KEJORA UNTUK REYGAN

KEJORA UNTUK REYGAN
BAB 43 Kembali ke Awal


__ADS_3

Suara derap langkah kaki yang baru saja menginjak lantai koridor, mengalihkan beberapa atensi siswa-siswi. Mereka semua menatap cowok yang berjalan dengan Pandangan mata yang lurus ke depan Pakaian cowok itu terlihat sangat rapi


Kedatangan Reygan mengundang siswa-siswi yang mula-mula diam di kelas, berhamburan keluar. Mereka terheran-heran. Kenapa ada Perubahan Pada diri Reygan ?


" Reygan, lo udah sembuh ? I-itu. " salah satu siswa menunjuk dahi Reygan, " Dahi lo nggak Kenapa-kenapa,"


Reygan menghentikan langkahnya menoleh, dan menatap siswa tersebut tanpa ekspresi. Reygan hanya mengangguk sebagai jawaban lalu ia kembali berjalan


" Nggak biasanya, " Ucap salah satu siswa menatap Punggung Reygan yang menjauh


Langkah kaki Reygan berhenti tepat di depan kelas 12 IPS 3. ia sempat membaca plang yang tergantung di atas Pintu, " 12 IPS 3, " ejanya. Cowok itu memasuki kelas tersebut. Siswa-siswi kelas itu pun yang mula-mula berisik tiba-tiba menjadi hening. Menatap Reygan yang berdiri di depan dengan tatapan tak percaya


Aldo yang sedang bermain kartu Poker Pun mendekat. Cowok itu memutari tubuh Reygan. " ini teh Reygan Buaya darat ? Aldo meneliti tubuh Reygan. Kemudian menepuk-nepuk bahu Reygan. Reygan hanya diam menatap bahunya yang ditepuk Aldo," Reygan Samudra Aldebaran akhirnya lo comeback juga Apa kabar Reygan ? Lama banget lo sekarat by the way, enak nggak kepala lo kejedot mobil cium Plus aspal," ejek Aldo menarik-turunkan alisnya


Reygan menunduk, melirik name tag di bajunya. Reygan Samudra Aldebaran


sebuah gumpalan kertas terlempar ke arah Aldo. Miko mengode lewat lirikan matanya, Pertanda menyuruh cowok itu duduk di tempatnya. Miko dan Ardian, ataupun teman-teman Reygan yang waktu itu di rumah sakit, memang belum memberi tahu soal keadaan Reygan yang amnesia. Entahlah mereka hanya tidak tega memberi tahu kabar duka tersebut. Biarlah semuanya tahu sendiri ketika Reygan di sekolah


" Lo kenapa sih, Miko ? Sahabat lo baru sembuh, nih Harusnya sambut dong Ya nggak Reygan, " kata Aldo


" Lo tau nggak Reygan ? Kelas ini nggak ada lo berasa kayak kelas mati Bahkan guru-guru pun heran, Kenapa kelas ini jadi kelas Pendiem," ujar Kris


Reygan tak merespons, ia menatap siswa-siswi kelas ini dengan raut wajah tak diartikan


" Apalagi di kantin Mak Gendut Nggak ada lo nggak ada yang ngutang lagi, Reygan Stand Es Dawet Mak Jum juga. Gue seneng liat lo balik lagi," ujar Maya


" iya ! satu sekolahan menanti kedatangan lo. Dan gue bersyukur lo udah sembuh," ujar Aldo


Kris maju ke depan dan mendudukkan dirinya di salah satu meja, " Yang gue lebih senengin lagi. lo kembali Pada waktu yang tepat. kita bentar lagi ujian kelulusan dan artinya kita bisa rayain hari kelulusan bareng, " ujar Kris," Cuma ya ... Lo harus ujian susulan di mata Pelajaran yang ketinggalan,"


Reygan menatap siswa-siswi kelas 12 IPS 3 tanpa minat, Terutama ke arah Kris yang nampak Paling sangat antusias," Sorry nama lo siapa ? tanya Reygan mampu membuat mereka tertegun


Aldo refleks melepaskan rangkulannya dan menatap Reygan dengan tatapan tak Percaya. ia menggeleng kuat, menepis Pikiran buruk tentang Reygan. Cowok itu langsung tertawa sangat Pelan," Bercandaan lo nggak lucu sumpah, Reygan Masa koma beberapa minggu langsung lupa yang ada di kelas ini ? jangan bilang lo juga lupa sama dua sahabat dan ... " Aldo melirik cewek yang sibuk menulis," sama Kejora,"


Merasa namanya disebut, Kejora mendongak.ia kembali menunduk saat Pandangan matanya bertabrakan dengan mata Reygan. Mata itu selalu membuat hatinya berdenyut ngilu setiap kali menatapnya


" Gue nggak ngerti lo ngomong apa Sumpah," ucap Reygan. Setelah itu. ia melihat-lihat meja sekitar, tak ada yang kosong. Kecuali satu Miko


Seluruh siswa-siswi 12 IPS 3 dibuat tercengang akan Penuturan Reygan Apakah Reygan hilang ingatan ?


