
Malam itu, hujan kembali turun dengan derasnya. sedari tadi, Reygan berdiri menghadap luar jendela, menatap rintik hujan yang membasahi balkon kamarnya. Hujan ini, membuat memori otaknya berputar mengingat kembali ucapan Kejora tadi sore. Reygan tahu apa yang diucapkan Reygan, tapi ia tak bisa mencernanya Cowok itu sudah berusaha untuk mengingatnya tapi yang ia dapat malah rasa sakit yang luar biasa Pada kepalanya
Reygan memejamkan matanya sejenak dan mengembuskanya dengan kasar. Cowok itu mendudukkan diri di tepi kasur. Menatap layar Ponsel yang sedari tadi menyala. Tak ada notifikasi satu Pun yang masuk, Entah apa, jarinya tertarik menyentuh nama Kejora Pada benaknya
...REYGAN...
...Lo di mana udah Pulang...
tak ada balasan apa pun dari cewek itu Padahal kontaknya terlihat aktif Reygan mendongak menatap langit-langit kamar. Dari awal ia memang merasa tak asing dengan Kejora. Namun, ketika Reygan menanyakan tentang siapa Kejora, cewek itu selalu bungkam
Mata cowok itu menatap bungkus Permen yang tadi diberikan Kejora disekolah. Reygan memilih menyimpan bungkusannya saja. Entah karena apa ia juga tak mengerti. Deringan Ponselnya mengalihkan atensi Reygan. Tertera nama Kejora di sana. Reygan meneguk ludahnya jarinya sangat ragu untuk sekedar menarik ke tombol hijau
" H-halo, "
Terdengar Kekehan kecil di seberang sana. Kenapa ? Tumben nanyain kabar. Emang kamu tau aku siapa ?
" Gue .... "
" Nggak usah dijawab. Aku udah tau jawabannya kok. kamu lagi ngapain,"
" nggak lagi ngapa-ngapain,"
" Jangan lupa belajar, ya Besok ujian terakhir kita. Aku harap kamu dapat nilai terbaik,"
Samar-samar Reygan mengangguk," Thanks,"
Keduanya saling diam, Reygan tak membuka suara begitupun Kejora Namun keduanya memilih untuk tidak mematikan sambungan mereka
" Reygan,"
" Kenapa,"
" Aku tunggu kamu di hari kelulusan, ya,"
Dahi Reygan mengernyit dengan bingung," Ada apa ..... " sambungan terputus sebelum Reygan menyelesaikan kalimatnya. ia menatap Ponselnya dan menampilkan kontak WhatsApp Kejora yang tiba-tiba. tidak aktif Reygan tidak mengerti dengan ucapan Kejora. Hari kelulusan ? Cowok itu melempar Ponselnya ke atas tumpukan bantal, kemudian menjambak rambutnya sendiri merasakan telinganya berdengung
sekelebat bayangan tentang rumah sakit membuat kepala Reygan kembali terasa sakit. ia melihat dirinya yang terbaring di rumah sakit dan seorang cewek yang menunggu di sampingnya. Hal itu membuat kepala Reygan seperti ingin Pecah, sekilas suara cewek yang terngiang di kepalanya membuat Reygan berteriak kesakitan
" Aku nggak mau kehilangan kamu untuk kedua kalinya, Aku nggak mau kehilangan orang yang berhasil ambil hati aku,"
Cowok itu menelungkupkan wajahnya Pada lipatan tangan serta lututnya. Napasnya tersengal-sengal saat ia berhasil keluar dari bayangan tersebut
" Kejora," gumam Reygan," Kenapa harus lo ? Kenapa harus lo yang selalu muncul di kepala gue," lirihnya
Suara ketukan Pada jendela kamarnya membuat Reygan mendongak Mama masuk ke dalam kamar dan duduk di sampingnya. sebelum memberikan sebuah kotak. Mama mengelus rambut Reygan
" Teman sekolah kamu nitip ini ke Mama,"
Setelah Mama keluar kamar, jemari Reygan membuka kotak tersebut Matanya tertuju Pada beberapa kertas di sana. ia terdiam cukup lama, jantungnya berdetak sangat kencang Reygan menggeleng kuat kemudian melempar asal kotak itu beserta isinya hingga berserakan di atas lantai
...•••••...
