KEJORA UNTUK REYGAN

KEJORA UNTUK REYGAN
BAB 48 Memilih menyerah


__ADS_3

...“Maaf, bukannya kau Terlalu mudah menyerah Aku hanya mulai Dipermainkan oleh Cinta...


Kejora menghela napasnya berat. ia keluar dari dalam ruang guru dan menutup Pintu Cewek itu menatap sekitar yang nampak sorakan bahagia kelulusan terdengar di telinga sorot binar kemenangan memancar di mata mereka. Namun Kejora nampak biasa saja seolah tak merasakan bahagia


Kejora menatap lipatan kertas di tangannya. saat matanya menatap gerombolan cowok yang duduk di depan kelas 12 IPS 3, Kejora memasukkan kertas tersebut ke dalam tas. Kemudian langkahnya menghampiri mereka. Kejora tersenyum saat melihat Reygan


" Gimana sama nilai kamu ? Baik semuanya kan," tanyanya


Reygan hanya mengangguk sebagai jawaban. Meskipun Kejora masih merasa sakit hati sikap Reygan tadi, Tapi Kejora mencoba untuk tak menjauhi Reygan dan terlihat baik-baik saja


" Lo dari mana, " tanya Reygan


" Dari ruang guru. Tadi mau nggak ikut Pengumuman di kelas karena ada Panggilan dari guru," jawabnya


" kemarin aja sok ngusir, tadi sok mau Pergi, Giliran dia hilang sejam aja dicariin. Dasar buaya darat ! sindir Miko melirik Reygan


Reygan menoleh, " siapa yang lo maksud ?


Miko gelagapan, " H-hah ? Oh,nggak Yang gue maksud sih Ardian, nih Ardian Reygan ," Miko menarik tubuh Ardian untuk maju ke depan, " Sok banget ngusir-ngusir giliran ..."


" Bacot, " Potong Ardian


Miko menyikut perut Ardian. ia Kesal lantaran Ardian tidak Pernah mau diajak bercanda. Apa-apa selalu dibawa serius. Diajak kerja sama pun ia tidak pernah mau. Kadang Miko ingin mengeluarkan Ardian dari dunia Pertemanannya


Kejora tertawa Pelan melihat tingkah laku Miko, " Gimana sama anak-anak kelas kita yang lain ? Lulus semua 100% kan, " tanya Kejora


" iya Kejora. satu kelas kita lulus semua. Lo tau, Kejora Reygan dapet Peringkat dua ! Miko bertepuk tangan," ini mukjizat Yang maha kuasa Reygan dapet Peringkat kedua Biasanya kan selalu Peringkat terakhir,"


" jangan gitu," tegur Ardian


Kejora langsung tersenyum ke arah Reygan, " Selamat ya Reygan kamu hebat banget dapet Peringkat dua,"


Reygan hanya mengangguk


" Lo gini aja, Reygan, " Miko menepuk Pundak Reygan, " Amnesia lo membawa keberuntungan Besok lagi mau gue jedotin ke lantai nggak Reygan, ? siapa tau lo langsung jadi insinyur," ujarnya


" Mulut lo Jaga omongan lo, jangan buat Reygan mikir setelah ini," kata Ardian menegur. ia hanya tak ingin Reygan berusaha mengingat apa yang terjadi pada dirinya dan berujung melukai Pikirannya," jangan dipikirin omongan Miko cuma bercanda,"


" Bacot lo, Pisang," ejek Miko


Cewek yang sedari tadi berdiri di hadapan Reygan pun meraih tangan Reygan dan mengenggam telapak tangan Reygan itu. ia tersenyum senang saat Reygan tak menolaknya


" Ayo ke kantin sekali aja kamu mau ya ? Aku janji ini yang terakhir,"

__ADS_1


" Terakhir ? Emangnya Lo mau ke mana Kejora," tanya Ardian, merasa tidak enak dengan ucapan Kejora


