
...Cintaku sederhana Hanya ingin disisi Kejora Menjaga bulan purnamaku tanpa henti Melindungi bidadariku tanpa terganti Namun Takdir memaksa cinta ini menjadi kering Hanya sebagai hiasan dinding Karena dianggap tak Pantas bersanding”...
Kejora menggigil kedinginan di teras rumahnya. sedari tadi Dikta terus menginterogasinya dengan Pertanyaan karena Kejora baru Pulang Pada jam yang hampir memasuki waktu magrib
Kejora masih terlalu sulit untuk melepaskan Reygan. Kepingan-kepingan di bawah hujan tadi Pun masih teringat jelas. Kalimat yang begitu menyakitkan bagi Kejora Pun keluar dari bibir Reygan
" Pergi, Gue lepasin lo sekarang itu, kan yang lo mau ?
Ucapan itulah yang sedari tadi terngiang-ngiang di telinganya. ia ingin menangis Namun untuk apa ? semua itu atas dasar keinginannya sendiri
" jawab Abang. Ra. Lo dari mana aja jam segini baru Pulang ? itu juga, kenapa lo bisa basah kuyup kayak begini," Lo hujan-hujanan ? Kenapa lo nggak hubungin Abang Kejora, " Dikta menyembur Kejora dengan Pertanyaan
" Maaf Bang, Tadi gue mau hubungi lo tapi nggak berani karena ada Petir Gue Terpaksa Jalan kaki," jawab Kejora
" Lo habis nangis ?" Dikta mengamati mata Kejora yang memerah," Siapa yang buat lo nangis ? Reygan lagi ? Gue udah bilang sama lo selesaikan hubungan .... "
" Gue udah selesai sama Reygan. Jadi tolong Bang, jangan sebut-sebut nama dia lagi di depan gue," kata Kejora. Cewek itu hendak melangkahi Dikta. Namun, langkahnya terhenti lantaran Dikta menarik tangan Kejora. sejahat-jahatnya kakak kalau melihat adiknya terluka, sampe kapan Pun ia tak akan Pernah memafaatkan orang yang terlalu membuat adiknya menangis
" Berhenti berharap sama orang kalau nantinya dia bukan buat lo Ra, awalnya emang tenang lo ada hubungan sama Reygan Tapi buat waktu Reygan buat lo nangis gue nggak Pernah tenang Kejora," ujar Dikta
" Bang bisa nggak lo nggak usah salahin Reygan ? Di sini Kejora yang salah. Kenapa Kejora harus naruh hati sama orang yang jelas -jelas nggak Pernah serius ? seenggaknya Reygan udah ajarin gue, Bang buat Jangan terlalu dalam naruh hati Kalua nggak mau sakit hati kayak gini " jawab Kejora dengan suara yang sedikit serak
Dikta mengusap sayang Pucuk Kepala Kejora," Abang nggak salahin siapapun di sini, Abang cuma nggak rela aja kalau adik Kesayangan Abang ini di sakiti cowok. jangan Pernah nangis lagi ya Sekali lagi air mata lo keluar, Abang ngerasa jadi kakak yang nggak berguna dan gagal jaga Perempuan satu-satunya yang Abang Punya setelah sepeninggalan ibu,"
" Bang, " Panggil Kejora
" HM,"
" Walaupun gue udah selesai sama Reygan gue masih boleh kan naruh hati ke dia,"
...•••••...