...UJIAN NASIONAL TERAKHIR SMA SATYA BANGSA...
seperti itulah tulisan besar yang tertempel di setiap kelas 12 Hari ini menit dan detik ini, merupakan babak terakhir untuk menentukan mereka lulus atau tidak. Di sepanjang koridor SMA Satya bangsa. banyak siswa-siswi yang duduk melingkar di depan kelasnya Mereka fokus dengan buku latihannya
" Nggak kerasa bentar lagi kita mau lulus. Padahal kemarin baru MPLS, sekarang udah mau lulus aja," Ujar Miko yang duduk di depan kelasnya sembari menatap siswa-siswi yang sibuk dengan bukunya
" Gue kangen suasana awal," Celetuk Ardian membuat Miko menoleh
" Bisa juga kangen lo," ledek Miko
Ardian tak menggubrisnya," Gue kangen sama kalian. Terutama Reygan Udah mau hari kelulusan tapi dia belum Pulih juga," ujar Ardian
Miko sempat terdiam dengan ucapan Ardian sudah banyak cara ia dan Ardian lakukan, bahkan Kejora serta teman sekelasnya membantu Reygan untuk mengingat semuanya. Namun semuanya gagal. Reygan sama sekali tidak mengingat apa pun tentang dirinya dan orang terdekatnya
" Usaha kita sia-sia buat Pulihin Reygan, Gue kadang pengen nyerah buat Pulihin ingatannya. Tapi gue sadar .... " Miko menoleh ke arah Ardian kemudian berkata," Kalau bukan kita siapa lagi yang bisa Pulihin dia Pelan-pelan ?" Miko menyadarkan Punggungnya, " Walaupun nggak ada hasil sama sekali," Cowok itu mengusap sudut matanya ia terkekeh Pelan saat mengingat kenangannya dengan Reygan dulu. Bersama sejak kecil, bertiga sejak kecil. besar bersama dan berjuang bersama kini. Reygan seperti orang asing baginya
" MIKO KELUAR LO DASAR ANAk HARAM,"
" WOI ANAK ANJ ... "
" Lo .... " Reygan menunjuk wajah Miko lalu mengangkat jari tengahnya, " Muka lo kayak anjing,".
Miko tertawa Pelan. ia menunduk saat bulir air matanya berhasil turun dari Pelupuk matanya. Tak bisa dipungkiri seberapa besar Miko rindu dengan kebersamaannya dulu bersama Reygan dan Ardian. Meskipun Persahabatan mereka hanya bertiga, tapi itu semua lebih dari cukup
" Gue harap Reygan Pulih dan rayain hari kelulusan bareng kita," ujar Ardian
Suara derap langkah yang terdengar di telinga mereka membuat dua cowok itu mendongak dan segera berdiri dari tempatnya, Reygan cowok itu baru saja menginjakkan kakinya di lantai koridor tepat pada jam enam lewat lima Puluh
" Rey ...."
" REYGAN,"
Miko menghentikan langkahnya yang hendak menghampiri Reygan dan memilih untuk menyaksikan Reygan dengan seseorang cewek yang mengejarnya. Kejora berlari kecil menghampiri Reygan. sebenarnya dari depan sekolah tadi, ia melihat Reygan yang baru saja datang Kejora memanggilnya dengan dengan keras tapi sepertinya Reygan menulikan telinganya. Kejora menarik lengan Reygan membuat langkah Reygan terhenti
Reygan membalikkan badannya dan melihat Kejora yang menatapnya berseri. Pandangannya turun menatap tangan kecil yang menahan tangannya. Reygan menyentaknya dengan cukup kuat. Kejora sempat terkejut tapi ia berusaha untuk terlihat biasa aja
