
KEJORA memasuki kelasnya yang terdengar sangat berisik. Di sana cewek-cewek tengah duduk melingkar bersama cowok-cowok sambil bermain kartu poker.
" Udahlah, gue udahan aja Tuh bel masuk udah bunyi, Pak ilham bentar lagi masuk. Kena ceramah mampus lo Pada kalau ketahuan main kartu Poker," Ujar Ana. Cewek itu beranjak dari duduknya dan melangkahkan kakinya menuju toilet untuk membersihkan wajah cemongnya
" Ra ! Panggil Aldo. " Sini gabung, main bareng kita. Dari tadi gue nggak liat lo,. sekalinya liat Pas mau masuk gini. ke mana aja lo ? tanya Aldo sembari membereskan kartu-kartu poker yang berserakan
" KEJORA, KAN LAGI BROKEN HEART, DO ! LO NGGAK TAU, YA ! sahut Miko
Kejora menolehkan kepalanya lantaran matanya menangkap sosok cewek yang duduk di atas meja Ardian. Marissa menjulurkan kakinya saat Kejora hendak melewatinya. Hal itu membuat Kejora langsung tersungkur dengan tangan yang bertumpu Pada sudut meja
Reygan yang melihat itu lantas berdiri dari duduknya dan menarik tangan Kejora untuk berdiri, " Ra, nggak apa-apa ? tanyanya
Marissa menatap Kejora sinis, " Caper banget lo jadi Cewek,"
Kejora mendongak lantaran Kalimat Pedas yang keluar dari bibir Marissa sungguh, Kejora tidak bisa menahan emosinya dan kemarin, ia sangat tidak suka dengan kehadiran Marissa yang terus mengusiknya, " Lo lagi nyindir diri lo sendiri, ya ? Kata Kejora sembari menyunggingkan senyum miringnya
" Mampus ! sahut Aldo
" Ngena nggak tuh di hati ? tanya Miko menggoda Marissa
" Langsung kena mental, " sahut Ardian
" HEH ! CUCU LAMPIR KELAS LO BUKAN DI SINI TAPI DI SEBELAH, PERGI LO DARI SINI DASAR PARASIT," teriak Ana dari ambang Pintu kelas, Dari dulu, Ana memang tidak suka dengan kehadiran Marissa. selain genit dan ganjen, Marissa juga suka menindas adik kelas tanpa sebab jadi tak heran lagi kalau sebagian dari siswa-siswi SMA Satya bangsa membenci Marissa
Marissa berdecak kesal. Kehadiran Marissa di kelas 12 IPS 3 hanya ingin menemui salah satu anak kelas ini yang merupakan teman satu kompleksnya. Namun, anak yang dituju Marissa malah tidak masuk sekolah jadi, sekarang Marissa mendekati Reygan dan beberapa temannya dengan alasan ia tidak Punya teman satu pun dikelasnya
...•••••...
Saat ini, Kejora dan Ana tengah berada di kantin Mak Gendut, Jam menujukkan Pukul setengah tiga siang. tapi bel Pulang sekolah tak kunjung berbunyi. Di sekitar mereka, ada banyak siswa-siswi yang bermain basket, nongkrong dan gosip di depan kelas mereka masing-masing
Sedari tadi tak ada hentinya Ana menerjang Kejora dengan Pertanyaan Perihal hubungan Kejora dan Reygan, " Lo gimana, sih Ra Modelan kayak Marissa lo tanggepin," Kata Ana kesal," Gini, nih efek manusia kalo baru ngenal cinta," Ana mencondongkan wajahnya di hadapan Kejora, kemudian ia melanjutkan kalimatnya, " Hei ! Kemarin gue emang nggak setuju, tapi sekarang gue udah berubah Pikiran, Maju sayang kalau lo ngalah terus, kapan dapet Pasangannya,".
Ana kembali menyandarkan tubuhnya, menatap Kejora yang akhir-akhir ini sering murung, Kejora yang ada di hadapannya ini bukan seperti Kejora, sahabat Ana yang cerewet.
" Apa iya gue harus egois ? tanya Kejora
" Hidup juga Sekali-kali harus egois. Masa iya lo mau diem aja tanpa ngelawan mereka ? Terutama soal Cinta sekali-kali lo kudu egois Perihal perasaan lo sendiri. Ada parasit ya, biarin aja," Ujar Ana sembari meminum es tehnya. " Kelamaan mikir lo ! Sini HP, lo !" Ana mengambil Ponsel Kejora yang ada di genggamannya cewek itu
" Mau lo apain,"
" Udah ! Lo diem aja lama-lama gue geregetan juga sama lo, Ra, " Ana mengotak-atik Ponsel Kejora m membuka aplikasi WhatsApp kemudian mencari kontak yang ia tuju. Mata sipitnya tertuju Pada satu nama. Lantas jemari lentik Ana menyentuh nama tersebut, kemudian mengetikkan sesuatu di sana.
...Kejora...
...Reygan Gue mau ngomong sesuatu...
