KEJORA UNTUK REYGAN

KEJORA UNTUK REYGAN
BAB 39 Memori Kenangan


__ADS_3

Bel Pulang sekolah telah berbunyi sepuluh menit yang lalu. Parkiran nampak sangat ramai di Penuhi siswa-siswi yang berdesak-desakan mengambil kendaraannya masing-masing. Kejora berhasil mengambil motornya yang terparkir Paling depan. ia tau ada niat untuk Pulang langsung, ada suatu tempat yang harus ia kunjungi


Kedatangan Miko dan Ardian yang berhenti tepat di motornya, membuat Kejora mendongak dan menatap dua cowok itu dengan raut wajah bertanya


" Ada apa Ardian, Miko ? tanya Kejora


" Lo mau Pulang ? Gue rencananya mau ke rumah sakit jenguk Reygan, soalnya nyokap sama bokapnya Reygan lagi nggak bisa jagain Reygan. siapa tau lo mau ikut bareng kita," tawar Miko


Kejora sempat melirik jam tangan melingkar di Pergelangan tangannya. jam menunjukkan Pukul tiga sore. ia mendongak dan menggeleng Pelan


" Kalian duluan aja, gue nyusul sekitar jam lima sore, Gue lagi ada urusan Sebentar,"


" Mau ke mana ?" tanya Ardian


" Gue mau Pergi sebentar," jawab Kejora


Ardian mengangguk, " jangan malem-malem Pulangnya sampe lo kenapa-napa gue ngerasa bersalah di sini karena gagal Penuhi Permintaan amanah yang Reygan kasih ke gue sama Miko," ujarnya


" iya, gue bisa jaga diri, Ardian," jawab Kejora


" kalau ada apa-apa, Jangan lupa hubungi gue sama Ardian Gue duluan kalau gitu," ucap Miko, lalu cowok itu melajukan motornya keluar dari area Parkiran


Setelah mematiskan Miko dan Ardian Pergi dari hadapannya Kejora melajukan motornya dengan kecepatan keluar dari halaman Parkiran SMA satya bangsa. Kejora sangat bersyukur cuaca sore ini tidak terlalu Panas dan keadaan jalanan tidak macet. ia menghentikan motornya saat sudah sampai ke tempat tujuan

__ADS_1


Langkah kaki Kejora memasuki hutan. Suara kicauan burung menghiasi sunyinya hutan ini. ia berhenti tepat di depan gubuk kokoh yang berdiri diapit Pohon besar di sampingnya. ia menghidupkan lampu Petromax yang tergantung di sana sebagai Penerang


matanya tertuju Pada bingkai foto Reygan, Miko dan Ardian Namun hatinya menghangat saat melihat sebuah foto Polaroid Reygan bersamanya



" Reygan Kapan kamu bangun dan bawa aku ke sini lagi, " tanyanya sembari mengusap foto tersebut. Kejora sempat terdiam saat mengingat memori-memori manis bersama Reygan


" jadi Pacar gue mau, "


" Gue serius ini Kejora,"


" Satu dari seratus sekian Perempuan yang Pernah singgah di sini Kamu satu-satunya Perempuan yang bakal singgah di sini selamanya,"


" jangan nangis Gue ngerasa jadi cowok berengsek di sini,"


" Apa segitu berengseknya gue ? Sampe lo nggak mau Percaya sama gue lagi ? Apa artinya lo buat gue, Kejora ? apa sampai gue mati baru lo maafin gue, Kalau lo nggak percaya sama gue sedikit Pun apa artinya hubungan kita, Kejora,"


" jangan nangis. Gue ngerasa jadi cowok berengsek di sini,"


" Aku udah Percaya sama kamu seutuhnya Reygan sekarang kamu harus bangun ya, " ucap Kejora saat mengingat memori Perpisahannya dengan Reygan


" Gue sayang sama lo, Maafin gue, gue gagal jaga hubungan kita. Gue bodoh karena akhirnya gue sendiri yang rusak semua ini Maafin gue Kejora,"

__ADS_1


" Aku yang bodoh kalau lebih aku Percaya sama kamu semuanya nggak jadi kayak gini Reygan, " ucap Kejora lagi. Bibirnya tertarik membentuk seulas senyuman manis. Namun matanya tak bisa berbohong kalau Kejora merindukan semuanya. Mengingat momen indah serta momen yang Paling menyakitkan bersama Reygan, membuat ulu hatinya berdesir ngilu, " Kamu larang aku buat ninggalin kamu. Tapi kamu sendiri yang ninggalin aku sendirian di sini," Tangan ketik Kejora mengambil sebuah Pulpen di dalam tasnya. Kemudian jarinya menuliskan kata demi kata di selembar sticky note


...Aku nggak tau takdir kita bagaimana. Tapi aku berharap kita masih bisa bersama. kemarin aku menyuruh kamu Pergi. Dan aku baru sadar selemah ini tanpa kamu. Egoiskan kalau aku minta kamu untuk kembali lagi...


Kejora mendongak menikmati semilir angin yang berembus, " Aku selalu berharap, setiap kali aku buka mata, aku liat wajah kamu di depanku," Kejora membuka matanya kembali. ia mengembuskan napasnya dengan kasar. Rindu ini sangat menyiksa


Deringan Ponsel dari dalam tasnya membuat atensi cewek itu teralihkan buru-buru ia membuka mengambil benda Pipih itu. Tertera nama Miko di layar Ponselnya. Kejora sempat kebingungan Ada apa Miko menghubunginya ? Padahal tadi ia sudah berpamitan kalau ia Pergi sebentar


" Halo .... "


" Lo di mana ? Ra, lo denger gue, kan ? Lo di mana sekarang ?"


" Ada apa, Miko,"


" Ke rumah sakit sekarang,"


Kejora mengernyitkan dahinya dengan bingung, " Ada apa .... "


" Reygan, Ra, Detak jantung Reygan melemah,"


Kejora menggeleng kuat. Tangannya mengusap air mata, menolak air matanya yang siap terjun kembali. Buru-buru Kejora menyambar tasnya dan berlari keluar dari dalam hutan, tak memerdulikan kakinya yang tergores ranting-ranting Pohon


...••••...

__ADS_1


__ADS_2