Sudah sering Reygan menolaknya seperti ini. Namun Kejora sudah terbiasa. Rasa sakit, Kekecewaan dan keluh Pada hatinya seolah menjadi makanan setiap harinya. ia tidak marah jutsru senyum tulus di bibirnya yang keluar menyakinkan bahwa ia tidak apa-apa
" Kamu kenapa sih, aku Panggiliin dari tadi nggak nyaut-nyaut, " tanya Kejora sedikit kesal
Reygan memalingkan wajahnya dan mengembuskan napasnya kasar. lama-lama ia menjadi muak dengan wajah Kejora yang terus-menerus mengganggunya,
" Gue nggak denger," jawab Reygan
" Bohong, " tuduh Kejora, Reygan menoleh dan menatap Kejora dengan datar," Nggak mungkin kamu nggak denger. Padahal aku teriak kenceng banget," ujarnya
" Ya udah," kata Reygan
" Apa,"
" Terserah," jawab Reygan
Kejora tertawa. Cewek itu memukul Pelan lengan Reygan," Baru kali ini aku denger kamu ngomong terserah. Biasanya nggak Pernah," Kejora menggaruk tengkuknya saat Reygan menatapnya bingung Apa Perkataannya ada yang salah ? Kejora berdeham Pelan, memecah kecanggungan, " Kamu ...." Ucapan Kejora terpotong. saat Reygan berjalan meninggalkan Kejora Cewek itu berlari mengejar Reygan ia menyeimbangi langkah Reygan yang lumayan cepat. " Pelan-pelan jalannya Reygan," suruhnya kesal
Reygan menghentikan langkahnya membuat langkah Kejora Kejora ikut terhenti. Kejora mendongak dan menaikkan sebelah alisnya
"Apa lagi," tanya Reygan
Kejora menggeleng, " Nggak, aku cuma mau jalan bareng sama kamu aja kamu mau nggak aku ajak ke suatu tempat nggak ? kalau kamu mau aku mau ajak kamu ke gubuk ..."
" Gue sibuk," Potong Reygan cepat. Lalu langkah kaki jenjang cowok itu kembali melangkah mendahului Kejora
" Sekali ini aja Please ...." Kejora menyatukan kedua telapak tangannya
Reygan tak mengindahkan ucapan Kejora. cowok itu terus berjalan tak memerdulikan Kejora, " Sekali ini aja Reygan sebelum aku bener-bener Pergi dari sini," ucap Kejora tiba-tiba membuat langkah Reygan berhenti, " Mau ya Please," Pintanya sekali
" Oke," kata Reygan
__ADS_1
senyum Kejora mengembang. Rasa sakit yang ia rasakan tergantikan dengan rasa bahagia yang amat dalam
" Ya udah, nanti aku tunggu ..."
" Oke silahkan Pergi, Dari gue dan kehidupan gue," ucapnya
Kejora tertegun. senyum yang terbit di bibirnya Perlahan memudar Tak menyangka cowok yang ia harap untuk mencegahnya Pergi, malah mengusirnya
" K-kamu ..."
" Bisa nggak mulai saat ini lo nggak ganggu gue ? Saat ini dan seterusnya nggak usah muncul di hadapan gue bisa ?
Cewek itu tertawa Pelan, menganggap itu semua hanya lelucon sebelumnya, Reygan tidak pernah mengusirnya sampai seperti ini
Kejora mengeluarkan bekal dari dalam tasnya dengan senyum tulus. ia memejamkan matanya sejenak, menghalau air matanya yang akan keluar, " ini sarapan Buat kamu," Kejora memberikan bekal kepada itu kepada Reygan," Kamu belum sarapan kan Tadi Pagi ini Buat kamu sarapan di kelas hitung-hitung buat ..."