...Reygan...
...ngomong aja Kejora Lo di mana...
...Kejora...
...Lo baca baik-baik ya Gue lagi di kantin...
...Reygan...
__ADS_1
...iyaaa...
...Kejora...
...Sudahi sad boymu, mari menjadi my boy Dan akan kusudahi sad girlku,dan menjadi you girl...
...Reygan...
...Kejora Lo Kenapa tiba-tiba kayak gini...
Ana Tersenyum Puas lantaran Reygan begitu cepat merespons Pesannya, lebih tepatnya Pesan yang ia kirim lewat nomor WhatsApp Kejora. Niat Ana bukan untuk mempermalukan Kejora, hanya saja Ana merasa geregetan sendiri melihat Kejora dan Reygan terus berjauhan.
" Nih Makasih ya Kejora, gue Pulang duluan. Udah ditungguin sama Maya," Pamitnya, kemudian langkah kaki jenjangnya melangkah meninggalkan Kejora
Kejora yang Penasaran, buru-buru membuka Ponselnya, Begitu ia menatap roomchat-nya dengan Reygan, lantas cewek itu melebarkan bola matanya,
" Ana, Sialan ! Tanggung jawab lo !"
...••••...
Kejora melangkahkan kakinya menuju kelas, wajahnya ia tekuk dengan kesal lantaran Ana dengan lancang mengirimkan Pesan gombalan ke raja gombal yang tentunya lebih pro darinya. Kejora memalingkan wajahnya malu saat ia tak sengaja bertatapan dengan Reygan yang duduk di depan kelas bersama Miko dan Ardian.
" SUDAHI ! SAD. BOY-MU ! MARI MENJADI MY BOY ADUH SIAPA YA, TADI NGIRIM PESAN KAYAK GITU ! sindir Miko sambil melirik Kejora.
Malu ? tentu saja. siapa yang tidak malu jika dijadikan bahan ledekan oleh teman orang yang ada di dalam hatinya ? Apalagi itu Miko, manusia ceplas-ceplos dan hobi berteriak
" PENGEN DEH GUE DIGITUIN SAMA ARDIAN AJA, DEH ARDIAN GODAIN ABANG DONG ! Kata Miko sembari mencolek dagu Ardian
" Najis ! kata Ardian
Ardian memutar bola matanya malas, Tersenyum Paksa dan menampilkan finger heart-nya ke arah Miko. " Sudahi bad-boymu mari menjadi ... "
" jadi apa, Ardian ? tanya Miko lantaran Sahabatnya itu malah menggantungkan kalimatnya
" Mari menjadi babuku, " lanjut Ardian
" Sialan lo, Ardian,"
Reygan berdiri dari duduknya saat ia melihat Reygan keluar dari kelas dengan tas yang tersampir di kedua bahunya. Cowok itu menarik Pergelangan tangan Kejora, membuat langkah Kejora terhenti, " Ayo Pulang sama gue. Lo nggak bawa motor, kan ? tanyanya,"
" Nggak usah Rey, Gue naik angkutan umum aja, gue nggak mau repotin lo,"
" Biasanya selalu repotin gue, sok-sokan banget lo ? Ayo,"
Kejora mendengkus sebal. Tanpa menunggu Persetujuan dari empu, Reygan menarik Paksa tangan Kejora menuju Parkiran. Tidak tahu kenapa ia hanya Pasrah ditarik Reygan menuju Parkiran. Kejora hanya ingin berdamai dengan Perasaannya sendiri.
" Kita mau ke mana ?" tanya Kejora Pada Reygan yang sibuk memakai helm full face-nya
" Mau Penuhi Permintaan lo,"
Alis Kejora terangkat sangat bingung ia tidak mengerti " Maksudnya ?"
Reygan mengambil helm bulat yang setia ia simpan di dalam jok motornya, kemudian memasangkannya di kepala Kejora. Kejora terdiam sejenak menikmati detak jantungnya yang berpacu dengan cepat
Reygan mencondongkan wajahnya di depan kelas wajah Kejora. " Menyudahi sad boy-ku dan menjadi your boy,"
__ADS_1
...••••...
Tak henti Kejora mengumpat kasar ke Reygan. Mulutnya berkomat-kamit menyumpah serapah cowok yang duduk anteng dengan satu Piring makanan di tangannya. Dengan bodoh, Kejora Percaya omongan Reygan yang mau mengantarnya Pulang seperti saat ini, dengan sengaja Reygan membawa Kejora ke rumahnya
" Gue nggak mau tau, anterin gue Pulang !"