" Lo duduk sini Reygan, sama gue," Miko menepuk-nepuk kursi yang ada di sampingnya


Reygan menoleh, " Boleh,"


Lo emang duduk di sini. Lo selalu duduk sebangku sama gue dari kita SD, batin Miko

__ADS_1


Miko langsung tersenyum kecil dan mengangguk." Boleh, sekarang dan seterusnya lo duduk di sini,"


Ardian yang berada di belakang meja Miko lantas mendongak la belum bisa membuka suaranya untuk sekadar menyapa Reygan Meskipun selalu direspons baik oleh Reygan tapi Ardian masih kuat melihat sang sahabat melupakannya


" Seenggaknya lo masih mau temenan sama gue dan Miko, itu udah cukup buat gue. Walaupun lo nggak inget apapun tentang kita," gumam Ardian


Reygan yang sibuk mengeluarkan Peralatan Ujiannya. Refleks menoleh ke arah Kejora yang duduk kepala menunduk. Merasa diperhatikan, Kejora lantas menoleh dan menatap Reygan yang juga menatapnya. Lalu, tak lama dari itu Kejora, memutuskan Pandangannya


Kenapa semuanya seperti tak asing bagi Reygan ? Reygan seolah ada magnet di diri Kejora, Reygan terus-menerus menatap Kejora dengan intens. Hatinya seperti ada yang janggal. Jantungnya selalu berdebar hebat saat menatap manik mata itu. Hatinya pun menjadi lebih tenang saat tiap kali ia berdekatan dengannya


" Kejora," Panggil Reygan


Kejora menoleh dengan sedikit kaget. ini Pertama kali Reygan menyebut namanya setelah cowok itu sadar dari komanya. Tak hanya Kejora saja, sebagian siswa-siswi yang mendengarnya Pun turut menoleh.


" K-kenapa," tanya Kejora balik.


Reygan menatap Kejora sejenak, sebelum akhirnya ia bertanya, " Lo bawa Pulpen dua ? Gue boleh Pinjam,"


Kejora mengedipkan matanya berkali-kali. Angan-angan semuanya terlalu tinggi untuk Reygan mengingat semuanya. Mulai saat ini, ia harus membuang harapannya sejauh mungkin. Kini yang ada di Pikirannya adalah bagaimana caranya ia berjuang untuk memulihkan ingatan dan mendapatkan Reygan kembali


" Nih," Kejora menyerahkan sebuah Pulpen kepada Reygan, " Ambil aja nggak usah ... "


" Nanti gue balikin," Potong Reygan cepat


Kejora tersenyum canggung. ia memilih menganggukkan kepalanya, mengiyakan ucapan Reygan, kenapa ini masih sangat menyakitkan baginya ?


" Sabar ya Kejora Lo Pasti bisa Pulihin semuanya. Lo nggak berjuang sendirian ada gue, Miko dan Ardian yang ada di belakang lo," ujar Ana


Sebuah kertas yang terlipat dengan asal, terlempar di atas meja Kejora ia menoleh dan menatap Bungan yang turut menatapnya Jemarinya membuka kertas tersebut, membaca kalimat yang ditulis dengan rapi di sana


...Walaupun kamu udah maafin aku, tapi aku di sini ngerasa bersalah karena aku semuanya jadi begini, meskipun bukan keinginan aku sendiri Maaf...


Kejora menoleh dan memberikan senyuman tulus kepada Bungan. seolah memberitahu bahwa ini semua bukan kesalahannya


Siswa-siswi SMA Satya bangsa yang mula-mula diam di kelas berhamburan keluar lantaran mendengar bel yang terdengar keras.