" Gue bisa beli makan sendiri," tolak Reygan
" Nggak. ini udah mau masuk. Reygan Kamu bisa telat kalau beli makan sendiri di kantin. Makan ini aja ya," tawarnya menyodorkan kembali kotak bekal tersebut
Reygan menerimanya membuat senyum terbit di bibir Kejora. ia mengangkat kotak bekal yang dipegangnya. lalu melemparkannya ke dalam tong sampah. setelah itu Reygan melenggang Pergi meninggalkan Kejora
Kejora menatap Punggung tegap Reygan dengan nanar. ia tak menyangka Reygan akan membuang bekalnya dengan kasar. Cewek itu mengusap air matanya dan mengambil bekalnya dari tong sampah Kejora berlari mengejar Reygan
" REYGAN TUNGGU,"
Miko dan Ardian yang menyaksikan itu, terdiam di tempatnya Merasa Kasihan dengan Kejora, Miko hendak berlari mengejar Reygan tapi Ardian menahannya
" Mau ngapain jangan ikut campur urusan mereka,"
" Gue Kasihan sama Kejora. Mungkin kalau bukan karena Reygan amnesia gue orang Pertama yang bakal Pukul Wajah dia," ucap Miko
Kelas 12 IPS 3 yang mula-mula ramai akan keributan Penghuninya mendadak hening saat kedatangan Reygan. Tak lama kemudian Pintu terbuka dengan kencang dan menampilkan Kejora di sana
Kejora tersenyum tak enak hati kepada teman-temannya yang menatapnya dengan sebal
" S-soory,"
" kayak dikejar setan lo, Kejora," kata Ana
" Kejora, kan lagi berjuang buat ngejarnya cintanya kembali," Aldo bersiul menggoda Kejora," iya nggak Kejora,"
Kejora melempar spidol yang ia ambil dari Papan tulis ke arah Aldo
" nggak usah sok tau,"
" Galak banget. Nggak berubah-ubah ternyata lo dari awal,"
" Wajar Namanya juga rentenir. Yang namanya rentenir jarang ada yang baik," sahut Kris
" Mimpi apa kelas ini dipimpin sama ketua kelas dakoncan kayak lo," ejek Kejora. Kemudian cewek dengan tas biru itu mendudukkan dirinya di kursi. ia ingin menoleh menatap Reygan, tapi ia urungkan, Kejora masih sakit hati dengan Perlakuan Reygan tak terhadapnya
Reygan sibuk mengeluarkan isi tas serta loker mejanya. Mencari Pensilnya yang entah hilang kemana. Reygan menoleh saat menyadari Miko yang baru saja duduk di samping. ia merasa seperti ada yang berbeda Pada diri Miko. Tak biasanya ia diam saja karena setiap hari Miko selalu menyapa dan menegurnya
" Miko, " Panggil Reygan
Miko menoleh, " Apa,"
" Lo bawa Pensil du ..."
" Nggak," Potongnya Cepat
" Ardian bawa Pensil dua ?"
" Gue cuma bawa Pensil satu. Maaf lo bisa Pinjem ke Kejora," kata Ardian melirik Kejora sekilas
Reygan menoleh, menatap Kejora sejenak yang turut menatapnya Cowok itu memutuskan kontak matanya. Entah sebab apa ia malas menatap wajah serta mata itu. Menatap wajah Kejora selalu membuat kepalanya sakit. Maka dari itu, ia lebih memilih Pergi dari Kejora dan menyuruh cewek itu Pergi darinya
Matanya tertuju pada cewek yang duduk di meja Paling belakang Bungan Sabrina
" Bungan," Panggil Reygan. Kejora mendongak menatap Reygan. ia tak bisa menatap mata Kejora terlalu lama. sampai sekarang pun. ia merasa bersalah," Lo bawa ..."
" Kamu butuh Pensil kan ? Nih, " Kejora menyodorkan sebuah Pensil ke arah Reygan," Pake aja,"
Reygan melirik Pensil Kejora tanpa menerimanya. seolah sadar Apa yang ada di Pikiran Reygan. Kejora menarik telapak tangan Reygan dan menaruh Pensil di atas telapak tangan Reygan
" Nggak usah dipikirin yang di koridor tadi, Aku nggak apa-apa kamu butuh itu, kan ? Pake aja Semangat ujian terakhirnya, " support Kejora sambil menepuk-nepuk bahu Reygan
" Kejora kamu kenapa jalan-jalan di meja orang lain ? Kejora menoleh sedikit kaget. Di depan kelas sudah ada Pak Fery berdiri dengan membawa map di tangannya
" Hari ini hari terakhir kalian ujian dan hari ini di mana babak kalian lulus atau nggak. Tapi Bapak berdoa, semoga kalian lulus semua Masuk bersama, keluar juga bersama tanpa ada yang ketinggalan satu pun," ucap Pak Fery," Bapak harap kalian semua mengerjakan soal-soal ujian dengan sungguh-sungguh jangan terlalu terburu-buru Dan satu lagi," Pak Fery menatap Reygan sebentar," Semoga di hari kelulusan dan Perayaan kelulusan nanti, salah satu teman kalian cepat Pulih bisa merasakan kebersamaan untuk yang terakhir kalinya," lanjutnya
Seluruh mata tertuju kepada Reygan Terutama Kejora, Cewek itu menatap sendu ke arah Reygan," Aku tunggu di hari kelulusan Reygan," gumam Kejora
...••••...
