KEJORA UNTUK REYGAN

KEJORA UNTUK REYGAN
BAB 36 Kamu harus kuat Reygan


__ADS_3

Suara decitan roda brankar terdengar menggema di lorong koridor rumah sakit kencana Hospital. Beberapa tenaga medis dengan sigap menangani siswa SMA yang baru saja tiba. isakan tangis terdengar Pilu di telinga siapa Pun yang mendengarnya


Kedua orangtua Reygan yang sudah sampai di rumah sakit, tak tega melihat Putra Kesayangannya terbaring lemah di atas brankar Hati mereka semakin teriris kala banyaknya deras menetes dari kepala Reygan


" Reygan, anak Mama kuat ya, Sayang. Buka mata kamu sebentar aja. Liat Mama sebentar aja, Nak," ujar wanita itu Pilu sembari mengelus rambut Reygan


Papa pun tak kuasa menahan tangisnya. Air mata yang mengumpul di Pelupuk matanya sudah tak bisa lagi ditahan. Tetesan bulir air matanya turun membasahi wajah Reygan yang terpejam tenang. Kamu hebat, Reygan. kemarin kamu buat Papa ketawa, sekarang kamu buat Papa dan seluruh dunia menangis karena keadaan kamu sekarang," batinnya


Langkah kaki keluarga Reygan serta sahabat Reygan terus mengikuti tenaga medis yang membawa Reygan hingga sampai ke ruang UGD Papa mendekap erat tubuh istrinya saat wanita itu hendak ikut masuk ke dalam ruang UGD


" Reygan .... " lirih Mama di dalam Pelukan suaminya


" Reygan nggak apa-apa. Reygan nggak bakal ninggalin kita secepat ini," ujar Papa menenangkan istrinya. ia mengusap-usap Punggung istrinya wanita itu dengan sesenggukan


Dua cowok yang duduk di kursi Panjang depan UGD itu, tak kalah terpukulnya, Miko dan Ardian langsung merasa ada yang hilang di antara mereka. Miko mengusap wajahnya dengan frustrasi, Ardian sama halnya.


" Kenapa, harus lo, sih Reygan ?" kata Miko lirih. ia mendongak, menghalangi air matanya yang siap terjun, " Lo orang Paling jahat sampe ninggalin gue, " Miko kembali menelungkupkan wajahnya Pada lipatan tangannya


Ardian menatap seragam Miko yang berada di tangannya Jemarinya bergetar menatap darah yang menempel di seragam tersebut. ia masih teringat jelas saat Reygan mengeluarkan kalimat amanah untuknya


" Gu-gue t-titip Kejora ke-k-kalian,"


Saat itu juga, segala Pikiran buruk langsung menyerang dirinya Ucapan Reygan tadi, seolah-olah cowok itu akan Pergi selama-lamanya


SUDAH berjam-jam berlalu. Mereka masih menunggu sang dokter yang tak kunjung keluar dari ruangannya. Semuanya berpikir kalut. Hanya satu kabar dari dua kemungkinan yang akan mereka dengar, yaitu kabar baik atau kabar buruk yang menimpa Reygan


Beberapa menit kemudian, dokter yang ditunggu-tunggu akhirnya keluar juga. Melihat itu, mereka lantas bergegas menghampiri sang dokter


" Dokter gimana dengan anak saya, Dok ? tanya Mama


" Pasien Reygan Samudra Aldebaran saat ini mengalami Pendarahan di kepalanya Melihat kondisi Pasien saat ini, kemungkinan besar saat ini Pasien Reygan mengalami koma," jelas Dokter Surya mampu membuat mereka mengatupkan bibirnya rapat-rapat


Tangisan Mama bertambah pecah. Sebenarnya ini kabar baik karena Reygan beruntung tak meninggalkannya. Tapi, kenapa kabar baiknya justru membuat seluruh dunia menangis ?


Miko dan Ardian tak kuasa menahan air matanya. Ardian meninju dinding luar ruangan UGD di mana Reygan terbaring di dalam sana Cowok itu, menundukkan kepalanya dengan lemah


" Kenapa harus gini," lirih Ardian


" Anda semua boleh masuk Dengan ketentuan jangan terlalu berisik," Ucap Dokter Surya memberi izin. Mereka semua refleks mengangguk mendengar Perizinan dari sang dokter

__ADS_1


...DI RUANG REYGAN...


