KEJORA UNTUK REYGAN

KEJORA UNTUK REYGAN
BAB 42 Merasa Asing


__ADS_3

Setelah beberapa minggu sejak Reygan siuman, hari ini cowok itu sudah diperbolehkan Pulang dari rumah sakit. kondisi Reygan sudah dibilang membaik. Hanya saja, diperlukan waktu yang cukup untuknya berisitirahat guna semakin memulihkan keadaannya


Malam ini, Reygan duduk diam di atas kasur. ia merasa asing di sini, tahu apa-apa, dan tak mengenali satu orang Pun. Tapi entah kenapa, Reygan merasa sangat tenang di sini. ia merasakan kehangatan di rumah ini meskipun ia tak kenal siapa pun


" Gue nggak tau apa yang habis terjadi sama diri gue. Sebenernya gue ini kenapa ?" gumamnya, menatap dirinya di Pantulan kaca kamarnya orang-orang yang berada di rumah sakit. Namun, ia kesal karena tidak bisa mengingat semuanya terutama Miko, Ardian, Ana, dan Kejora


" Kejora, gue ngerasa nggak asing sama dia, " ia mendongak menatap langit kamarnya dengan tatapan kosong. Deringan notifikasi Ponsel mengalihkan atensi cowok itu. Tertera nama Miko di sana


...MIKO...


...apa kabar lo ? Lo baik-baik aja kan Reygan kalau lo nggak kenal gue siapa Gue Miko sahabat Lo dari kecil Cepet sembuh, biar kita bisa sama-sama lagi sama Ardian...


Cowok itu hanya membaca Pesan dari Miko. ia tak tahu harus membalas apa. Belum juga ia menutup Ponselnya, notifikasi pesan kembali masuk


Kejora nama yang sedari tadi menghantui Pikirannya saat ini, muncul di bar notifikasi


...KEJORA...


...Gimana keadaan kamu Reygan kamu udah makan jangan telat makan ya biar cepat sembuh Aku boleh ke rumah kamu...


Jemari Reygan menyentuh tombol kembali di layar Ponselnya Membaca Pesan-pesan yang di kirim oleh mereka. membuat kepala Reygan kembali berdenyut. jemari cowok itu tertarik untuk menyentuh foto Praloid yang ada di meja belajarnya. Ada rasa Penasaran sekaligus aneh Pada hatinya Cowok itu tertegun melihat foto dirinya bersama satu perempuan cewek yang ada di rumah sakit



Begitu lama Reygan menatap foto Kejora yang bersandar di bahunya. Desiran mengalir di hatinya. jantungnya berdetak sangat kencang.


" Lo Sebenarnya siapa gue selalu nama dan wajah lo yang muncul di Pikiran gue," ucap Reygan

__ADS_1



Sebelum ia menaruh foto dirinya bersama Kejora. ia sempat melihat Foto bersama orang-orang yang memakai seragam sekolah. Terutama dua cowok yang berada di rumah sakit, Miko dan Ardian


" Gue nggak asing sama lo berdua. Tapi gue nggak tau siapa kalian dan kenapa ada foto gue sama kalian,"


Pintu kamar Reygan terbuka, menampilkan sosok wanita yang membawa nampan berisikan satu Piring makanan, satu gelas susu dan air Putih. Reygan menoleh, Cowok itu refleks membenarkan Posisi duduknya Mama yang melihat itu tersenyum dengan tulus


" Makan dulu ya, Sayang. Biar Cepet sehat, bisa sekolah lagi dan ikut ujian sama temen-temen kamu, " ujar Mama dengan senyum yang amat tulus di bibirnya


" Ujian, " beonya


Wanita itu mengangguk," iya kamu. kan udah kelas 12 dan sebentar lagi lulus,"


Seolah Paham dengan ucapan wanita itu, Reygan memilih menganggukkan kepalanya, " Saya belum lapar Taruh aja di atas nakas nanti saya makan," ucap Reygan


Hati Mama sakit Reygan, liat kamu nggak ingat apapun tentang Mama Jangankan teman kamu, Mama yang Posisinya orang yang melahirkan kamu, juga kamu lupain. Cepat pulih kesayangan Mama, Mama kangen Reyganya Mama dan Reyganya Papa, batinnya menatap Reygan dengan sendu. Wanita itu menaruh nampan berisikan makanan dan minuman itu di atas nakas


" Mama taruh di sini, ya, jangan lupa di makan. Kalau Reygan Perlu apa-apa Mama ada di bawah. Mama keluar dulu," ucapnya. wanita itu membalikkan badannya, tangannya sudah memegang kenop Pintu Nama, Panggilan yang terlontar dari bibir Reygan membuat wanita itu membalikkan badannya


" M-Mama,"


Mama tertegun. ia membalikkan badannya dan menatap Reygan dengan tatapan berkaca-kaca, " Reygan kamu ...."