Seorang cewek yang sedari tadi menelungkupkan wajahnya di atas lipatan tangannya mendongak dan mengerjakan mata lantaran sinar matahari menghunus masuk ke dalam indera Penglihatannya Kejora mengerjapkan mata berkali-kali, melihat suasana kelas yang mulai tidak ada Penghuni. Selesai ujian mata Pelajaran Pertama tadi, ia memang ketiduran, Akhir-akhir ini, Kejora sering kelelahan karena tidur larut malam
" Kok udah sepi banget sih ? Apa udah Pulang," gumam Kejora bertanya Pada dirinya sendiri. ia langsung menepuk dahinya," Gue ketinggalan ujian terakhir dong,"
" KU INGIN KAU TAU . KEJORA LO KENAPA PELONGA-PELONGO KAYAK ORANG BEGO, SIH," ujar Ana yang baru saja datang membawa dua bungkus roti
" udah Pulang ya, Ana ? Gue ketinggalan ujian mata Pel ...."
" Makanya jangan tidur lo ! Ana menoyor kepala Kejora, " ini istirahat, bukannya Pulang, Makanya Sepi,"
Mendengar itu, Kejora bernafas dengan lega. ia menoleh ke arah meja Reygan. Cowok itu sudah tidak ada di tempatnya Apa ia Pergi bersama Miko dan Ardian ?
" Reygan di mana, " tanya Kejora
" Kayaknya tadi gue lihat Reygan di lapangan basket Gue nggak tau sama siapa,"
" Oke makasih, Gue duluan," Kejora menepuk pundak Ana kemudian melenggang Pergi meninggalkannya
Ana mendengkus sebal, Padahal ia ingin bersama dengan Kejora lagi. semenjak Kejora Berpacaran dengan Reygan. Cewek itu seolah melupakannya dan jarang untuk sekedar jalan berdua. Dan sekarang Kejora sibuk mengejar cintanya lagi. Ana tersenyum tipis,
" Semoga berhasil Kejora Gue nggak tega liat lo menderita begini,"
Di sisi lain Kejora menyusuri lorong menuju lapangan basket. ia ingin menemui Reygan untuk terakhir kalinya sebelum kelulusan yang mengharuskan mereka berpisah. Langkah kakinya terhenti ia terpaku cukup lama lantaran matanya menangkap seorang cowok dengan cewek yang duduk berdua di salah satu kursi di tepi lapangan basket. jadi keduanya sangat dekat, sebisa mungkin Kejora membuang Pikirannya kalau cowok itu adalah Reygan. Kejora berjalan menghampiri mereka
mereka sontak mendongak," K-Kejora,"
Kejora tak menjawab, justru matanya menatap Marissa sekilas kemudian menatap cowok di sampingnya," Kamu kenapa bisa sama dia ? Setau aku kamu nggak Pernah mau dan nggak akan Pernah mau deket-deket sama dia. jangan duduk berdua, sekadar buat jawab sapaannya pun kamu nggak Pernah," Ujar Kejora sedikit kecewa
Marissa berdiri dari duduknya dan meraih tangan Kejora, " Kejora, gue .."
" Lo bisa diem? Potong Kejora menyentak," Aku tau kamu lupa semuanya, termasuk orangtua kamu dan aku," ucap Kejora dengan suara bergetar," Tapi kenapa harus Marissa Reygan ?
" Kejora nggak gitu, " kata Marissa berusaha menjelaskan
__ADS_1
Kejora menoleh, " Apapun alasan lo. gue nggak mau denger. Lo lupa sama permintaan maaf lo waktu di rumah sakit ? Terus kenapa sekarang lo munafik sama kata maaf lo sendiri kenapa lo sekarang malah deketin Reygan lagi ? tanya Kejora berasumsi," Apa Karena obsesi lo yang belum dapat itu. buat lo bertindak lagi di tengah-tengah kesempatan gini ? Lo manfaatin Reygan yang keadaannya lagi kayak gini buat lo dapetin lagi,kan," Kejora terkekeh Pelan
Mendengar ucapan Kejora, Reygan menatap dua cewek di hadapannya dengan bingung, tak mengerti apa yang terjadi dan apa yang dikatakan mereka.
