KEJORA UNTUK REYGAN

KEJORA UNTUK REYGAN
BAB 38 Merindukannya


__ADS_3

PAGI itu, Kejora mendatangi salah satu toko bunga yang tak jauh dari rumahhya. ia membeli satu buket bunga mawar merah. Lengkap dengan seragam sekolahnya, cewek itu mengendarai motornya dengan kecepatan sedang


Jam masih menunjukkan pukul enam Pagi. Biasanya saat berangkat sekolah, ia tak sengaja berpas-pasan dengan Reygan yang berjalan kaki bersama Miko dan Ardian, kadang juga ia berangkat bersama dengan Reygan. Momen inilah yang sangat dirindukan Kejora. Di mana Reygan yang selalu menjemputnya dan berangkat Pulang sekolah bersama Namun sepertinya Kejora hanya mengenang untuk sesaat semenjak Reygan terbaring lemah di atas brankar rumah sakit


Matanya tak sengaja menatap bengkel Om idut yang sangat ramai sekilas, Pintasan Perlakuan Reygan dulu tiba-tiba melintas di kepalanya membuat air matanya rindunya menetes tanpa Permisi


" Ayo berangkat sekolah bareng gue Motor lo, biarin di sini dulu aja,"


" Aku munafik kalau aku bilang sudah udah mati rasa sama kamu," ucap Kejora. Cewek itu membelokkan setir motornya. ia tak langsung menuju sekolah melainkan ingin menjenguk Reygan yang beberapa hari itu belum sadar karena komanya. Langkah kakinya memasuki lorong rumah sakit hingga terhenti di depan sebuah ruangan. Di sana ada banyak keluarga Reygan yang berkumpul


" Kejora gimana kabar, Kamu, Nak," tanya Mama menghampiri Kejora yang nampak sedikit malu untuk mendekat Kejora mendongak jujur saja, saat menatap mata Mama Reygan terbesit rasa bersalah di dalam hatinya, " Tante udah tau semuanya kamu jangan ngerasa bersalah, ya ini semua udah takdir udah ada yang ngatur justru Tante sangat bersyukur kamu nggak kenapa-kenapa Ya, walaupun ... " Wanita itu memaksakan senyumnya," Reygan yang berjuang melawan semuanya di sana,"


Kejora menunduk , " M-maaf, Kejora di sini .... "


" iya Tante ngerti. kamu mau jenguk Reygan ya ? Kamu masuk aja di dalam nggak ada siapa-siapa. Tadi Miko sama Ardian juga habis dari sini," Potong Mama sedikit tersenyum


Kejora menatap Mama cukup lama. Sebelum ia memasuki ruangan Reygan, cewek itu tersenyum menatap Keluarga Reygan yang berkumpul Mereka pun membalasnya dengan senyuman juga


Ruang inap Reygan terasa begitu dingin. Hatinya kembali teriris saat melihat Reygan yang masih terbaring lemah di atas brankar. Sebisa mungkin Kejora tidak meneteskan air matanya. Namun sepertinya sangat susah melihat keadaan Reygan yang seperti ini. Membuat Kejora tak tahan untuk menangis. ia menarik salah satu kursi dan mendudukkan dirinya di sana. Sebelum itu, ia menaruh satu buket bunga yang ia beli tadi ke atas brankar


" Reygan, apa kabar ? Nyaman banget tidurnya. Walaupun kamu belum buka mata kamu, aku berharap di sana kamu sadar akan kehadiran aku di sini," ucap Kejora, mengusap-usap dahi Reygan yang terbalut dengan Perban," Kamu jahat banget ninggalin aku sendirian di sini, Kamu tau Reygan," Aku kangen Reygan yang selalu buat aku ketawa bukan buat aku nangis kayak gini,"


" katanya kamu larang aku buat nggak nangisin kamu. Tapi, kamu sendiri yang buat aku nangis. Kamu larang aku buat nggak ninggalin kamu, tapi kamu sendiri yang ninggalin aku, " ujar Kejora dengan suara Parau. Cewek itu menunduk lemah, kemudian mengangkat kepalanya lagi. Tangan kanannya mengenggam tangan Reygan yang terdapat infus, sedangkan tangan kirinya setia mengusap-usap dahi Reygan


" Sekarang kelas 12 udah mulai ujian. kamu nggak mau bangun dan ujian bareng aku ? Aku harap, kamu segera buka mata kamu dan kita rayain hari kelulusan bareng," ujarnya," Kamu tau Reygan ? setiap malam aku selalu berandai-andai kalau kamu itu bangun dan datang ke rumah aku lewat jendela kamu aku lagi," Kejora terkekeh dengan hambar," Tapi aku nggak tau , setelah kamu bangun nanti, kamu mau masih mau liat wajah aku lagi atau nggak dan aku harap kamu sebut nama aku setelah kedua orangtua kamu. Aku Pergi sekolah dulu ya, nanti Pulang sekolah aku ke sini lagi," Kemudian Kejora mengecup dahi Reygan cukup lama


Sebelum ia keluar dari ruangan, cewek itu sempat berucap, " Cepet bangun kesayangan Reygan,"


...•••••...


