
DENGAN Perasaan dongkol, Kejora membolak-balikkan buku LKSnya. ia mendengkus saat merasakan ranjangnya sedikit bergerak, Dikta datang dan merebahkan tubuhnya sambil membaca sebuah komik
" Gimana hubungan lo sama Reygan baik-baik aja kan ? Tanya Dikta tiba-tiba. Kejora terdiam mengingat hubungannya dengan Reygan yang hampir saja kandas di tengah jalan. Cewek itu sedikit merasa bersalah
" Nggak gimana-gimana baik-baik aja. Kenapa emang ?"
Dikta menggeleng dengan tangan yang fokus membalikkan lembar kertas komik
" Nggak siapa tau hubungan lo kandas, kan ? Bocah kayak lo berdua itu Pemikirannya masih minim soal Cinta Kejora !" Kejora melotot ia memukul Dikta dengan boneka. Dikta mengubah Posisinya menjadi duduk menatap Kejora. " Lo keliatan banget lagi cemas sama sekolah lo ya, Lo nggak usah takut, Ra, Percaya sama Abang. Turunnya nilai itu hal yang lumrah, sering terjadi sama siswa-siswi yang dapat beasiswa,"
Kejora menoleh sebentar kemudian ia menyandarkan kepalanya di atas bahu Dikta, " Gimana kalau beasiswa gue dicabut beneran, Bang ? Gimana kalau gue nggak bisa bayar sekolah dan gimana kalau gue .... "
" Gimana nggak turun kalau yang ada di otak lo cuma pikiran buruk aja ? Kepala sekolah mana tega cabut beasiswa muridnya yang sebentar lagi mau lulus ? Ujar Dikta menyakinkan. Dikta mengusap kepala Kejora, " Percaya sama Abang, Abang nggak mungkin bicara bohong sama kamu Yang Perlu lo lakuin sekarang adalah belajar Nggak usah mikirin yang lainnya," ucapnya. Cewek cantik itu mengangkat kepalanya, kemudian menatap sang kakak dengan tatapan teduh, " jangan sedih ada Abang sama ayah di sini, " Ucap Dikta, " Buktikan sama almarhumah ibu buktikan ke seluruh dunia, kalau adik Abang yang cantik ini bisa sukses nantinya," Dikta tersenyum lembut. ia melihat jam tangannya Sudah waktunya ia kampus sekarang
setelah kepergian Dikta, Kejora berjalan menutup pintu kamarnya Ketukan Pada jendela kamarnya membuat ia menoleh. Kejora membuka jendela kamarnya dan mendapati Reygan di sana
" Gue mau masuk, " ucap Reygan
" Nggak ! Kamu mau ngapain ke sini ? Di depan ada Pintu, kenapa harus lewat jendela,"
Reygan mendorong Pelan tubuh Kejora, Kemudian memasuki kamar Kejora lewat jendela kamar cewek itu," Kalau ada yang susah, kenapa cari yang mudah iya, kan ? Kejora berdecak malas, " Lagi ngapain Kamu ? tanya Reygan. ia membolak-balikkan jejeran buku yang tergeletak berantakan di atas kasur Kejora
Kejora menarik tangan Reygan," Ayo keluar aja. Nanti dikira yang nggak-nggak cewek sama cowok berduaan di dalem kamar, " Kata Kejora
Reygan berdecak malas. ia merebahkan tubuhnya di atas kasur Kejora, " Ngapain keluar ? Di sini aja udah nyaman banget. kalau mau buat dosa jangan setengah-setengah,"
Kejora melempar bantal ke arah Reygan,
" Diem di situ jangan ganggu orang mau belajar !" Kejora menunjuk Reygan kemudian ia duduk di tepi kasurnya
Reygan menatap Kejora, kemudian merangkak mendekati Kejora menaruh dagunya di atas Paha Kejora. Matanya tak sedikitpun teralihkan Pada jemari lentik yang dengan telaten mengisi jawaban soal esai Pada buku LKS tersebut. Sudah menjadi kebiasaan Kejora kalau belajar ia dan buku-bukunya harus di atas kasur.
" Jangan terlalu capek. jangan terlalu lelah buat mikir jangan terlalu dipikirin soal musibah kecil yang kemarin jangan .... "
" iya sayang, " Potong Kejora dengan cepat
Reygan mengerjapkan matanya. ini beneran Kejora yang ngomong Sungguh. Reygan belum Pernah mendengarkan kata sayang dari bibir Kejora
" Ulangi, Ra, Ngomong apa tadi ?