Suasana koridor sekolah terlihat sangat ramai Namun, tak ada satu Pun dari mereka yang membuka suara. Kedatangan Kejora yang baru menginjakkan kakinya, membuat mereka bungkam. Bisikan-bisikan buruk yang mereka keluarkan terdengar di telinga Kejora. Kejora membalikkan badannya dan melihat Bungan yang berjalan dengan kepala menunduk. Kejora menghalangi langkah Bungan saat cewek itu hendak melewatinya
" Gue udah selesai sama Reygan. Gue harap lo nggak usah usik gue lagi jangan ganggu gue lagi dan .... " Kejora memalingkan wajahnya," Gue nggak mau lo jadi temen gue,"
Bungan mendongak kaget saat Kejora berkata seperti itu, " Kenapa Kejora,"
" Lo masih nanya, Kenapa ? Gue nggak mau sakit hati gara-gara deket sama orang yang berhasil rebut orang yang gue sayang. Nggak mungkin gue bisa temenan sama lo lagi Bungan, sedangkan lo, Udah merusak hubungan gue," jawab Kejora," Gue udah mau lupain Reygan dengan cara lo jangan munculin wajah di depan gue itu yang gue mau," ucap Kejora
" Semoga Penyakit lo cepat sembuh semoga juga Reygan berhasil bangunin sisi semangat dan lo buat berjuang lagi, Gue nggak benci sama lo Bungan, gue cuma sakit hati sama orang yang gue anggap baik ternyata masuk gue dari belakang," tutur Kejora dengan air mata yang bergenang di Pelupuk matanya
Bungan meremas kuat tali tasnya ia ingin mengungkapkan semuanya tapi bibirnya terkunci rapat untuk berbicara
" Aku janji Kejora Nanti aku bakal Pergi dari hidup Kalian Maaf gara-gara hubungan kalian rusak,"
Kejora mengangguk," Lo nggak usah Pergi ke mana-mana. Semoga cepat sembuh," ucapnya diiringi Senyuman tipis, kemudian Kejora berjalan menuju kelasnya. suasana kelas menjadi hening saat kedatangannya. ia melirik Reygan sekilas yang menelungkupkan kepalanya sebelum akhirnya ia duduki di bangkunya
" Reygan, lo sakit ? Mending kalau lo sakit Ke UKS aja atau Pulang aja biar dianterin sama Miko atau Ardian," tanya Aldo mendekati Reygan
" Gue nggak sakit Siapa yang bilang gue sakit ? kalau gue sakit gue nggak bakal sampe sini, " sarkas Reygan jutek
Miko menepuk-nepuk bahu Reygan dengan Pelan " Lo emang nggak sakit fisik Reygan. Tapi hati lo sekarang lagi nggak baik-baik aja. Lo sakit hati, kan Reygan," tebaknya
Reygan mendongak Tanpa minat. Munafik jika ia bilang tidak apa-apa. saat ini Reygan sedang tidak baik-baik saja. Di dalam Pikirannya Selalu nama Kejora yang muncul. Reygan menoleh menatap Kejora. ia tersenyum saat Kejora balik menatapnya Namun, tak lama dari itu, Kejora memalingkan wajahnya membuat senyum Reygan memudar
Reygan menuliskan sesuatu Pada secarik kertas, ia meremasnya lalu melemparkannya tepat di meja Kejora. Kejora menoleh ke arah Reygan kemudian ia membuka kertas tersebut
...Udah sarapan ? jangan lupa sarapan ya kesehatan lo lebih Penting dari apapun, Lo kemarin hujan-hujanan gue takut lo sakit. Di laci ada bekal Jangan lupa di makan...
__ADS_1
Kejora melipat kertas tersebut, lalu memasukkannya ke dalam saku seragam. ia mengambil kotak bekal dari dalam lacinya
" Buat lo aja Ana, Gue udah kenyang Karena gue udah makan ati," Kejora menyerahkan satu kotak bekal itu ke Ana yang sedang asyik bercermin
Ana refleks menoleh kaget, " I-itu kan dari Reygan buat lo jangan ..... "
" Gue nggak suka nasi goreng Buat lo aja,"
Reygan menoleh saat telinganya mendengar ucapan Kejora itu. ia mengusap wajahnya dengan sangat gusar," Harus Pake cara apalagi gue berjuang, Kejora," gumam Reygan sembari menatap Kejora yang kini fokus membaca buku
...•••••...
Marissa, Alea, Cleo dan Bunga berdiri di atas rooftop lantas dua, Bungan memundurkan langkahnya saat Marissa mendorong bahunya
" K-kalian mau apa ?" tanya Bungan waspada
" Enak banget ya hidup lo bisa deket sama Reygan " Marissa menaikkan sebelah alisnya, " Pinter banget cara lo rusak hubungan mereka, nggak sia-sia gue manfaatin lo, " kekehnya
Cleo tertawa Pelan mendengar tutur kata Marissa, " Dia bego, makanya Polos banget buat kita suruh-suruh,"
" Bukan bego sih, tapi kelewat bego banget " sahut Alea
Bungan meremas roknya. ia ingin melawan Marissa. Namun ia sadar ia, sangat lemah Kalau dia samping Marissa dan kedua temannya. Bungan ibaratkan Pohon tanpa akar, tidak akan Pernah bisa berdiri dengan kuat
" Aku nyesel udah lakuin ini semua buat Kalian ! Kenapa kalian jahat banget Dengan cara kalian kayak gini Kalian Pikir kalian hebat ? Nggak ! Nggak sama sekali Kalau semua tau dalang dari semuanya itu Kalian, mereka nggak bakal Sudi natap wajah Kalian walau Cuma sedetik," ujar Bungan lantang dengan suara yang sedikit bergetar
Marissa mengepalkan tangannya refleks ia menarik rambut Bungan dengan kuat
" Bilang apa lo Barusan ke gue ?
