
...Penyesalanku membuncah tak terbendung Saat kusadari Ku tak mampu membuatmu terlindung Hati dan jiwaku luluh lantak saat kulihat keindahan di hadapanku terkoyak Andaikan keajaiban tercipta untukku Ku ingin hadirkan Peduli ke sisimu...
Tubuh Reygan seperti diikat dengan tali yang kuat. ia tak bisa mengejar Kejora untuk sekedar menanyakan apa maksudnya ? Cowok itu menunduk melihat kertas yang tergeletak di samping sepatunya Reygan mengambilnya dan membaca deretan tulisan kertas itu
...UNTUK KESAYANGAN KEJORA REYGAN...
Reygan kalau kamu temui surat ini berarti aku udah nggak di samping kamu lagi. Aku harap kamu baca sampai akhir ya.
Maafin aku Reygan, maafin aku yang egois, maafin aku yang nggak Percaya sama kamu Kemarin, seandainya waktu bisa aku Putar kembali aku Pengen kembali di hari itu, aku mau memperbaiki semuanya yang telah rusak
Oh iya aku cuma mau bilang Sebenarnya yang buat kamu seperti ini dan yang buat hubungan kita renggang itu Marissa, bukan Bungan jangan Pernah kamu salahin Bungan ya, Marissa sengaja suruh Bungan buat deketin kamu di kelab malam itu dan soal bertender itu Marissa. Marissa sengaja jebak kamu di sana, kasih kamu minuman alkohol dan akhirnya kamu mabuk. Di kelas itu, kamu anggap Bungan itu sebagai aku, kan ? maafin aku ya setelah ini jangan salahin siapapun
Aku tau semuanya waktu nggak sengaja dengar Pembicaraan Marissa sama Bungan Di sana aku mau lindungi Bungan dari Marissa tapi malah aku yang hampir Jatuh Dan beruntungnya ada Hero yang datang selamatin aku siapa ya kira-kira ?
itu kamu Reygan samudra Aldebaran Laki-laki yang rela mempertaruhkan nyawanya demi orang yang dicintainya. Apa itu semua masih bisa dikatakan beruntung saat aku liat kamu dengan darah yang bercucuran ? Nggak, Nggak ada yang beruntung di sana. Kenapa kamu narik aku ? Kenapa kita nggak luka bareng aja biar aku juga bisa rasain apa yang kamu rasain sekarang
Kapan kamu kembali ? Aku kangen banget sama kamu. Setiap malamnya jendela kamar aku selalu terbuka Biasanya kamu selalu datang lewat jendela kamar aku, tapi sekarang jangankan satu jam satu detik Pun kamu nggak pernah ke rumah aku lagi
Kamu inget nggak waktu Pertama kali kamu aja aku ke gubuk itu ? Aku Pengen banget ke sana bareng kamu lagi. Kalau diingat-ingat rasanya sakit banget secepat itu cerita kita dan sesingkat itu kisah cinta kita ?
Maaf dan terima kasih atas segalanya, Bahagia, tawa, dan Perih aku rasain di orang yang sama. Aku janji aku bakal buang kenangan Perih yang Pernah aku rasain kemarin. Dan aku janji aku bakal simpan kenangan bahagia kita
jangan Pernah lupain aku yaaa seenggaknya kalau nggak bisa simpan di hati kamu simpan di memori kamu udah lebih dari cukup
Cepat sembuh kesayangan Kejora. Aku cinta kamu
...•••••...
Jantung Reygan berdetak dengan kencang saat membaca keseluruhan isi surat tersebut. sedetik kemudian ia merasakan sakit yang luar biasa di kepalanya kertas yang ia Pegang pun terlepas dari tangan dan Jatuh ke samping sepatunya
Kepingan-kepingan memori ingatannya berputar dengan cepat Gubuk, jendela, note, kelas, sahabat, keluarga, teringat jelas di memori otaknya, Reygan memejamkan matanya dengan rapat, rasa sakit pada kepalanya hampir menumbangkan dirinya. Cowok itu masih berdiri di tempatnya, membiarkan kepalanya berdenyut denyut ngilu
Reygan memejamkan matanya Saat mendengar Percakapan dari memori otaknya
" REYGAN, "
__ADS_1
" G-gue tetap di sini, j-jangan nangis G-gue nggak apa-apa,"
" jangan dilepas ya kalung ini sebagai kunci gembok yang ada di kalung aku,"
" Kunci ini sebagai kunci hati kita, nggak ada yang bisa misahin kita kecuali kalo kamu lepasin kalung ini,".