" Apa lo belum Puas buat Reygan kayak gini ? Gue nggak nentang takdir dan gue nggak salahkan nasib. Tapi kalau bukan karena lo Reygan nggak bakal kayak gini," lanjutnya
" M-maaf," lirih Marissa
" Sekarang lo Pergi. Gue nggak butuh kata maaf lo kata maaf lo nggak bisa balikin semuanya," ucap Kejora memalingkan wajahnya merasa tak ada Pergerakan dari Marissa, Kejora menoleh," Lo nggak denger,"
Marissa mengangguk. menyetujui Kejora. ia tak bermaksud untuk mendekati Reygan lagi, ia hanya tak Sengaja melihat Reygan dan mencoba untuk meminta maaf meskipun Reygan tak ingat semuanya
Marissa menatap Reygan yang turut menatapnya. ia tersenyum tipis di balas seulas Senyuman juga oleh Reygan. Melihat itu hati Kejora berdesir ngilu
" Gue kelas duluan Kejora, Reygan, Maaf," Pamitnya setelah itu, Marissa melenggang Pergi menyisakan keduanya di lapangan basket
Reygan berdiri. cowok itu menatap Kejora sekilas, sebelum ia melangkah meninggalkan Kejora Namun cekalan tangan yang Kejora lakukan membuat langkahnya terhenti
" Mau ke mana, " tanya Kejora," Aku ke sini buat kamu jangan Pergi, " cegahnya
Reygan menarik tangannya sedikit kuat hingga cekalan tangan Kejora terlepas. Kejora tersentak pelan, ini sangat menyakitkan tapi sebisa mungkin Kejora terlihat biasa aja
" Maaf," ucap Kejora. Reygan hendak meninggalkannya Kejora. Tapi Cewek itu langsung mengejarnya dan menghadang jalannya," Kamu nggak denger aku bilang apa tadi ? jangan Pergi," sentaknya refleks. Teriakan Kejora yang cukup keras itu menghentikan siswa-siswi yang sedang sibuk dengan aktivitasnya
" Dan lo nggak denger apa yang gue bilang di koridor," tanya Reygan mengingatkan
" Nggak aku nggak denger," kata Kejora Pura-pura. ia hanya tak mau mengingatkan
" Perlu gue ulang,"
Kejora menggeleng," Nggak,"
" Pergi dari gue. jangan Pernah muncul di hadapan gue lagi dan jangan Pernah hadir di hidup gue lagi. Segini kurang jelas buat Lo cerna," tanya Reygan membuat Kejora tertegun dengan mata yang berkaca-kaca, " Dan satu lagi," Reygan menundukkan badannya," Berhenti seolah-oleh lo kenal gue,"
Kejora menarik tangan Reygan saat cowok itu lagi-lagi berusaha menghindarinya. sedangkan Reygan menghempas tangan Kejora hingga cewek itu sedikit mundur beberapa langkah," Nggak, aku nggak mau Pergi dari kamu dan aku nggak bakal berhenti buat kamu," ucap Kejora menolak
" Gue yang bakal Pergi,"
Kejora menggeleng menolak tutur kata Reygan," Aku mohon sama kamu jangan Pergi Tetap di sini nggak apa-apa kamu nggak inget siapa aku. nggak apa-apa kamu inget tentang kita. Tapi tolong jangan Pergi, " Kejora mengusap sudut matanya yang mengeluarkan air mata," Aku janji nggak ungkit semua kejadian yang udah kamu lupain. Tapi aku mohon jangan Pergi," lirihnya
" Jelasin lo itu sebenarnya siapa gue,"
Kejora menarik napasnya," Aku, Kejora Pacar kamu. Orang yang kamu Perjuangkan kemarin, orang yang kamu Pertahankan kemarin, dan orang yang kamu tangisin Kemarin," jelasnya meski Kejora yakin Reygan tidak akan memercayainya
" Tapi gue nggak tau lo siapa gue nggak tau tentang lo. dan gue nggak tau apa yang terjadi dengan kita," ucap Reygan, " Dan kalau yang semua lo ucapin tadi itu benar, hari ini dan detik ini," Reygan menatap Kejora dalam," kita selesai," lanjutnya
Kejora langsung memalingkan wajahnya, Tertawa Pelan menganggapi ucapan Reygan itu" K-kamu ngomong apa barusan ? Kita nggak akan Pernah selesai selagi Kalung ini masih ada di leher aku," Kejora menyentuh kalung liontin kunci di lehernya, " Dan ..." Kejora menoleh menatap Reygan dengan bibir yang sedikit bergetar," Kita masih ada hubungan sampe sekarang walaupun kamu nggak inget tentang aku dan tentang kita,"
Reygan menatap Kejora dengan datar. Berpikir kalau Kejora tuli dengan ucapan yang terlontar dari bibirnya tadi," Apa ucapan gue tadi kurang jelas ? kalau lo bener-bener ada hubungan sama gue, gue mau .."