Kejora menoleh, " Nggak ke mana-mana kan kita udah lulus. Mungkin kita masuk sekolah cuma dua mingguan setelah itu kita rayain kelulusan dan mungkin udah nggak bisa ketemu lagi," ucapnya, Kejora kembali menatap tangan Reygan dan tangannya yang saling bertautan," Ayo ke Kantin, kali ini yang terakhir mau,"


" Gue bisa beli sendiri," ucap Reygan


" Ya udah, oke. Tapi mau ya ke kantin bareng aku," tanya Kejora


" Reygan,"


Panggilan itu membuat Reygan mendongak, spontan ia melepaskan tautan tangannya. sebentar ia menatap Kejora kemudian menatap cewek yang memanggilnya


" Ada apa,"


" Lo di Panggil sama Bu Maya buat Suruh tata rapor sama gue ... "


" Alasan, " Potong Miko, " Ngomong aja biar bisa deket sama Reygan," tebaknya


Marissa menggeleng ia tak ada keinginan untuk mendekati Reygan ini murni suruhan Bu Maya, kebetulan juga tadi Marissa ada di ruang guru


" Nggak Miko, ini gue beneran, Bu Maya suruh gue Panggil Reygan buat bantuin gue di sana,"


" Ayo, " ucap Reygan melerai, ia berjalan mendahului Marissa. Kejora yang melihat itu pun mengejarnya, cewek itu menghadang Jalan Reygan


" Kamu bisa, kan suruh Miko ? Bilang aja kamu nggak bisa sekali aja kamu turuti Permintaan aku. setelah ini aku nggak bakal minta kamu aneh-aneh ke kamu, Nggak maksa buat kamu ingat aku siapa lagi dan ..."


" Reygan, " sentak Marissa refleks mendengar ucapan Reygan, " M-maaf Kalau lo ada janji sama Kejora, nggak apa-apa Masih ada Miko sama Ardian Nanti biar gue bilang sama Bu Maya kalau lo nggak bisa," Ujar Marissa


" Yang disuruh siapa Gue atau mereka bertiga ? tanya Reygan Pada Marissa diam tak menjawab, " Gue kan ? Berarti gue yang harus Penuhi Permintaan beliau," ucap Reygan, " Ayo. Dia nggak Penting Dia yang bikin janji bukan gue. Dia yang maksa dan gue nggak jawab iya, " Kata Reygan kemudian, Cowok itu menarik Pergelangan tangan Marissa. Lantas Marissa terkejut atas perlakuan Reygan. ia menoleh ke belakang menatap Kejora dengan sorot Permintaan maaf sekaligus menjelaskan ini bukan keinginannya


Kejora menatap tangan Reygan yang menarik tangan Marissa. Cewek itu terdiam di tempat menatap dua Punggung itu yang kian menjauh dari Pandangannya


" Kejora," Panggil Ardian


Kejora membalikkan badannya," Kenapa Ardian,"


" Kalau gue suruh lo berhenti, mau," tanya Ardian


" M-maksud lo ? Kejora menatap Ardian tak mengerti


Ardian menghela napasnya berat. ia mendekati Kejora," Nyerah aja kalau lo nggak kuat," setelah itu, Ardian melenggang Pergi


...••••...

__ADS_1


Kejora duduk seorang diri di kursi depan kelasnya. Cewek itu mengayun-ayunkan kakinya dengan bosan. ia melirik Parkiran yang nampak ramai. tiba-tiba saja Kejora teringat sesuatu, ia mengambil lipatan kertas dari dalam tas. Cewek itu terdiam cukup lama saat membaca surat tersebut


Kejora mendongak dan memejamkan matanya, " Bertahan menahan luka atau Pergi dengan lega ? Tetap di sini dengan luka atau di sana dengan luka masih tetap ada ? ia mengembuskan napas kasar Cewek itu berada di antara Pilihan yang sangat sulit


Bibirnya tersenyum Pilu saat mengingat sikap Reygan seharian ini Cowok itu lebih memilih Marissa daripada dirinya. ia tahu tadi bukan keinginan Marissa, tapi apa harus Reygan bersikap seperti itu ?