" Nanti gue anterin, santai aja, " ucap Reygan
Kejora tersentak Pelan saat merasakan berat Pada Pahanya. ia menundukkan kepalanya dan mendapati Reygan yang merebahkan kepalanya di atas Pahanya,
" Rey, bangun ! Nggak enak sama keluarga lo ! Cewek itu menyingkirkan kepala Reygan dari atas Pahanya
" Biarin keluarga gue nggak ada. Nyokap dan Bokap gue Pergi ke rumah nenek, cuma adik cewek gue aja yang belom Pulang sekolah," ujarnya
" Ya, Tapi .... " Kejora menghela napasnya Pasrah. ia membiarkan Reygan berbuat sesukanya, Kejora menunduk saat merasakan Pipinya diusap lembut oleh tangan Reygan
" Kejora, Kapan ? tanya Reygan
" Kapan apanya ?" tanya Kejora
" Kita, " Ucap Reygan, " Jadiannya, " lanjutnya, " Gue udah dari lama nunggu jawaban iya dari bibir lo. Bilang nggak sekali lagi kalau emang lo nolak gue, " ucapnya, " Biar gue sadar diri dan nggak kejar lo lagi,"
Kejora memalingkan wajahnya. Kenapa ia tidak suka Reygan berbicara seperti itu ? Kejora hanya ragu untuk memulai semuanya, ia takut gagal Terutama. ia takut sakit hati dengan kisah cintanya sendiri
" Lo nggak usah ragu, nggak usah takut, dan nggak usah Peduliin omongan mereka yang nentang keras hubungan kita nanti, Terutama Marissa, Yang jalanin itu kita, bukan mereka, " Reygan mengubah Posisinya menjadi duduk. Tangannya terangkat menyelipkan anak rambut Kejora yang menjuntai. Sejenak ia menatap mata teduh di depannya, menatap intens wajah cantik yang selalu hadir dalam mimpinya, " Gue ulangi Jadi Pacar gue,mau ?
Kejora terdiam. jantungnya berdebar sangat kencang. ia gugup malu, sekaligus bingung mau menjawab apa. Di satu sisi ia ingin menolak. di sisi lainnya ia ingin menerima Reygan sebagai kekasihnya. ia tidak bisa membohongi Perasaannya. munafik jika ia berkata tidak memiliki rasa apapun
Kejora menoleh saat Reygan mengenggam tangannya dan menyentuhkannya Pada bidang cowok itu, " Lo bisa rasain gimana detak jantung gue sekarang Ra, gue serius kali ini, " Ucapnya, " Kejora, " Panggil Reygan. Kejora mendongak menatap mata Reygan yang terlihat sangat serius
Cewek itu sedikit menyunggingkan senyumnya. " iya,"
Reygan mengerjapkan matanya berkali-kali, kemudian mengoreksi telinganya tak Percaya. jika ini berada di dunia mimpi, Reygan sangat memohon kepada Tuhan untuk tidak membangunkannya dari mimpi seindah ini
" Kejora ini serius," tanya Reygan. Kejora memalingkan wajahnya malu kemudian mengangguk Reygan memejamkan matanya menahan rasa gembira di hatinya, " Kejora tatap gue, " suruh Reygan, Namun cewek itu tidak merespons sama sekali, " Ra, " Panggilnya sedikit berbisik, " Sayang,"
Kejora menahan napasnya sejenak tangannya refleks meremas Pelan seragamnya. jantungnya berdetak sangat kencang lantaran Reygan memanggilnya semanis itu, walaupun sering Reygan mengucapkan kata itu, tapi rasanya sangat berbeda untuk sekarang
" Tatap gue di sini, " Reygan menarik dagu Kejora menghadap dengannya, " Gue sayang sama lo, gue cinta sama lo. Gue nggak mau janji, tapi sebisa mungkin gue jagain lo, sebisa mungkin gue jaga hubungan kita dan lo tentunya Kejora, " Reygan menyentuh hidung Kejora dengan jari telunjuknya," lo satu-satunya cewek yang bakal singgah di sini, " Reygan menunjuk dadanya, " Untuk selamanya," lanjutnya
Tak satu pun ucapan Reygan dibalas oleh Kejora. Cewek itu masih canggung dengan status barunya. Percayalah, hubungan yang berawal dari teman adalah hal yang sedikit memalukan
" jangan Pernah ada keinginan buat tinggalin gue, ya ? Gue liat lo Pergi sama Bara aja udah sakit banget, Ra. Apalagi liat lo Pergi dari gue nanti," Ucap Reygan lagi
Kejora menatap Reygan dengan teduh,
" Seharusnya gue yang bilang gitu sama lo, Rey. seharusnya lo yang jangan ninggalin gue dalam keadaan apa pun kita itu beda. lo dengan segala kecukupan lo dan gue dengan segala "
" jangan ngomong gitu. kita itu sama derajatnya di mata Tuhan, " Potong Reygan
" Ya udah, ganti aja,"
" Ganti apa, ? tanya Reygan
" Lo itu terlalu sempurna buat gue yang biasa ini, " Ucap Kejora
__ADS_1
" Kebalik, " ucap Reygan, " Lo terlalu sempurna buat gue yang jauh dari kata sempurna ini, " Ucap Reygan diiringi kekehan kecil dari mulutnya Reygan menarik bahu Kejora untuk bersandar sepenuhnya di bahunya