
UJIAN semester satu dimulai pada hari ini. Reygan menguap lebar Pak Fery memasuki kelasnya bersamaan dengan seorang wanita dengan tuh sedikit berisi. Seisi kelas menatap wanita itu dengan heran karena sebelumnya mereka tidak Pernah melihatnya
" Sebelum memulai ujian, di sini Bapak ada Pengawas baru sekaligus guru BK kalian," Pak Fery menoleh ke arah wanita di sampingnya, lalu mempersilahkan wanita tersebut untuk memperkenalkan dirinya
" Perkenalkan nama saya Bu Gina. Di sini ibu menjabat sebagai guru BK baru karena Pak Fery akan Pindah jabatan sebagai guru bahasa Indonesia," ujar Bu Gina
Reygan yang tidak bisa menahan kantuknya, membuat kepalanya sempoyongan ke kana dan ke kiri. Miko yang melihat itu, lantas menjitak kencang Kepala Reygan hingga membuat Reygan gelagapan
" Bangsat lo Anjing, ! Maki Reygan, seluruh mata teralihkan ke arah Reygan yang sepertinya belum menyadari kehadiran Pak Fery dan guru baru mereka, ibu Gina
" REYGAN ! bentak Pak Fery
" Siapa yang ngomong kasar tadi ? Bu Gina menatap siswa-siswi barunya bergilir, " ibu nggak mau ada yang suka ngomong kasar di sini, " tegas Bu Gina
seluruh siswa kelas 12 IPS 3 mengangguk serempak. Bu Gina yang melihat itu. lantas menghela nafasnya dengan Pelan
" Ya udah Bu Gina, saya tinggal dulu. semoga anak-anak saya nggak bikin Bu Gina darah tinggi ? ucap Bu Gina ia melirik ke arah siswa-siswinya memberikan tatapan tajam sebelum berjalan meninggalkan kelas 12 IPS 3
Bu Gina mengambil lembar absen di dalam loker meja guru. ia memanggil satu persatu nama yang tertera di sana hingga berhenti di Kejora, " Kejora Estelle !
Kejora mengangkat tangannya, " Hadir Bu, "
Reygan menoleh Kejora yang begitu fokus mendengarkan Bu Gina yang membacakan absen. Reygan tersenyum menatap wajah Kejora yang sangat Cantik
" Reygan Samudra Arion ! Reygan tak mendengar Panggilan absen Bu Gina ia masih tersenyum menatap wajah Kejora, " Reygan samudra Arion, " Panggil BU Gina sekali lagi
Miko menoleh, " Halu Pasti nih, anak, Dasar buaya darat," gumamnya. Miko berdeham ia mendapatkan bibirnya di samping telinga Reygan, " REYGAN SAMUDRA ALDEBARAN," teriaknya
Reygan gelagapan lantas berdiri dari duduknya, " I, M HERE, MOTHER,"
suara gelak tawa menggelegar di dalam kelas karena tingkat konyol Reygan tadi. Reygan tidak tahu letak leluconnya di mana, lantas menatap Miko dengan tajam
Bu Gina melipat kertas absensinya, lalu mengambil soal ujian untuk dibagikan. kertas terakhir mendarat di atas meja Reygan. Mata cowok itu menyipit membaca tulisan kecil di lembar soal ujiannya
" Matematika, " ejanya, " soalnya sangat membagongkan, " decak Reygan, " oh, ya Tuhan ! sepertinya otakku hilang, " Ucap Reygan seraya menatap angka-angka lembar ujiannya
" Silahkan dikerjakan, waktu sembilan Puluh menit buat kalian dan jangan saling menyontek, ibu tinggal dulu sebentar," kata Bu Gina kemudian menaruh sisa lembar ulangan dan melenggang Pergi Melihat itu, Lantas mereka bersorak gembira sebagian dari mereka berhamburan mencari contekan begitu juga dengan Reygan
" OH YA AMPUN ! ANGKA-ANGKA INI SEPERTI DOSA SAYA YANG TAK TERHINGGA,"jerit Miko memegangi kepalanya
__ADS_1
Reygan menepuk bahu Aldo, " Aldo ! Nomor satu sampe lima apa jawabannya,"
" Nomor satu B nomor dua sampe lima C semua,"
Reygan menatap Aldo dengan tatapan memicing, " Lo kalau sampe bohong gue gorok ya, Aldo,"
" Bener, Tapi kalo salah jangan salahin gue. Gue ngisinya juga ngisinya juga Paket feeling, bukan Pake rumus,"
" Sip, nggak apa-apa. Yang Penting keisi semua Urusan nilai belakangan, yang Penting lulus, " ucap Reygan bangga. ia menatap seisi kelasnya hingga tertuju Kepada Kejora yang sangat fokus mengerjakan ujiannya. Langkah kakinya menghampiri cewek itu. Reygan berdeham ia menepuk bahu Kejora, " Lagi ngapain, Ra, ?