Tanpa sepatah kata, mereka memasuki ruangan. Melihat wajah Reygan yang begitu sangat Pucat dan tenang, membuat mereka tak kuasa menahan tangisnya


Papa mendekati brankar Reygan. ia mengusap-usap kepala Putranya dengan sayang. Air matanya kembali turun saat melihat mata Reygan terpejam yang begitu sangat tenang, begitu juga deru napasnya yang teratur, " Reygan ini Papa. kamu nggak mau buka mata kamu ? Nggak mau liat Papa ? Nggak mau liat Mama ? Liat Reygan. Banyak orang yang nangisin kamu di sini," lirih Pria itu tepat di samping telinga Reygan. Papa mencium kening Reygan cukup lama. seperti api yang diguyur dengan air semuanya berubah drastis. Hero yang selalu membuat orang-orang tertawa, kini berubah membuat orang-orang menangis


Papa terisak Pelan, isakkan yang ia Pendam akhirnya keluar Membuktikan betapa hancur hatinya melihat putra seperti ini, " Bangun, ya, Nak. Buktikan ke seluruh dunia kalau Reygan yang ceria Reygan yang suka buat orang ketawa dan Reygan yang nggak Pernah ngeluh ini mampu lewati semuanya, Bangun Reygan, " ujar Papa mencoba untuk kuat," Anak Papa capek ya Tidurnya jangan lama-lama ya, Nak. Papa Kangen sama kamu,"


Mama tak kuasa menahan tangisannya Miko yang melihat itu Pun langsung memeluknya, " Tante, Reygan Pasti bangun Tante jangan nangis Reygan di sana berjuang untuk kembali,"


" Reygan, maafin Mama, sayang, " lirih Mama di sela-sela isakan tangisnya


Miko menggeleng, menolak Penuturan kata dari bibir Mama," ini semua bukan salah Tante. ini semua udah jalan takdir jangan Pernah salahin diri sendiri, Tan,"


" Anak Papa hebat, ya, Rela mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkan satu nyawa, " Papa kembali berucap dengan sendu Lintasan memori di mana Reygan kecil begitu aktif menjahilinya Perlahan menusuknya. Meskipun ia sering dibuat kesal oleh Reygan tapi rasa sayangnya kepada Reygan tidak Pernah bisa dihitung oleh apapun di dunia ini," Kenapa nggak Papa aja yang ada di Posisi kamu Reygan,"


Deringan Ponsel yang bersumber dari saku jas yang dikenakan Papa, segera mengalihkan atensi Pria itu. Papa menarik ikon telepon berwarna hijau ke atas. Sebelum ia membuka suara, Pria itu mengusap air matanya dengan ujung jasnya. Di dalam sambungan telepon Papa diberitahu kalau dua adik Reygan Raisa dan Rio menangis di rumah, membuat Papa dan Mama harus segera kembali rumah


Pria itu mengangguk, " iya sebentar lagi saya Pulang. " Selanjutnya ia memutuskan sambungannya dan kembali terfokus kepada Reygan Tangannya begitu lembut mengusap-usap kepala Reygan dan beralih mengusap dahi Reygan yang terbalut Perban," Papa Pulang dulu, Reygan kamu cepet-cepet bangun. Banyak orang yang di sekitar kamu nungguin kamu,"


Pria itu menatap Miko dan Ardian, yang ada di sampingnya" Miko, Ardian, Om minta tolong jagain Reygan, ya, Om mau Pulang dulu,"


Pria itu membalikkan badannya menarik Pelan lengan istrinya,"Ayo Pulang biar Miko sama Ardian yang jaga Reygan di sini,"


Wanita itu mengusap jejak air matanya sebelum ia mengiyakan ajakan sang suami wanita itu mendekatkan bibirnya di telinga Reygan kemudian berisik sangat Pelan di telinga Reygan " Sayang, Mama Pulang dulu, ya kamu jangan lama-lama tidurnya Reygan nggak rindu Pelukan Mama ? Nggak rindu Pelukan Papa ? Dan nggak rindu Pelukan Pelukan orang yang kamu sayangi, " sejenak wanita itu menatap sendu wajah Putranya yang begitu sangat begitu Pucat," Cepat bangun Heronya Mama Sayang Reygan," Terakhir wanita itu mencium kening Reygan Cukup lama. Usai itu, ia menyusul sang suami menunggu di luar ruangan UGD