Reygan melangkahkan kakinya keluar kelas seorang diri tanpa Miko dan Ardian di sampingnya. Tadi Miko dan Ardian sempat mengajaknya untuk ke kantin bersama, tapi Reygan menolaknya dan memilih Pergi sendiri


" Reygan !" Reygan menghentikan langkahnya. Ketika ia menoleh ke belakang nampak Kejora yang berlari ke arahnya Cewek itu berhenti tepat di samping Reygan dengan napas yang tersengal-sengal " Kamu dari tadi aku Panggiliin nggak nyaut-nyaut ," ucap Kejora kesal


" Ada apa ? tanya Reygan


" Kenapa Pesan aku semalam nggak kamu bales,"


" Lo siapa gue sampe harus gue bales Pesan lo " tanya Reygan refleks, yang mampu membuat hati Kejora berdenyut ngilu. Namun Kejora berusaha tersenyum menutupi semuanya. ia menyerahkan satu kotak bekal dan botol air mineral kepada Reygan

__ADS_1


" Bukan siapa-siapa sih. Nih buat kamu belum makan, kan Aku sengaja bawa bekal ini buat kamu. Kamu kan kalau lagi ujian begini jarang banget sarapan di rumah," kata Kejora dengan senyuman yang amat tulus


" Oh, gitu, ya ?"


" Nih, terima, " Kejora kembali menyerahkan bekal kepada Reygan.


Reygan menatap bekal yang ada di tangan Kejora, sebelum akhirnya cowok itu menerimanya membuat senyum Kejora mengembang


" Thanks,"


Kejora mengangguk, " Kamu mau ke mana ?"


" Perpustakaan,"


" Aku boleh ikut," Cewek itu hanya ingin membayar rasa rindunya dengan Reygan. Walaupun hanya luka yang nanti ia terima, setidaknya ia sudah bertemu rindu dengan Reygan meskipun Reygan tak mengingat dirinya


Reygan tak menjawab. ia berjalan meninggalkan Kejora. Kejora yang melihat itu berjalan cepat dan menyeimbangi langkah kaki Reygan


" Pelan-pelan jalannya," ucapnya," Kamu nggak mau nanyain kabar aku gimana gitu ? Aku nangis tiap malem tau ? ujar Kejora dengan bibir ia Paksakan tersenyum, " Aku cengeng banget ya, Reygan kamu waktu itu kan udah suruh aku buat nggak nangisin kamu, tapi aku tetap lakuin itu,"


Dengan langkah kaki yang terus berjalan. Kejora tak henti-hentinya berbicara meksipun tak digubris oleh Reygan


" Kamu tau ? Ternyata dalang dari semuanya itu Marissa. Kemarin Marissa sempat minta maaf aku udah maafin dia. Cuma aku belum bisa nerima semua Perlakuan dia, " Kejora mendongak menatap Reygan berbinar, " Nanti Pulang sekolah kita ke gubuk itu ia .... " Kejora berdeham dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Kenapa ia selalu lupa kalau Reygan tak mengingat apa pun tentangnya ?


Reygan menatap Kejora, menunggu ucapan selanjutnya " Apa ? tanya Reygan


" Bu-bukan apa-apa. Aku tadi kebablasan," Kejora tersenyum canggung," Aku cuma inget sama orang yang selalu buat aku bahagia aja tapi sekarang dia udah jadi sosok yang nggak aku kenal," ujarnya


Reygan memejamkan matanya sejenak. Ucapan Kejora mengantarnya terhadap sesuatu tapi ia tidak bisa mengingatnya


Kejora memegang lengan Reygan


" Ayo lanjut jalan ke Perpustakaan,"


Cowok itu segera menyingkirkan tangan Kejora dengan Perlahan. Hal itu membuat senyum Kejora memudar,


" Lo bisa Pergi dari gue,"


Kejora tertegun. Bisakah Reygan mengulangi ucapannya ? Cowok itu mengusirnya


" K-kenapa,"


Reygan tak menjawab. ia melangkahkan kakinya meninggalkan Kejora yang berdiri di depan lorong kelas. Cewek itu menatap Punggung Reygan dengan nanar, " Mau sampe kapan kamu kayak gini terus Reygan," tanyanya lirih


Reygan Berhenti di depan Pintu Perpustakaan. Cowok itu menatap Kejora yang masih berdiri di sana. Langkah kakinya ingin sekali menghampiri Kejora, tapi entah kenapa ia masih terlalu ragu jika di Pikir-pikir. Kejora itu siapa ? sepenting apakah ia sehingga Kejora harus menghampirinya

__ADS_1


...••••...


__ADS_2