" Kejora aku sayang kamu,"
Reygan menggelengkan kepalanya kuat. ia membuka telapak tangannya dan terkejut melihat kalung liontin kunci yang ada di tangannya
Saat itu juga detak jantungnya seperti berhenti Lututnya terasa sangat lemas
" K-Kejora, " ucapnya tak percaya ia mendongak mencari keberadaan Kejora Namun cewek itu sudah hilang dari Pandangannya Reygan menyugar rambutnya dan berteriak frustasi
" ARGH GUE BODOH,"
...••••...
Di bawah rintik hujan, Kejora dengan tenang. ia tak memedulikan bajunya yang basah kuyup. Cewek mendongak berharap semoga hujan ini bisa meredakan rasa sakit di hatinya. Kejora menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. ia menangis tersedu-sedu demi isakan begitu Pilu
" R-Reygan aku sayang kamu," lirihnya, " Maafin aku. Aku lemah, aku nyerah buat Perjuangin kamu lagi. setelah ini biarin aku Pergi dengan tenang dan biarin aku Pergi tanpa luka. Cukup luka hari ini dan hari kemarin yang aku rasain, " ucapnya sorot matanya terpencar kesedihan," Wajar ? kalau aku marah ? Dan wajar kalau aku nyerah sama Perlakuan kamu Kemarin, " Cewek itu menyentuh dadanya yang terasa sakit, " A-aku nggak kuat,"
Sejenak Kejora terdiam, menikmati guyuran hujan yang membasahi wajahnya. Biarlah air matanya hanyut bersamaan dengan tetesan air hujan
" Kejora," Kejora membuka matanya Suara itu Tidak ia menggelengkan kepalanya kuat mencoba menghilangkan halusinasi yang terus menghantuinya, itu " Kejora," jantung Kejora berdebar sangat kencang ia memutar tubuhnya dan betapa terkejutnya ia melihat Reygan yang berdiri dengan jarak tak jauh darinya,"Kenapa Pergi ? tanya Reygan lirih
Kejora diam, tidak fokus dengan ucapan Reygan. ia masih tidak percaya kalau yang ada di hadapannya adalah Reygan
" Kejora kenapa Pergi ?" tanyanya sekali lagi
Kejora langsung memalingkan wajahnya, " Buat apa aku bertahan, Reygan ? sedangkan yang aku harapin nggak Peduli sama aku, Buat apa aku berjuang kalau kamu nggak inget apa-apa tentang aku ? Buat apa aku berjuang kalau hadirnya aku selalu kamu tolak," tanya Kejora di akhiri suara begitu Parau
" Maaf," ucap Reygan
" Kenapa kamu di sini ? Bukannya kamu nggak Peduli sama aku Bukannya Kamu yang nyuruh aku Pergi ? Kenapa di sini Reygan," Kejora menatap Reygan dengan air matanya yang menetes. Belum sadar kalau Reygan sudah Pulih dengan sepenuhnya, " ini kan yang kamu mau ?
__ADS_1
Reygan melangkah mendekati Kejora dengan Perasaan yang amat sakit Reygan meraih telapak tangan Kejora yang terasa sangat dingin
" Sayang maaf,"
Kejora terkejut. ia menggeleng tak Percaya dengan Panggilan manis yang selalu Reygan tujukan untuknya. Kejora tidak Percaya kalau Reygan sudah kembali dengan sepenuhnya
" ini aku Reygan, " ucap Reygan, " Maaf, " ia menunduk Penuh Penyesalan
Kejora terdiam ia menggeleng dengan kuat. Sentuhan tangan Reygan Seolah tak berarti lagi baginya. Kejora berusaha menarik tangannya yang digenggam begitu kuat oleh Reygan
" Kejora,".