Setelah Kepergian orangtua Reygan, Miko, dan Ardian berjalan mendekat ke brankar Reygan. sejenak mereka menatap wajah sahabatnya dengan tatapan sendu. Miko dan Ardian menarik salah satu kursi dan mendudukkan dirinya


" Lo tau Reygan ? Hal Paling menyakitkan di dunia ini selain ditinggal orangtua dan ditinggal kekasih itu apa Reygan ? tanya Miko, " jawabnya ditinggal sahabat yang berjuang bersama sejak kecil. Bangun Reygan Lo nggak mau apa main sama gue lagi Reygan ? Lo nggak mau berjuang lagi sama kita, " Miko menunduk Cowok itu menarik napasnya dalam," Lo emang nggak Pergi ninggalin gue sama Ardian Tapi kenapa liat lo begini gue ngerasa kehilangan lo ?


Kepingan-kepingan kenangan bersama Reygan saat ini muncul begitu saja di memori otak Miko. Bersamaan dengan turunnya air mata cowok itu


" Lo duluan ya mulai ! Salah siapa teriak-teriak di telinga gue Budek anjing,"


" Setelah Reygan Pikir, ternyata mengutang lebih menyenangkan,"


" kita itu sama-sama Pendosa Cuma beda jalur,"


Miko menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. ia menangis saat mengingat kebersamaannya dengan Reygan

__ADS_1


Ardian mendekat, ikut mendudukkan dirinya di samping Miko ia mengusap-usap jemari Reygan yang kaku. sejenak ia menatap wajah sahabatnya yang begitu sangat begitu Pucat dengan Perasaan iba," Segini ajakah, Perjuangan Lo ? Lo nggak mau bangun dan Perjuangin cinta lo yang belum sempat lo gapai lagi ? Cepat bangun Reygan Kejora sekarang lagi nggak baik-baik aja, " kata Ardian menahan air matanya yang siap terjun. Rasa Penyesalan menyerang dalam diri Ardian. ia menyesal kenapa ia tidak tahu kalau Reygan tadi sedang berada di lantai dua. Jika ia tahu semuanya, ia akan menyusul Reygan dan menarik Reygan di sana


" Waktu emang nggak bisa diputar ulang ya, Reygan ? Andai gue tau lo berjuang mempertaruhkan nyawa, gue bakal lari tarik lo. Kalaupun gagal gue bakal ikut Jatuh bareng lo, Reygan Biar gue ikut rasain apa yang lo rasain saat ini," ujar Ardian dengan suara serak. ia menggertakkan giginya saat isakan hendak ? Lolos dari bibirnya, " Gue minta maaf Reygan,"


" Cepet bangun, Banyak orang yang rindu sama tingkah laku lo Orangtua lo keluarga lo, sahabat lo, Mereka nungguin lo bangun Peluk mereka satu Persatu Terutama ... " Ardian menggantungkan kalimatnya ia mengambil napas dalam lalu melanjutkan kalimatnya, " Kejora Lo tau Kejora sekarang lagi nangisin lo. Bangun, hapus air mata Kejora dengan jari lo, Katanya lo nggak mau bikin Kejora nangis ? Terus kenapa sekarang malah buat dunia Kejora hancur ?


Pintu ruang UGD terbuka lebar menampilkan tiga cewek yang berdiri, Kejora Ana dan Farah Mereka menatap lurus ke arah brankar di mana Reygan terbaring lemah. Ana dan Farah masih lengkap dengan seragam Putih abu-abunya, sedangkan Kejora sudah mengganti seragamnya dengan Pakaian biasa karena darah Reygan yang memenuhi seragamnya tadi