" Wajar kamu kayak gitu, Reygan keadaan kamu yang buat semuanya berubah seratus Persen, " Kejora tersenyum tipis," itu bukan kamu. Bukan Reygan yang aku kenal," Kejora menunduk dan meremas ujung kertas yang berisi kertas yang berisi tulisannya untuk Reygan, " Tapi kalau aku sakit hati, kecewa lelah dan nyerah. Apa itu wajar ? sebelumnya aku berharap tentang hari kelulusan. Tentang hari ini, aku berharap kamu ingat semuanya Dan kalau kamu belum Sepenuhnya pulih, seenggaknya terima aku di samping kamu walaupun kamu nggak ingat siapa aku," ucapnya


melihat jam tangan yang menunjukkan Pukul setengah empat sore, Kejora segera bangkit dari duduknya. ia hendak melangkah pergi, tapi Kakinya kembali diam di tempat saat matanya melihat seorang cowok yang berjalan ke arahnya. Kejora diam menatap cowok itu. Tak ada binar bahagia dan senyum tulus yang ia tunjukkan lagi. Hatinya begitu sakit untuk sekadar menujukkan kepalsuannya


Cewek itu memalingkan Pandangannya saat Reygan berdiri di hadapannya


" Ada apa, " tanya Kejora


" Rapor lo," Reygan menyodorkan sebuah rapor ke arah Kejora," Cuma lo yang belum ambil di ruang guru," Kejora menoleh, Cewek itu menerimanya. Tak ada ucapkan terima kasih yang keluar dari bibirnya Reygan menatap wajah Kejora," Selamat hari kelulusan Kejora Gue duluan," Pamitnya


Dengan cepat, saat Reygan hendak melangkah Pergi. Cewek itu menarik lengan Reygan membuat tubuh Cowok itu kembali menghadapnya


" Kenapa, " tanya Reygan


Kejora menunduk memejamkan matanya. Air mata yang ia bendung sedari tadi tak bisa ditahan. Bulir air matanya Jatuh menetes ujung sepatunya. Cewek itu mendongak menatap Reygan " Boleh luangin waktu kamu sepuluh menit aja buat aku ? aku cuma mau bicara sebentar. Dan selama aku bicara nanti Tolong jangan Potong dengan Pertanyaan aku siapa dan ada apa dengan kita. Karena aku mau sepanjang apa pun aku jelasin kamu nggak bakal kembali lagi, kan," Kejora terkekeh Pelan," Bisa ?


samar-samar Reygan mengangguk, membuat Kejora tersenyum tipis sebelum cewek itu berbicara. ia mengembuskan napasnya dengan Perlahan guna mengurangi rasa Perih di ulu hatinya


" Selamat atas kelulusannya, Selamat juga kamu dapet jilat yang terbaik aku nggak nyangka Reygan yang aku kenal sebagai biang onar dan buat orang emosi, ternyata bisa banggain orang sekitar kamu Terutama orangtua kamu, " ucap Kejora diakhiri Kekehan kecilnya," Kamu masih ingat sama ucapan aku di telepon Waktu itu Aku Pernah bilang kalau aku bakal tungguin kamu di hari kelulusan Ya, sekarang ini," Kejora tersenyum


" Aku berharapnya hari ini kamu inget sedikit demi sedikit tentang semuanya, Keluarga, temen kamu, dan aku Juga Reygan ... " Kejora tertawa Pelan menertawakan harapannya yang tak kunjung dikabulkan Cewek itu menatap mata Reygan dengan teduh," Penolakan, Usiran, selalu dapet dari kamu sejak hari kemarin dan hari ini,"