Kejora menggeleng tanpa mengalihkan Pandangannya. " Nggak ngomong apa-apa Telinga kamu kali yang bermasalah,"
Reygan menarik tangan kanan Kejora sibuk, menulis kemudian ia letakkan di atas dadanya. Kini Paha, Kejora menjadi bantalan kepalanya
__ADS_1
" jangan minta Putus lagi, ya, " Ucap Reygan, " Lo tau, Ra waktu lo minta selesai kemarin aja gue udah sakit banget. Apalagi kita selesai beneran Sumpah Emang lo nggak sayang sama gue," Tanya Reygan menatap Kejora dengan Penuh kasih sayang
Kejora meletakkan Pulpennya. ia mengusap dan menyugar rambut tebal Reygan, " Pake aku- kamu coba," suruh Kejora
" Nanti aja kalau udah nikah," ucap Reygan. Kejora memalingkan wajahnya dengan malu. Bisa tidak, sih Reygan tidak membuatnya salah tingkah sekali saja ?
Reygan mengambil pulpen milik Kejora, Kemudian menuliskan sesuatu di kertas dan tangan Kejora, Kejora menahan sensasi geli begitu ujung pulpen menyentuh permukaan kulit tangannya
REKO
Satu kata itulah yang dituliskan Reygan. Cowok itu menuliskan beberapa kata di atas tangan Kejora. Saat cewek itu hendak melihat Reygan, Cowok itu menahan dahi Kejora, " Nanti aja liatnya kalau gue udah Pulang, " ucap Reygan. ia mengambil Ponselnya dari dalam saku jaketnya saat dering notifikasi berbunyi. Nampak banyak notifikasi pesan dari teman-temannya yang menyuruhnya segera datang ke warkop tempat tongkrongannya
Cowok itu beranjak dari kasur Kejora, menepuk-nepuk Puncak kepala Kejora
" Gue Pulang dulu, jangan kecapekan dan jangan buat gue khawatir, " Lalu, cowok itu keluar dari kamar Kejora
Kejora membalikkan Pergelangan tangannya dan membaca satu kata yang tertulis di sana " REKO. " Kejora Tersenyum tulisan tersebut, " Gimana gue bisa Putusin lo, sedangkan lo aja jago banget buat gue jatuh cinta beberapa kali,"
Pandangannya teralihkan Pada secarik kertas saat ia membereskan buku-bukunya. Senyum yang belum memudar, kian mengembang saat matanya membaca beberapa kata yang tertulis di secarik kertas tersebut
...Dari Reygan kesayangan Kejora...
...jangan terlalu capek, aku sayang kamu Kejora kesayangan Reygan...
...•••••...
" UANG KAS ! BURUAN BAYAR INI UDAH AKHIR BULAN JANGAN SAMPE NAMA KALIAN GUE CORET TERUS GUE LAPORIN KE WALI KELAS," teriak Kejora menggema
sebagian dari mereka ada yang bersembunyi di bawah kolong meja dan juga yang kabur. Tentu saja akan Kejora lebih licik dari mereka Awas aja kalau mereka sudah balik nanti.
" Hamun kurang sepuluh ribu, Ana kurang lima ribu. Miko kurang dua ratus ribu, Aldo kurang lima ribu Dan ..... " Kejora menyipitkan matanya membaca nama serta deretan angka yang begitu yang sangat banyak itu," Enam ratus lima puluh ?" gumam Kejora kemudian Kejora menghela napasnya, " REYGAN KURANG ENAM RATUS RIBU !" Pekik Kejora
Cowok yang sedari tadi memantau Pergerakan Kejora, lantas berjalan menghampiri cewek cantik itu. Roni mengambil buku kas yang dipegang Kejora, " Lo semua tolonglah kerja samanya. Gue selaku bendahara dua juga capek, apalagi Kejora,"
" Caper banget lo, Roni !" gumam Reygan kesal. Apalagi melihat Roni yang berdiri sangat dekat di samping Kejora
" Selanjutnya, nggak ada konsekuensi-konsekuensi lagi. Kita bukan mempersulit kalian, kita tau kalian semua uang sakunya nggak banyak Tapi apa susahnya nyicil," Roni menatap teman-temannya dengan bergilir
Reygan menguap lebar, kemudian bersandar Pada bahu Miko, " Lo denger kayak ada yang ngomong nggak Miko ? kuping sama mata gue Panas, nih,"
" Reygan, " Panggil Reygan. Reygan menoleh kemudian menaikkan sebelah alisnya, " Uang kas lo di sini yang Paling banyak Ada sekitar enam ratus lima puluh ribu. Oke gue ringanin jadi lima ratus ribu kalo emang lo nggak sanggup bayar,"
Reygan berdiri dari duduknya. " Lo kira gue sesusah itu apa, " tanyanya sinis
__ADS_1
Roni menghela napas beratnya, " Ya terus mau lo gimana ? dituruninya nggak mau, nggak diturunin lo tetep nggak mau bayar, kan ?
