
" APA ? Lo habis ditembak Reygan ! Pekik Ana yang tengah menginap di rumah Kejora
Kejora berdecak, " Lo kalau ngomong bisa Pelanan dikit nggak, Ana ? Gue nggak mau Abang gue denger dan berujung gue diinterogasi sama dia,"
Ana menyandarkan Pinggangnya di meja rias Kejora, " Terus lo mau gimana ? Lo nerima dia gitu ? jangan gila, deh Ra,"
" Tapi ... "
" Kejora dengerin gue, ya Gue yakin lo sendiri tau sifat dan seluk-beluknya Reygan gimana. Tiga tahun kita kenal dia kayak gimana, dia itu cowok buaya darat alias Playboy yang hobinya itu sering mainin hari cewek. Gue cuma nggak mau lo jadi korban selanjutnya, " Ujar Ana, kemudian berjalan mendudukkan dirinya di samping Kejora
Kejora terdiam. Memang benar Reygan dulu sangat hobi memainkan hati cewek, Namun, apa Kejora bisa menolak Perasaannya yang tiba-tiba timbul begitu saja ?
" Apa gue nggak boleh Jatuh hati sama Cowok, ya Ana ? Apa gue juga nggak boleh rasain ... "
" Gue bukannya nggak ngebolehin lo buat Jatuh hati sama orang Tapi, Jatuh hati lo itu ke orang yang sangat salah," Potong Ana. Kejora mendongak menatap Ana. Apa seburuk itu Reygan dimatanya selama ini ?, " Gue tanya sama lo, apa lo ada suka sama Reygan,"
Kejora terdiam. Sentuhan Pada bahunya membuat Kejora terkejut, " iya, " jawab Kejora
Ana mengembuskan napasnya dengan Perlahan," Semua Keputusan ada di tangan lo Kejora Dan gue harap lo Nggak salah naruh Perasaan,"
...••••...
Cewek dengan seragam SMA baru saja turun dari dalam angkutan umum. setelah menikmati libur yang lumayan Panjang. akhirnya Kejora kembali bertemu dengan teman-temannya. Pagi ini, Kejora tidak membawa motornya karena Abangnya meminjamnya. Kejora menendang-nendang kerikil kerikil di depannya m Cewek itu menoleh saat mendengar gelak tawa yang begitu keras. Di sebuah Posko, terdapat banyak cowok dengan seragam SMA
Kejora menghela napasnya. Pasti ada Reygan di antara mereka mengingat Reygan, Cewek itu kembali dipusingkan dengan jawaban antara menerima atau menolaknya. Kejora menghitung jarinya sembari berucap," iya, nggak, iya, nggak, iya,"
" Ayo berangkat bareng gue, " Kejora menoleh dan mendapati Reygan sudah ada di sampingnya dengan menaiki motornya
Kejora melirik Reygan sebentar, kemudian melihat jarak sekolah yang tinggal beberapa langkah, " Tuh jarak kita berdiri sama jarak sekolah nggak sampe seratus meter. Gue jalan juga sampe," Kejora melangkah. Namun Reygan mencekal tangan Kejora hingga membuat cewek itu menghentikan langkahnya
" Biar romantis, " Ucap Reygan
Biar romantis katanya ? Hei, ingat mantan Reygan itu jumlahnya tiga Puluh ! Kejora masih sayangnya dengan nyawanya. ia tidak mau menjadi buronan Para jajaran mantan Reygan. apalagi mereka ganas-ganas semuanya
" Ayo, " Reygan menuntun Kejora untuk naik ke atas Jok motornya itu," Biar adem mereka semua liat kita, Nggak capek lo tiap hari ribut terus sama gue,"
" itu lo-nya aja kali yang hobi banget cari gara-gara sama gue. Coba aja lo dari dulu nggak bandel mungkin gue nggak kesel banget sama lo,"
__ADS_1
Reygan menyunggingkan senyumnya, sembari menatap wajah cantik Kejora lewat kaca spion motornya," itu adalah salah satu trik cara biar gue selalu deket sama lo,"