Kejora berjalan menghampiri Reygan terbaring hanya ada suara mesin elektrokardiograf saja yang menghiasi ruangan ini. ia berdiri di samping brankar Reygan. Cewek itu tak memerdulikan Miko dan Ardian yang terus memperhatikannya. Kejora hanya fokus kepada Reygan, beberapa alat medis terpasang di bagian cowok itu Bulir air matanya menetes tanpa Permisi bibirnya bergetar tak mampu mengeluarkan suara. Tangan lentik cewek itu menyentuh Punggung tangan Reygan yang sedikit dingin


" R-Reygan,"


Seolah Paham dengan Kejora yang membutuhkan ruang sendiri dengan Reygan, Miko, Ardian, Farah dan Ana memilih keluar meninggalkan Kejora. Cewek itu mendudukkan dirinya meraih telapak tangan Reygan,dan menempelkannya Pada Pipinya ia memejamkan matanya dengan rapat. Kejora menangis dengan isakan yang terdengar sangat Pedih



" Seharusnya aku yang ada di Posisi kamu sekarang Reygan Kenapa kamu lakuin itu semua Reygan ?" lirih Kejora dengan suara bergetar," Aku jahat banget ya Reygan ? Aku Paksa kamu Pergi Padahal kita saling membutuhkan di sini, " Kejora merasakan dadanya yang terasa sangat begitu sesak," Andai aku tau dari awal kalau semuanya ulah Marissa, aku nggak bakal Percaya sama omong kosong Bungan dan lebih Percaya sama kamu Maafin aku Reygan Maafin aku ," ucap lirih Kejora


Kejora mendongak sebentar ketika air matanya mengalir sangat deras di Pipinya" Aku jahat banget ya, Udah lukai hati kamu, sekarang aku lukai tubuh kamu," Tangannya mengusap sayang dahi Reygan yang terbalut Perban sudut bibirnya terangkat membentuk seulas senyuman saat ia mengingat kepingan-kepingan memori bahagianya bersama Reygan, " Kapan kamu bangun ? Kamu nggak mau liat aku lagi ? kamu nggak mau denger kalau aku udah Percaya sama kamu ? Aku kangen kamu Reygan, " ujarnya diiringi senyuman tipis serta air mata yang terus menetes


" Aku nggak mau kehilangan kamu untuk kedua kalinya. Aku nggak mau kehilangan orang yang berhasil ambil hati aku. Buka mata kamu Reygan terserah kamu mau apa setelah kamu buka mata kamu. Kamu mau benci aku, kamu nggak mau liat aku lagi, atau bahkan kamu suruh aku Pergi Yang terpenting kamu buka mata kamu ya. Ada banyak orang yang nungguin kamu bangun," ujarnya. Cewek itu menghirup Pasokan udara dengan dalam. Napas serta bibirnya terlihat bergetar


" Reygan," Kejora mengusap-usap Punggung tangan Reygan," Aku Sayang sama kamu," Terakhir, cewek itu mengecup Cukup lama Punggung tangan Reygan


...••••...


Malam itu, Kejora duduk Pada salah satu kursi sambil melihat ke luar jendela kamarnya. ia tidak lepas menatap gemerlap bintang di atas sana. Hawa sejuk malam ini membuat Kejora merindukan Reygan


Sudah lama ia tidak bercengkrama bersama Reygan. ia merindukan sosok Reygan yang dengan beraninya datang ke rumahnya melalui jendela. ia rindu ucapan manis dari Reygan. ia rindu semuanya tentang Reygan. Hanya cowok itulah yang mampu memulihkan senyumannya yang sudah memudar saat ini


" jangan dilepas, ya kalung ini sebagai kunci gembok yang ada di kalung aku,"


" Kunci ini, sebagai kunci hati kita, nggak ada yang bisa misahin kita kecuali kalau kamu lepasin kalung ini,"


" jaga kalung ini baik-baik kayak kamu jaga hati ini buat aku,"


Kejora mendongak meremas kalung yang ada di genggamannya dengan kuat. Jantungnya berdebar sangat kencang Kenapa ini sangat menyakitkan ? Kejora tak bisa menahan semuanya. Andaikan di hadapannya ada Reygan. ia ingin menangis dan memeluk cowok itu dengan erat


" Raga kita emang Pisah tapi hati kita nggak bakal terpisah. Aku sayang kamu dan aku cinta kamu, Reygan,"

__ADS_1


...•••••...


__ADS_2