KEJORA UNTUK REYGAN

KEJORA UNTUK REYGAN
BAB 44 Kalung


__ADS_3

Malam itu, Kejora duduk seorang diri di salah satu kursi di taman yang terakhir kali ia kunjungi bersama Reygan. Tempat di mana Reygan mengucapkan kalimat manis yang membuat Kejora meneteskan air matanya lolos begitu saja. Mengingat ucapan-ucapan Reygan waktu itu membuat hati Kejora berdesir ngilu untuk kesekian kalinya


" Kejora, mau nggak aku seriusin,"


" Aku mau serius sama kamu, serius sama satu orang, serius dengan satu hati dan serius dengan satu tujuan. Yaitu kamu,"


" Tapi dengan satu syarat. Syaratnya jangan Pernah tinggalin aku bisa ?


" Aku sayang kamu. Kalau kamu Pergi, nanti jangan lupa untuk kembali. Kembali untuk di sini, jangan lupa ada aku yang selalu siap nungguin kamu selama apapun kamu Pergi,"


Kejora mengembuskan napasnya dengan kasar. ia menunduk menahan Perih di ulu hatinya. Manik matanya menatap kalung dengan liontin kunci yang ada di tangannya. " Aku yang nungguin kamu kembali Aku Selalu di sini, berharap kamu ingat aku lagi, dan kita ulangi semuanya dari awal lagi Reygan " lirihnya," Kamu tau Reygan Setiap malam aku selalu datang ke sini, setiap sore aku selalu ke gubuk itu. Nungguin kamu temui aku. Tapi ..." Kejora terkekeh dengan Pelan," Mau sampe berganti hari pun, kamu nggak bakal temui aku,"


Kejora mendongak mengusap air matanya," Kalau semua ini hukuman dari kamu aku mohon, cukup sampe sini aja Reygan, " ucapnya dengan suara yang sedikit serak. Dadanya terasa sangat sesak sehingga sulit berbicara, " S-Sakit Tolong jangan hukum dengan hukuman kayak gini,"


Gemerlap bintang yang begitu indah. tak menggambarkan suasana hati Kejora sedikit Pun. Berbanding terbalik dengan Kejora. Cewek itu merasakan kegelapan di hidupnya setelah tidak ada Reygan di sampingnya, " Kalau kamu kembali nanti, apa kita masih bisa remedial dari hubungan kita yang sempat gagal," ucapnya bertanya-tanya


Kejora memejamkan matanya sejenak, mencoba melupakan kenangan-kenangan yang selalu melintas di kepalanya. Cukup lama ia memejamkan matanya. Ketika kembali membuka mata, Pemandangan taman tergantikan oleh tubuh tegap yang berdiri di di hadapannya Tangan Kejora terangkat mengusap-usap matanya. Namun tubuh tegap itu tak hilang di hadapannya


Manik mata cewek itu menatap tangan yang terulur memberikan sebuah sapu tangan Putih untuknya. Kejora mendongak ia tertegun untuk sesaat begitu melihat siapa yang ada di hadapannya. Cowok itu menggoyangkan tangannya, Pertanda menyuruh Kejora mengambil sapu tangan itu, Dengan cepat, Kejora mengambil dan mengusap air matanya


" K-kamu ngapain di sini ? tanya Kejora sedikit memalingkan wajah


" Gue yang harus tanya sama lo. Lo ngapain malem-malem masih di sini Nggak takut orangtua lo nyariin lo," tanya Reygan


Kejora menggeleng dengan sedikit menyunggingkan senyum tulusnya. ia tidak tahu kenapa Reygan bisa berada di sini," Nggak. Aku udah izin sama Ayah tadi, " ucapnya sedikit canggung," Kamu kenapa bisa sampai di sini,"


Reygan melirik Kejora sekilas, ia lalu mendudukkan dirinya di samping Kejora


" Nggak Sengaja lewat di sini Lo kenapa ?" tanya Reygan tanpa menatap Kejora


Kejora menggeleng," Nggak apa-apa Aku Cuma butuh ruang sendiri aja,"


" Sendiri, " Kejora mengangguk, " Sorry kalau gue ganggu lo kalau gitu gue Pergi .... "

__ADS_1


Kejora menahan tangan Reygan sehingga Pergerakan cowok itu terhenti Reygan menatap tangan Kejora yang memegang tangannya Dengan Pelan Reygan melepaskan tangan Kejora. Meskipun sakit, Kejora mencoba untuk tersenyum. Mungkin hari ini,ia harus terbiasa dengan sikap Reygan yang selalu menolaknya


" Nggak, kamu nggak ganggu sama sekali. Justru aku seneng kamu ada di sini jangan Pergi. Di sini aja temenin aku,"


" Penting," tanya Reygan


Kejora mengangguk, " iya, jangan Pulang ya sebelum aku yang Pulang duluan,"


Reygan tak menjawab. ia terus menatap wajah Kejora. Cewek itu memalingkan wajahnya, tidak kuat menatap Reygan. semua masih terasa sangat menyakitkan. Reygan bukan seperti sosok yang ia kenal Cowok itu seperti baru