Suasana kantin Mak Gendut terlihat begitu sunyi Padahal Pengunjung kantin ini nampak ramai, tapi keadaannya seperti berputar semenjak Reygan tidak ada di antara mereka


Miko dan Ardian seperti orang yang tidak punya semangat di sana. Apalagi Miko biasanya cowok itu selalu membuat jengkel seluruh siswa-siswi SMA Satya bangsa. Namun sepertinya siswa-siswi SMA Satya bangsa kehilangan dua sosok yang sering membuat mereka jengkel Miko dan Ardian


Reygan cowok yang kehadirannya selalu membuat marah dan tertawa, saat ini kehilangannya membuat semua orang menangis Reygan memang tidak meninggalkan mereka. Tapi tidak adanya Reygan di sini tetap membuat mereka kehilangan


" Miko, Ardian gimana keadaan Nak Reygan ? Semenjak Nak Reygan kecelakaan Mamak nggak tau gimana kabarnya," tanya Mak Gendut yang baru saja datang membawa Pesanan Miko dan Ardian


Miko mendongak dan mendapati Mak Gendut yang duduk di sampingnya," Ya begitulah Mak Di bilang baik ya ngga Dibilang buruk ya nggak buruk,"


" Reygan koma, Udah beberapa hari ini dia belum bangun," jawab Ardian setelah meminum minumannya

__ADS_1


Mak Gendut sedikit terkejut mendengarnya," K-Koma,"


Ardian dan Miko mengangguk bersama


" Mamak emang selalu sebel sama Reygan yang selalu buat onar di sini. Tapi, tau Reygan begini Mamak jadi kangen sama sosoknya Kadang Mamak marah sama sifatnya, tapi Mamak dibuat ketawa sama kelakuannya," ujar Mak Gendut, menatap kursi kosong yang selalu diduduki Reygan


" Kehadirannya begitu berarti buat seluruh dunia," sahut Miko


Mak Gendut mengangguk. " Bahkan kalian bisa liat sendiri kan ? Kantin Mamak mirip kantin mati,"


Refleks, Miko dan Ardian menoleh ke kanan dan ke kiri. Benar mereka tak ada yang membuka suara. Kalaupun ada, mereka tak terlalu mengeluarkan suara yang begitu keras seperti biasanya


Ardian celingak-celinguk mencari sosok cewek yang sedari tadi ia cari, Miko yang berada di sampingnya Pun dibuat heran


" Lo cari siapa Ardian," tanya Miko


Ardian menoleh, " Kejora mana ? kok Gue dari tadi nggak bisa liat dia," Manik mata Ardian tertuju Pada Ana yang asyik makan bersama Bungan, Farah dan temen-temennya yang lain. Tak ada Kejora di antara mereka Langkah kaki Ardian mendekati meja Ana dan beberapa teman-temannya yang duduk di sana


Menyadari kehadiran seseorang, Ana mendongak," Ardian ? Ada apa ?


" Lo tau Kejora di mana,"


" Ada di kelas Gue tadi ajak Kejora, cuma Kejora nggak mau," jawab Ana


Farah menyenggol kaki Ana dengan kakinya," Tumben banget Ardian cariin Kejora. Ada apa ? tanyanya


" Cuma mastiin keadaan Kejora mungkin Katanya, kan Reygan sempet kasih amanah ke Ardian dan Miko buat jagain Kejora selama Reygan nggak ada di sini," jawabnya


" Beruntung banget jadi Kejora," ucap Farah," sebelumnya dijagain sama Reygan dan setelah Reygan nggak ada, Kejora dijagain sama dua temennya Bener-bener kayak ratu nggak sih,"


Ana mengangguk, " iya, Perempuan kalau udah nemuin laki-laki yang tepat Pasti bakal dijadikan ratu," Kemudian mereka melanjutkan makannya yang sempat tertunda


Sedangkan Miko sedari tadi mengikuti Pergerakan Ardian Dari mulai sahabatnya itu mendekati meja Ana. berjalan memasuki dapur Mak Gendut hingga kembali dengan membawa satu Porsi nasi goreng di tangannya