Kejora berdeham Pelan kemudian memalingkan wajahnya. Tangan lentiknya menepuk Pundak Punggung Reygan, " Buruan berangkat keburu telat,"
" Siap, Tuan Putri," Dengan kecepatan rendah, Reygan melajukan motornya memasuki gerbang sekolah. Sampai ke halaman belakang sekolah, sambutan dari beberapa pasang mata tertuju ke arah mereka ini kedua kalinya Reygan berangkat bersama Kejora
Begitu Kejora turun dari atas motor Reygan, Cewek itu disambut dengan tatapan dari beberapa mantan Reygan. salah satunya Marissa cewek yang mengincar Reygan dari dulu. Hatinya seperti ditumbuk beberapa kali Tepukan bahu Marissa membuat cewek itu menolehkan kepalanya
" ikhlasin aja siapa cepat dia yang dapat. Gue yang udah lama sama Reygan aja udah Ikhlasin dia sedangkan lo ? Nyapa pun nggak Pernah, sok-sokan mau rusak hubungan orang, " kata Nia seraya menarik-turunkan alisnya
Marissa berdecak sebal. Dari dulu memang ia tidak ada akur-akurnya dengan Para jajaran mantan Reygan. Apalagi kalau bukan karena benci dengan mereka yang berani-beraninya serobot ambil hati seorang Reygan
Atensi Marissa teralihkan ke Reygan dan Kejora yang baru saja melintasinya. Tak sedikit pun matanya melepas Pandangannya Pada sosok cowok yang berperawakan tinggi itu.
" Lo masih inget kan, Ra sama ucapan gue waktu itu itu ? tanya Reygan Telapak tangan Reygan terangkat untuk menepuk-nepuk lembut kepala Kejora dengan lembut " Sehabis kerja bakti, temuin gue di Rooftop Gue tunggu lo di sana tunggu jawaban yang keluar dari bibir lo, " Ucapnya
" Kalau gue jawaban nggak ? Gimana, Rey," tanya Kejora
" Kalau lo jawab nggak ... " Reygan memutar sedikit tubuhnya untuk menghadap Kejora, " Gue yang bakal wakilin lo buat jawab iya,"
Reygan terkekeh Pelan," intinya nanti gue di tunggu lo di Rooftop Gue mau bolos sebentar. Sampe Jumpa nanti Cantiknya Reygan," Reygan mengedipkan matanya genit. Kemudian cowok itu melenggang Pergi menuju Kantin. Apalagi kalau bukan kabur dari kerja bakti ? Ia Paling malas jika disuruh membersihkan sekolah. kalau kata Reygan, " apa gunanya tukang kebun kalau masih ngandelin tenaga muridnya ?
...•••••...
Suasana kantin Mak Gendut saat ini cukup sepi. Hanya ada Reygan Miko, dan Ardian. Hari ini hari Pertama mereka memasuki sekolah di semester dua Kelas 12. Tidak terasa hitungan beberapa bulan lagi, mereka akan lulus
Di sisi lain, segerombolan siswa-siswi kelas 12 IPS 3 dengan siswa-siswa kelas 12 IPA 2 saat ini tengah melaksanakan kerja bakti. Kejora tengah menyabut rumput. ia suka heran, ke mana Perginya tukang kebun saat hari libur ? Masa sih, dua minggu libur sekolah tidak terurus seperti ini ?
Kejora mengalihkan Pandangannya ke Ponsel yang terus bergetar Beberapa notifikasi Pesan di aplikasi WhatsApp membuat jemari lentiknya tak sabar untuk segera membukanya
...Reygan...
...Assalamualaikum Calon istri masa depan Udah selesai Jangan lama-lama Kejora Buruan...
...Kejora...
...Belom bentar lagi...
__ADS_1
Begitu matanya membaca kalimat Paksaan dari Pesan yang dikirimkan Reygan, langkah kakinya berjalan menuju tempat yang di maksud Reygan. Rooftop sebelum ke rooftop, Kejora izin lebih dulu ke Maya yang kebetulan berada di sebelahnya untuk Pergi sebentar.