"Rasanya semuanya Cepet banget ya Padahal baru aja kemarin kita berantem, baru aja kemarin kita jalani hubungan indah dan sekarang udah kayak orang nggak saling kenal," ujarnya dengan suara sedikit bergetar," Aku kangen kamu dan aku Pengen selalu di samping kamu. Apa itu nggak boleh ? Aku tau keadaan kamu lagi kayak gini, tapi bisa biarin aku di samping kamu,"


Reygan menatap Kejora dalam. seperti ada getaran hebat Pada hatinya. ia bisa merasakan lewat tatapan mata Kejora kalau cewek itu tengah merasakan sakit hati yang sangat luar biasa. Namun bibir Reygan seolah terkunci rapat, membuatnya tidak bisa mengucapkan apapun.


" Reygan, " Panggil Kejora," Boleh aku ngeluh sekali aja, ? Boleh aku bilang kalau aku capek dengan semuanya Kalau boleh izinin aku sebentar aja istirahat di samping kamu, izinin aku untuk bersandar di bahu kamu untuk yang terakhir kalinya," ujarnya. ia menatap mata Reygan dengan tatapan kosong. seolah tak ada harapan lagi dan tak ada semangat untuk berjuang kembali


Kejora memalingkan wajahnya," Minggu depan aku bakal Pergi ke Jerman, buat lanjutin Pendidikan aku di sana. Seandainya kamu nggak kayak gini Reygan mungkin kamu bakal cegah aku Pergi, kamu bakal larang aku dan kamu tahan aku untuk tetap di sini bareng kamu," ujarnya Kejora menunduk, membiarkan air matanya yang mengalir dengan deras


Dengan Pelan, tangan lentik itu terangkat melepas kalung liontin kunci di lehernya. Hal itu membuat Reygan tertegun. Entah apa yang terjadi, Cowok itu merasakan sakit Pada dadanya


Kejora menarik telapak tangan Reygan dan menaruh kalungnya di atas telapak tangan cowok itu," Aku balikin ini ke kamu. jaga kalung ini baik-baik ya setelah aku Pergi nanti, kamu boleh kasih kalung itu ke orang lain yang bakal kamu cintai. kamu Pernah bilang kan sama aku Kalau kalung itu aku lepas dari leher aku, artinya hubungan kita benar-benar berakhir Reygan," Kejora mengusap air matanya. Meskipun sakit, Kejora tetap memaksakan dirinya untuk menatap Reygan


" Sesuai Permintaan kamu kemarin aku bakal Pergi dari kamu Maafin aku Reygan Aku, aku ... aku nyerah Dan hubungan kita bener-bener selesai sampai di sini," ucapnya sedikit bergetar Matanya memerah tak kuasa menahan air matanya. Luka yang ada lutut serta sikunya tak sebanding dengan rasa sakit hatinya," Aku nyerah tepat di hari kelulusan kita dan aku nyerah karena titik Perjuangan aku udah habis, " ucapnya dengan suara Parau


" Reygan, Boleh aku titip hati aku ke kamu untuk selamanya ? Biarin cinta yang ada di sini hidup sekali untuk aja untuk selamanya, Buat kamu," ucapnya diiringi tetesan air matanya yang kembali turun. ia tersenyum dengan tulus, tangannya terangkat menyentuh lengan Reygan, " Selama aku nggak ada di samping kamu, kamu jaga diri baik-baik ya. Di sana aku selalu berdoa yang terbaik buat kamu Dan satu lagi jangan Pernah lupain aku kalau nggak bisa simpan nama aku di sini," Kejora menyentuh dada Reygan, " seenggaknya simpan di sini, " ujar Kejora beralih menyentuh kening Reygan, " Biar kamu inget nama aku terus,"

__ADS_1


" Sekali lagi aku nyerah. Bahagia selalu Kesayangan Kejora, " Cewek itu mengusap air matanya kemudian ia membalikkan badannya dan Pergi meninggalkan Reygan


...••••...


__ADS_2