" Aku mohon berhenti Tolong jangan siksa aku lebih dari ini, " Potong Kejora menghentikan ucapan Reygan
Reygan menggeleng. ia mendekat dan memeluk Kejora dengan erat. Kejora tak membalas Pelukan Reygan. Pelukan itu tak berarti lagi untuknya saat merasakan Pelukan Reygan yang bertambah erat, cewek itu menumpahkan tangisnya Pada bidang Reygan. ia rindu dengan Reygan ia rindu dengan Pelukan ini, tapi ia tidak ingin kembali
" Tolong jangan beri aku luka untuk yang kesekian kalinya. Udah cukup hari ini dan hari kemarin. Biarin aku Pergi tanpa membawa luka Reygan," lirihnya, " Aku mohon ... " Kejora meremas lengan Reygan dengan kuat menyalurkan rasa sakit di hatinya
Tak memedulikan tangisan Kejora dan hujan yang turun dengan derasnya itu Reygan tak mau melepaskan Pelukannya itu" Maafin, maafin aku, Kejora Tolong jangan Pergi lagi. Kita ulangi semua dari awal ya ? ucap Reygan tulus. Cowok itu mendongak dan menumpahkan air matanya itu tak bisa lagi ia bendung lagi tangisnya " Aku salah, aku minta maaf. Aku jahat udah sakitin kamu. Aku bodoh aku yang larang kamu nangis, tapi aku sendiri yang buat kamu nangis Maafin aku, " Reygan mengusap Punggung Kejora yang bergetar," Aku mohon jangan Pergi. Cukup hari kemarin kamu Pergi dari aku, tolong untuk hari ini dan selamanya jangan tinggalin aku di sini,"
Reygan meringis Pelan saat merasakan Perih Pada lengannya. Kejora meremas lengannya begitu kuat, Reygan hanya diam, membiarkan Kejora meluapkan semuanya," Pukul, Pukul aku sepuas kamu kalau itu buat kamu lega," ujarnya. Reygan melepaskan Pelukannya ia menunduk menatap mata Kejora yang terlalu sembap," Kenapa nangis ? Kenapa kamu nangisin cowok berengsek ini, " Cowok itu mengusap Pipi Reygan dengan lembut, " Kejora aku udah kembali, kembali buat kamu,"
Kejora menggeleng ia memang senang Reygan kembali tapi ia enggan untuk kembali lagi bersamanya. Sakit hati dan Perlakuan Reygan kemarin membuat Kejora tak bisa melupakannya begitu saja
" Sayang, " Panggil Reygan. " Kenapa kalungnya dilepas ? ia merogoh saku bajunya, mengambil sebuah kalung liontin kunci Kejora menatapnya dengan tatapan kosong, seolah mati rasa dengan cowok di hadapannya ini," Pakai lagi ya ?" Reygan hendak memakaikan kalung itu dileher Kejora. Namun Kejora memundurkan langkahnya membuat Reygan sedikit terkejut
Kejora menggeleng menolak Reygan hp hendak memakaikan kalung itu di lehernya lagi, " Apa kamu nggak denger apa yang aku bilang di koridor Kita udah selesai Reygan Apa kamu lupa sama ucapan kamu waktu itu ? Kalau aku lepas kalung itu dari leher aku berarti hubungan kita bener-bener selesai kan ? Kejora tersenyum Pahit," Kita udah selesai Reygan Dan selanjutnya gue bakal Pergi .... "
" Kamu nggak boleh Pergi, Kejora," Reygan memotong ucapan Kejora, sorot matanya terpancar Penyesalan," Hukum, Hukum aku sepuas kamu Tapi tolong jangan Pergi,"
Kejora memalingkan wajahnya, Bertahan masih terasa menyakitkan untuknya. Cewek itu menatap Reygan sejenak ia mengusap air matanya kemudian tanpa mengucapkan sepatah kata pun, ia pergi meninggalkan Reygan di tengah-tengah hujan
Reygan menatap Kejora yang berlari menerobos hujan Cowok itu mengusap wajahnya, ia berteriak dengan emosi. Penyesalan dan rasa sakit menjadi satu
__ADS_1
" KEJORA KAMU NGGAK BOLEH PERGI," jeritnya Frustasi, " GUE SAYANG SAMA LO," teriaknya lagi. Reygan mendongak dan mengacak rambutnya, " ARRRGH ! BODOH,"
...••••...