Kejora mencoba menetralkan detak jantungnya. Saat Kejora tengah selesai menginjakkan kakinya Pada anak tangga. Kejora tak sengaja melihat sosok cewek di rooftop Mencoba tak memerdulikan siapa cewek itu, Kejora tetap melangkah kakinya menghentikan langkahnya saat mendengar tutur kata dari bibir cewek itu
" Nggak sekalipun lo hargai gue, Reygan Dari kita kelas sepuluh gue udah naruh Perasaan ini sendirian. Setiap kali gue coba deketin lo, apa pernah lo tanggepin gue sekalipun Jangankan lo nanggepin, balas sapaan gue aja nggak Pernah," ucapnya
Tak sedikit pun Reygan menanggapi kalimat yang terlontar dari bibir Marissa. Cowok itu terus menatap datar cewek di depannya, " Mau lo apa ? Tanya Reygan
" Kalua gue Jujur, apa lo mau kabulin apa mau gue ?" tanya Marissa Reygan tetep diam dan tak menjawab ucapan Marissa, " Kasih gue ruang di hati lo, Reygan," ucapnya
" Lo mau jadi Pacar gue ?" Marissa menganggukkan kepalanya Pelan malu dan grogi bercampur menjadi satu, " Oke Gue mau jadi Pacar Lo,"
Marissa menatap Reygan tak Percaya. ia kira dirinya bakal di tolak mentah-mentah Tapi semua Pikiran negatifnya terbayar dengan jawaban yang mampu menerbangkan dirinya
Kejora menatap Reygan Kecewa. ia membuang jauh-jauh jawaban yang harus ia berikan Pada Reygan karena jawaban Reygan yang terlontar untuk Marissa tadi membuat harapan dan niat Kejora Pupus begitu saja
ia membalikkan badannya dan meninggalkan rooftop. Kejora tertawa Pelan. Kenapa ia harus termakan dengan ucapan manis Reygan ? Padahal sebelumnya jelas-jelas cowok itu sangat hobi mempermainkan hati cewek.
" Oke ! Gue terima lo jadi Pacar gue Tapi .... " Reygan mengantukkan kalimatnya " in your dream ! lanjutnya seraya mengetuk-ngetuk dahi Marissa dengan Pelan, " Sorry Marissa ruang hati gue udah ada yang isi. Bangun dari mimpi lo kebanyakan berharap bisa bikin stres Lo contohnya Marissa Sekali gue minta maaf " Langkah kaki jenjang cowok itu berjalan meninggalkan Marissa seorang diri
Cewek itu memejamkan matanya kuat-kuat dan mengepalkan tangannya. Binar kegembiraannya Pundar, lantaran Reygan mengucapkan kalimat yang mampu menyakiti hati Marissa untuk kesekian kalinya
...••••...
Bara menghampiri cewek yang berjalan cepat di depannya Dengan satu gerakan cowok itu berhasil menghentikan langkah Kejora dengan mencekal tangannya, " Kenapa lo ?" Bara menatap mata Kejora dengan intens, " Lo Habis nangis,"
Kejora menghempaskan tangan Bara," Nggak Punya malu lo,"
" Gue minta maaf, " Ucap Bara. Kejora berdecih kemudian memalingkan wajahnya," Gue cuma nerima tantangan temen-temen gue aja. Gue nggak tau kalau ujung-ujungnya lo suka sama gue, Gue .... "
" Nggak usah terlalu Percaya diri, kesannya gue kayak berharap banget sama lo. Rasa suka gue sama lo Udah hilang, " ucapnya emosi
Suara derap langkah cepat mengalihkan atensi keduanya. belakang Bara dari jarak dua meter, ada Reygan dengan napas terengah-engah. Tadi sebelum Reygan turun dari atas Rooftop, Cowok itu sempat melihat Kejora. ia berasumsi kalau Kejora mendengar semua perbincangannya yang belum selesai
Kejora turut menatap datar. Jika hanya membuat Kecewa tapi kenapa lo harus membuatnya jatuh terlalu dalam ?
" Kejora .... " Kejora memalingkan wajahnya kemudian menarik lengan Bara untuk Pergi. Reygan menatap Punggung keduanya yang Perlahan mulai menjauh dari Pandangannya," Baru aja mau genggam lo, Kejora sekarang udah harus lepasin lo,"
__ADS_1