" Boleh saya Panggil Anda Mama,"


Wanita itu tersenyum kecut, ia Pikir ingatan Putranya sudah kembali. Mama menghapus air matanya yang turun menetesi Pipi

__ADS_1


" iya kamu boleh Panggil saya Mama,"


Reygan menatap Mama cukup lama sebelum akhirnya ia mengangguk menyetujuinya. Wanita itu tersenyum melihatnya Ada Perasaan lega yang ia rasakan, " Ya udah Mama turun dulu jangan lupa dimakan biar kamu cepet sembuh, " ucapnya, lalu langkah kaki wanita itu keluar dari kamar


Reygan masih menatap pintu kamarnya yang tertutup rapat Panggilan " Mama," kepada wanita itu sangat menghangatkan hatinya. ia menyandarkan tubuhnya Pada kepala ranjang,


" Gue nggak inget apa-apa tentang diri gue, " gumamnya, "Termasuk nama gue sendiri,"


...••••...


Malam itu, Kejora duduk di kursi dekat jendela kamarnya. ia sangat merindukan Reygan. Kejora mengenali raganya, tapi semua tentang dia, Kejora tidak mengenalinya. Hati Kejora sedari tadi tidak tenang desiran-desiran ngilu menyakiti dirinya saat mengingat Reygan tidak mengenalinya sama sekali


" Aku yang nggak Pernah bersyukur sama keadaan. Aku Pengen kamu kembali, dan Tuhan kabulin semua. Tapi kenapa masih terlalu abu-abu buat aku Reygan ?" Kejora tersenyum getir menatap kalung dengan liontin kunci miliknya," Aku mengenali kamu sebagai Reygan Tapi sosok kamu, udah nggak mengenalinya." ia menghapus air matanya yang menetes dengan deras di Pipinya itu " Satu kalimat yang pengen aku ucapin ke kamu secara langsung dari kemarin, kalau aku kangen banget sama kamu," ucapnya Parau


Kejora menatap langit-langit yang. Rasanya sesak di dadanya tak bisa ia hilangkan. " Tapi belum sempat aku ucapin itu semua, belum sempat aku Peluk kamu, tapi kamu lupain aku secepat ini. Lupain semuanya terutama orang-orang terdekat kamu. " Kejora menjeda ucapannya," Aku berharap kamu cuma Pura-pura, Tapi ternyata semuanya bukan bercanda. Kamu bener-bener lupa segalanya, termasuk aku yang Pernah kamu tangisin Kemarin. Maafin aku Reygan," lirihnya


Cewek itu melirik Ponselnya yang sedari tadi menyala. Pesan yang ia kirim untuk Reygan hanya dibaca saja oleh cowok itu. Niatnya tadi ia ingin menjenguk Reygan ke rumahnya, tapi ia urungkan niatnya lagi. ia hanya belum siap dengan Penolakan Reygan kepadanya dan berujung menyakiti hatinya


Kejora berdiri hendak menutup jendela kamarnya. Tapi sebelum itu, ia menatap Pot bunga yang tergantung. Sudut bibirnya terangkat mencetak seulas senyuman tipis. ia mengusap tulisan di Pot tersebut yang sedikit memudar


R&K tulisan dengan arti Reygan & Kejora tersebut sangat berarti baginya. Namun senyum yang mula-mula terbit di bibir Kejora, memudar seketika digantikan air mata kembali menetes,


" Serapuh ini aku waktu kamu nggak ada di samping aku. Ternyata begitu berartinya kamu buat aku Reygan aku kangen kamu," Kejora tersenyum sangat getir. ia mengembuskan napas dengan kasar, lalu menutup jendela kamarnya saat angin malam berembus sedikit kencang


" Cepat Pulih, Reygan. Aku kangen kamu yang selalu datang lewat jendela ini,"


...•••••...

__ADS_1


__ADS_2