Kejora menoleh dan menatap Reygan dengan aneh, " Lo Pikir gue lagi ngapain ? To the Point aja, lo mau nyontek, kan ? tebaknya
Reygan menjentikkan jarinya, " itu tau ! Cowok itu menarik kursi kosong dan duduk di samping Kejora. ia menarik tangan Kejora saat itu hendak mencoret jawaban
" Reygan ! Lo mending Pergi deh dari kursi gue ! Kursi lo ada di sana bukan di sini ! Kejora menunjuk tempat duduk Reygan
Reygan menggeleng, " Nggak mau,"
" Terserah lo !" Kejora kembali memfokuskan dirinya tanpa memerdulikan Reygan
Reygan menaikkan kakinya sebelah dan menyampingkan tubuhnya menghadap Kejora, " Kejora gue mau tanya,"
Reygan terkekeh kecil, tangannya bergerak mengacak-acak rambut Kejora, " Nggak. Gue mau nanya kapan kita .... " Kejora menunggu Ucapan Reygan berikutnya, " Kapan kita selesai ulangan, Ra ? Otak gue kayaknya nggak bisa buat mikir kalau di dekat lo, "
Kejora memutar bola matanya malas tiada hari telinganya tanpa mendengar gombalan Reygan, " Kerjain ! Nggak bakal selesai kalau soalnya cuma lo liatin doang," ucap Kejora
" Gue udah coba Kerjain, Ra tapi nggak bisa,"
" Kerjain Pake Otak ! Jangan Pakai motivasi,"
" Otak gue udah Penuh gara-gara mikirin lo,"
" Terserah lo !" ucap Kejora kesal," Makanya belajar biar bisa. Nggak usah nyontek sana-sini," lanjutnya
" Waktu gue sangat berharga untuk belajar, " ucap Reygan
" kalau gitu jangan berharap lo berhasil gapai mata depan, sedangkan lo males-malesan gini, " sindir Kejora tanpa mengalihkan Pandangannya
" Kan masa depan gue itu lo, Kejora,"
__ADS_1
...••••••...
" REYGAN !!!! Kejora berteriak kencang sambil menenteng satu sepatu miliknya sedangkan satunya lagi dibawa kabur oleh Reygan. " REYGAN BALIKIN SEPATU GUE, " teriak Kejora lagi. Namun Reygan menulikan telinganya seraya berlari menghindari Kejora. ia mengangkat tinggi-tinggi sepatu hitam milik Kejora
" AMBIL SINI, RA ! ATAU GUE LEMPAR KE ATAS ATAP ?
" REYGAN, " teriak Kejora cukup keras membuat para siswa-siswa lainya teralihkan Kepada Kejora. Cewek itu kembali mengejar Reygan, " REYGAN BALIKIN SEPATU GUE, " Kejora menatap garang ke arah Reygan yang malah mengantri di stand Es Dawet Mak Gendut ia mengepalkan tangannya dan berjalan Penuh amarah ke arah Reygan
Reygan menoleh saat menyadari Kejora yang berjalan ke arahnya, " Sini-sini, Kejora Lo Pasti capek kan ngejar gue ? sama Kejora, gue juga capek ngejar kepastian dari lo, " Ujar Reygan seraya meminum Es Dawetnya
Kejora mendengkus sebal. ia Kemarin memang sempat hampir luluh dengan Reygan kala Cowok itu menolongnya dari kejaran Julio, tapi sekarang agaknya Kejora menyesali semuanya
" Mas Reygan jangan lupa bayar ya. Mbak nggak mau kamu ngutang lagi di sini bon kamu udah berjibun Mbak juga butuh modal buat Nikah, " Kata Mbak jum seraya menutup termos berisikan es batu
Reygan menelan Paksa cendol ya ada di mulutnya, " Tenang aja Mbak Pacar gue yang bayar Ra, bayar Ra,"
Kejora menatap Reygan sinis, " Balikin sepatu gue,"
Reygan mengapit sepatu Kejora di sela-sela ketiaknya. Bisa aja Kejora merampas sepatunya. Tapi mengingat kelicikan Reygan, Kejora lebih baik diam dan menunggu cowok itu mengambilnya sendirinya Reygan membuang Plastik esnya kemudian berlari menghindari Kejora
" REYGAN ! BALIKIN SEPATU GUE SEBENTAR LAGI MASUK KELAS ! teriak Kejora yang tak dihiraukan Reygan
Reygan membalikkan badannya dan berlari mundur, Cowok itu mengangkat tinggi-tinggi sepatu Kejora, " LO MAU INI KAN, KEJORA SINI AMBIL SEKALIAN AMBIL HATI GUE NGGAK APA-APA, KITA MUTUALAN HATI SEKARANG !"
Kejora berlari dengan kencang hingga ia berhasil menarik tangan Reygan," Mau ke mana lo ? Balikin nggak sepatu gue,"
Reygan tak tinggal diam. ia memutar tubuhnya hingga membuat cekalan tangan Kejora lepas. Cowok itu hendak berlari, tapi kaki kirinya menyandung kaki kanannya sendiri membuat Reygan kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Kejora melebarkan bola matanya saat kakinya tak sengaja menyandung kaki Reygan
Bruk
Kejora pun terjatuh menimpa Punggung Reygan, " Aw ! rintih Kejora membuka matanya saat tak merasakan sakit sama sekali Pada tubuhnya
" Enak, ya, Ra ? Pertanyaan yang keluar dari bibir Reygan membuat Kejora melebarkan bola matanya. Mereka tidak sadar jika Bu Gina ada di hadapan mereka, menatap Keduanya dengan sorot mata Penuh amarah
" Kejora, Reygan," Panggil Bu Gina tanpa ekspresi. Keduanya mendongak bersamaan. saat itu juga jantungnya seperti berhenti saat melihat Bu Gina menatap Keduanya dengan tajam, " KALIAN BERDUA IKUT IBU KE RUANGAN BK SEKARANG,"
Setelah itu, Reygan dan Kejora terpaksa mengerjakan ulangan di ruangan BK. Dua lembar kertas ulangan mata Pelajaran Sosiologi sudah ada di depan Reygan dan Kejora. tanpa bantahan lagi, Kejora mengambilnya segera mengisi identitas Pake lembar jawaban tersebut. Di sisi lain, wajah Reygan tertekuk malas lantaran Kejora tak memberinya contekan
...•••••...
__ADS_1