Merasa di Perhatikan oleh Reygan Kejora menoleh " K-kenapa liatin aku kayak gini,"


Reygan menggeleng Pelan. Matanya begitu intens menyorot teduh mata sendu Kejora. Dengan ragu, tangan Reygan terangkat mengusap Pipi Kejora yang sedikit basah. Cewek itu tersentak akan Perlakuan Reygan, Detak jantungnya berdebar sangat kencang. Kejora memejamkan matanya, menikmati usapan tangan Reygan yang sudah lama tak ia rasakan


lalu Reygan menyelipkan anak rambut Kejora " Jangan nangis Tangisan lo buat gue Inget sama seseorang Tapi gue, nggak tau siapa dia,"


Kejora menahan kelu di ulu hatinya. ia ingin memeluk Reygan, tapi Pelukan itu rasanya seperti hampa jika tidak ada sosok asli didalamnya


Orang itu aku, Reygan batin Kejora


Kejora membuka matanya


" K-kenapa,"


" Lo kenapa nangis, hm,"


Kejora menggeleng sebagai jawaban. ia tidak mungkin menjawab dengan jujur Pertanyaan Reygan. Mau sepanjang apapun Kejora bercerita Reygan tidak mengerti dan tidak mengingat semuanya


" Nggak apa-apa kok Kamu nggak Perlu tau, " ucapnya


" Pasti ini gara-gara Cowok, kan, " tebaknya," Lo itu Cantik Kejora Pasti banyak Cowok yang suka sama suka sama lo, Cowok itu nggak Cuma satu. Lo kenapa tangisin Cowok yang jelas-jelas udah nggak Peduliin lo lagi,"


Kejora tertawa Pelan meskipun sorat matanya memancarkan kesedihan ia merasa lucu dengan ucapan Reygan. Ucapannya yang terlontar seolah-olah menyindir dirinya sendiri

__ADS_1


" Emangnya kamu ikhlas kalau aku Cari yang baru," tanya Kejora dengan alis yang terangkat sebelah


" Maksudnya,"


" Lupain aja yang tadi Reygan " Kejora melirik Ponselnya yang menyala jam sudah menunjukkan Pukul sepuluh malam " ini Udah malam, aku Pulang duluan Kamu jangan malam-malam Pulangnya, biar cepet sembuh,"


" Sembuh ? Gue nggak sakit,"


Kejora tersenyum dan berdiri dari duduknya. Reygan yang melihat itu pun ikut berdiri. Kejora menatap Reygan intens. Jemari telunjuknya bergerak menyentuh Pelipis melihat, kemudian turun menyentuh dada Reygan," ingatan dan hati kamu lagi nggak baik-baik aja Selamat malam Reygan aku Pulang sampe ketemu lagi besok," Setelah mengatakan itu. Kejora melenggang Pergi meninggalkan Reygan seorang diri. Cowok dengan setelan jaket dan celana jeans itu masih menatap kepergian Kejora hingga Punggung cewek itu hilang dari Pandangannya


" Lo kayak nggak asing buat gue Lo sebenernya siapa ? Dan gue .... " Reygan menyentuh Pelipis yang disentuh Kejora tadi, Kemudian menyentuh dadanya, " ada apa dengan gue, " Reygan tak Pergi. Cowok itu kembali mendudukkan dirinya di kursi. Menatap gemerlap bintang yang bersinar


" Emang kamu ikhlas kalau aku cari yang baru,"


Reygan menggelengkan kepalanya Kenapa ucapan Kejora terngiang-ngiang di kepalanya ?


" Gue nggak tau yang lo Omongin itu apa, Tapi gue nggak suka lo ngomong begitu," ucapnya. ia menatap sekitar taman yang tak asing baginya. Entahlah niatnya hanya lewat saja, Namun entah mengapa langkah kakinya tertarik untuk belok ke taman ini


Cowok itu mengambil Ponselnya lantaran dering notifikasi berbunyi. Terutama nama Kejora yang muncul di sana


...KEJORA...


...Kamu masih di sana ? Masih ada bulan dan bintang Mereka belum hilang...


Membaca Pesan yang dikirimkan Kejora, refleks cowok itu mendongak menatap bulan dan bintang di atas sana. ia kembali menunduk notifikasinya kembali untuk berbunyi


...KEJORA...


...Kalau ada bilang sama Bulan dan bintang tolong jagain orang yang aku sayang dan Tolong jaga orang lagi duduk sendiri di bawah sinarnya...


Reygan sedikit memutar tubuhnya, mencari keberadaan orang yang dimaksud Kejora, Namun sepertinya hanya ada ia sendiri saja di sini Taman nampak sepi, hanya ada lampu-lampu taman yang menghiasi gelapnya malam ini


Melihat Jam tangannya yang menunjukkan Pukul setengah sebelas Cowok itu segera beranjak dari duduknya Tadi, ia Pergi tanpa berpamitan ia hanya takut Orang-orang di rumah mencarinya. Namun ekor matanya tak sengaja menangkap benda yang tergeletak di atas kursi. Cowok itu mengambilnya

__ADS_1


" Kalung,"


...••••...


__ADS_2