gerimis mulai turun. selain itu Reygan hanya diam tanpa ada niat mengajak Marissa berbicara
Reygan menghentikan motornya tepat di depan gang yang ditunjuk Marissa,
" Turun, " suruhya
Marissa berdecak pelan, Padahal lima Puluh meter lagi sudah sampai rumahnya, " Lo nanggung banget nganternnya. Tega bener lo anterin cewek di depan gang,"
" Turun atau gue bawa muter ke sekolah dan gue nunggalin lo di sana," ancam Reygan
Marissa berdecak kesal dan turun dari motor Reygan, " jaket lo gue bawa Pulang, ya Nanti biar gue cuci dulu soalnya basah. Makasih ya udah nganterin gue dan Pinjem jaket lo di tengah jalan tadi, " ucap Marissa di balas dehaman Reygan
Setelah Marissa Pergi, Reygan Mendongak menyaksikan rintikan hujan yang semakin deras. Buru-buru ia mengambil Ponselnya karena takut basah, tapi Perhatiannya beralih melihat banyaknya pesan yang dikirim Kejora. Cewek itu juga meneleponnya beberapa kali. Buru-buru ia melajukan motornya menuju tempat yang Kejora sebut di dalam Pesan itu
...••••...
Berkali-kali Kejora menelepon Reygan, Tapi cowok itu tak kunjung mengangkatnya. Berbagai spam ia kirimkan kepada Reygan, tapi tak ada satu pun juga Pesannya terbalas. Hujan sudah turun dengan derasnya membuat Kejora terjebak di depan toko bunga yang tutup karena motornya lagi-lagi mogok
" Reygan lo di mana sih ? Angkat dong teleponnya !" ucap Kejora berdecak kesal karena baterai Ponselnya tinggal dua Persen saya yang artinya sebentar lagi ponselnya akan mati. Petir terus menyambar dari tadi, membuat tubuh Kejora sedikit tersentak
Suara derum motor mengalihkan atensinya. Kejora berdiri dari duduknya saat cowok itu turun dari atas motornya,
" Ayo Pulang, " ajaknya
" Terus Motor gue gimana, " tanya Kejora
" Motor lo di taruh sini aja. Nanti gue ambil, " ucapnya
__ADS_1
Kejora mengangguk, Cewek itu segera menyambar tasnya naik di atas jok motor ninja berwarna hitam tersebut.
" Pegangan ! kalo lo jatuh, nanti gue ngerasa bersalah banget !" ucap cowok itu sedikit berteriak
selama di Perjalanan, tak ada satu pun dari mereka yang membuka suara. Kejora yang sudah menunggu di depan toko bunga lumayan lama pun semakin menggigil kedinginan. Merasa tak tahan dengan dinginnya Pada telapak tangan, Cewek itu memasukkan telapak tangannya ke dalam Jaket hitam milik Cowok yang memboncengnya ini
Cowok itu tersentak pelan saat merasakan tangan Kejora masuk ke dalam saku jaketnya, " Sebentar aja, tangan gue dingin banget gue nggak kuat," ucap Kejora. Cowok itu mengangguk dan menatap kejora lewat kaca spion
Selama dua puluh menit, ia membawa motor dengan kecepatan sedang ia tak ingin celaka dan tak ingin membuat cewek di belakangnya ini terluka Motor ninja hitam itu berhenti tepat di depan rumah Kejora. Buru-buru cewek itu segera turun dari atas motor dan meneduh di teras rumahnya
" Ardian, makasih udah anterin gue Pulang, Gue nggak tau kalau lo nggak dateng tadi, mungkin gue Pulangnya besok, " ucap Kejora diiringi Kekehan kecilnya
Tadi, setelah Ardian mengantar Miko Pulang ke rumahnya. ia tak sengaja melihat Kejora di depan toko bunga yang setiap hari ia lintasi menuju rumahnya
Ardian mengangguk, " iya, Reygan ke mana ?
Kejora menggeleng, " Nggak tau mungkin dia masih dihukum sama Miko,"
Ardian mengerutkan dahinya bingung, Perasaan tadi sebelum Pulang, Ardian sempat berbincang cukup lama dengan Reygan. Lalu ke mana Perginya cowok itu hingga tak memedulikan kekasihnya sendiri ?
" Ya udah gue Pulang dulu, udah malem Dan sorry tadi gue bawa motornya Pelan banget. Gue cuma takut lo Kenapa-kenapa dan berujung gue yang disalahin sama Reygan, " Ujar Ardian
Kejora mengangguk dan tersenyum kecil, " Lo nggak mau mampir dulu,"
" Gila aja lo, mampir ke rumah cewek Sahabatnya Sendiri, " decaknya
" Nggak apa-apa kali, Orang cuma temen juga, " Ucap Kejora
Ardian tertawa pelan, tawa yang baru saja Kejora lihat. Oh ya Tuhan kenapa Pesona Ardian lebih besar daripada Pesona Reygan ? Kejora menggeleng kemudian ia menepuk-nepuk Pipinya. inget, Ra lo udah ada Reygan, Reygan udah lebih dari cukup buat lo !"
" Gue Pulang dulu,"
Kejora membuyarkan semuanya kemudian ia mengangguk. Kemudian cewek itu memasuki rumahnya. Tubuhnya menggigil menahan dingin ia bersyukur dan sangat berterima kasih kepada Ardian. jika tidak ada Ardian entah bagaimana nasibnya.
...•••••...
Reygan mengusap wajahnya dengan gusar. Di tempat toko bunga yang dimaksud Kejora. Tidak ada siapa-siapa. Hanya ada motor Kejora saja ia takut kekasihnya kenapa-kenapa Bahkan cowok itu menghubungi semua teman sekelasnya. Terakhir ia mengunjungi Miko
...REYGAN...
...Cewek gue mana...
...MIKO...
...Lah nggak salah orang lo buaya darat Ganggu orang mimpi indah aja lo Gue tadi mimpi menikah sama artis terkenal Syifa hadju...
...REYGAN...
...Setan lo nggak guna banget lo jadi orang...
Reygan menyugar rambutnya yang sedikit basah, " Lo di mana sih Ra ! Gue udah bilang jangan Pernah buat gue khawatir, " decaknya emosi. ia mencari kontak Kejora lagi yang tadinya menunjukkan offline kini sudah aktif rupanya
...REYGAN...
...Kejora sayang kamu di mana aku sudah sampai ini di depan toko bunga...
...KEJORA...
...aku udah sampe rumah dari tadi...
Reygan sedikit menghela napasnya dengan lega. itu artinya Kejora baik-baik saja saat ini. Namun tak lama kemudian Kejora mengirimkan Pesan yang membuat Reygan terdiam cukup lama
...KEJORA...
__ADS_1
...Tadi aku Pulang sama Ardian...
...••••...