" Lo nggak salah, Ardian," tanya Miko heran


Ardian melirik ke Miko sekilas," Gue ke kelas dulu. mau anterin makanan buat Kejora. Gue yakin dia belum makan seharian, " Tanpa menunggu Persetujuan Miko, cowok itu melangkahkan kakinya mulai kelasnya yang ramai. Di sana, Kejora terlihat duduk dengan murung bersama seorang cowok yang berada di sampingnya


Ardian menghampirinya, " Ngapain lo di sini ? Bara mendongak Namun, belum sempat menjawab Pertanyaan Ardian, cowok itu lebih dulu berucap," Nggak usah ngambil kesempatan di atas Penderitaan orang lain, Pergi lo, dari sini, sebelum gue ngapa-ngapain lo seperti yang dilakukan Reygan ke Lo waktu itu Ngerti " usir Ardian


" Kenapa lo sama temen-temen lo selalu anggap gue buruk ? Gue udah nggak ada berharap lagi sama Kejora, gue tau Kejora bukan buat gue," Ujar Bara merasa risi saat Ardian menentang keberadaannya di sini

__ADS_1


" Bagus kalau lo sadar," ucap Ardian menatap Bara


" Gue di sini cuma mau nanyain gimana kabar Reygan ke Kejora nggak lebih,"ucap Bara memberi Penjelasan


" Lo nggak Perlu tanya-tanya keadaan Reygan gimana dia baik-baik aja, " Ketus Ardian. Cowok itu tak memerdulikan Bara, ia menyerahkan satu Piring nasi goreng yang ada di tangannya Kepada Kejora," Makan Gue tau lo belum makan seharian ini jangan siksa diri sendiri. kalau Reygan tau lo begini, gue sama Miko yang disalahin, Ra,"


Bara berdiri dari duduknya. sebelumnya ia keluar dari Kelas 12 IPS 3 cowok itu, sempat melirik Ardian dan Kejora secara bergiliran


" Kenapa masih di sini ?" tanya Ardian sewot. Bara memutar bola matanya malas. Selanjutnya ia melangkah keluar


" Lo nggak Perlu lakuin ini buat gue Ardian. Gue bisa semuanya sendiri tanpa harus lo awasi begini," ujar Kejora mengalihkan Pandangan Ardian


" Kalau nggak gue giniiin, lo nggak bakal ada yang jagain, Gue cuma mau Penuhi Permintaan Reygan," ucapnya


" Tapi .... "


" Makan jangan banyak bicara," Potong Ardian


Kejora menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Kenapa berdekatan dengan Ardian membuat dirinya takut seperti ini ? Padahal Ardian biasa-biasa saja. Namun, kenapa aura berbeda dari lainnya


" L- lo nggak Pergi,"


Ardian menoleh dan menaikkan sebelah alisnya," Gue bakal Pergi setelah mastiin lo habisin makanan itu,"


" Ardian, " Panggil Kejora, " Reygan kapan bangun ? Kenapa dia lama banget ninggalin gue di sini sendirian Gue tadi ke rumah sakit sebelum ke sekolah. Tapi Kondisi Reygan sama aja nggak ada tanda-tanda dia sadar," kata Kejora


" Lo nggak salah kalau nanya itu ke gue. Bukan gue yang buat Reygan koma seperti ini bukan gue yang Pegang takdir dia," jawab Ardian


Kejora menoleh dan tersenyum dengan getir," Gue tau, gue yang buat Reygan kayak gini,"


" Gue nggak ngomong gitu. Gue nggak salahin lo. Lo Jangan ngerasa bersalah di sini. Semuanya udah takdir," jawab Ardian


Kejora menghela napasnya dan mengangguk, " Sesakit inikan, Ardian Di tinggal sama orang yang selalu buat kita ketawa ? Sesakit inikah jatuh hati sama orang ? Kejora tak memedulikan jawaban Ardian, ia ingin mengutarakan semuanya. Cewek itu meremas roknya air matanya Pun sudah berhasil menetes mengenai rok abu-abunya. Ardian menoleh menyadari Kejora yang menangis dengan diam


" Jangan nangis di samping gue," Kejora mendongak mendengar tutur kata Ardian, " Liat lo nangis gue nggak tahan buat nggak Peluk lo Tapi gue sadar, Jadi gue minta sama lo, Ra, jangan nangis di samping gue, " Ardian menyerahkan satu buah sapu tangan yang ia keluarkan dari saku celananya. Cewek itu sempat terdiam sebelum akhirnya ia menerimanya


"Ardian," Panggil Kejora lagi


Ardian menoleh, " Apa,"


" Setelah Reygan bangun nanti, apa dia masih mau liat wajah gue lagi,"

__ADS_1


...••••...


__ADS_2