
Sudah dua jam Kejora berkutat di dapur. Cewek dengan Surai Hitam itu mendapatkan pesanan lima kotak Pizza sekaligus. Untung saja ada Melda Pacar Bang Dikta yang turut membantunya
" Satu tahu lagi Kakak wisuda. jadi dokter Pula. Kejora heran kok kak Melda mau sama Bang Dikta, "
" Karena gue gantenglah,"
Kejora dan Melda sontak menoleh dan mendapatkan Dikta yang tengah menuangkan air Putih ke dalam gelas
" Percaya diri banget lo, Bang, ngomong kayak gitu ? Kejora mengangkat lima kotak Pizza yang baru saja ditata oleh Melda Langkahnya terhenti saat Melda menghalangi langkahnya
" Mau Kakak anterin nggak ? Nanti ... "
Kejora menggeleng, " Nggak usah Kak, takut repotin Kejora udah biasa anter Pesanan naik motor sendiri,"
" Yakin,"
Kejora menganggukkan kepalanya dengan senyum merekahnya, " Kejora berangkat, titip rumah kalau Bang Dikta nakal jewer telinganya aja Kak,"
Kejora merogoh saku bajunya saat Ponselnya berdering ternyata Pesan dari Pelanggannya Di Pesan tersebut sang Pelanggan meminta Kejora untuk masuk ke dalam rumah karena satpam yang bertugas tengah Pulang ke kampung halaman.
...••••...
Kejora menatap takjub rumah besar yang menjulang tinggi di depannya
" Bukan rumah ini namanya , Tapi ini istana, " gumam Kejora, " Gue kalau Punya rumah Segede ini pasti cukup buat gelindingan ke sana-ke mari,"
__ADS_1
Kejora menatap layar Ponselnya, " Tadi ibu ini nyuruhnya langsung masuk aja ? gumam Kejora. Akhirnya Kejora memutuskan langsung memasuki rumah itu. ia sempat takjub saat melihat halaman rumah yang sangat luas. Taman yang tertata dengan rapi dan kendaraan mewah yang terparkir indah
Kejora melangkahkan kakinya untuk menaiki beberapa anak tangga menuju Pintu utama, " Assalamualaikum,"
" Waalaikusalam,"
Pintu bercat Putih di depannya itu terbuka lebar menampilkan sosok Wanita tua yang masih terlihat sangatlah sehat, " Masuk dulu sini, Nak Taruh aja di atas meja Pizzanya, Tunggu bentar ya, ibu, ambiilin dulu uangnya," Ucap wanita tersebut
Kejora mendudukkan dirinya di salah satu sofa. ia menoleh menatap bingkai foto yang terpajang di atas rak. Ada salah foto bocah kecil di sana Tapi tunggu, Kejora seperti tak asing dengan foto bocah tersebut.
" Nenek ! Celana sama baju aku taruh di mana Astaghfirullah !" Cowok bersetelan kaos Putih dan bokser hitam tersebut terlonjak kaget begitu matanya menangkap sosok cewek cantik yang duduk di sofa ruang tamu utama," Sejak kapan Nenek bawa bidadari cantik ke sini ? gumam cowok itu
" Reygan, " batin Kejora bertanya-tanya jadi ini rumah Neneknya Reygan ?
Reygan sedikit menyunggingkan senyumnya. ia tak memedulikan Pakaiannya seadanya. Lantas langkah kakinya menghampiri Kejora, " sejak kapan di sini, " tanya Reygan
Reygan menoleh dengan sebal, " Ya kali Nek, Reygan nggak ngenalin Pacar Reygan sendiri Sakit Sayang, " Reygan mengusap Punggung kakinya lantaran diinjak oleh Kejora. Kejora mendelik tajam ke arah Kejora kemudian menatap wanita di sampingnya ini dengan tak enak hati
" ini Nak semuanya jadi dua ratus ribu lima Puluh ribu ? ini maaf ya duitnya ngepas, " Kata Nenek tak enak hati
Kejora menganggukkan kepalanya," Nggak apa-apa ibu, justru Kejora malah seneng kalo duitnya Pas,"
" Panggil saya Nenek aja, ya. Kamu temennya Reygan, kan ? Ya, udah nenek tinggal masuk dulu. Kalau kamu mau masih di sini nggak apa-apa. Hitung-hitung buat temenin Reygan soalnya ditinggal Pergi sama orangtuanya,"
Kejora hanya mengangguk Canggung sebagai jawaban setelah melihat Nenek memasuki kamarnya. Kejora beranjak dari duduknya hendak melenggang keluar, Tapi Reygan menahan tangannya hingga membuatnya kembali di tempat
__ADS_1
" Mau ke mana ? Sini aja dulu, temenin gue, Emangnya lo nggak Kangen gitu Ra, sama gue ? tanya Reygan sambil menatap dengan lekat wajah cantik di sampingnya
" Ngapain gue kangen sama lo ? kayak nggak ada kerjaan lain aja, " jawab Kejora
Reygan menyandarkan bahunya. Satu sudut bibirnya terangkat sebelah , " Lo mau gue jujur nggak, Ra ?
" jujur soal apa ?
Reygan menegakkan tubuhnya kembali dan mencondongkan wajahnya tepat di depan wajah Kejora. Jemari telunjuknya pun ia ketuk-ketukan di hidung Kejora membuat Kejora mengerjapkan matanya berkali-kali Di Posisi seperti ini. Kondisi Jantungnya berdebar kencang
" Gue waktu itu denger lo ngomong apa," Ucap Reygan
" M-maksud lo ? Tanya Kejora
" Lo suka sama Bara tapi Jatuh hatinya sama gue ? iya, kan ?
Kejora kaget mendengar tutur kata Reygan. Cewek memalingkan wajahnya malu. Percayalah rahasia yang Paling memalukan adalah rahasia perihal hati
Reygan menarik dagu Kejora untuk kembali menatapnya, " Kejora jadi Pacar gue mau ?
Saat itu juga Pasokan udara di bumi seolah habis. Kejora menghentikan napasnya sebentar. ia merutuki bibirnya Kenapa kemarin ia berbicara sebodoh itu ? ingin rasanya ia memutar waktu dan memendam Perasaannya sendiri.
Kejora kembali memalingkan wajahnya, " Rey gu-gue ... ".
" jangan jawab sekarang jawab besok Pas udah masuk sekolah Dan gue harap kata ," iya " yang keluar dari bibir lo," ucapnya diiringi senyum manis di bibir Reygan, " Sekarang lo Pulang aja, udah mau magrib Anak cewek nggak boleh Pulang magrib, Pamali,"
__ADS_1
Kejora tak bisa berkata-kata lagi. Cewek itu seperti orang bodoh yang baru mengenal cinta. Tanpa mengucapkan sepatah kata, Kejora mengambil tasnya dan melenggang keluar dari rumah Reygan. Melihat itu, Reygan menggelengkan kepalanya. ia menyandarkan tubuhnya dan mendongak menatap langit-langit rumahnya. ia tersenyum, tangannya terangkat menyentuh dadanya yang berdebar sangat kencang.
Reygan menggigit bibir bawahnya dengan gemas, " Gue gila karena lo Kejora, " ia mengembuskan napasnya dengan kasar, " Selamat, Ra Lo satu-satunya cewek yang berhasil masuk ke dalam hati gue,"