" M-Marisssa sakit .... " rintih Bungan
" Lo Sekarang udah berani banget bentak gue hah ? Lo nggak mikir Kalau lo sekali salah ngomong, nyawa lo yang bakal jadi taruhannya Ngerti ? bentak Marissa. " Lo nggak tau siapa gue ? Lo nggak Inget siapa yang udah bantuin lo selama ini ? kalau bukan karena gue bantuin lo udah Mungkin lo itu udah mati Bungan sekarang, " Marissa menguatkan tarikannya Pada rambut Bungan, membuat cewek itu meringis ngilu
Marissa menatap Bungan dengan Penuh kebencian. ia mencengkram kerah baju Bungan. lalu mendorong tubuh Bungan hingga ke batas dinding. Tiba-tiba seorang cewek datang dan memegang tubuh Bungan melindunginya,
" Lo apa-apaan sih Marissa, " bentaknya
Marissa sedikit terkejut akan kedatangan Kejora. Namun ia berusaha untuk tetap tenang seolah kehadiran Kejora tak ada di sini " Lo ngomong gitu sama aja lo mau mati di tangan gue Bungan ! Dan lo ...." ucap Marissa menggantung, " Nggak usah ikut Campur sama urusan gue dan Bungan"
Bungan memejamkan matanya dengan rapat saat ujung sepatunya keluar dari Pembatas dinding. Kejora buru-buru menahan badan Bunga
" Dorong ! Dorong aku Marissa ke bawah Lebih baik aku mati daripada jadi orang yang kamu suruh-suruh buat rusak kehidupan orang lain Marissa," teriak Bungan
Tak bisa meredam emosinya, Marissa refleks mendorong kencang tubuh Marissa namun, Kejora menahan tubuhnya agar tetap seimbang Satu langkah lagi. Kejora dan Bungan bisa terjatuh apalagi Pembatas lantai dua hanya sebatas betis
" Gue benci sama lo Kenapa lo rebut semua dari gue ? Lo nggak seharusnya ada di sini Kejora ! Gue benci sama lo, Kejora" amuk Marissa sambil mendorong tubuh Kejora yang sedari tadi mengganggunya
Kejora menjauhkan Bungan darinya ia maju dan berhadapan dengan Marissa
" Harusnya lo tuh ngaca ! Lo yang rebut semuanya dari gue, Marissa, " teriak Kejora," Sadar, lo,"
Tanpa Pikir Panjang ditambah amarah yang meluap-luap, tangan Marissa terangkat mendorong Kejora. Di sisi lain seseorang yang melihat Kejora naik ke atas lantai dua, menarik tangan Kejora untuk menyelamatkannya, Namun kakinya tak sengaja terpeleset di antara Pembatas dinding. semua yang tak sengaja menyaksikan dari bawah Pun berteriak histeris kencang saat tubuh seseorang terjatuh dari lantai dua, menghantam mobil yang sedang terparkir sebelum tubuhnya Jatuh ke atas aspal yang keras
Semua orang yang menyaksikan refleks berlari, mengerumuni orang tersebut yang sudah terkapar dengan darah mengalir deras di kepalanya
" PMR ! BURUAN WOI,"
Kejora mencoba bangun dari tersungkurnya. ia mengusap dahinya yang sedikit Berdarah. ia tak tahu siapa yang menariknya hingga terpental membentur lantai. Tanpa memerdulikan lukanya, Kejora berlari ke ujung Pembatas kepalanya melongok melihat kondisi di bawah yang banyak dikerumuni oleh siswa-siswi Dengan kaki yang gemetar Kejora menuruni anak tangga satu Persatu anak tangga jantungnya berdebar sangat kencang
__ADS_1
Kejora mematung di tempat saat manik matanya menangkap siapa sosok yang terkapar lemah tak jauh darinya ini. Bulir air matanya terjun bebas
" REYGAN, " teriak Kejora. ia berlari bersamaan dengan keluarnya beberapa siswa-siswi dan Para guru. Kejora mendorong bahu-membahu orang yang menghalanginya Cewek itu terduduk dengan lemas di samping Reygan
Kejora mengangkat kepala Reygan mengusap dahi serta Pelipis Reygan yang mengeluarkan darah sangat yang banyak sekali" R-Reygan .... lo masih denger gue, kan ? Buka mata lo Reygan Please, Please buka mata Lo Reygan !, " Kejora mengguncang tubuh Reygan bersamaan bulir air matanya yang turun menetes Pipi ia meringis melihat darah Reygan yang bercucuran sangat banyak
Dengan sangat berat, Reygan membuka matanya saat mendengar sayup-sayup suara
" CEPET PANGGIL PMR DAN HUBUNGI AMBULANS, WOI, " teriak salah satu siswa
Reygan mengangkat tangannya yang Penuh darah, " K-Kejora, " ia menyentuh Pipi Kejora suaranya terdengar begitu Pelan