" Males, !"
" Buruan bayar, Rey ! jangan buat gue emosi, " sentak Kejora
Reygan berjalan menghampiri Kejora
" Emang lo bisa emosi sama gue ? Sini marah, biar gue dengerin,"
Kejora menatap Reygan dengan sinis. Jangan dikira Reygan kekasihnya, ia tidak bisa tegas. Kejora mengambil buku yang dipegang Roni dan memukul lengan Reygan
" Sakit, Ra !" rintih Reygan mengusap-usap lengannya yang terasa Panas, " Tega bener sama Pacar sendiri,"
" Makanya buruan bayar ! Hampir satu juta uang kas kamu numpuk di sini, mau nunggu kapan bayarnya ? Mau nunggu sampe satu juta baru mau lunasi ?" kata Kejora garang
Reygan menggaruk telinganya yang tiba-tiba terasa gatal, " Aduuhh Kuping gue gatal ! Miko garukin dong," ucapnya Pada Miko
" GUE GARUK TELINGA LO PAKE CANGKUL ! sentak Miko
" Buruan bayar Reygan. Kamu mau bayar kapan ! ini udah semester dua. Apa kamu mau nunggu satu juta dulu baru bayar ?"
Reygan menjentikkan jarinya, " itu tau Pinter banget Pacar gue Genepin satu juta dulu baru gue bayar, " Kejora melotot. ia mengangkat tangannya hendak menjitak kepala Reygan, sebelum Reygan mengambil kartu dari bahan dompetnya, " Nih, gue bayar, langsung " Reygan menyerahkan satu buah ATM kepada Kejora
Kejora menganga tak percaya. Tak hanya ia saja Miko, Ardian yang lainnya dibuat diam oleh kelakuan Reygan
" OMG, SINI BUAYA DARAT OTAK KAU YANG GUE GESEK BANGSAT LO BIKIN GUE DARAH TINGGI TERUS KERJAANNYA !" geram Miko Dalam satu waktu ia menggosok kepala Reygan dengan telapak tangannya," Gemes gue sama lo buaya darat !" Reygan menendang Pantat Miko hingga cowok itu tersungkur menabrak meja, " Sakit, buaya darat," rintih Miko setengah merengek
Kejora menaruh buku kasnya dengan kesal hingga mengalihkan atensi Reygan," Kalian bisa nggak sih Tepat waktu bayar .... "
" Panggilan kepada siswa yang bernama Reygan Samudra Arion dan Miko Mahardika. Untuk segera ke ruang guru sekarang juga terima kasih,"
Seluruh mata tertuju ke arah Reygan dan Miko. Reygan menoleh menatap Kejora, " Masih mau nagih ?" ia menarik-turunkan alisnya menggoda Kejora
Kejora mengangkat tinggi-tinggi bukunya, hendak melayangkan satu Pukulan untuk cowok itu sebelum Reygan memiringkan wajahnya dan melayangkan satu kecupan Pada Pipi Kejora. Hal itu membuat seisi kelas berteriak kencang
" REY, WAH KACAU NIH ANAK !" decak Ardian
Kejora mematung di tempat beberapa kali Reygan melambaikan tangannya di depan wajah Kejora, tapi ia masih belum sadar dari keterkejutannya. Reygan menahan senyumnya, ia menundukkan kepala menyejajarkan tubuhnya. dengan tubuh Kejora. ia menjentikkan jarinya membuat cewek itu mengerjapkan matanya berkali-kali
" Cantiknya Reygan masih mau marah-marah ?" Reygan tersenyum melihat wajah Kejora yang menurutnya sangat menggemaskan. ia menepuk-nepuk Puncak kepala Kejora dengan lembut " Lo di kelas aja jangan ke mana-mana. Suamimu ini mau menyelesaikan masalah, " Reygan menepuk Pelan Pipi Kejora, " Nggak usah dipikirin. Nanti uang kasnya gue bayar Tapi Pake cinta,"
" HUU ! BACOT LO, BENCONG BAYAR UANG KAS LO TUH YANG DARI KELAS 10 NGGAK PERNAH LUNAS-LUNAS, " teriak Kris
__ADS_1
" REY ! TUNGGU GUE !" teriak Miko yang sedang memakai sepatunya, kemudian menyusul Reygan untuk memenuhi Panggilan
...•••••...