" iya, tapi alasannya apa ? tanya Kejora emosi
" Gue benci liat wajah lo. Gue muak karena lo selalu di hadapan gue dan di Pikiran gue. Dan gue minta, lo jangan egois Pergi dari gue dan jangan Pernah muncul di hadapan gue lagi," kata Reygan sarkas, " Dan satu lagi, " Reygan mengangkat jari telunjuknya kemudian ia mengambil beberapa kertas dari saku bajunya. Cowok itu menujukkan kepada Kejora," Gue nggak tau kenapa lo dan gue ada di dalam foto ini,"
Dengan satu gerakan, cowok itu berhasil merobek lima fotonya dengan Kejora. Hal itu membuat hati Kejora berdesir ngilu, Tak memerdulikan siswa-siswi yang saling berbisik, Kejora meneteskan air matanya
" Puas," Reygan melempar sobekan-sobekan kertas tersebut tepat di wajah Kejora sebelum langkahnya Pergi meninggalkan Kejora
Kejora meremas kuat roknya. Dengan kepala menunduk, Cewek itu menatap robekan-robekan Fotonya dan Reygan dulu. ini Jauh lebih menyakitkan dibandingkan sikap Reygan yang selalu menolak dan mengusirnya. ia berubah untuk tidak menangis. Namun, ia gagal menahannya. Bulir air matanya terjun menetesi beberapa lembar foto tersebut
Kejora mengusap air matanya kasar, berjongkok mengumpulkan lembar-lembar foto tersebut. kemudian cewek itu berlari mengejar Reygan ia menarik tangan Reygan membuat tubuh cowok itu menghadap ke arahnya
" Kamu boleh marah sama aku, kamu boleh usir aku dan kamu boleh Pergi dari aku sejauh mungkin. Tapi gue apa kamu harus robek foto ini depan aku Apa kamu harus robek foto ini di depan umum ! Apa segitu bencinya kamu sama aku," Kejora terisak Pelan. Siswa-siswi yang tadinya berada di dalam kelas pun keluar lantaran Penasaran dengan apa yang terjadi
" K-kenapa kamu jadi kayak gini ? Kamu bukan Reygan yang aku kenal dulu. Aku maklumi. itu karena kamu hilang ingatan. Tapi apa harus dengan cara kayak gini, Reygan ? Tolong kasih aku kesempatan sekali lagi buat balikin semuanya. Tolong kasih aku ruang lagi," lirihnya
Reygan memalingkan wajahnya. ia menggertakkan giginya kuat hingga otot di lehernya tercetak jelas di sana. ia lemah Cowok itu lemah melihat Kejora menangis seperti ini. Namun di sisi lain ia sangat muak dengan Kejora yang selalu muncul di kepalanya membuat rasa sakit itu kembali muncul di kepalanya untuk kesekian kalinya
" Belum cukup apa yang gue jelasin tadi," tanya Reygan tanpa menatap Kejora
Reygan mengepalkan tangannya dengan kuat," Pergi dari gue," usirnya membentak. Reygan menyentak tangan Kejora dengan kencang hingga tubuh Kejora tersungkur di tepi lapangan. Lutut serta sikunya sedikit mengeluarkan darah
" Kejora, " teriak Ardian yang baru saja datang, " Lo nggak apa-apa,"
Kejora menggeleng, ia menolak bantuan Ardian saat matanya menangkap Miko yang mencengangkan kuat kerah baju Reygan," Buka mata lo ! Bukan Pikiran lo ! Dia itu Kejora, cewek lo ! Gue nggak Peduli keadaan lo kayak gini, gue nggak Peduli lo lupa segalanya. Tapi tindakan lo berlebihan Reygan ngerti ," bentak Miko Penuh dengan amarah," Lo Cowok Reygan ! ke mana jati diri Reygan yang gue kenal dulu Lo sadar udah beberapa banyak lo nyakitin hati Kejora, " Tanpa melepaskan cengkeramannya Miko langsung mendorong tubuh Reygan cukup kuat," Ke mana Reygan yang gue kenal," bentak Miko