Kejora mengangguk dengan cepat saat Reygan memanggilnya " iya Reygan ini aku Kejora,"
Reygan tersenyum menahan Perih sakit di sekujur tubuhnya, " L- Lo nggak a-apa-apa kan Kejora ? tanya Reygan Jemarinya mengusap dahi Kejora yang mengeluarkan sedikit darah," S-Sakit Kejora,"
Kejora terisak saat Reygan lebih memerdulikannya daripada dirinya sendiri Posisinya lebih sangat menderita saat ini
" Reygan .... " ucap Kejora dengan lirih, " Jangan Pergi,"
Reygan mengangguk. ia mengusap air mata Kejora, " G- gue tetap d-di hati sini ja-jangan nangis gu-gue nggak apa-apa,"
Suara derap langkah cepat menghampiri Reygan, " REYGAN," teriak Miko dan Ardian bersamaan. Dua cowok itu berjongkok di samping Reygan
Miko mendongak. " ini kenapa bisa begini,"
" Dia jatuh dari lantai dua, " jelas salah siswa ia menjadi salah satu saksi yang melihat kejadian yang berlangsung begitu sangat cepat tersebut
Miko mengusap wajahnya. ia kembali menatap Reygan. Cowok itu melepas seragam Putihnya dan menyisakan kaus hitam saja. Cowok itu menempelkan seragamnya Pada dahi Reygan yang dibanjiri darah segar. ia tak bisa mengeluarkan sepatah katapun saat melihat sahabatnya seperti ini
" Reygan lo ... " ucapan Ardian terpotong lantaran Reygan mengeluarkan suaranya lagi
" Gu-gue t-titip Kejora ka-kalian," ucap Reygan tersenggal
Kejora menggeleng cepat. Lidahnya begitu kelu untuk sekadar mengeluarkan sepatah kata. ia tak memedulikan roknya yang dibanjiri dengan darah. jemarinya mengenggam kuat telapak tangan Reygan yang lemas
" Lo jangan ngomong sembarang anjing," sentak Ardian tak terima
Reygan memejamkan matanya sejenak. ia sudah tak tahan menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya. Terutama bagian kepalanya yang banyak mengeluarkan darah. Hal itu membuat beberapa orang yang ada sana berteriak histeris melihat kondisi Reygan mulai memejamkan matanya dengan Perlahan
" Reygan jangan tutup mata lo, Bangun Reygan, " Kejora menggoyangkan bahu Reygan. ia menyugar rambut Reygan kepala cowok itu begitu lemah bersandar di atas Pahanya Dengan sekuat tenaga Reygan mencoba membuka matanya lagi
" Gu-gue minta maaf gue gagal ja-jagain lo, ja-jagain diri b-baik-baik Gu-gue Pergi s-sebentar aja," Kata Reygan Pada Kejora yang terus menangis
" Kejora Kesayangan Reygan gue minta jangan tangisin Gu-gue nggak s-suka liat l- Lo nangis," Reygan mengusap air mata Kejora
" Gue mohon Reygan jangan Pergi Lo harus kuat," lirih Kejora sambil terisak Pilu
Reygan mengangguk, " Gu-gue nggak b-bakal Pergi Kejora, " ujarnya sangat lemah, " Gu-gue s-sayang s-sama lo Kejora, " Terakhir, Reygan memejamkan mata dengan Perlahan. Pandangannya menggelap saat itu juga semuanya menghilang. Mata cowok itu terpejam dengan tenang
" REYGAN BANGUN ! GUE NGGAK MAU KEHILANGAN LO GUE TAHU LO DENGER SUARA GUE !" Kejora memeluk tubuh Reygan dengan erat Tangisnya Pecah juga. Cewek itu menjerit sangat kencang, " LO DENGER GUE, KAN ? IYA, KAN ? BANGUN REYGAN, " Kejora menggoyangkan bahu Reygan
Melihat itu, Miko menutup wajahnya dengan sebelah telapak tangannya. Bahu Cowok itu bergetar hebat
" Reygan, buka mata lo. Lo sayang sama gue, kan ? Liat, liat gue, Reygan," teriak Kejora dengan histeris," Lo larang gue buat nggak nangisin lo Tapi kenapa lo buat gue nangis sekarang ? Bangun, Reygan Bangun Reygan," Kejora memeluk tubuh Reygan dengan lemas
siswa-siswi yang menyaksikan, ikut menangis tersedu-sedu melihat Reygan memejamkan matanya di atas Pangkuan Reygan
__ADS_1
Dari kejauhan, Bungan menatap Kejora yang menangis tersedu-sedu Cewek itu juga turut menangis, ingin sekali ia ikut memeluk tubuh Kejora di sana, Tapi ia tidak berani mendekat ke arah Kejora yang dikerumuni oleh siswa-siswi dan Para guru
Bungan menunduk mengusap air matanya, " Maaf aku Kejora gara-gara aku nyawa Reygan yang menjadi taruhannya. Andaikan kamu nggak datang Kejora, mungkin aku di Posisi Reygan Sekarang,"