" Lo, " Miko menunjuk wajah Reygan," Gue Pastiin setelah lo sadar dari semuanya lo bakal nyesel bahkan lo nangis setelah tau apa yang lo lakuin hari ini,"
" Lo Jangan ikut campur," bentak Reygan
" Gue nggak ikut campur," balas Miko
" Kejora cewek dan lo cowok. Nggak seharusnya lo kayak gini Apalagi dia itu cewek lo. Gue tau Lo nggak Inget semuanya. Tapi lo bisa minta Kejora dengan cara baik-baik kan, " Miko menepuk Pundak Reygan, " Gue nggak Peduli lo sahabat gue. Maaf urusan hati dan hubungan lo nanti gue nggak bisa bantu," Miko menatap Reygan dengan tatapan kecewa, sebelum akhirnya ia menghampiri Kejora yang dibantu oleh Ardian
" Bawa Kejora ke UKS," suruh Miko membantu Kejora berdiri Mereka melintasi Reygan. Namun tak sedikitpun mereka meliriknya sedangkan Reygan cowok itu menatap ketiganya hingga memasuki UKS
...•••...
Kejora mendesis ngilu saat cairan alkohol yang diteteskan Ardian, tepat mengenai lukanya Luka di lutut serta sikunya tak begitu Parah, tapi rasanya sangat perih Untuk sekadar berjalan saja, tadi sedikit Pincang
" Tahan Apa yang sakit ?" tanya Ardian tetap fokus mengobati luka Kejora
Kejora menggeleng, " Nggak ada,"
Ardian mendongak, " jangan bohong,"
Kejora menggeleng, " Beneran, Ardian,"
" kalau nggak sakit, Kenapa desis gitu," Ardian kembali menatap Kejora dengan alis yang terangkat sebelah
" Gue nggak bohong gue nggak kenapa-kenapa," jawab Kejora
" Hati lo, " tanya Ardian
Kejora memalingkan wajahnya. Mengingat Ucapan serta Perilaku Reygan terhadapnya membuat hatinya kembali berdesis ngilu
" Angkat tangan lo, Kejora, " suruh Miko yang baru saja datang membawa semangkok air bersih," Biar gue enak bersihin luka di siku lo," Kejora mengangguk dan menuruti perintah Miko, " Walaupun Reygan lupa tentang semuanya termasuk lo, gue rasa itu berlebihan buat lo,"
Kejora Tersenyum menanggapinya," Gue nggak apa-apa Miko mungkin lo wajar karena Reygan lagi kayak gini dan mungkin dia juga bosen gue selalu muncul di depan dia,"
" Kejora, " Panggil Miko. Cowok dengan dasi hanya tersampir di Pundaknya itu menaruh mangkok yang dipegangnya, " sebenernya gue yang ngirim foto itu. Gue sengaja cetak foto kalian berdua dan gue kasih ke nyokapnya Reygan,"
Ardian mendongak dan menghentikan aktivitasnya. Ucapan Miko sepertinya sangat Penting untuk disimak, " Apa alasan lo,"
" Gue Pikir dengan Cara itu, bisa buat Reygan inget semuanya. Ternyata salah yang ada hubungan Reygan dan Kejora makin runyam, " ucapnya menjelaskan, Miko menatap Kejora tak enak hati, " semuanya gara-gara gue, Mungkin kalau gue nggak. ...."
" Bukan salah lo Miko justru gue yang terima kasih sama usaha lo. Lo nggak salah sebelumnya Reygan juga udah sering usir gue, " ujar Kejora jujur
Miko dan Ardian menatap Kejora dengan sendu. Mereka kasihan dengan Kejora juga Kasihan dengan Reygan yang keadaannya seperti ini
__ADS_1
...••••...